Wali Kota Tegaskan Bukan Hal Baru
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya mendukung arahan Presiden Republik Indonesia terkait penataan lingkungan perkotaan dalam kerangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyebut, upaya menjaga kota tetap bersih, hijau, dan tertata sebenarnya telah lama dijalankan di Pontianak, bahkan jauh sebelum arahan tersebut disampaikan secara nasional.
Menurut Edi, Presiden menaruh perhatian serius terhadap keberadaan spanduk, papan nama, baliho, dan reklame yang tidak tertata karena dapat merusak estetika kota. Kondisi kota yang kumuh, lanjutnya, akan berdampak langsung pada minat orang untuk datang dan beraktivitas.
“Kalau kota tidak cantik, orang juga tidak tertarik datang. Saya sangat setuju dengan arahan Bapak Presiden, dan itu sudah kami lakukan sejak lama,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Ia mencontohkan, penanaman pohon secara rutin hampir setiap pekan telah menjadi kebiasaan Pemerintah Kota Pontianak. Hasilnya kini mulai terlihat, terutama di kawasan-kawasan yang dulu minim ruang hijau. Selain itu, kegiatan gotong-royong rutin yang melibatkan aparatur pemerintah dan masyarakat juga telah berjalan sejak awal masa jabatannya.
“Gotong-royong kita lakukan setiap bulan dan tersebar di seluruh wilayah kota. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi bagian dari budaya merawat kota,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Pontianak akan memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan, termasuk sekolah, institusi pendidikan, hingga unsur TNI dan Polri. Tujuannya agar kesadaran lingkungan tumbuh secara kolektif dan berkelanjutan.
Edi juga menekankan pentingnya inovasi pengelolaan sampah di tingkat instansi. Ia mendorong sekolah dan kantor pemerintahan memiliki sistem pengolahan sampah organik mandiri, seperti membuat lubang atau bak penampungan daun-daunan yang kemudian diolah menjadi kompos.
“Nanti kita tanam gorong-gorong atau tempayan, sampah organik dimasukkan ke situ, disemprot bakteri pengurai, dan jadilah pupuk. Sampah selesai di tempat. Yang dibuang hanya plastik dan kaleng,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Edi berharap Pontianak tetap menjadi kota yang asri, nyaman, dan berdaya tarik tinggi, sekaligus menjadi contoh bahwa dukungan terhadap Indonesia Asri telah diwujudkan secara nyata dan konsisten. (prokopim)