PONTIANAK – Setelah hampir dua bulan ditutup akibat kondisi kualitas udara, kawasan Car Free Day di Kota Pontianak kembali dibuka, Minggu (4/10/2026). Ribuan warga terlihat antusias memadati kawasan tersebut.
Salah satunya, Ridwan (35) yang datang berserta anak istrinya. Ia bercerita sejatinya menikmati minggu pagi di CFD sudah jadi kebiasaan keluarganya. Namun terpaksa disetop sementara karena asap beberapa waktu lalu.
"Alhamdulilah ini jadi bisa turun lagi. Bawa keluarga sekalian sarapan," ceritanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembukaan tersebut disambut antusias masyarakat yang telah lama menantikan aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga di ruang publik.
“Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Edi mengatakan, Car Free Day tidak hanya menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga tempat berkumpul keluarga serta ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner.
“Kawasan Car Free Day ini menjadi sarana olahraga, keluarga, dan juga kuliner UMKM. Sekarang semuanya mulai aktif lagi,” katanya.
Menurutnya, pembukaan kembali kawasan tersebut dilakukan seiring membaiknya kondisi kualitas udara di Kota Pontianak. Pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi lingkungan sebagai dasar pelaksanaan Car Free Day pada pekan-pekan berikutnya.
“Tentunya kita berharap kondisi udara terus membaik dan tetap baik, sehingga setiap minggu kawasan Car Free Day bisa terus ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.
Edi menambahkan, evaluasi tetap dilakukan dengan melihat perkembangan kualitas udara. Faktor kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan kegiatan luar ruang.
“Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara. Itu menjadi salah satu faktor penting,” jelasnya.
Edi berharap dibukanya kembali Car Free Day dapat menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM yang selama masa penutupan ikut terdampak.
"Semoga kualitas udara kita terus membaik sehingga kegiatan ekonomi, olahraga dan lainnya bisa berjalan normal," tutupnya. (prokopim)