Maulid Momentum Menguatkan Ketahanan Menghadapi Ujian

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mengendalikan emosi, memperkuat kedewasaan, serta menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin relevan di tengah berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Kehidupan, menurutnya, tidak pernah lepas dari perubahan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal.


“Dunia ini pasti mengalami perubahan, seperti hidup kita dari lahir sampai meninggal. Besar kecilnya perubahan itu tergantung bagaimana kita menyikapinya,” katanya ketika membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).


Ia menyinggung berbagai ujian yang belakangan dirasakan masyarakat, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, gangguan terhadap kualitas air baku, hingga ancaman musim hujan. Kondisi tersebut berdampak tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi.


“Semua ada dampaknya. Karena itu kita harus punya kesiapan dan ketahanan dalam menghadapinya,” jelasnya.


Menurutnya, berbagai ujian tersebut seharusnya tidak membuat masyarakat mudah kehilangan ketenangan. Justru nilai kesabaran, kebersamaan dan kepedulian perlu semakin diperkuat.


“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu lebih bijak, lebih sabar dan saling membantu. Itulah yang harus terus kita jaga,” katanya.


Edi juga menegaskan Pemerintah Kota Pontianak akan terus memperbaiki pelayanan publik, terutama pada kebutuhan dasar masyarakat. Ia memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga ketika terjadi gangguan pada kualitas air, kerusakan jalan maupun layanan lainnya.


“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, tentu itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.


Ia menambahkan, persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah. Pemenuhan air baku dan pengolahan air minum terus diupayakan agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga, terutama ketika kondisi alam sedang tidak mendukung.

Namun, Edi menilai penyelesaian berbagai persoalan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan masyarakat.


“Pemerintah punya keterbatasan, baik dari sisi anggaran, tenaga maupun waktu. Karena itu kebersamaan menjadi penting. Kalau kita saling membantu dan saling memahami, persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.


Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menjadi ruang introspeksi dan penguatan karakter masyarakat.


“Maulid mengingatkan kita untuk meneladani Rasulullah, menjadi lebih sabar, lebih bijak, lebih bermanfaat dan lebih peduli terhadap sesama. Itu yang kita butuhkan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan,” pungkasnya. (prokopim)