,
menampilkan: hasil
Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Edi Ingin Mal Pelayanan Publik Jadi Ikon Kota
MPP akan Dilengkapi Pujasera
PONTIANAK - 30 tahun lebih Gedung Kapuas Indah yang berlokasi di Jalan Kapten Marsan Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota tidak pernah mendapat sentuhan pembangunan. Sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam meningkatkan pelayanan publik, Gedung Kapuas Indah menjadi lokasi dibangunnya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi dengan kawasan perdagangan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, dibangunnya MPP di kawasan itu karena lokasinya strategis berada di jantung kota dan dekat dengan Sungai Kapuas sebagai ikon Kota Pontianak. Saat ini pembangunan MPP tengah berjalan dan progresnya diperkirakan sudah mencapai 54 persen. Pembangunan interior dan finishing memang memakan waktu yang cukup lama. Pihaknya juga sudah mengusulkan MPP ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk menjadi pusat pelayanan publik di Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa rampung dan segera difungsikan terutama gedung yang akan menjadi pusat pelayanan publik yang berada di lantai tiga. Kalau tahun ini sudah selesai finishing bangunannya dan berbagai perangkat lunak juga sudah siap, Insha Allah tahun ini juga bisa diresmikan," ujarnya, Selasa (11/7/2023).
MPP tersebut akan menempati lantai tiga gedung Kapuas Indah. Sedangkan lantai dasar dan lantai dua tetap ditempati pedagang pakaian dan sejenisnya yang memang sudah ada sebelum MPP dibangun. Konsep mix-used memadukan antara perdagangan, pujasera dengan perkantoran. Selain tangga, akses gedung juga menggunakan lift.
"Tahun ini juga fasilitas pendukung MPP berupa pujasera sudah masuk dalam tahap pelelangan," katanya.
Edi bilang, pujasera ini nantinya akan menampung para pedagang kaki lima yang berjualan makanan di sekitaran komplek pertokoan Kapuas Indah. Lokasi pujasera gedungnya tersendiri di sekitar Kapuas Indah. Kawasan komplek MPP itu nantinya akan semakin bersih dan tertata serta asri karena akan dilengkapi dengan taman. Untuk menambah kesan atraktif, lanjutnya lagi, pencahayaan gedung juga akan dirancang semenarik mungkin. Sehingga Gedung MPP tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan publik pada saat pagi hingga siang hari, tetapi pada malam hari juga menjadi objek menarik dengan tata cahaya lampu yang didesain menarik.
"Harapannya dengan bangunan MPP ini juga akan menjadi salah satu ikon atau landmark di Kota Pontianak nantinya," tuturnya.
Wali Kota Edi Kamtono memaparkan jenis-jenis layanan publik yang akan menempati MPP ketika sudah rampung pembangunannya. Ada 21 jenis layanan publik yang akan melayani masyarakat. Layanan itu terdiri dari 4 jenis layanan publik dari Pemkot Pontianak dan 17 jenis layanan dari kementerian dan lembaga. Sebagai contoh, layanan publik dari Pemkot Pontianak misalnya pelayanan Dukcapil, pelayanan perizinan, perpajakan daerah dan sebagainya. Sedangkan layanan dari kementerian dan lembaga misalnya pelayanan perpanjangan SIM dari kepolisian, pelayanan urusan pernikahan dari Kemenag dan lain sebagainya.
"Tujuannya dengan menggandeng berbagai jenis pelayanan publik dalam one stop service atau pelayanan satu pintu, lebih memudahkan masyarakat karena cukup datang ke MPP, mereka bisa mendapatkan pelayanan beberapa jenis," ungkapnya.
Kemudian, sambungnya lagi, fase selanjutnya adalah menata kawasan Jalan Sultan Muhammad untuk menjadi pusat kuliner malam, yang mulai operasionalnya pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Dengan adanya pusat kuliner malam di kawasan itu, para pedagang tidak ada lagi yang berjualan di waterfront.
"Sehingga kawasan waterfront steril dan masyarakat bisa leluasa menikmati suasana tepian Sungai Kapuas," imbuhnya.
Tidak hanya itu, lorong-lorong yang banyak terdapat di kawasan Pasar Tengah dan sekitarnya, juga akan mendapat sentuhan penataan. Lorong-lorong yang terkesan kumuh, pengap dan suram, akan disulap menjadi lebih bersih, terang dan humanis.
"Para pemilik toko di sekitarnya bisa memanfaatkan untuk membuka usaha warung kopi, jual makanan dan sejenisnya, dengan begitu kawasan tersebut menjadi lebih menarik dan ramai," pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Serahkan Bantuan Transportasi Bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah
PONTIANAK – Sebanyak 37 orang guru Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Pontianak menerima bantuan transportasi berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 3,6 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (6/7/2023).
"Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi Pemkot Pontianak kepada guru yang membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pontianak," ungkapnya usai penyerahan.
Edi menyebut, semangat untuk mendidik harus terus ada di dalam sosok seorang guru. Dedikasi setiap tenaga pendidik seperti ini yang terus menjadi perhatian pihaknya. Kedepan, peningkatan SDM menjadi prioritas.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 1,7 persen setiap tahunnya di Kota Pontianak atau sebelas ribu kelahiran per tahunnya.
"Anak-anak setiap tahun pasti bertumbuh, walaupun tidak serentak. Mereka memerlukan sarana dan prasarana pendidikan formal maupun informal," ujarnya.
Pemkot Pontianak terbantu lewat sekolah swasta dan sekolah informal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah atau serupa. Edi menuturkan, anggaran keagamaan yang semula diperuntukkan membangun rumah ibadah, di pertengahan tahun selanjutnya akan difokuskan bagi pondok pesantren dan lainnya. Ia menilai, sarana dan prasarana sekolah masih terbatas. Mulai dari bangunan, penunjang alat belajar seperti kursi dan meja sampai jalan lingkungan menuju sekolah.
"Karena rumah ibadah di Pontianak seperti masjid sudah lengkap dan bagus. Yang penting kedepan juga adalah pendidikan," terangnya.
Edi berharap pula tenaga pendidik dapat menyesuaikan kebutuhan zaman dengan melibatkan teknologi untuk mempermudah proses belajar. Dengan kekayaan digital hari ini, sumber pengetahuan jadi lebih mudah didapat.
"Semoga kolaborasi kita, silaturahmi terus terjalin. Tujuannya membentuk anak-anak yang berbakti dan bermanfaat untuk meneruskan pembangunan Kota Pontianak," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Wali Kota Edi Kamtono Siap Sambut Lawatan Jurnalis Sarawak
20 Jurnalis Malaysia Berkunjung ke Pontianak
PONTIANAK - Sebanyak 20 orang jurnalis dari Sarawak Malaysia yang tergabung dalam Federation Sarawak Journalists Association (Persatuan Wartawan Sarawak) akan berkunjung ke Kota Pontianak. Kedatangan rombongan dijadwalkan akan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center Kantor Wali Kota pada Kamis (6/7/2023).
Edi menyambut baik kedatangan para jurnalis dari negera tetangga ini sebagai bentuk kedekatan hubungan antara kedua negara, terutama Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia.
"Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus mereka juga ingin mengetahui lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak termasuk potensi pariwisatanya," ujarnya, Rabu (5/7/2023).
Pada kesempatan lawatan itu, Wali Kota Edi Kamtono akan memaparkan profil Kota Pontianak, mulai dari letak geografisnya, jumlah penduduk, kekayaan budaya dan kuliner, objek-objek wisata dan berbagai hal lainnya berkaitan dengan Pontianak.
"Intinya supaya bisa menarik wisatawan dari luar, terutama Sarawak yang bertetangga langsung dengan Provinsi Kalbar," katanya.
Edi menambahkan, selain memaparkan profil Kota Pontianak, rombongan jurnalis Sarawak juga diagendakan menyusuri Sungai Kapuas dengan kapal wisata untuk melihat suasana kehidupan sungai terpanjang di Indonesia ini.
"Saya berharap dari kunjungan para jurnalis Sarawak nantinya bisa memberikan kesan yang baik selama mereka berada di Kota Pontianak," imbuhnya.
Kekayaan kuliner dan keramahtamahan masyarakatnya diharapkan menjadi daya tarik saat mereka melakukan lawatan ke kota berjuluk Khatulistiwa ini sehingga meninggalkan kesan dan menjadi cerita saat kembali ke negara mereka.
"Semakin banyaknya warga jiran yang berkunjung ke Kota Pontianak akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak," tuturnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar Gusti Yusri mengungkapkan kedatangan rombongan wartawan asal Sarawak ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Pontianak.
"Artinya, mereka tertarik untuk mengetahui seperti apa wajah Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi yang bertetangga dengan negeri Sarawak Malaysia," sebutnya.
Ia berharap momentum ini juga semakin mempererat hubungan antara jurnalis Sarawak dan Pontianak.
"Sehingga kita bisa saling sharing dan berbagi informasi berkaitan dengan dunia jurnalisme," pungkasnya. (prokopim)
Jamaah Salat Iduladha Tumpah Ruah di Jalan Rahadi Usman
Jelang Akhir Masa Jabatan, Edi-Bahasan Pamit dan Sampaikan Permohonan Maaf di Momen Iduladha
PONTIANAK - Ribuan masyarakat muslim di Kota Pontianak memadati ruas Jalan Rahadi Usman depan Taman Alun Kapuas untuk melaksanakan Salat Iduladha 1444 Hijriah. Warga yang berbondong tampak gembira menyambut hari raya. Pada Hari Raya Iduladha kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membagikan 14 ekor sapi dan disebar ke beberapa mesjid di setiap kecamatan. Salah satunya sapi jenis limosin kepada Mesjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman Istana Kadriah. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai menyerahkan secara simbolis sapi kurban berharap keberkahan dari hari besar keagamaan ini.
"Semoga kisah Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim menambah rasa tawakal kita kepada Allah, dengannya mendatangkan keberkahan bagi masyarakat Pontianak," ucapnya usai Salat Iduladha 1444 Hijriah berjamaah bersama masyarakat di badan Jalan Rahadi Usman depan Taman Alun Kapuas, Kamis (29/6/2023).
Momentum salat id dimanfaatkan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak. Seperti diketahui, Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi-Bahasan akan mengakhiri masa jabatannya pada bulan Desember 2023 mendatang.
"Ini salat id terakhir kami sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Untuk itu saya atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan pribadi ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama kami menjabat terdapat kekurangan," tuturnya didampingi Wawako Bahasan.
Selama lima tahun terakhir, Pemkot Pontianak meraih banyak prestasi maupun penghargaan. Beberapa sektor mengalami peningkatan. Mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, kualitas pelayanan publik hingga kapasitas ASN. Terakhir adalah upaya menekan angka stunting dari 24,4 persen menjadi 19,7 persen.
Edi mengungkapkan terima kasih untuk segenap pihak yang berdedikasi dan memiliki komitmen bersama menjalankan roda pemerintahan, khususnya perangkat daerah.
"Banyak yang ingin kami benahi. Namun karena terkendala covid selama tiga tahun, fokus harus berubah ke sektor kesehatan," jelasnya.
Setiap program yang tercantum dalam RPJMD 2020-2024 sudah menyerap visi dan misi kepala daerah sejak dirinya dilantik. Edi menyebut, beberapa sudah melampaui target, diantaranya infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki masa endemi covid kini, ia mengajak warga untuk beraktivitas kembali sebagaimana sebelum pandemi dan produktif bagi keluarga.
"Setelah covid harapannya agar kita melakukan percepatan pembangunan manusia terlebih dahulu," tutupnya. (kominfo/prokopim)