,
menampilkan: hasil
Wako Edi Ajak Masyarakat Ikut Korve Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam kerja bakti bersih lingkungan bersama (korve) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melalui Surat Edaran Nomor 33 Tahun 2026 tentang Kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan Bersama (Korve) Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026.
Edi mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Pontianak.
“Melalui kegiatan korve ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan surat edaran tersebut, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Pontianak diminta melaksanakan kerja bakti di lingkungan kerja masing-masing pada Jumat, 5 Juni 2026 mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Sementara itu, kegiatan serupa akan dilaksanakan oleh kecamatan, kelurahan, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, pelaku usaha, serta sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-Kota Pontianak pada Sabtu, 6 Juni 2026 mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Pusat kegiatan dipusatkan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.
Menurut Edi, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar dampak positif yang bisa kita hasilkan untuk kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Pontianak,” katanya.
Untuk mendukung dokumentasi dan pelaporan, peserta diminta mengunggah foto kolase kegiatan yang memuat sedikitnya tiga foto dalam satu kolase, disertai identitas instansi atau kelompok serta jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satuan kilogram.
Laporan tersebut akan dihimpun melalui tautan yang telah disediakan dan dipublikasikan melalui akun Instagram masing-masing dengan mengolaborasikan unggahan kepada akun Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak serta menggunakan tagar peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026.
Edi menambahkan, data jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan selama kegiatan akan dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
“Yang terpenting bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (kominfo)
Pancasila Perekat Keberagaman
PONTIANAK – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, persatuan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang mengangkat tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan.
“Pancasila adalah dasar negara sekaligus pemersatu bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang kita miliki, Pancasila menjadi kekuatan yang merekatkan seluruh anak bangsa dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Menurut Edi, Kota Pontianak sebagai kota yang dihuni masyarakat multietnis menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila hidup dalam keseharian masyarakat.
“Keharmonisan yang selama ini terjaga menjadi modal penting dalam pembangunan daerah sekaligus menciptakan kehidupan sosial yang damai dan saling menghormati,” imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan saling menghargai yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi bagi kita semua untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Edi juga mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk menjaga kerukunan, memperkuat rasa persaudaraan, serta bersama-sama membangun kota yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.
“Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, mari kita teguhkan komitmen menjaga persatuan dan kebhinekaan. Dari Pontianak, kita tunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan untuk terus melangkah bersama membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” tutupnya. (prokopim)
BPR Jembatan Potensi dan Peluang UMKM
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menyebut Bank Perekonomian Rakyat atau BPR memiliki peran penting sebagai jembatan antara potensi masyarakat dan peluang ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pasalnya, lebih dari 60 persen nasabah BPR merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Angka tersebut membuktikan bahwa BPR memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Data menunjukkan lebih dari 60 persen nasabah BPR adalah pelaku UMKM. Ini membuktikan BPR adalah garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” jelasnya saat membuka kegiatan Funwalk dalam rangka Hari BPR-BPRS Nasional di Halaman Museum Kalbar, Minggu (31/5/2026) pagi.
Ia menegaskan, BPR bukan sekadar lembaga perbankan. Lebih dari itu, BPR hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi masyarakat dengan peluang usaha, akses pembiayaan, dan penguatan ekonomi lokal. Karenanya dalam momentum Hari BPR-BPRS Nasional ini, ia mengajak agenda yang digagas tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang BPR dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Di balik setiap cerita sukses UMKM, sering kali ada BPR yang bekerja dalam diam tanpa sorotan kamera, namun dengan dedikasi yang luar biasa dan berkontribusi nyata,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amirullah menekankan tiga hal penting yang perlu terus dijaga dan dikembangkan oleh BPR. Pertama, kedekatan BPR dengan masyarakat. Kedua, inovasi pelayanan. Ketiga, penguatan sumber daya manusia dan tata kelola.
Menurutnya, BPR memang menghadapi tantangan, mulai dari persaingan dengan bank umum hingga perubahan perilaku nasabah. Namun di balik tantangan itu, BPR memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak lembaga keuangan lain, yaitu kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat.
“Inilah modal yang harus dimanfaatkan untuk membangun layanan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap BPR dan BPRS terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan UMKM, membuka akses pembiayaan yang lebih dekat, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat Hari BPR-BPRS Nasional kepada seluruh insan BPR dan BPRS, khususnya di Kalimantan Barat,” tutupnya. (prokopim)
Tahun Revolusi Sanitasi, Pontianak Genjot Proyek SPALD-T hingga 2030
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menargetkan periode 2026 hingga 2030 sebagai “tahun revolusi sanitasi” melalui percepatan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Proyek strategis nasional itu dinilai menjadi momentum penting dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sanitasi dan limbah domestik secara modern serta berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Tindak Lanjut Review Mission ADB Kegiatan Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) atau SPALD-T Kota Pontianak Tahun 2026, di Aula Rohana Muthalib Bapperida Kota Pontianak, Jumat (29/5/2026).
Sidig menyebut pembangunan SPALD-T merupakan bagian dari perubahan besar tata kelola sanitasi kota. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam aspek sanitasi menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bersama.
“Mudah-mudahan kita semua berkomitmen mendukung proyek ini sampai dengan tahun 2030. Ini yang saya sebut sebagai periode revolusi sanitasi. Jangan hanya membangun monumen, tetapi memang harus kita sukseskan karena ini menyangkut perubahan perilaku,” ujarnya usai membuka acara.
Ia menambahkan, revolusi sanitasi tersebut berjalan beriringan dengan upaya pembenahan pengelolaan sampah di Kota Pontianak. Saat ini, pengelolaan sampah juga mulai didukung dengan pembangunan fasilitas terpadu pengolahan sampah melalui program LSDP (Local Service Delivery Improvement Project) bersama Kementerian Dalam Negeri dan Bank Dunia.
“Momentum ini benar-benar sangat penting karena ada pembangunan SPALD-T yang mengubah air limbah domestik menjadi dikelola dengan baik,” katanya.
Sidig menjelaskan, proyek SPALD-T di Pontianak telah dirancang sejak tahun 2018. Menurutnya, persoalan lahan masih menjadi tantangan utama dalam percepatan proyek tersebut. Ia menegaskan pembangunan belum dapat berjalan optimal apabila persoalan lahan belum tuntas.
“Untuk itu kita mohon dukungan dari masyarakat pemilik lahan terdampak,” tegasnya.
Tahun 2030 ditargetkan minimal terdapat 3.000 sambungan rumah. Sebanyak 1.500 sambungan dibangun melalui proyek ini dan 1.500 lainnya berasal dari dukungan Pemerintah Kota Pontianak.
Jumlah sambungan rumah tersebut nantinya akan terus ditingkatkan hingga mencapai 32 ribu sambungan secara bertahap dengan skema pelayanan berdasarkan klaster masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa proses pembangunan kemungkinan akan menimbulkan dampak sementara seperti kemacetan dan gangguan lalu lintas di sejumlah titik pekerjaan. Karena itu, komunikasi kepada masyarakat akan terus dilakukan secara intensif.
Sidig menegaskan, proyek SPALD-T merupakan proyek bersama yang membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal hingga masyarakat.
“Proyek ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemkot Pontianak. Kuncinya adalah dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat,” pungkasnya. (kominfo)