,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Siapkan 80 Calon Kepala Sekolah
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mempersiapkan sebanyak 80 orang bakal calon Kepala Sekolah se-Kota Pontianak. Seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi dan mengikuti kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Pontianak Tahun 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ismail, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah Pemkot Pontianak dalam menyiapkan generasi Kepala Sekolah yang berkualitas dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik.
"Kepala Sekolah adalah pemimpin pembelajaran yang menentukan arah budaya dan kualitas layanan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya," tegas Ismail pasca membuka kegiatan, Selasa (27/10/2026).
Ismail mengatakan, ada tiga aspek yang harus diperhatikan para calon Kepala Sekolah. Aspek tersebut yaitu integritas, berusaha yang terbaik, dan peningkatan kompetensi. Hal ini menurutnya penting bagi peserta sebagai pedoman dalam mengemban tugas dan amanah ke depannya.
"Pemimpin dicontoh melalui keteladanannya. Harus punya semangat mengabdi dan siap ditugaskan di mana saja," ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan Kepala Sekolah yang berkompeten dan dapat menjawab berbagai tantangan di dunia pendidikan, khususnya di Kota Pontianak. Dengan Kepala Sekolah yang berkompeten, Ismail percaya ini akan berdampak luas ke berbagai kalangan, termasuk siswa, orang tua siswa, hingga masyarakat Kota Pontianak.
Plt Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, menyebut kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran bagi para calon Kepala Sekolah sebelum mengemban tugas ke depannya. Sehingga ketika menjabat secara definitif, para calon Kepala Sekolah sudah siap dengan ilmu dan wawasan yang didapatkan melalui pelatihan.
"Peserta akan dibekali ilmu pengelolaan manajerial sekolah. Karena tantangan sebagai Kepala Sekolah bisa mencakup administratif, sosial, dan lainnya," kata Hermawan.
Hermawan juga mengatakan bahwa para calon Kepala Sekolah nantinya diharapkan dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi para siswa di sekolah. Karena di pelatihan ini, terdapat pembiasaan berbagai karakter positif bagi para peserta.
"Semoga dengan ini, mereka dapat menjadi contoh dan menjelaskan dengan utuh berbagai karakter positif kepada siswanya," tutupnya. (Kominfo)
Revitalisasi Sekolah Pontianak Percepat Peningkatan Sarana Pendidikan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal untuk memperbaiki seluruh sarana pendidikan secara bersamaan.
Pada 2025, Kota Pontianak memperoleh bantuan revitalisasi untuk empat SD, delapan SMP dan satu TK/PAUD. Sementara pada 2026, bantuannya menjangkau enam SD, enam SMP, 28 TK/PAUD dan dua satuan pendidikan nonformal.
“Program pusat ini sangat membantu. Dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas, bantuan revitalisasi akan mempercepat target pembangunan Kota Pontianak, khususnya di sektor pendidikan,” jelasnya usai meninjau progres pembangunan di SDN 28 Pontianak, Kamis (15/10/2026).
Edi mengatakan, pekerjaan revitalisasi saat ini masih berlangsung dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target. Pemerintah Kota Pontianak sendiri akan melengkapi secara bertahap kebutuhan yang belum terakomodasi melalui program revitalisasi pemerintah pusat. Langkah tersebut penting agar hasil pembangunan dapat benar-benar menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kita ingin secara bertahap sekolah-sekolah di Kota Pontianak semakin mantap, representatif dan sehat. Kalau sarana sekolah baik dan nyaman, tentu akan berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar,” katanya.
Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut. Menurutnya, dukungan pendidikan tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga perlengkapan pembelajaran yang mendukung transformasi pendidikan.
“Harapannya tentu berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga peralatan seperti perangkat pembelajaran digital dan perlengkapan lainnya yang menunjang kualitas pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada terciptanya suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
“Yang kita inginkan bukan sekadar gedungnya selesai, tetapi sekolah itu benar-benar menjadi tempat yang nyaman, sehat dan mendukung anak-anak kita belajar dengan lebih baik,” pungkasnya. (prokopim)
150 Siswa Terima Bantuan Tas dan Alat Tulis
PONTIANAK – Sebanyak 150 anak sekolah di Kota Pontianak menerima bantuan tas dan alat tulis gratis dalam kegiatan sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama DPD Madas Nusantara Kota Pontianak. Kegiatan bertajuk “Berbagi Langkah, Merajut Asa Menuju Generasi Cerdas dan Berkarakter” itu digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (14/8/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah bersama organisasi masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama yang masih membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah.
“Ada 150 anak yang menerima pembagian tas dan alat tulis. Ini bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak bersama Madas Nusantara,” ujarnya.
Bahasan menyebut, bantuan tas dan alat tulis ini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak untuk terus belajar. Ia mencontohkan, sebagian anak yang hadir sebelumnya masih menggunakan tas yang sudah rusak sehingga bantuan tersebut benar-benar dibutuhkan.
“Tadi saya tanyakan, punya tas tidak? Ada yang tasnya sudah buruk. Berarti ini bagus, akhirnya mereka mendapat tas baru dan bisa lebih semangat untuk terus belajar,” katanya.
Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif berbagai pihak. Organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan elemen sosial lainnya dapat ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing.
Bahasan mengapresiasi Madas Nusantara Kota Pontianak yang telah bergerak langsung di tengah masyarakat. Ia menilai, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat hadir memberi manfaat nyata, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
“Ormas harus aktif di masyarakat, melihat langsung kondisi dan situasi masyarakat. Jangan hanya melihat dari jauh, tetapi turun dan tahu detail kondisi warga,” pesannya.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat menjadi dorongan bagi organisasi masyarakat lainnya di Kota Pontianak. Dengan membangun komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian, semakin banyak kebutuhan warga yang dapat dibantu secara bersama-sama.
“Saya berharap ormas yang ada di Kota Pontianak terus membangun komunikasi dan silaturahmi di antara kita. Bergerak aktif di masyarakat, sehingga tahu mana yang bisa kita beri dukungan,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, bantuan pendidikan seperti tas dan alat tulis tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk percaya diri datang ke sekolah. Ia berharap anak-anak penerima bantuan dapat memanfaatkan perlengkapan tersebut dengan baik.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, membuat anak-anak semakin rajin sekolah, semakin semangat belajar, dan kelak tumbuh menjadi generasi cerdas serta berkarakter,” pungkasnya. (prokopim)
270 Anak Pontianak Timba Ilmu di Sekolah Rakyat
PONTIANAK – Sebanyak 270 anak Kota Pontianak mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat, Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026). Sekolah tersebut menampung siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing sebanyak 90 siswa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, seluruh siswa yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi beberapa bulan sebelumnya. Seleksi dilakukan bersama tim Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial Kota Pontianak.
“Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu,” ujarnya saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Edi menjelaskan, siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Menurutnya, Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memberi kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan, agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga meninjau langsung kondisi fisik bangunan sekolah, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas, hingga asrama. Secara umum, bangunan sudah dapat digunakan sebagian, meski masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan. Beberapa pekerjaan yang masih dilanjutkan antara lain drainase, akses jalan, kelengkapan utilitas, toilet, hingga penghijauan kawasan sekolah. Edi berharap seluruh pekerjaan dapat tuntas dalam waktu sekitar satu bulan agar fasilitas sekolah berfungsi optimal.
“Mudah-mudahan dalam satu bulan terakhir ini semua bisa tuntas dan berfungsi optimal, termasuk penghijauan dan uji fungsi utilitas seperti drainase dan toilet,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Pontianak berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare. Selain ruang belajar, sekolah ini juga dilengkapi dengan asrama karena siswa akan tinggal dan mengikuti pembelajaran dalam lingkungan sekolah. Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Terlebih bagi siswa jenjang SD, yang sebagian besar masih membutuhkan dukungan orang tua agar merasa betah tinggal di asrama.
“Pesan saya, mudah-mudahan mereka betah, sehat, dan bisa bekerja sama dengan orang tua. Terutama yang SD, karena mereka masih anak-anak,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung anak-anaknya untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, perubahan dari kebiasaan tinggal di rumah menjadi tinggal di asrama tentu membutuhkan proses penyesuaian.
Terkait tenaga pendidik, saat ini sekolah didukung guru kontrak dan tenaga tetap yang direkrut melalui seleksi, termasuk dari Kementerian Sosial. Jumlah guru yang disiapkan sebanyak 34 orang dan akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan.
“Gurunya sementara direkrut guru kontrak dan ada tenaga tetap. Ada 34 guru, nanti akan terus ditingkatkan dan dilengkapi,” jelasnya.
Edi menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, Pemkot Pontianak, guru, kepala sekolah, kepala asrama, orang tua, hingga masyarakat sekitar. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi ruang bagi anak-anak Pontianak untuk tumbuh sebagai generasi yang cerdas, kuat, berkarakter, dan berprestasi.
“Mudah-mudahan dengan Sekolah Rakyat ini, anak-anak menjadi harapan masa depan, bisa mengubah kualitas kehidupan keluarganya, dan berprestasi untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya. (prokopim)