,
menampilkan: hasil
58 Atlet Taekwondo Siap Berlaga di Kejuaraan Internasional di Malaysia
Wawako Lepas Atlet Pontianak Menuju The MBW International Taekwondo Championship di Negeri Sembilan
PONTIANAK - Sebanyak 58 atlet Taekwondo asal Pontianak siap berlaga pada ajang The MBW International Taekwondo Championship 2026 di Negeri Sembilan, Malaysia. Kejuaraan taekwondo ini akan berlangsung di Nilai Indoor Stadium, N9 Arena Negeri Sembilan Malaysia mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Selain 58 atlet tersebut, satu orang atlet juga mewakili Pontianak untuk kejuaraan Open Championship 2026 yang akan digelar di Jakarta mulai 1 hingga 5 Agustus 2026.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan kebanggaannya, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah Kota Pontianak, karena kiprah para atlet-atlet muda taekwondo sudah beranjak di tingkat internasional.
“Saya merasa bangga melihat semangat anak-anak dan remaja Kota Pontianak yang terus berlatih, mengembangkan hobi, serta memiliki cita-cita menjadi atlet terbaik. Mudah-mudahan melalui ajang ini mereka mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama Kota Pontianak,” harapnya saat melepas keberangkatan para atlet Taekwondo di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, keikutsertaan para atlet ini merupakan bagian dari upaya membangun diri sekaligus Kota Pontianak bahkan bangsa Indonesia. Melalui peran anak-anak inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus dan calon pemimpin Kota Pontianak di masa depan. Oleh karena itu, ia berharap selama mengikuti kejuaraan nanti, para atlet agar selalu menjaga kesehatan, tetap fokus dan menjaga kondisi fisik.
“Karena itu, adik-adik harus tetap fokus dan bersemangat dalam meraih prestasi. Kerahkan seluruh kemampuan yang telah dilatih selama ini. Jangan pernah menyerah. Semoga meraih prestasi terbaik dalam kejuaraan nanti di sana,” pesan Bahasan.
Kepada para atlet, ia juga mengingatkan, selagi masih muda supaya memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Bermanfaat melalui olahraga maupun di bidang apa pun yang kalian tekuni. Saya yakin adik-adik semua memiliki potensi yang besar. Saya juga yakin kalian mampu memberikan prestasi terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Wako Edi Uji Tanding dengan Master Nasional Arief Rahman
Dorong Pembinaan Catur Usia Dini
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjajal kemampuan bermain catur dalam laga uji tanding bersama Master Nasional Arief Rahman di Elaia Coffee & Eatery, Sabtu (27/6/2026) malam. Pertandingan persahabatan itu menjadi momentum untuk mendorong pembinaan olahraga catur di Kota Pontianak, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
Edi mengatakan, kemajuan olahraga catur dapat dilihat dari lahirnya pecatur-pecatur berprestasi, mulai dari master nasional, master internasional hingga grandmaster. Menurutnya, keberadaan pecatur bergelar master menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan catur di suatu daerah berjalan.
“Kalau kita mau lihat kemajuan olahraga catur, itu bisa dilihat dari jumlah master nasional, master internasional, bahkan grandmaster. Itu menunjukkan prestasi,” ujarnya.
Ia berharap Kota Pontianak mampu melahirkan lebih banyak pecatur berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini Pontianak memiliki seorang Master Nasional Arief Rahman, dan seorang Fide Master Muhammad Kamalsyah Patappa. Target jangka panjangnya, lanjut Edi, adalah munculnya pecatur dari Pontianak yang mampu menembus gelar grandmaster.
“Kita berharap mudah-mudahan Kota Pontianak bisa melahirkan banyak master internasional, bahkan sampai grandmaster. Kuncinya pembinaan sejak usia dini dan sering kompetisi,” katanya.
Menurut Edi, anak-anak muda harus diberi ruang untuk berlatih, bertanding, dan mengasah kemampuan secara berkelanjutan. Kelompok-kelompok catur junior juga perlu terus diperkuat agar menjadi tempat tumbuhnya bibit pecatur baru. Pemerintah Kota Pontianak selalu mendukung pengembangan olahraga, termasuk catur. Ia mendorong cabang olahraga untuk kreatif dan inovatif memanfaatkan ruang, jejaring, serta potensi yang ada, baik di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, komunitas, maupun fasilitas publik.
“Kalau catur relatif ruangannya mudah. Bisa di ruangan tertutup maupun terbuka. Semakin banyak pencatur, baik amatir maupun profesional, pasti akan menaikkan kualitas atlet-atlet catur yang bisa berskala internasional,” ungkapnya.
Usai bertanding melawan Arief Rahman, Edi bercerita mendapat pengalaman berharga. Pada pertandingan pertama, ia harus mengakui keunggulan lawannya. Namun pada pertandingan kedua, ia berhasil menahan remis Master Nasional tersebut.
“Melawan Mas Arief luar biasa. Yang pertama saya kalah, biasa main grogi, blunder. Tapi yang kedua remis. Bisa remis melawan Master Nasional itu sudah luar biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Master Nasional Arief Rahman bercerita mulai mengenal catur sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Ketertarikannya tumbuh dari lingkungan keluarga karena orang tuanya juga bermain catur. Sejak kecil, ia rutin berlatih dan mempelajari berbagai buku catur. Saat kelas 4 SD, Arief mulai mengikuti kejuaraan tingkat Kota Pontianak dan berhasil meraih peringkat kedua.
Perjalanan Arief kemudian berlanjut ke berbagai kejuaraan nasional. Pada 2007, ia meraih peringkat ketiga nasional di Surabaya, lalu peringkat kedua nasional di Bandung pada 2008. Titik penting kariernya terjadi pada 2015 saat mengikuti Kejuaraan Nasional di Bogor dan berhasil meraih gelar Master Nasional.
“Tepatnya tahun 2015 saya ikut kejuaraan di Bogor, kejuaraan nasional juga. Di situ saya dapat Master Nasional,” ungkap Arief.
Dalam mengembangkan permainan, Arief banyak terinspirasi dari Grandmaster Anatoly Karpov asal Rusia. Ia mengaku mempelajari partai-partai Karpov melalui buku karena saat itu video pertandingan belum semudah sekarang. Kini, Arif tetap berlatih setiap hari meskipun tidak sedang menghadapi turnamen. Dalam waktu dekat, ia menargetkan mengikuti turnamen internasional di Kuala Lumpur pada September mendatang.
“Walaupun tidak ada turnamen, saya tetap latihan. Kalau sudah mendekati turnamen, biasanya sebulan sebelumnya latihan lebih ekstra. Yang ingin saya kejar itu internasional,” pungkasnya. (prokopim)
Kontingen Pontianak Siap Berlaga di FORPROV II Kalbar di Singkawang
Bahasan Tekankan Sportivitas dan Kekompakan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi melepas Kontingen Kota Pontianak yang akan berlaga pada Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2026 di Kota Singkawang.
Dalam kesempatan itu, Bahasan memberikan motivasi kepada para atlet agar mampu mengharumkan nama Kota Pontianak melalui prestasi yang membanggakan.
Bahasan mengatakan, FORPROV tidak hanya menjadi ajang untuk meraih medali, tetapi juga sarana membangun semangat hidup sehat, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan berbagai cabang olahraga masyarakat dan olahraga tradisional.
“Olahraga masyarakat bukan hanya tentang mengejar medali atau menjadi yang tercepat. Lebih dari itu, FORPROV adalah panggung untuk menggelorakan semangat hidup sehat, membangun kebersamaan, dan melestarikan kekayaan budaya olahraga tradisional kita,” ujarnya saat melepas kontingen.
Kepada para atlet yang berangkat membawa nama baik dan kehormatan Kota Pontianak, ia berpesan supaya seluruh anggota kontingen menjaga sikap dan menunjukkan karakter masyarakat Pontianak yang sportif dan bermental juara.
Ia berharap para atlet selalu menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih secara jujur dan sesuai aturan.
“Hormati lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan bahwa warga Pontianak adalah warga yang beradab dan berbudaya,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kekompakan tim selama kompetisi berlangsung. Dukungan antar atlet dan official dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meraih hasil terbaik.
“Kekompakan adalah kunci kekuatan sebuah tim. Saling mendukung dan menjaga semangat satu sama lain akan menjadi modal penting dalam menghadapi setiap pertandingan,” katanya.
Bahasan juga meminta para atlet menjadi duta Kota Pontianak selama berada di Kota Singkawang. Ia berharap seluruh anggota kontingen dapat menunjukkan keramahan serta semangat positif yang menjadi ciri khas masyarakat Kota Khatulistiwa.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
“Pemerintah Kota Pontianak bangga atas antusiasme dan kerja keras yang telah ditunjukkan para atlet selama masa persiapan. Semoga seluruh perjuangan yang dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik,” ungkapnya.
Ia juga berharap para atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Pontianak.
“Selamat bertanding dan selamat berjuang. Ukirlah prestasi setinggi mungkin serta bawa pulang kebanggaan untuk Kota Khatulistiwa,” ucapnya.
Kota Pontianak mengirimkan sebanyak 608 orang yang tergabung dalam kontingen FORPROV II Kalbar. Ratusan peserta tersebut terdiri dari pegiat olahraga masyarakat, pelatih, dan ofisial yang mewakili Kota Pontianak pada ajang olahraga rekreasi tingkat provinsi tersebut.
Ketua Kontingen Kota Pontianak, Maira Setyawati, mengatakan keikutsertaan para pegiat olahraga masyarakat dalam FORPROV II merupakan sebuah amanah sekaligus kehormatan untuk membawa nama daerah di tingkat yang lebih luas.
“Jumlah peserta kontingen Kota Pontianak yang mengikuti FORPROV II sebanyak 608 orang. Kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kekompakan dan saling mendukung demi mencapai hasil terbaik. Menurutnya, setiap pertandingan harus dijalani dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, hormati lawan maupun penyelenggara, serta jadikan setiap pengalaman sebagai proses pembelajaran yang berharga,” katanya.
Maira turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah memberikan dedikasi dalam membina dan mendampingi para peserta selama masa persiapan. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin mampu menjadi kekuatan untuk mengantarkan kontingen meraih hasil membanggakan.
Selain itu, ia memastikan dukungan masyarakat Kota Pontianak akan terus mengalir kepada seluruh anggota kontingen yang berlaga di FORPROV II. Maira berharap seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama mengikuti kompetisi.
“Kami semua yang berada di Kota Pontianak akan senantiasa memberikan doa dan dukungan. Semoga seluruh anggota kontingen mampu mengukir prestasi yang membanggakan bagi daerah,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Target Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA Kalbar 2026
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi melepas Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak Tahun 2026 yang akan berlaga pada ajang POPDA Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pelepasan kontingen berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Minggu (21/6/2026).
Bahasan menekankan bahwa POPDA bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan ajang pembuktian hasil kerja keras para atlet pelajar yang telah menjalani latihan dan pembinaan secara intensif.
“Momentum POPDA Tingkat Provinsi ini bukan sekadar ajang rutinitas kompetisi tahunan semata. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembuktian atas hasil kerja keras, disiplin, tetesan keringat, dan latihan intensif yang telah kalian lalui selama ini di tingkat kota,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa para atlet yang tergabung dalam kontingen Kota Pontianak merupakan putra-putri terbaik yang terpilih untuk membawa nama baik daerah di tingkat provinsi. Oleh karena itu, seluruh atlet diminta bertanding dengan penuh fokus, semangat juang dan mentalitas pemenang.
Bahasan mengatakan Kota Pontianak memiliki tradisi prestasi olahraga yang kuat di Kalbar. Karena itu, pada POPDA Kalbar 2026, Kota Pontianak menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih sebelumnya.
“Kota Pontianak memiliki tradisi juara yang kuat dalam bidang olahraga di Kalbar. Oleh karena itu, target kita pada POPDA Provinsi tahun 2026 ini tidaklah berlebihan, yaitu mempertahankan gelar juara umum,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan prestasi tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh atlet mampu menjaga fokus, memiliki mental yang tangguh, serta tidak gentar menghadapi persaingan selama pertandingan berlangsung.
Selain mengejar prestasi dan perolehan medali, Bahasan juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran. Ia meminta para atlet menjaga nama baik Kota Pontianak dengan berperilaku sopan, mematuhi aturan pertandingan dan menunjukkan karakter sebagai atlet yang berintegritas.
“Jagalah nama baik daerah kita tercinta dengan berperilaku sopan, taat pada aturan pertandingan, dan tunjukkan kepada daerah lain bahwa atlet Kota Pontianak tidak hanya unggul secara fisik dan teknik, melainkan juga memiliki keluhuran budi pekerti serta mentalitas olahraga yang sejati,” pesannya.
Kepada para pelatih dan official, Bahasan menitipkan tanggung jawab untuk mendampingi atlet secara maksimal selama kejuaraan berlangsung. Ia meminta agar kondisi fisik dan psikologis atlet tetap terjaga melalui pengelolaan nutrisi, waktu istirahat hingga kebutuhan medis yang memadai.
Bahasan memberikan motivasi kepada seluruh atlet dan mengajak seluruh kontingen untuk membulatkan tekad demi mempertahankan prestasi Kota Pontianak.
“Saya berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan baik serta membawa pulang prestasi terbaik bagi Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)