,
menampilkan: hasil
Rizqii dan Resta Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2024
PONTIANAK - Rizqii Ramadhan Al Mubarak dan Resta Farhah dinobatkan sebagai Bujang dan Dare 2024. Pasangan dengan nomor peserta 19 dan 6 ini merupakan Bujang Dare terpilih dari 10 pasang yang tampil pada malam Grand Final di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Sabtu (10/8/2023).
Menyandang predikat Bujang Dare bagi Rizqii dan Resta merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan mereka selaku duta budaya Kota Pontianak. Oleh sebab itu, pasangan Bujang Dare terpilih ini berkomitmen untuk mengangkat kekayaan budaya Kota Pontianak dan kultur masyarakatnya.
"Kami akan memperkenalkan keindahan dan keragaman budaya Pontianak kepada dunia. Semoga kita bisa bersama-sama mempromosikan kearifan lokal dan merawat keberagaman yang ada di Pontianak," ungkap Rizqii, Bujang 2024.
Menurutnya, banyak cara dalam mempromosikan khasanah dan warisan budaya Pontianak. Misalnya berpartisipasi dalam acara budaya, festival, pameran maupun event-event lainnya. Tak hanya itu, sarana teknologi informasi juga bisa dimanfaatkan melalui media sosial sehingga menjangkau hingga penjuru dunia.
"Tentunya kami akan mengangkat tradisi lokal, seperti adat istiadat, tarian, musik, dan kuliner khas Kota Pontianak kepada masyarakat lokal maupun internasional," ujar Rizqii.
Resta, Dare 2024 terpilih, menambahkan, selain mempromosikan kekayaan warisan budaya, Bujang Dare juga dapat membantu mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Pontianak.
"Mulai dari tempat-tempat bersejarah, destinasi wisata maupun acara-acara budaya yang menarik," tuturnya.
Tugas dan tanggung jawab sebagai duta budaya Kota Pontianak mengharuskan mereka untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang budaya, kreativitas dalam mempromosikan serta kemampuan berkomunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat.
"Oleh sebab itu, kami selaku duta budaya bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga budaya dan komunitas lokal untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta mengembangkan inisiatif yang berkaitan dengan budaya," jelas Resta.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap para Bujang Dare ini bisa ikut terlibat dalam setiap event atau agenda, baik yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak maupun masyarakat dan dunia usaha.
"Kita harapkan tidak hanya sekadar penampilan fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan, intelektualitas, pengetahuan luas dan pemahaman tentang Kota Pontianak," katanya.
Kepada Bujang Dare, Ani Sofian berpesan supaya mereka bisa menjelaskan berbagai hal tentang Kota Pontianak tatkala diundang dalam sebuah forum atau event, tak terkecuali lewat media sosial sebagai duta Kota Pontianak.
"Intinya, mereka membranding Pontianak sebagai kota yang berbudaya," ucapnya.
Ia juga ingin Bujang Dare 2024 ini bisa memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kota Pontianak. Menjadi Bujang Dare mempunyai misi untuk mengangkat dan mempromosikan Kota Pontianak kepada dunia luar.
"Dan kepada Bujang Dare 2022, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya selama ini sehingga membawa Kota Pontianak dikenal sebagai kota yang berbudaya," pungkas Pj Wali Kota. (kominfo/prokopim)
Kalbar Travelmart & Famtrip Ajang Promosi Wisata di Pontianak
Pj Wali Kota Sambut Peserta Kalbar Travelmart & Famtrip
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian menyambut hangat kedatangan para peserta Kalbar Travelmart & Famtrip dalam acara Welcome Dinner yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Selasa (30/7/2024) malam.
Ani Sofian menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan peserta Kalbar Travelmart & Famtrip. Agenda ini dinilainya sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Kota Pontianak dan Kalimantan Barat (Kalbar) secara lebih luas. Menurutnya, Pontianak memiliki banyak destinasi wisata menarik yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan.
"Kota Pontianak tidak hanya terkenal dengan Tugu Khatulistiwa, tetapi juga memiliki wisata kuliner yang kaya, wisata budaya yang unik serta wisata menyusuri Sungai Kapuas yang eksotis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pontianak dan Kalbar umumnya. Kehadiran para pelaku usaha perjalanan wisata, baik yang ada di Kalbar maupun luar Kalbar termasuk luar negeri diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Sehingga mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat dan pariwisata di Kota Pontianak,” kata Ani Sofian.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalbar Ifan Ronaldo Barus menerangkan, Kalbar Travelmart & Famtrip ini menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha perjalanan wisata di Kalbar dan luar daerah termasuk luar negeri.
“Ini bagian upaya mempromosikan dan menjual destinasi wisata kita yang ada di Kalbar,” terangnya.
Ifan menambahkan, ajang pertemuan penjual dan pembeli paket-paket wisata ini telah memastikan kehadirannya pada Kalbar Travelmart & Famtrip yang digelar mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2024. Agen perjalanan wisata sebagai pembeli yang sudah memastikan kehadirannya sebanyak 26 agen.
“Yang mana dua di antaranya berasal dari Sarawak dan Kuala Lumpur,” tukasnya.
Sedangkan penjual paket wisata dari Kalbar berjumlah 33 pihak, mulai dari agen perjalanan wisata, restoran, hotel, desa wisata, jasa transportasi hingga taman wisata alam.
“Semoga Kalbar Travelmart & Famtrip ini sukses dan bisa berlanjut ke depannya,” harapnya.
Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiaty, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.
"Kalbar Travelmart & Famtrip ini menunjukkan bagaimana masing-masing daerah mempromosikan potensi pariwisata yang dimilikinya,” katanya.
Nunung juga menegaskan peran penting pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Tanpa dukungan pemerintah, sulit untuk mengembangkan sektor pariwisata ini. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anggota ASITA berperan dalam mempromosikan destinasi wisata di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan komitmen ASITA dalam memajukan industri pariwisata Indonesia di kancah internasional.
“Dengan adanya kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dan dukungan pemerintah, diharapkan sektor pariwisata Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” sebutnya. (prokopim)
Dorong Bujang Dare Pontianak Tanamkan Cinta Budaya kepada Masyarakat
PONTIANAK – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain berpesan agar Bujang dan Dare Kota Pontianak yang terpilih nanti untuk fokus menanamkan rasa cinta budaya kepada anak muda. Ia menilai, kemajuan teknologi harus selaras dengan pertumbuhan budaya lokal.
“Kami harap mereka bisa menjadi duta daerah yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang budaya, kita melihat di Kota Pontianak kebudayaan tergerus zaman,” ungkapnya, usai menerima Finalis Bujang Dare Kota Pontianak 2024 di Kantor Wali Kota, Selasa (30/7/2024).
Perkembangan zaman mendatangkan berbagai tantangan. Salah satunya, kata Zulkarnain, adalah kurangnya adab menghargai sesama. Oleh sebab itulah ia ingin, agenda kebudayaan harus terus ada untuk memaknai warisan budaya orang tua terdahulu.
“Budaya Kota Pontianak seperti besaprah, musik tanjidor dan lainnya, di sana kita belajar menghargai sesama terutama orang tua, bahwa segalanya harus harmonis dan sesuai tata krama,” papar Pj Sekda.
Zulkarnain mengingatkan agar para finalis jangan berani-berani mendekati benda terlarang, seperti narkoba, miras hingga judi dalam bentuk apapun. Bahkan ia berharap, para finalis mampu menjaga lingkungan terdekatnya agar tidak terjerumus kepada hal negatif.
“Duta daerah memiliki peran yang sangat krusial dalam memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah kita ke tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap bahwa setiap duta yang terpilih dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan visi dan misi pembangunan daerah serta menjalin kerjasama yang saling menguntungkan,” harapnya.
Zulkarnain menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan komitmen para Finalis Bujang dan Dare yang telah terpilih. Ia yakin dengan semangat dan kreativitas dapat menghadapi berbagai tantangan dan menciptakan peluang baru untuk kemajuan wilayah.
“Agar kolaborasi antara pemerintah, duta daerah, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan demi mencapai tujuan bersama dalam pembangunan daerah yang lebih baik,” imbuhnya.
Bujang Dare Pontianak merupakan kesempatan bagi para pemuda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka, sekaligus menjadi duta yang mengangkat nama baik kota. Dalam kompetisi tahun ini, para peserta menghadapi berbagai tahap penilaian yang mencakup aspek pengetahuan umum, keterampilan berbicara di depan umum, serta pemahaman tentang budaya dan sejarah lokal. Seleksi ini bertujuan untuk memilih individu yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. (kominfo)
Lewat Tari Gasing, Pontianak Juara III Festival Seni Budaya Nusantara
Berkesempatan Perform di Kyoto Jepang
BALIKPAPAN - Tari Gasing yang tampil pada Festival Seni Budaya Nusantara di Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sukses merebut juara ketiga. Keberhasilan ini mengantarkan para penari Kota Pontianak mendapat kesempatan untuk tampil di Kyoto Jepang mendatang. Pada Festival Seni Budaya Nusantara di Balikpapan, Kota Pontianak mengirimkan para penari untuk berlaga menampilkan Tari Gasing.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, keberhasilan yang telah dicapai ini sebagai sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kota Pontianak. Menurutnya, keikutsertaan Tari Gasing dari Kota Pontianak dalam festival seni ini tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai wujud untuk memperkenalkan keindahan seni budaya yang ada di Pontianak kepada seluruh masyarakat Indonesia.
“Tari Gasing merupakan bagian dari kekayaan seni tradisional Indonesia yang harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).
Ani Sofian juga mengatakan pentingnya pelestarian seni budaya tradisional sebagai bagian dari identitas dan jati diri suatu daerah. Keberhasilan Tari Gasing meraih juara ketiga ini menjadi penyemangat untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni tradisional.
“Tidak hanya terjaga di Kota Pontianak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” ucapnya.
Festival Seni Budaya Nusantara pada Rakernas XVII APEKSI di Balikpapan ini menjadi ajang yang mempertemukan berbagai seni budaya dari seluruh penjuru Indonesia. Keberhasilan Tari Gasing dari Kota Pontianak menunjukkan bahwa seni tradisional masih mempunyai tempat yang penting dalam perhelatan seni budaya nasional.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menjadi bagian dari perjalanan prestasi Tari Gasing ini. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi generasi muda untuk tetap mencintai dan melestarikan seni budaya tradisional Indonesia,” kata Ani Sofian.
PIC Tari Gasing Wasis Utami Hidayati menyatakan rasa kebanggaan tim yang dipimpinnya ini karena mengukir prestasi di tingkat nasional. Tari Gasing menjadi persembahan Kota Pontianak untuk tampil pada Festival Seni Budaya Nusantara di Balikpapan.
“Alhamdulillah dengan hasil yang membanggakan ini, para penari kami berkesempatan untuk perform di Kyoto Jepang,” ucapnya.
Wasis menerangkan sinopsis tari tersebut, bahwa gasing dalam permainan rakyat yang ada Kota Pontianak, Kalimantan Barat dipercayai memiliki roh dan nyawa leluhur yang berkaitan erat dengan turunnya benih padi di dunia. Hal ini membuat gasing memiliki nilai sakral sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pada saat pesta panen raya padi.
“Eksplorasi ragam gerak berbalut iringan musik, mempresentasikan kearifan lokal tradisi melalui tutur lisan masyarakatnya akan harapan dan nilai kehidupan manusia di masa kini,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)