,
menampilkan: hasil
Libur Cuti Bersama, Disdukcapil Buka Layanan Rekam dan Cetak KTP-el
Di Gedung Terpadu Jalan Sutoyo
PONTIANAK - Meskipun libur cuti bersama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak tetap memberikan layanan di Gedung Terpadu Jalan Sutoyo. Dua layanan yang dibuka saat libur cuti bersama mulai tanggal 29 hingga 31 Oktober 2020 adalah perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) dan pencetakan KTP-el Print Ready Record (PRR). "Kami tetap memberikan pelayanan terutama untuk dua item tersebut meskipun hari libur cuti bersama," ujar Kepala Disdukcapil Kota Pontianak Erma Suryani, Kamis (29/10/2020) saat memantau pelayanan perekaman KTP-el.
Dijelaskannya, untuk pencetakan KTP-el PRR diperuntukkan bagi warga yang telah melakukan perekaman sebelum libur cuti bersama. Mereka cukup datang ke Disdukcapil dengan membawa lembar bukti perekaman KTP-el. "Ini dilakukan guna memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kota Pontianak yang memerlukan perekaman dan pencetakan KTP-el PRR," jelasnya.
Erma menuturkan, bagi warga yang ingin mendapatkan pelayanan perekaman KTP-el, cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) sebanyak dua lembar. "Untuk payanan selama libur cuti bersama dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB," sebutnya.
Pelayanan yang dilakukan selama libur cuti bersama ini dikatakannya sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Pontianak melalui Disdukcapil untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, pelayanan dokumen kependudukan seperti KTP-el, sifatnya urgent dan dibutuhkan masyarakat. "Maka hari libur cuti bersama ini tetap kami manfaatkan untuk memberikan pelayanan supaya masyarakat tidak terlalu lama menunggu," imbuhnya.
Ia juga selalu mengingatkan kepada masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan tetap harus menjaga jarak. Tak kalah pentingnya adalah menggunakan masker bagi mereka yang berurusan di Disdukcapil. "Jika tidak menggunakan masker maka tidak akan dilayani," pungkasnya. (prokopim)
Edi Minta Manajemen RSUD SSMA Siapkan Langkah Khusus
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19
PONTIANAK - Menghadapi pandemi Covid-19, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan jajaran manajemen RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak harus melakukan langkah-langkah khusus. Saat ini RSUD Kota Pontianak sudah tersedia 53 tempat tidur bagi pasien Covid-19. Kemudian untuk ruang ICU ada delapan dilengkapi ventilator untuk menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19. "Akan tetapi dengan gelombang kedua bisa saja tidak mencukupi jika pasien melonjak," ungkapnya usai syukuran ulang tahun RSUD SSMA Kota Pontianak secara virtual di Ruang Pontive Center, Senin (26/10/2020).
Edi menambahkan, penanganan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus dilakukan tersendiri. Mulai dari pasien datang, kemudian masuk IGD hingga dirawat inap. Dokter dan perawat yang menangani juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). "Termasuk pemusnahan APD itu sendiri di insinerator kita yang ada," terangnya.
Direktur RSUD SSMA, Johnson menyatakan, pada masa pandemi Covid-19 saat ini rumah sakit menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan yang sebenarnya kepada masyarakat. "Sehingga hal ini menjadi perhatian RSUD Kota Pontianak dalam menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19," imbuhnya.
Pihaknya memiliki komitmen untuk bisa melayani masyarakat ketika mereka sakit. Terutama terhadap pasien yang merupakan penduduk Kota Pontianak maupun Provinsi Kalimantan Barat. "Sehingga pengembangan rumah sakit dari sisi fasilitas maupun SDM tetap diupayakan selalu dalam keadaan optimal," jelasnya. (prokopim)
CT Scan 128 Slice Kado Istimewa RSUD SSMA
PONTIANAK - Delapan tahun usia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak sejak berdirinya tahun 2012 lalu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh jajaran RSUD SSMA menjadikan momentum itu untuk melakukan evaluasi-evaluasi. Peningkatan pelayanan rumah sakit menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan.
Di hari ulang tahun yang ke delapan ini pula, sebuah alat Computerized Tomography Scan (CT Scan) 128 slice diresmikan penggunaannya. CT Scan tersebut merupakan alat terbaru yang canggih dimiliki RSUD SSMA sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Kita terus mengupayakan peningkatan pelayanan, tahun depan kita akan menambah ruang operasi, tempat tidur dan penataan baru rontgen digital," ujarnya usai syukuran ulang tahun RSUD SSMA Kota Pontianak secara virtual di Ruang Pontive Center, Senin (26/10/2020).
CT Scan 128 Slice adalah generasi terbaru dari CT Scan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik, terutama untuk pemeriksaan organ bergerak termasuk jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang baik dan lebih akurat.
Selain melengkapi peralatan kesehatan, RSUD SSMA juga didukung dengan dokter-dokter spesialis. Beberapa dokter tengah menempuh pendidikan spesialis dan dalam waktu tidak lama lagi akan menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian semakin menambah optimalisasi pelayanan kesehatan. "Saat ini sudah ada 30 dokter spesialis yang bertugas di RSUD Kota Pontianak," sebut Edi.
Direktur RSUD SSMA Kota Pontianak, Johnson menerangkan, keberadaan CT scan 128 slice memang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit yang dipimpinnya. Pihaknya bersyukur Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membantu dalam pengadaan alat tersebut. Pasalnya, pihak rumah sakit sendiri tidak memiliki anggaran untuk pengadaan alat itu. "Lewat kebijakan yang ditempuh Wali Kota Pontianak, kita bisa memiliki alat CT Scan 128 slice," ucapnya.
Johnson menuturkan, keberadaan alat tersebut akan menjawab kebutuhan di seluruh lini. Artinya,bsaat ini semua spesialis bisa menggunakan alat tersebut untuk pemeriksaan. Dengan CT Scan 128 slice tersebut memiliki potongan lebih tipis sehingga mendekati kebenaran atau tingkat akurasinya lebih tinggi. Dikatakannya dengan alat tersebut banyak variasi pemeriksaan yang bisa dilakukan. Kedepan diharapkan alat tersebut bisa optimal untuk melayani seluruh masyarakat Kota Pontianak bahkan Provinsi Kalimantan Barat. "Tenaga operator kita sudah siap, kita dari awal memang memiliki tenaga khusus untuk CT Scan," pungkasnya. (prokopim)
Harjad Pontianak ke-249, Edi Minta Aparatur Tingkatkan Pelayanan Publik
ASN Pemkot Raih Predikat Baik dari BKN
PONTIANAK - Momentum Hari Jadi (Harjad) ke-249 Kota Pontianak diperingati dengan menggelar upacara secara terbatas sesuai protokol kesehatan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (23/10/2020).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Pontianak terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diharapkannya bisa menjadi pelajaran bagi semua untuk semakin tangguh. "Meskipun pandemi ini belum juga berakhir, saya minta jajaran aparatur Pemkot Pontianak tidak kendor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tingkatkan kualitas pelayanan publik," ujarnya di hadapan peserta upacara Harjad ke-249 Kota Pontianak.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penilaian Badan Kepegawaian Nasional (BKN), untuk indeks profesional ASN Pemkot Pontianak mendapatkan predikat baik dengan skor 8,6. Penilaian tersebut meliputi empat indikator diantaranya kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Dirinya berharap hasil penilaian tersebut harus dijadikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Saat ini masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan meskipun dengan keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM). "Bagaimana kita terus bisa meningkatkan kualitas sehingga capaian target bisa kita raih dengan cepat, kuncinya adalah bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi warga Kota Pontianak," terangnya.
Sementara itu, masih kaitan dengan pandemi Covid-19, Edi menekankan agar upaya memberikan pemahaman, pengertian dan tindakan penegakkan protokol kesehatan terus dilakukan. Diakuinya, dampak pandemi Covid-19 sangat terasa pada seluruh kehidupan masyarakat Kota Pontianak. "Terutama sektor perekonomian, sosial dan budaya," tuturnya.
Sejak diterapkannya relaksasi dengan adaptasi kebiasaan baru, ia memprediksi akan terjadi tambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat di dalam maupun antar kota yang tidak bisa terbendung. "Warga Kota Pontianak kita minta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus positif Covid-19 ini tidak terjadi lonjakan," pesan Edi.
Ia menyampaikan sektor pembangunan di Kota Pontianak hingga kini masih terus berlanjut. Seperti pembangunan rumah sakit di Kecamatan Pontianak Utara, pembangunan lanjutan Waterfront dari Kapuas Indah ke Senghie dan pembangunan sekolah terpadu di SMP 22 Purnama Agung VII. "Alokasi untuk belanja penanganan pandemi Covid-19 masih bisa menjawab tantangan hingga Desember mendatang," ungkapnya.
Kemudian, terkait permasalahan ketertiban umum dan kemacetan lalu lintas terus dilakukan upaya penyelesaian. Saat ini Pemkot Pontianak tengah melakukan upaya pembebasan lahan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Edi berharap pembangunan fisik duplikasi Jembatan Kapuas I bisa dilakukan pada 2021 sebab konsep pembangunan memanfaatkan lahan yang ada dilingkungan. Jika duplikasi Jembatan Kapuas I selesai maka akan menjadi solusi kemacetan. "Ini kita harapkan bantuan Gubernur untuk mendorong secara moril dan material, karena anggaran kurang lebih Rp300 miliar," jelasnya.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan semua masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan supaya tidak tertular Covid-19. Sebab apabila lengah, maka bukan tidak mungkin bisa saja terpapar Covid-19. Oleh sebab itu, ia berpesan agar edukasi terkait pencegahan Covid-19 perlu dilakukan secara terus-menerus. "Apalagi Kota Pontianak dengan penduduk yang ramai, interaksi pasti lebih sering," sebutnya.
Ia berharap Wali Kota Pontianak bisa memperhatikan penerapan protokol kesehatan di wilayahnya. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Pontianak diharapkan tidak menjadi zona merah. Sebab jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada terhentinya kegiatan jasa dan perdagangan. "Kegiatan pendidikan, ekonomi terhenti sementara, orang tidak berani datang berarti hotel tidak berpenghuni, restoran tidak ada yang beli, makanya harus dijaga," pesan Sutarmidji.
Dirinya juga meminta Pemkot Pontianak untuk tetap menjaga pelaksanaan kompetensi dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Penempatan seseorang pada jabatan menurutnya harus sesuai dengan latar belakang pendidikan dan alur jabatan yang pernah diemban.
Kemudian penerapan disiplin pegawai harus menjadi modal dasar karena tanpa disiplin, tidak akan mungkin adanya sebuah inovasi. Jika Kota Pontianak tidak berinovasi maka tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain. "Saya harap Wali Kota Pontianak bisa membuat inovasi lebih bagus, bersama DPRD saling bersinergi untuk menyelesaikan masalah," pungkasnya. (prokopim)