,
menampilkan: hasil
Selain Infrastruktur, Kecamatan Pontianak Selatan Usulkan Peningkatan SDM
Musrenbang RKPD Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK - Pembangunan di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan tidak hanya memfokuskan bidang fisik saja, tetapi juga non fisik. Camat Pontianak Selatan, Fursani mengatakan, dalam usulan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, selain infrastruktur, bidang perekonomian dan sumber daya alam, pihaknya juga mengusulkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan manusia. "Jadi kami mengusulkan tidak hanya fisik, namun juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya usai pembukaan Musrenbang tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (10/2/2021).
Saat ini, lanjut dia, program yang sudah terlaksana di wilayah yang dipimpinnya diantaranya penataan lingkungan, pembangunan di gang-gang, drainase, penghijauan dan penataan lingkungan waterfront. "Rumah-rumah yang berada di sepanjang tepian waterfront akan dicat berwarna warni sebanyak 41 RT," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi berharap agar seluruh peserta musrenbang dapat berpartisipasi aktif dalam merumuskan perencanaan. Dirinya meminta usulan rencana pembangunan kelurahan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah kecamatan untuk dibahas dan disepakati bersama. "Menyepakati prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah," tuturnya.
Ia menekankan, dalam forum musrenbang ini hendaknya menentukan skala prioritas sehingga tidak semua usulan harus diajukan tanpa disaring terlebih dahulu urgensinya dan kesesuaiannya dengan prioritas daerah. "Arah dan prioritas ini diharapkan menjadi pemandu dalam pembahasan forum musrenbang," katanya. (prokopim)
PKK Pontianak Salurkan Bantuan Ke Lansia Produktif
PONTIANAK - Jamilah, Pedagang kue lempar berumur 71 tahun terharu ketika menerima paket bantuan yang diperuntukkan bagi lansia produktif dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono, Selasa (2/2/2021).
Berulang kali, ia mengucap syukur, "Alhamdulillah, bantuan ini bisa kita manfaatkan, terima kasih, ibu sangat berbesar hati memperhatikan kami" ucapnya usai menerima bantuan di Kecamatan Pontianak Utara.
Meskipun telah lanjut usia namun semangatnya patut diapresiasi, Dia masih membuat kue kemudian ditumpangkan ke warung-warung. Hasilnya digunakan untuk menambah pendapatan keluarga.
Namun pandemi covid-19 membuat penghasilannya jauh berkurang, usahanya sepi pembeli, berbeda dengan yang dulu.
Jamilah pun hanya berjualan jika kondisi badannya sehat,
"Dalam hati saya juga takut, karena covid ini kan katanya rentan terhadap lansia sehingga saya juga selalu waspada, " ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengatakan bantuan yang diberikan oleh Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Pontianak merupakan amanah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalbar dalam rangka Hari Ibu Ke-92.
Bantuan itu secara khusus diberikan kepada lansia yang produktif dan kader PKK yang telah lansia di enam kecamatan.
Dengan harapan memotivasi mereka supaya tetap semangat, "Selain paket bantuan, saya juga menyerahkan buku yang ditulis oleh saya dan teman-teman sebagai tambahan koleksi buku perpustakaan di kecamatan, " kata Yanieta.
Selain itu, Yanieta mengingatkan agar pengurus dan kader PKK di Kecamatan dan Kelurahan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, "kita tidak mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir, program kerja tetap harus berjalan dengan mengedepankan Protokol kesehatan, jangan sampai karena kelalaian lalu muncul kluster PKK " pungkasnya.
Dorong UMKM Lebih Produktif di Tengah Pandemi
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) supaya bisa beraktivitas lebih produktif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, diperlukan sinergisitas supaya UMKM bisa bergerak optimal di tengah pandemi. "Sebab keberadaan UMKM juga membuka banyak peluang kerja," ujarnya usai membuka Seminar Aspek Hukum dalam Bisnis UMKM, Senin (1/2/2021).
Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, Pemkot Pontianak memberikan perhatian bagi UMKM terdampak dengan membangun kolaborasi dengan instansi terkait. Kolaborasi yang dilakukan yakni dengan memfasilitasi menyediakan tempat dan memasarkan produk sehingga usaha mereka berkembang.
Dalam menjalankan usahanya, para pelaku UMKM juga harus memahami persoalan hukum yang mungkin dihadapi berkaitan dengan usaha yang digeluti. Untuk itu, melalui seminar ini, ada beberapa masukan dari pakar ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) dan tim advokasi untuk melindungi para pelaku usaha karena ketidaktahuan atau masih awam terhadap persoalan hukum sehingga perlu pendampingan. "Misalnya adanya kesamaan merek dagang akibat kurangnya wawasan dari pelaku UMKM termasuk masalah piutang yang kerap kali dilakukan pengusaha," kata Edi.
Dalam kesempatan itu pula, dicanangkan Pemuda Pelopor UMKM Mandiri. Pencanangan pemuda pelopor ini untuk memotivasi para generasi muda memiliki jiwa entrepreneur. "Dengan demikian mereka memiliki semangat untuk mencari peluang produksi agar bisa menjadi mata pencaharian mereka," pungkasnya. (prokopim)
Sepeda Onthel Kenangan Masa Kecil Edi Kamtono
PONTIANAK - Melihat sepeda onthel, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, punya kenangan tersendiri. Betapa tidak, masa kecilnya saat pertama kali ia belajar mengayuh sepeda, yang digunakannya adalah sebuah sepeda onthel. Padahal, tinggi badannya kala itu tidak sebanding dengan tinggi sepeda. "Waktu saya belajar bersepeda, saya menggunakan sepeda onthel laki-laki, jadi saya ngengkolnya miring dari sela frame sepeda karena sepedanya terlalu tinggi. Itu kenangan kecil saya," ceritanya mengenang masa kecilnya saat menghadiri Ulang Tahun Komunitas Sepeda Onthel Kalimantan Barat (SEPOK) ke-13 di halaman rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (17/1/2021) pagi.
Bersepeda menjadi satu diantara hobi yang digeluti Wali Kota Pontianak. Hampir setiap kesempatan saat waktu senggangnya diisi dengan bersepeda. Baginya, bukan hanya sekadar berolahraga, bersepeda juga menjadi wadah mempererat silaturahmi. Sebab, kata Edi, manusia memiliki sifat sosial dengan berkomunikasi dan berinteraksi. Ketika bersepeda dengan sesama pesepeda lainnya, di situ muncul saling interaksi satu sama lainnya. "Sehingga terjalin silaturahmi," katanya.
Di usia ke-13 SEPOK, Edi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota SEPOK. Menurutnya, komunitas pecinta sepeda tua ini adalah bentuk komunitas silaturahmi dengan hobi yang sama. Keberadaan SEPOK dinilainya memberikan manfaat untuk kehidupan sosial budaya di Kota Pontianak. "Bahkan tidak hanya kumpul olahraga tapi juga kegiatan sosial yang telah dilaksanakan oleh komunitas ini," sebutnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan menciptakan kota yang semakin baik dan nyaman, kota yang ramah sepeda dengan lingkungan yang nyaman beserta ruang terbuka hijaunya. Taman-taman kota kian diperbanyak di setiap kecamatan sebagai wadah interaksi antara masyarakat. "Baik sebagai sarana olahraga maupun rekreasi keluarga dan kegiatan lainnya," pungkasnya. (prokopim)