,
menampilkan: hasil
Wako Edi Kamtono Berbaur Bersihkan Parit di Sungai Bangkong
200 Peserta Gotong Royong Bersihkan Parit dan Drainase
PONTIANAK - Sebanyak 200 peserta aksi Bersih Lingkungan turun membersihkan parit dan drainase di wilayah Kecamatan Pontianak Kota. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga ikut berbaur membersihkan parit yang ada di Jalan Alianyang Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak Kota. Dengan menggunakan serokan, ia menjaring sampah-sampah yang ada di sepanjang parit. Gotong royong bertajuk 'Kerja Sama Bakti Untuk Negeri' ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pontianak bekerja sama dengan jajaran Kecamatan Pontianak Kota dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia (RI).
Edi mengapresiasi gagasan menggelar gotong royong ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan Kota Pontianak. Momentum ini memberikan kesempatan untuk semua lapisan masyarakat melakukan sesuatu demi mewujudkan lingkungan yang bersih.
"Masalah kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat punya tanggung jawab menjaga kebersihan kota. Tanpa partisipasi masyarakat, apapun yang dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak akan maksimal jika masih ditemukan warga membuang sampah sembarangan," ujarnya usai mengikuti gotong royong, Jumat (4/8/2023).
Aksi bersama membersihkan lingkungan ini dinilainya sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi masyarakat terhadap lingkungan dan Kota Pontianak. Pemkot Pontianak juga terus menjaga supaya drainase dan parit-parit yang ada terkoneksi dan berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, pihaknya terus berupaya mewujudkan kota yang hijau dan sejuk serta asri dengan pepohonan yang rindang.
"Mari kita bersama-sama menjadikan lingkungan yang bersih, sehat dan asri. Saya juga minta dari Dinas Pekerjaan Umum ikut serta dalam aksi ini," kata Edi.
Ketua DPD LDII Kota Pontianak Nurbambang menyatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78. Adapun pesan moral yang ingin disampaikan lewat kegiatan ini bahwa kebersihan menjadi urusan bersama.
"Lingkungan yang bersih akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan dan kebahagiaan bagi warga yang menempatinya," sebutnya.
Untuk itu, lanjut Nurbambang, aksi ini menyebar di beberapa lokasi yang ada di wilayah Kecamatan Pontianak Kota. Peserta terbagi menjadi empat grup. Grup pertama berlokasi di Parit Sungai Bangkong. Grup kedua di drainase berseberangan dari Parit Sungai Bangkong, Grup ketiga di Jalan Putri Candramidi membersihkan drainase sisi kiri jalan. Sedangkan grup keempat mengambil sampah dari parit di sepanjang Jalan Putri Candramidi. Adapun target dari kegiatan gotong royong ini adalah adanya sebuah perubahan yang signifikan, dari yang sebelum dibersihkan dengan setelah kegiatan gotong royong selesai dilaksanakan.
"Saya berharap aksi ini menjadi ladang pahala bagi kita semua dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar kita agar menjadi lebih bersih," pungkasnya. (prokopim)
Cegah Karhutla, Pemkot Pontianak Dirikan Posko dan Gencarkan Patroli
Wali Kota Edi Kamtono Tinjau Posko Pencegahan Karhutla di Sepakat 2
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Posko Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Jalan Sepakat 2 Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara, Selasa (1/8/2023). Peninjauan posko tersebut untuk memastikan kesiapsiagaan para petugas yang ditempatkan di sejumlah titik lokasi rawan kebakaran lahan. Edi menyebut, ada delapan posko pencegahan karhutla yang ditempatkan di sejumlah titik lokasi beserta petugas dan perlengkapan. Selain pendirian posko, spanduk-spanduk imbauan yang mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan juga dipasang di titik-titik yang mudah terlihat. Sehingga masyarakat membaca pesan yang disampaikan agar setop membakar lahan.
"Kita lebih mengutamakan pencegahan dengan membentuk tim patroli setiap hari dengan berkeliling di titik-titik rawan karhutla. Kita juga sambil mengimbau kepada masyarakat jangan sampai ada satu pun terjadi kebakaran lahan di wilayah Kota Pontianak," ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, memang sudah memasuki musim kemarau sebab sejak tanggal 25 Juli 2023 hingga sekarang belum terjadi hujan. Efek El Nino yang berdampak pada cuaca di Kota Pontianak berupa musim kemarau dan cuaca panas serta kekeringan. Oleh karenanya kondisi ini perlu dilakukan antisipasi terutama bahaya kebakaran lahan.
"Oleh sebab itu kami dari Pemerintah Kota Pontianak dan unsur Forkopimda bersama seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga jangan sampai terjadinya kebakaran lahan, apalagi di wilayah tanah gambut yang berisiko mudah meluasnya kebakaran lahan," ungkap Edi.
Menurut prediksi, hujan diperkirakan tidak turun hingga bulan September. Untuk itu, pihaknya selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam membersihkan atau membuka lahan. Patroli juga akan lebih gencar untuk memonitor kebakaran lahan terutama di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan Utara yang lahan gambutnya masih lumayan luas.
"Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan yang dapat mencemari lingkungan," harapnya.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Yusnaldi menuturkan, posko di Jalan Sepakat 2 ini merupakan posko untuk monitoring titik-titik api yang ada di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara. Posko ini juga berfungsi sebagai posko utama untuk memonitor seluruh posko yang tersebar di sejumlah titik wilayah.
"Apabila ada asap dan api maka petugas yang bertugas di posko-posko tersebut akan bergerak cepat mendatangi lokasi terjadinya kebakaran lahan," ucapnya.
Yusnaldi mengatakan, dalam memaksimalkan fungsi posko pencegahan karhutla ini, pihaknya menerjunkan sejumlah petugas dan sukarelawan. Selain itu, posko juga dilengkapi dengan perlengkapan untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan seperti armada kendaraan yang membawa tangki air dan peralatan lainnya untuk menunjang memadamkan api.
"Keberadaan posko-posko pencegahan karhutla ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang," pungkasnya. (prokopim)
Aksi PKK Pontianak Tanam Pohon Demi Revolusi Hijau
PONTIANAK - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie melakukan aksi penanaman pohon bersama di kawasan halaman Rektorat IKIP PGRI Pontianak. Bibit pohon yang ditanam adalah alpukat didampingi pengurus TP-PKK Provinsi Kalbar, Pengurus TP PKK Kota Pontianak, Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Pontianak serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar.
"Hari ini kita bersama-sama melakukan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian dan kontribusi kita untuk mendukung kegiatan revolusi hijau" ujarnya usai melakukan penanaman pohon, Selasa (27/06/2023).
Ia menyebut, ada 1.300 batang pohon yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat kepada Tim Penggerak TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat.
Dari bantuan bibit pohon tersebut kemudian didistribusikan kepada TP-PKK Kota Pontianak dan TP-PKK Kubu Raya untuk ditanam sebagai bentuk dukungan pada Kegiatan Revolusi Hijau dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023. Menurutnya penting, menanam pohon agar dapat menghasilkan lebih banyak oksigen dan mengurangi karbondioksida.
“Kota Pontianak menerima 500 bibit pohon buah-buahan untuk ditanam. Hasil riset mengatakan bahwa satu pohon mampu menghasilkan setengah kilogram oksigen per hari,” ungkap Yanieta.
Dia menambahkan, lahan yang ditanami pohon juga sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Tanah yang sebelumnya gersang akan menjadi hijau, indah, sejuk dan nyaman terutama pada saat cuaca panas di musim kemarau. Harapannya ke depan kawasan yang dijadikan tempat penanaman pohon alpukat itu dapat menjadi kawasan agrowisata.
"Pohon yang ditanam ini supaya dirawat agar tumbuh subur dan berbuah, bisa saja nanti menjadi kawasan agrowisata yang dekat dengan pusat pendidikan," pungkasnya. (prokopim)
Kurangi Sampah, Pemkot Pontianak Gencar Dirikan Bank Sampah
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
PONTIANAK – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar berbagai rangkaian acara. Mulai dari penanaman pohon peneduh di SMPN 29 Pontianak, sosialisasi pembuatan eco enzim dan kompos bagi warga, kampanye peduli lingkungan di Waterfront bersama lintas elemen termasuk aktivis lingkungan, penanaman 400 pohon serentak pada seluruh sekolah di Kota Pontianak hingga challenge media sosial. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema ‘Solusi untuk Polusi Plastik’.
Sebagai upaya pengurangan penggunaan kantong plastik, Pemkot Pontianak telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwa) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga sudah melakukan upaya lainnya seperti pembangunan 23 bank sampah di tiap kelurahan serta masing-masing satu bank sampah mini pada sebelas sekolah di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, setiap harinya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara menerima kurang lebih 300 ton produksi sampah. Sampah tersebut datang dari rumah tangga, industri, sekolah maupun perkantoran. Pada musim tertentu, produksi sampah dapat meningkat.
“Di tahun ini dan kedepannya, sampah itu harus sudah habis di lingkungan. Artinya tidak perlu lagi menambah beban TPA. Mengelola masalah sampah tidak bisa hanya pemerintah. Harus melibatkan masyarakat melihat anggaran kita yang kurang dan sumber daya yang minim,” ucapnya usai Peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Bank Sampah Palm Asri Jalan Dr Wahidin S, Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (25/6/2023).
Setiap tahunnya, pihaknya menelan anggaran sebesar Rp 45 Miliar untuk mengatasi persoalan sampah. Jika membandingkan dengan jumlah masyarakat sekarang, sambung Edi, angka itu masih kurang. Menurutnya, diperlukan biaya sebesar Rp 200 Miliar agar persoalan sampah di Pontianak dapat rampung. Mengacu pada regulasi pemerintah pusat untuk mengurangi 30 persen produksi sampah, Pemkot Pontianak tengah menggencarkan berbagai upaya, diantaranya memaksimalkan fungsi bank sampah. Edi menambahkan, jenis sampah di Pontianak terdiri dari 67 persen sampah organik atau yang dapat diolah kembali dan sisanya merupakan sampah anorganik atau tidak dapat diolah seperti plastik. Sejauh ini baru terdapat sebelas sekolah yang memiliki bank sampah. Ia menginginkan seluruh sekolah, baik 114 SD Negeri dan 29 SMP Negeri mulai membangun bank sampah mini masing-masing.
“Anak-anak sekolah itu dari rumah sudah membawa sampah ke sekolah setiap pagi saat masuk sekolah, nanti ditimbang dan jadi tabungan bisa ditukar uang tunai. Bahkan bisa dikonversi jadi emas, kita kerjasama dengan Pegadaian. Ada satu RT di Pontianak Selatan yang membayar Pajak Bumi Bangunan melalui Bank Sampah Rosella Jalan Purnama. Ini bukti inovasi untuk mengurangi beban TPA,” tuturnya.
Beban sampah tak jarang datang dari masyarakat yang terbiasa membuang sampah di sungai maupun parit-parit. Kebiasaan buruk ini harus diubah. Di hari-hari libur juga, fasilitas umum sering menjadi sasaran tempat buang sampah sembarangan oleh pengunjung taman-taman. Edi mengajak OPD terkait melakukan penindakan terhadap masyarakat seperti itu. Selain penindakan, ia berencana membuat program memungut sampah oleh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak.
“Jadi setiap Jumat pagi misalnya, kita para ASN memberikan teladan kepada warga dengan memungut sampah,” ujarnya.
Dari sekian cara meningkatkan kualitas lingkungan hidup, penghijauan menjadi pondasi penting. Di Pontianak sendiri, setiap lahan kosong harus ditanam pohon. Edi menyampaikan, perihal penghijauan bukan hanya dengan seremonial penanaman pohon. Tetapi bagaimana menjaga tanaman itu tetap tumbuh dan aman. Sebelum penanaman juga, ia meminta agar penanam memahami jenis tanaman.
“Daunnya seperti apa, akarnya seperti apa, rantingnya dan cocoknya di mana serta berkarakter. Tanaman juga harus aman, mengingat Pontianak biasa terkena angin,” terangnya.
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono menjelaskan, pada peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kota Pontianak kali ini diluncurkan pula gerakan Ayo Berkelas atau Bersama Kelola Sampah. Agenda ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan hidup bagi OPD maupun masyarakat. Ia berharap, kegiatan itu memberikan inovasi serta motivasi kepada peserta yang hadir sehingga dapat menginformasikan ke pihak terdekat masing-masing.
“Acara ini diikuti seluruh OPD, masyarakat sungai jawi, pihak BUMN, Polsek, Danramil, Komunitas lingkungan hidup di Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim/kominfo)