,
menampilkan: hasil
Satpol PP Ingatkan Pedagang di Waterfront Tidak Buang Sampah ke Sungai
Sanksi Tegas bagi Pedagang yang Melanggar
PONTIANAK – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro mengingatkan kepada seluruh pedagang yang berjualan di sepanjang waterfront untuk tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini menindaklanjuti laporan warga melalui media sosial yang melihat oknum pedagang membuang sampah ke Sungai Kapuas.
Bersama anggotanya, Kasatpol PP turun langsung menyisir satu persatu pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang kawasan waterfront. Dalam patroli tersebut, pihaknya memberikan teguran secara persuasif agar para pedagang menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Kalau ada warga yang melihat pedagang yang membuang sampah ke sungai, silakan dokumentasikan sebagai bukti dan pasti kami tindak,” tegasnya, Minggu (20/7/2025) malam.
Menurutnya, kawasan waterfront merupakan salah satu ikon wisata Kota Pontianak yang harus dijaga kebersihannya. Selain berdampak pada keindahan, sampah yang dibuang ke sungai juga mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan banjir serta mengganggu ekosistem perairan.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga waterfront ini agar tetap bersih, nyaman, dan aman untuk dikunjungi. Jangan sampai ulah segelintir orang merusak citra kota,” tambah Sudiyantoro.
Ia mengimbau pedagang untuk memanfaatkan tempat sampah yang sudah disediakan dan turut serta menciptakan suasana yang tertib dan bersih demi kenyamanan bersama. Pihaknya akan meningkatkan patroli dan tidak segan memberikan sanksi tegas bagi pedagang yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum.
“Kita akan intensifkan pengawasan, dan bila perlu kita beri sanksi tegas supaya ada efek jera. Ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (Sumber : Satpol PP Kota Pontianak)
Ikut Fun Run Mitra Medika, Edi Dorong Budaya Hidup Sehat di Pontianak
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Fun Run dalam rangka HUT ke-8 Rumah Sakit Mitra Medika, yang digelar pada Minggu (20/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga komunitas pelari.
Menurut Edi, kegiatan olahraga seperti Fun Run membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pola hidup sehat.
“Kita sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semakin banyak perusahaan atau instansi yang mengadakan kegiatan olahraga massal, maka akan semakin baik pula untuk kesehatan masyarakat Pontianak,” ujarnya.
Ia menambahkan, animo masyarakat Pontianak untuk berolahraga saat ini semakin meningkat. Hal ini terlihat dari tingginya aktivitas warga yang berolahraga di ruang-ruang publik kota, mulai dari pagi, siang hingga malam hari.
“Setelah kita bangun infrastruktur seperti trotoar dan jalur pedestrian, terlihat jelas masyarakat semakin sadar pentingnya hidup sehat. Ini budaya yang sangat baik dan perlu terus didorong,” tambahnya.
Edi juga mengungkapkan bahwa dirinya turut ambil bagian dalam kegiatan Fun Run tersebut meskipun tidak berlari penuh.
“Saya ikut jalan santai hampir enam kilometer. Rutenya cukup nyaman dan cocok untuk berbagai kegiatan olahraga, bahkan untuk event berskala internasional,” tuturnya.
Terkait penyelenggaraan event lari lainnya, Edi menyebutkan bahwa Kota Pontianak telah memiliki agenda tahunan seperti Pontianak City Run yang diikuti oleh pelari dari dalam dan luar negeri. Kedepan, pihaknya akan terus mengkaji rute-rute baru agar kegiatan tersebut semakin diminati dan mampu menarik peserta lebih luas.
Ia juga mendorong perusahaan maupun instansi lainnya untuk menjadikan momen perayaan ulang tahun atau peringatan lainnya sebagai ajang untuk menggelar kegiatan serupa.
“Mitra Medika bisa menjadi contoh positif. Kita harap event Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan,” pungkas Edi. (prokopim)
Aksi GOW Pontianak Berbagi di Ponpes As Sajdah Makkiyah
Salurkan Bantuan dari Para Donatur
PONTIANAK – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pontianak menggelar kegiatan sosial berupa kunjungan atau anjangsana ke Pondok Pesantren Modern As Sajdah Makkiyah Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (20/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan kesehatan yang rutin dilaksanakan GOW, sebagai wadah dari berbagai organisasi perempuan di Kota Pontianak.
Ketua GOW Kota Pontianak Norhasanah Bahasan menerangkan, kunjungan tersebut membawa berbagai bentuk bantuan, seperti uang santunan, paket sembako, perlengkapan mandi serta kebutuhan harian lainnya yang diperuntukkan bagi para santri di pesantren tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi di kalangan anggota GOW dan masyarakat luas. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi serta memberikan motivasi kepada para santri agar tetap semangat dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Norhasanah mengapresiasi keberadaan pondok pesantren yang dinilainya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. Ia menyoroti bagaimana sebuah lembaga pendidikan bisa berkembang dengan modal niat baik dan keikhlasan.
“Pesantren ini tumbuh dari nol, namun dengan niat yang tulus dan semangat yang besar, mampu mencetak banyak santri yang ingin belajar dan maju. Ini luar biasa dan patut menjadi inspirasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan kerapian di lingkungan pesantren sebagai cerminan karakter santri yang disiplin. Untuk itu, dalam kunjungan tersebut, GOW turut membawa relawan, termasuk seorang pemangkas rambut, untuk membantu merapikan penampilan para santri.
“Pesantren identik dengan kebersihan. Rambut panjang pun harus dirapikan agar tetap nyaman dan rapi dalam beribadah maupun belajar,” jelasnya.
Norhasanah juga berpesan kepada para santri untuk tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga mencari keberkahan dari proses belajar di pesantren. Menurutnya, keberhasilan seorang santri bukan hanya dari kecerdasan, tetapi juga dari doa dan barokah yang menyertainya.
“Biasanya, anak yang rajin di pondok, kelak akan jadi anak yang sukses. Karena ada barokah dari doa para ustadz setiap malam untuk para santrinya. Itu yang tidak boleh dilupakan,” pesannya.
Ia berharap agar Pondok Pesantren As Sajdah Makkiyah terus berkembang dan menjadi tempat yang mampu mencetak generasi emas yang unggul, baik untuk Kota Pontianak maupun bangsa Indonesia.
“Kami doakan pondok ini semakin maju, sukses, dan selalu diberkahi Allah, SWT. Terima kasih atas penyambutan yang luar biasa, dan semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” imbuhnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern As Sajdah Makkiyah, Usman menyambut kehadiran para ibu-ibu dari GOW Kota Pontianak. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan GOW ke pesantren yang baru memasuki tahun keempat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan ibu-ibu dari GOW Kota Pontianak yang telah hadir di pondok ini. Kami merasa sangat dihargai dan diberi semangat,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi sumbangan dari GOW Kota Pontianak yang diberikan untuk para santri. Kunjungan ini menjadi bukti nyata kepedulian GOW Kota Pontianak terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda, khususnya di lingkungan pondok pesantren ini.
“Insya Allah nanti akan kami bantu memasakkan agar para santri bisa menikmatinya bersama,” ucapnya.
Usman menambahkan, saat ini jumlah santri yang mukim cukup beragam, baik dari latar belakang keluarga mampu, kurang mampu, hingga anak-anak yatim.
“Sebagian santri merupakan yatim sesuai syariat, karena ditinggal wafat oleh ayahnya, bahkan sejak dalam kandungan. Ada juga yang kami sebut sebagai yatim sosial, yakni anak-anak yang ditinggal atau tak pernah diasuh oleh kedua orang tuanya,” sebutnya.
Menurut Ustaz Usman, konsep ‘yatim sosial’ tersebut juga pernah dijelaskan oleh tokoh intelektual Islam, Gus Emha Ainun Najib.
“Mereka semua kami terima, dan sebagian kami beri beasiswa penuh,” lanjutnya.
Pesantren Modern As Sajdah Makkiyah memiliki fokus utama pada pengajaran ilmu agama dan bahasa. Program unggulannya mencakup pengkajian kitab kuning, penguasaan bahasa Arab, serta pembelajaran bahasa Inggris. Bahasa Inggris diajarkan setelah para santri menguasai kitab kuning dan bahasa Arab terlebih dahulu. Baru kemudian ada guru khusus untuk membina mereka dalam bahasa Inggris.
“Saat ini, para santri berasal dari berbagai angkatan, mulai dari yang baru masuk, hingga yang sudah menempuh pendidikan selama tiga tahun,” pungkasnya. (*)
Kejuaraan Sepak Takraw Kalbar, Ajang Gali Potensi Atlet Muda
PONTIANAK – Kejuaraan Sepak Takraw se-Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dimulai. Kejuaraan ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar dengan memperlombakan dua kategori, yakni lomba teknik dasar untuk pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, serta pertandingan kategori umum nomor regu dan double event putra. Event ini berlangsung mulai tanggal 18 hingga 20 Juli 2025.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, yang hadir dalam pembukaan kejuaraan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya ajang ini. Ia menilai kejuaraan semacam ini penting untuk menggali potensi dan membina bakat olahraga sejak dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mencetak atlet-atlet muda yang berprestasi. Sekaligus menjadi sarana pembinaan mental dan karakter generasi muda, agar mereka tumbuh dengan semangat sportivitas dan jiwa kompetitif yang sehat,” ujarnya usai membuka kejuaraan Sepak Takraw se-Kalbar di Sport Hall Universitas PGRI, Jumat (18/7/2025).
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak mendukung penuh kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan sehat.
“Semoga kejuaraan ini menjadi pemantik semangat anak-anak Pontianak dan Kalbar untuk terus berlatih dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan atlet usia dini perlu terus digencarkan, mengingat besarnya potensi generasi muda Kalbar di bidang olahraga. Keikutsertaan pelajar dalam event semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus semangat kompetitif yang sehat.
“Kami berharap kedepan akan lahir atlet-atlet takraw dari Pontianak dan Kalbar yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Tapi semua itu harus dimulai dari pembinaan yang serius dan dukungan semua pihak,” tambahnya.
Ketua Panitia Kejuaraan Sepak Takraw se-Kalbar, Abdullah menerangkan, jumlah peserta untuk kategori teknik dasar mencapai 93 orang. Sementara untuk kategori umum, nomor regu diikuti oleh 16 tim.
“Begitu pula nomor double event putra yang diikuti oleh 16 regu dari berbagai daerah,” tuturnya.
Ia turut menekankan pentingnya nilai-nilai sportivitas dalam dunia olahraga, khususnya bagi para atlet muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi semangat kebersamaan, kerja sama, dan menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan berkelanjutan.
“Sepak takraw tidak hanya soal teknik dan ketangkasan, tetapi juga semangat dan karakter. Tanamkan jati diri sebagai insan olahraga sejati,” pesannya. (prokopim)