,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Percepat Cakupan JKN
Program Prioritas 100 Hari Kerja Edi-Bahasan
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mendorong cakupan penerima asuransi kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Kota Pontianak hingga 98 persen. Berdasarkan data terakhir, angka Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak sudah mencapai 87,86 persen atau hampir 600 ribu warga Kota Pontianak telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan optimis cakupan UHC bisa mencapai target. Ia mengajak kerjasama seluruh unsur dan elemen masyarakat untuk mendukung upaya Pemkot Pontianak.
“Layanan kesehatan itu sangat dasar dan indikator kesejahteraan masyarakat, komitmen kami untuk mengawal pelayanan kesehatan dan salah satunya mendorong kepesertaan BPJS Kesehatan,” tuturnya, Rabu (26/2/2025).
Keterbatasan anggaran masih menjadi kendala untuk mencapai target UHC dengan jumlah penduduk di Pontianak terbesar di Kalimantan Barat (Kalbar). Sehingga yang menjadi ukuran prestasi adalah upaya pemerintah daerah dalam mencapai target nasional.
“Penyerapan UHC sisa sedikit lagi, kira-kira perlu dana Rp30-40 miliar, selama ini sudah secara gratis kepada warga yang tergolong tidak mampu, masih terbatas di situ,” tuturnya.
Bahasan melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, mengingat program prioritas Gubernur Kalbar Ria Norsan juga mendorong cakupan UHC.
“Kami juga akan bekerjasama dengan Pemprov Kalbar karena gubernur yang baru punya program UHC juga,” tuturnya.
Wakil Wali Kota menerangkan, saat ini jumlah fasilitas kesehatan di Kota Pontianak terdiri dari 14 rumah sakit, 23 puskesmas dan 82 klinik. Meski demikian masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam pemerataan peserta JKN.
“Seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang belum memadai,” pungkasnya. (kominfo)
Bahasan Pantau Drainase Rawan Genangan
Tangani Drainase yang Perlu Perbaikan Segera
PONTIANAK - Rehabilitasi drainase menjadi satu di antara tujuh program prioritas 100 hari kerja Wali Kota Pontianak Edi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara Komitmen itu pun segera diwujudkan dengan mengecek titik-titik strategis rehabilitasi drainase.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menerangkan, rehabilitasi drainase yang menggunakan role model penanganan drainase kawasan ini untuk menyelesaikan persoalan genangan akibat pasang air sungai dan laut di Kota Pontianak.
“Ada drainase dan beberapa jembatan dimungkinkan perbaikan, setelah ditinjau akan diprioritaskan dengan bersih-bersih sungai. Kami bersama Pak Wali ingin mengantisipasi banjir supaya tidak berlama-lama menggenang,” paparnya usai meninjau sejumlah lokasi drainase di Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur, Selasa (25/2/2025).
Menurutnya, ada beberapa titik drainase yang membutuhkan penanganan mendesak seperti parit-parit besar di Jalan Parwasal, Parit Tokaya dan lainnya. Bahasan optimis dengan dukungan seluruh unsur, persoalan genangan dan banjir dapat segera teratasi.
“Di semua kecamatan kita identifikasi, kita fokuskan ke tempat yang terdampak terhadap genangan air di kala hujan ekstrem dan air pasang ekstrem,” jelasnya.
Salah satu prioritas pembenahan infrastruktur juga dengan perbaikan gorong-gorong, seperti yang ada di Jalan Tekam, Jalan Padat Karya dan Jalan Tani Kecamatan Pontianak Timur. Camat Pontianak Timur M Akif menyampaikan, ketiga lokasi tersebut merupakan akses masyarakat dan membutuhkan kelancaran.
“Kaitan dengan jalan, persis di persimpangan Jalan Tekam-Jalan Padat Karya, kita harapkan segera diperbaiki karena terdapat cekungan di lokasi itu,” harapnya.
Akif menilai, perbaikan infrastruktur drainase di titik-titik tersebut akan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi dampak banjir. Dengan demikian akan meningkatkan roda perekonomian.
“Harapan kami masyarakat merasakan manfaat langsung dari program-program pemerintah ke depan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Wawako Imbau OPD Segera Tuntaskan LPPD
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta seluruh OPD di lingkungan Pemkot Pontianak untuk segera menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2024. Dari hasil evaluasi pihaknya, masih terdapat beberapa OPD yang belum lengkap dalam menyusun LPPD.
“Kita atensi semua bahwa penyajian LPPD segera mungkin dan lengkap, semua OPD harus melengkapi segera mungkin,” tegasnya usai membuka Evaluasi dan Asistensi Hasil Reviu Rancangan LPPD 2024 di Hotel Harris Jalan Gajah Mada, Selasa (25/2/2025).
Bahasan menyampaikan, rancangan yang belum lengkap ini disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya indikator yang belum pasti dan menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah pusat.
“Karena ada indikator yang belum didapat secara pasti, sebagian masih menunggu dan sebagian sudah siap upload,” tuturnya.
LPPD sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban daerah dalam melaksanakan fungsinya selaku penyelenggara pemerintahan menggunakan APBD. Di tengah isu efisiensi, Bahasan mengingatkan agar dinas-dinas dapat memperhatikan lebih teliti sebelum menyusun anggaran.
“Pada dasarnya arahan efisiensi itu tidak terlalu berpengaruh, tetapi ada penekanan terhadap catatan-catatan negatif. Sebagai contoh penyelesaian LPPD harus tepat waktu,” ungkapnya.
Di hari kedua bertugas sebagai orang nomor dua di Kota Pontianak, Bahasan berkomitmen untuk gerak cepat melaksanakan program 100 hari. Sembari itu, ia juga tengah mempersiapkan diri untuk menyusul Wali Kota Pontianak Edi Kamtono pada retreat kepala daerah dan wakil kepala daerah di Akademi Militer, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu esok.
“Kita tunggu sama-sama kedatangan Pak Wali setelah retreat, saya juga sebelumnya akan menyusul untuk mendengar arahan Presiden Prabowo. Di sana kami para kepala daerah dan wakil kepala daerah akan melakukan penyesuaian visi-misi saat kampanye dengan Asta Cita Presiden,” pungkas Wawako. (kominfo/prokopim)
Hari Pertama Ngantor, Bahasan Disambut ASN Kantor Wali Kota
PONTIANAK - Tepatnya pada hari Jumat, 22 Desember 2023 yang lalu adalah hari terakhir Bahasan bertugas selaku Wakil Wali Kota Pontianak di periode pertamanya. Berselang 430 hari kemudian, di hari Senin, 24 Februari 2025, ia kembali berkantor sebagai Wakil Wali Kota Pontianak pada periode kedua bersama Wali Kota Pontianak Edi Kamtono.
Kedatangannya ke Kantor Wali Kota Jalan Rahadi Usman langsung disambut para ASN di lingkup Pemkot Pontianak. Suasana haru beriring ceria menghiasi proses penyambutan kembali Bahasan.
“Tentu untuk sampai di sini kembali sebuah kehormatan, saya ingin ucapkan terima kasih kepada segenap OPD dan harapannya bisa segera membantu program-program kami,” tuturnya.
Ada wajah-wajah lama yang tentu dikenalnya, ada pula wajah baru yang bertugas di tempat-tempat berbeda. Bahasan pun bahagia karena nilai-nilai kekeluargaan masih begitu terasa.
“Nampak aura kekeluargaan seperti yang dulu, tidak ada perbedaan,” katanya.
Kerinduan dengan para staf hingga pejabat pun terobati. Sebagai pemimpin yang melewati waktu selama lima tahun tentu merasakan berat saat perpisahan bagi dirinya. Tetapi kini ia kian bersemangat setelah kembali dilantik untuk bertugas memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Pontianak.
“Sehingga kalau masalah kesan untuk rindu itu pasti. Ada suasana persahabatan dan begitu dekat,” sebut Wawako.
Dengan pengalaman periode pertama telah banyak evaluasi yang dilakukan oleh pasangan Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi-Bahasan kali ini. Keduanya optimis dengan berbekal pelajaran akan melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan.
“Benar-benar memo kami untuk diaplikasikan di periode kedua ini dengan mewujudkan visi dan misi kami oleh jajaran ASN Pemkot Pontianak,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)