,
menampilkan: hasil
54 ASN Ikrar Sumpah, Bentuk Sadar Tanggung Jawab
Pj Wako Minta ASN Berikan Solusi Atasi Permasalahan Warga
PONTIANAK – Sebanyak 54 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak diambil sumpahnya oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kepada seluruh ASN bahwa sumpah yang diucapkan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban masing-masing aparatur.
“Janji ini adalah wujud dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), di mana Pasal 4 Huruf a berbunyi setiap PNS wajib mengucapkan sumpah,” terangnya usai acara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (11/11/2024).
Pengambilan sumpah sendiri, dinilai Edi Suryanto sebagai salah satu upaya pembentukan PNS yang bersih, jujur dan sadar akan tanggung jawab sebagai ASN, abdi negara dan abdi masyarakat. Sumpah ini juga merupakan kesanggupan untuk mentaati segala kewajiban dan memperhatikan agar tidak melakukan larangan yang ditentukan.
“Paling berat adalah pertanggungjawaban kepada Tuhan. Kepada atasan hanya bertemu sampai dengan pensiun maksimal,” ucapnya.
ASN harus mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi. Pj Wali Kota mengimbau para pegawai untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kompetensi diri agar dapat memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan tepat sasaran.
"Saat ini kita berada di era digital. ASN harus sigap dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," tambahnya.
Edi Suryanto mengajak seluruh ASN untuk aktif dalam memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Ia berharap ASN dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan kebutuhan warga dengan sigap dan tepat.
Selain itu, Pj Wako juga menyinggung pentingnya netralitas ASN menjelang Pilkada Serentak 2024. Ia meminta ASN di lingkungan Pemkot Pontianak tetap profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis.
"ASN harus menjadi solusi bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Mari kita terus berinovasi dan berkolaborasi. ASN juga harus berdiri di atas kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik tertentu," pungkasnya. (kominfo/prokopim)
R-APBD 2025 Prioritaskan Peningkatan SDM dan Infrastruktur
Pj Wako Sampaikan Nota Keuangan R-APBD 2025
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menyampaikan pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Senin (11/11/2024). Ia menyebut, dalam Rancangan APBD 2025 menyelaraskan program Pemkot Pontianak yang mendukung peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi inklusif.
"Dalam hal penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025, kita tetap memperhatikan aspek-aspek penting seperti pertanggungjawaban keuangan, kaidah-kaidah yang baik serta pendekatan anggaran yang berbasis kinerja dari dana yang telah dialokasikan dengan tetap memperhatikan efektivitas, efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah," ujarnya saat pidato keseluruhan Rancangan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025.
Pj Wali Kota menyampaikan, secara umum terdapat tiga komponen utama dalam Rancangan APBD, yakni pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Secara keseluruhan ketiga komponen tersebut tergambar dalam APBD Kota Pontianak pada Tahun Anggaran 2024 volume APBD sebesar Rp. 2.023.942.319.264,00, naik 5,81 persen sehingga pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 volume APBD menjadi sebesar Rp. 2.141.518.489.168,00.
"Dalam proses penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025, kami telah berupaya untuk menyusun semaksimal mungkin, namun untuk lebih sempurna lagi kami berharap dapat dibahas lebih lanjut oleh Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkot Pontianak dalam pembahasan formal," terangnya.
Terkait penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025, pihaknya telah memperhatikan seluruh aspek secara optimal dalam upaya mewujudkan good governance.
"Semua aspek telah dioptimalkan dalam Rancangan ABPD Tahun Anggaran 2025 sehingga sasaran dan tujuan pembangunan yang akan dicapai dapat diwujudkan," tutupnya. (prokopim/kominfo)
Pj Wako Minta ASN Bekerja Demi Kesejahteraan Rakyat
PONTIANAK – Momentum Hari Pahlawan Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar upacara bendera yang diikuti oleh seluruh ASN. Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menekankan kepada seluruh ASN untuk mendasari segala pekerjaan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
“Bagaimana seluruh ASN setiap bekerja berpikirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat, itu yang utama, tentunya dilandasi integritas yang kuat. Landasan kerjanya integritas, orientasinya kesejahteraan masyarakat,” terangnya usai memberikan arahan pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional di halaman Kantor Wali Kota, Senin (11/11/2024).
Nilai-nilai kepahlawanan, di antaranya adalah langsung memberi kepada yang membutuhkan dan tepat sasaran. Seorang aparatur negara, lanjut Edi Suryanto, mesti bisa mencari solusi dalam melayani dengan mudah, murah dan cepat.
“Sesuai yang dibutuhkan masyarakat, bagaimana pola pikir ASN Pemkot Pontianak membuat masyarakat dilayani dengan mudah, murah bagi masyarakat dan cepat. Tiga prinsip itu harus diingat terus,” tegasnya.
Terkait hal itu, Edi Suryanto pun meneruskan pesan Presiden Prabowo Subianto, ketika ia menghadiri rapat koordinasi seluruh kepala daerah beberapa lalu. Beberapa pekerjaan rumah Pemkot Pontianak di antaranya adalah penganggaran harus efektif dan efisien.
“Begitu kembali dari rakor nasional kami langsung diskusi bersama jajaran, kami mulai melihat, menyisir dan mempelajari mana yang bisa dihemat. Kalau tidak perlu kita hentikan. Langsung ditindaklanjuti,” ujar Pj Wali Kota.
Salah satu contohnya adalah penanganan stunting. Edi Suryanto mengatakan, arahan Presiden ingin pemerintah daerah fokus pada penyelesaian masalah dan mengurangi kegiatan bersifat seremonial seperti rapat dan perjalanan dinas.
“Kita sudah revisi dan hentikan, alhamdulillah di Pontianak penanganan stunting sudah fokus diarahkan ke masyarakat,” imbuhnya.
Momentum Hari Pahlawan ini, Pj Wali Kota juga mengingatkan kepada seluruh ASN untuk memaknai perjuangan para pahlawan sehingga seluruh rakyat bisa menikmati kemerdekaan hingga sekarang ini. Untuk selanjutnya, bagaimana bangsa ini mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan mensejahterakan rakyat sebagaimana cita-cita yang ada dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, pesan-pesan baik ini memang harus selalu disampaikan terus-menerus.
“Orang itu sifatnya adalah pelupa atau khilaf. Nah, makanya setiap hari pahlawan kita sampaikan pesan-pesan yang baik ini,” tutupnya.
Usai upacara bendera, Pj Wali Kota bersama para kepala perangkat daerah di lingkup Pemkot Pontianak berziarah ke makam pahlawan di TPU Sungai Bangkong. Para peziarah melakukan tabur bunga serta menyerahkan tali asih kepada ahli waris pahlawan. (kominfo/prokopim)
Pj Wako Harap Area UMKM Letkol Sugiyono Beri Dampak Ekonomi
Edi Suryanto Tinjau Lokasi Pusat UMKM di Jalan Letkol Sugiyono
PONTIANAK - Kawasan Jalan Letkol Sugiyono Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan menjadi sentra pedagang UMKM setiap hari Minggu. Para pedagang yang bergerak di bidang kuliner dan fashion ini merupakan pedagang yang sebelumnya menggelar lapak di Jalan MT Haryono atau area Car Free Day (CFD).
Agar penempatan pedagang lebih tertib dan tertata, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak melakukan penataan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan itu, termasuk area parkir kendaraan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto bersama Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah serta sejumlah kepala perangkat daerah dan instansi terkait meninjau langsung lokasi yang menjadi sentra para pelaku UMKM di Jalan Letkol Sugiyono.
Menurutnya, konsep yang diterapkan untuk area pedagang UMKM ini berjalan seperti yang sudah ada, yakni setiap hari Minggu atau saat CFD. Pada hari tersebut mereka diperkenankan untuk berjualan.
“Sekarang ini kita mencoba meminimalisir supaya enggak ada efek lain untuk proses itu. Karena mau enggak mau jalan ini sudah pasti tertutup jadinya. Kurang lebih itu, jadi mengantisipasi saja,” ujarnya usai peninjauan lokasi, Sabtu (9/11/2024).
Untuk menata kawasan tersebut, Pemkot Pontianak bersama kepolisian dan Kodim melakukan kajian dari berbagai aspek. Mulai dari aspek lalu lintas, keamanan dan ketertiban hingga kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung maupun masyarakat sekitar.
“Sehingga semua masyarakat sama-sama terlayani dan terpenuhi keinginan dan kebutuhan mereka,” kata Edi Suryanto.
Ia mengimbau seluruh masyarakat, baik pedagang maupun pengunjung untuk senantiasa mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Pontianak. Kemudian, kebersihan, ketertiban dan keamanan kawasan ini menjadi tanggung jawab bersama.
“Jadi, saya mohon kita sama-sama menjaga kawasan ini supaya tetap bersih, aman dan tertib,” pesannya.
Dengan dijadikannya kawasan ini sebagai pusat kuliner dan UMKM diharapkan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat terutama pedagang kecil.
“Kita buat kawasan ini senyaman mungkin, sebagus mungkin supaya semuanya mendapatkan manfaat dari ekonomi itu. Sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi seluruh masyarakat, khususnya untuk pedagang UMKM,” tutur Pj Wali Kota.
Kepala Diskumdag Kota Pontianak Ibrahim menerangkan, saat ini jumlah pedagang UMKM yang menggelar lapak di kawasan Jalan Letkol Sugiyono sebanyak 555 pedagang. Untuk penempatan para pedagang ini difasilitasi oleh pihaknya dan tanpa dipungut biaya.
“Tempatnya kita atur dan tata sesuai peruntukannya, ada yang jalur khusus kuliner, ada yang jalur fashion termasuk kerajinan tangan dan aksesoris,” terangnya.
Untuk waktu operasional yakni setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Sedangkan masing-masing lapak, ukuran yang diperkenankan adalah 2x3 meter. Ibrahim menyebut, dengan dipindahkannya para pedagang dari Jalan MT Haryono ke Letkol Sugiyono, maka kawasan Jalan MT Haryono sudah tidak diperkenankan lagi menggelar lapak untuk berjualan.
“Dengan dipindahkannya para PKL area CFD dari Jalan MT Haryono ke Jalan Letkol Sugiyono, maka pedagang sudah tidak diperkenankan lagi menggelar lapak dagangan di area MT Haryono,” tegasnya. (prokopim)