,
menampilkan: hasil
Apresiasi Penyelenggara Pemilu, Edi Serahkan Sertifikat Penghargaan
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengapresiasi seluruh pihak penyelenggara Pilkada serentak tahun 2024 kemarin atas terlaksananya pemilihan dengan aman, tertib dan damai. Ia mengatakan, tugas ke depan adalah menyelaraskan arah Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan visi dan misi kepala daerah terpilih sembari menunggu pelantikan.
“Atas nama Pemkot Pontianak kami mengucapkan apresiasi kepada jajaran lintas sektoral pendukung terselenggaranya Pilkada serentak kemarin, rangkaiannya sekarang sudah final,” katanya usai menyerahkan penghargaan kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Wali Kota, Selasa (4/2/2025).
Adapun secara khusus Edi menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Pontianak, Dandim 1207/Pontianak, Ketua KPU Kota Pontianak serta Ketua Bawaslu Kota Pontianak. Empat unsur tersebut menurutnya yang berperan vital untuk menyukseskan pemilu.
“Sekarang kita tinggal menunggu pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih, kami juga telah membentuk tim transisi untuk menyelaraskan program Pak Edi Kamtono dan Pak Bahasan bersama unsur OPD,” terangnya.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi menambahkan, pelantikan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024 yang lalu akan dipusatkan di Jakarta. Untuk itu rencana pengamanan yang semula ditetapkan telah dianggap selesai.
“Oleh karena itu kegiatan pengamanan dan tahapan pilkada di luar pelantikan, kita anggap selesai. Dari Pemkot Pontianak sudah membantu dengan dana hibah pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.
Kombes Pol Adhe Hariadi menyambut baik penghargaan yang diberikan kepada penyelenggara. Ia menilai hal tersebut kian mempererat sinergitas TNI-Polri dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Pontianak.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, KPU, Bawaslu, TNI alhamdulillah kerjasama berjalan aman, lancar, damai dan kondusif,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Pontianak Siapkan Sentra UMKM di Tiga Kecamatan
Ciptakan Kawasan Baru bagi UMKM
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah merencanakan lokasi sentra-sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di enam kecamatan se-Kota Pontianak sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto, mengungkapkan, dari enam kecamatan yang mengusulkan lokasi sentra UMKM, tiga di antaranya dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut, yakni di Kecamatan Pontianak Utara, Kecamatan Pontianak Timur dan Kecamatan Pontianak Selatan.
"Kemarin sudah ada progres pertama, jadi dari enam kecamatan yang mengajukan lokasi, baru tiga yang sementara layak untuk dimatangkan. Itu pun masih harus dilihat lagi di lapangan," ujarnya usai meninjau sejumlah lokasi yang direncanakan sebagai salah satu pusat UMKM di tiga kecamatan, Minggu (2/2/2025).
Ketiga wilayah ini, sambungnya lagi, akan disurvei kelayakannya untuk melihat kebutuhan dan potensi pengembangan sebagai pusat UMKM. Langkah selanjutnya adalah menarik penjual dan pembeli ke lokasi tersebut, sehingga bisa menjadi tempat wisata kuliner sekaligus sebagai tempat rekreasi keluarga. Pendirian sentra UMKM ini juga merupakan bagian dari upaya Pemkot Pontianak untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan adanya pusat-pusat UMKM maupun pusat kuliner di kecamatan-kecamatan, kita harapkan pedagang kaki lima yang tidak teratur di pinggir-pinggir jalan bisa masuk ke satu tempat, sehingga pengangguran berkurang dan perekonomian bertambah," jelasnya.
Edi menekankan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian lokal, mengingat kontribusi sektor informal yang signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Pontianak. Prosentase dan peran dari UMKM sangat tinggi.
“Fakta menunjukkan kemiskinan di kota kita ini termasuk rendah, dan salah satunya adalah berkat UMKM," tuturnya.
Terkait waktu operasional sentra UMKM, ia menyatakan bahwa jika lokasi tersebut aman dan representatif, maka bisa beroperasi dari pagi hingga malam.
"Pemerintah menyiapkan tempat, masyarakat yang berusaha. Kalau nyaman, kita tidak ada masalah dari pagi sampai malam," tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Pontianak berharap dapat memberikan tempat yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadikan area tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi dan wisata yang dapat diandalkan.
“Sehingga tercipta kawasan baru yang meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya. (prokopim)
Edi Suryanto Apresiasi PDGI Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis
Rangkaian Ultah ke-75 PDGI Libatkan Masyarakat
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto memberikan apresiasi kepada Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) atas penyelenggaraan acara sosial yang melibatkan masyarakat luas di Kota Pontianak. Ia menilai rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka merayakan ulang tahun ke-75 PDGI ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi di tengah masyarakat. Inisiatif PDGI melibatkan masyarakat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
"Ini adalah momentum yang luar biasa, melibatkan banyak masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi semua," ujarnya saat menghadiri Pontianak Gigi Fun Run di Halaman Taman Budaya, Minggu (2/2/2025) pagi.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah ke depannya.
"Saya pikir ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah, terutama dengan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas oleh Presiden. Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi sangat penting karena masalah gigi sering menjadi sumber penyakit," pungkasnya.
Melalui rangkaian Ulang Tahun ke-75 PDGI ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kerja sama antara PDGI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (prokopim)
Edi Minta Peran Semua Pihak Atasi Masalah Sosial di Kalangan Anak
Pj Wali Kota Tinjau Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT)
PONTIANAK - Tren angka anak-anak jalanan dan terlantar yang terdata di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak tahun 2024 meningkat dibanding tahun 2023 lalu. Berdasarkan data, tahun 2024, jumlah anak-anak jalanan dan terlantar yang dibina di PLAT sebanyak 37 orang. Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 29 orang. Dari jumlah tersebut, hasil skrining yang dilakukan terhadap anak-anak tersebut, hampir sebagian besar positif pengguna narkoba.
Kondisi ini memantik keprihatinan Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto. Ia berharap peran semua pihak untuk bergerak menangani permasalahan sosial yang terjadi pada anak-anak di Kota Pontianak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, stakeholder dan berbagai instansi terkait sangat penting dalam menangani masalah anak-anak jalanan dan terlantar di kota ini. Meski pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menangani anak-anak yang bermasalah, namun ia menggarisbawahi bahwa upaya penanganan tidak hanya terbatas pada pemerintah, melainkan juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal serta masyarakat luas.
"Kita harus mencari penyebab utama yang menjadikan anak-anak ini terlantar dan berupaya melakukan intervensi agar masalah ini tidak semakin meluas," ujarnya usai menjenguk anak-anak yang dibina di PLAT, Sabtu (1/2/2025).
Edi menilai pentingnya analisis data untuk memahami penyebab utama masalah ini, seperti kemiskinan, broken home, pergaulan yang salah atau pengaruh lingkungan. Ia berpendapat bahwa untuk menangani persoalan ini, tidak hanya cukup dengan meningkatkan kapasitas ruangan di PLAT maupun anggaran. Hal yang lebih utama adalah mencari penyebab mengapa anak-anak ini terlantar dan berada di jalanan.
"Penambahan kapasitas gedung dan anggaran saja tidak akan menyelesaikan masalah. Kita perlu mencari akar permasalahan dan melakukan pencegahan," tambahnya.
Ia juga berharap ada kolaborasi dan sinergitas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Pontianak untuk menangani dan mencegah permasalahan anak-anak terlantar.
"Pendekatan pencegahan harus disinergikan dengan program pemerintah di berbagai tingkatan untuk mengurangi jumlah anak terlantar," jelas Edi.
Dia menyoroti masalah ekonomi dan pendidikan keluarga menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Sebab masalah ekonomi kerap kali menjadi penyebab anak-anak menjadi terlantar dan mengemis di jalanan hingga melakukan hal-hal yang negatif seperti menggunakan narkoba. Selain itu, pendidikan di rumah juga harus diperkuat. Edi berharap dengan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, jumlah anak terlantar dapat berkurang secara signifikan.
"Keberhasilan akan terlihat ketika jumlah anak terlantar berkurang, bukan hanya dari sisi penanganan oleh Dinas Sosial, tetapi juga dari penyelesaian masalah ekonomi, pendidikan dan rumah tangga," ungkapnya.
Kepala Dinsos Kota Pontianak Trisnawati, mengungkapkan peningkatan signifikan jumlah anak-anak jalanan dan terlantar di tahun 2024. Hal ini menjadi tantangan besar bagi dinas yang dipimpinnya, terutama dalam penanganan anak-anak jalanan dan terlantar. Sebagian besar kasus ini terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Dari enam orang yang baru-baru ini diamankan, lima di antaranya positif narkotika, sementara satu orang diketahui sebagai peminum alkohol berat.
"Kami melakukan asesmen dan bekerjasama dengan BNN untuk pemeriksaan urin," katanya.
Trisnawati juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dan Pusat Rehabilitasi seperti Yayasan Gerata di Kabupaten Sambas, yang telah membantu dalam rehabilitasi sosial.
“Berkat kerjasama ini, sembilan orang gelandangan dan pengemis telah berhasil mendapatkan pekerjaan yang layak,” imbuhnya.
Dari sekian banyak anak-anak yang diamankan, selain berasal dari Kota Pontianak, beberapa di antaranya dari luar Pontianak, yakni Sumatera Selatan dan Sanggau.
“Tentunya ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah asal mereka untuk proses pemulangan,” ucap Trisnawati.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam penanganan orang terlantar adalah faktor ekonomi dan sosial, seperti keluarga yang tidak harmonis atau tidak mampu secara ekonomi. Banyak dari mereka yang akhirnya membentuk komunitas sendiri dan terlibat dalam aktivitas negatif, seperti menggunakan narkoba, mengemis dan sebagainya. Trisnawati juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan bantuan kepada orang-orang di jalanan.
"Masyarakat kita masih memiliki sifat belas kasih yang kuat, tetapi kami mendorong untuk memberikan bantuan di tempat yang tepat, bukan di jalanan," imbaunya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak Ahmad Sudiantoro, menegaskan komitmen pihaknya dalam menangani permasalahan anak jalanan dengan pendekatan yang persuasif dan humanis. Dalam upaya ini, Satpol PP berusaha memperlakukan anak-anak jalanan dengan humanis. Meskipun pendekatan humanis diutamakan, pihaknya tetap melakukan tindakan tegas terhadap anak-anak yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
"Ada pendekatan khusus bagi mereka yang sudah pernah ditangkap dan dibina di PLAT Dinsos ini," terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar anak jalanan yang diamankan adalah hasil dari patroli rutin yang dilakukan pagi, siang, sore hingga malam hari.
“Masyarakat cenderung memberikan uang kepada anak-anak jalanan daripada melaporkannya kepada kami," ucapnya prihatin. (prokopim)