,
menampilkan: hasil
Efisiensi Anggaran, Pemkot Pontianak Batasi Perjadin dan Acara Seremonial
Tindak Lanjut Inpres Nomor 1 Tahun 2025
PONTIANAK - Dalam rangka efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025, Presiden RI Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mengambil langkah kebijakan pembatasan perjalanan dinas dan kegiatan yang bersifat seremonial. Hal ini dilakukan sebagai respons atas instruksi Presiden untuk membatasi pengeluaran yang tidak mendesak, demi mengalokasikan anggaran yang lebih prioritas bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto, mengungkapkan bahwa dua hal utama yang dibatasi adalah perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.
"Kita sudah memangkas perjalanan dinas dan mengurangi acara seremonial," ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anggaran yang ada dapat dialokasikan pada program-program yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu bentuk alokasi anggaran yang dihemat adalah untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekitar 125 ribu murid TK, SD, dan SMP di Kota Pontianak.
"Penunjang ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan kami berharap pemerintah provinsi juga dapat mendukung untuk tingkat SMA," tambah Edi.
Selain itu, prioritas anggaran juga difokuskan pada penanggulangan kemiskinan, pengangguran, pengendalian inflasi dan penanganan stunting. Edi menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang efisien agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kaitan dengan anggaran perjalanan dinas, ia menegaskan pihaknya akan lebih selektif.
"Saya telah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk membuat skala prioritas, dan setiap perjalanan dinas harus disetujui oleh saya langsung. Jika tidak terlalu penting, cukup satu atau dua orang yang diizinkan berangkat," jelasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Pontianak berharap dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat luas serta berdampak langsung di masyarakat. (prokopim)
Amirullah Raih Gelar Doktor dengan Nilai A
Angkat Disertasi Dampak Desentralisasi Fiskal dengan Perilaku Oportunistik
PONTIANAK - Dr Ir Amirullah, MA, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S3) di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Dengan disertasi berjudul ‘Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Pembangunan di Kalimantan Barat dengan Perilaku Oportunistik sebagai Variabel Mediasi’, Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak berhasil meraih nilai 90,32 dengan predikat A pada Sidang Terbuka dan Promosi Doktor di FEB Untan Pontianak, Jumat (24/1/2025).
Amirullah memaparkan, desentralisasi fiskal di Indonesia, meskipun bertujuan memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah, namun menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan antar daerah dan rendahnya kinerja pembangunan.
“Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku oportunistik sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi efektivitas kebijakan fiskal,” ujarnya.
Dalam penelitiannya, Amirullah menggunakan data dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama periode 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan, tantangan seperti fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran masih perlu perhatian. Oleh sebab itu, ia merekomendasikan penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan daerah untuk meminimalkan perilaku oportunistik.
“Dalam hal ini yang tak kalah pentingnya adalah pengawasan ketat terhadap penggunaan dana transfer dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan anggaran daerah,” ungkapnya.
Bagi Amirullah, keberhasilan meraih gelar Doktor selama mengenyam pendidikan di Untan merupakan tantangan tersendiri. Terlebih ia harus bisa mengatur dan membagi waktu antara pekerjaan dengan perkuliahan. Amirullah berbagi cerita pengalamannya selama lebih dari tiga tahun menempuh studi S3 di Untan Pontianak. Menurutnya, kunci utama keberhasilan menyelesaikan studi adalah fokus dan manajemen waktu yang baik.
"Kita harus benar-benar bisa membagi waktu antara kesibukan sehari-hari dan pendidikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari keluarga dan rekan-rekan satu angkatan serta lingkungan kerja sangat berperan dalam pencapaiannya hingga tahap sidang terbuka dan promosi doktor. Amirullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga hasil penelitian ini bisa diimplementasikan dalam pengambilan kebijakan di bidang keuangan daerah,” imbuh Amirullah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto yang turut hadir pada sidang terbuka itu, menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Sekda Amirullah yang berhasil merampungkan jenjang pendidikan S3. Ia juga mengapresiasi disertasi hasil penelitian Amirullah yang bisa memberikan kontribusi pada tata kelola pemerintahan.
“Itulah pentingnya mengatasi perilaku oportunis dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah karena berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Menurut Edi, desentralisasi kebijakan pusat seharusnya memungkinkan daerah untuk membangun demi kepentingan rakyat. Namun, perilaku oportunis di kalangan pejabat dan pengambil keputusan sering kali menjadi penghalang utama.
"Ini menjadi penyebab tidak sampainya anggaran pemerintah daerah kepada masyarakat," tegasnya.
Edi menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, perlu ada langkah konkret dalam mengurangi dan menghilangkan faktor-faktor oportunis di kalangan pengambil kebijakan. Ia juga menyoroti dua aspek penting yang harus diperbaiki, yakni tata kelola dan integritas pribadi.
"Secara tata kelola, kebijakan dari pemerintah pusat harus diubah agar ada keseimbangan antara dana yang dibebaskan kepada daerah dan yang diikat oleh pusat," jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan penjagaan integritas pengambil keputusan di daerah agar tetap tinggi. Ia berharap hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran daerah.
“Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara optimal,” tuturnya.
Ketua Jurusan Manajemen FEB Universitas Tanjungpura Heriyadi, SE, ME, PhD, mengungkapkan bahwa PSDIM ini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia secara umum. Dalam upaya meningkatkan daya tarik, PSDIM juga menawarkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan studi doktoral.
"Kami ingin mempromosikan program ini, terutama kepada masyarakat Kalbar, agar mereka yang sudah menyelesaikan studi master dapat melanjutkan ke program S3," terangnya.
Selain itu, program di jurusan yang dipimpinnya ini sedang dalam proses pengajuan akreditasi internasional. Untuk mencapai hal tersebut, FEB Untan aktif menjalin kolaborasi dengan institusi internasional, termasuk melibatkan penguji dari luar negeri seperti Universitas Malaysia Sarawak (Unimas).
"Aktivitas internasional ini penting untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar siap terakreditasi secara internasional," tambah Heriyadi.
Sejak berdiri 11 tahun lalu, program ini telah meluluskan 34 doktor. Heriyadi juga menjelaskan bahwa FEB Untan memiliki tiga jurusan utama, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi, yang masing-masing menawarkan program S1, S2 dan S3.
“Dengan pencapaian ini, diharapkan PSDIM FEB Untan terus menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral di bidang manajemen,” pungkasnya. (prokopim)
Jelang Imlek, Harga Bapok Masih Stabil
Sekda Amirullah Pimpin Monitoring Harga Pangan di Pasar Flamboyan
PONTIANAK - Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan distributor menjelang Imlek. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah memimpin langsung monitoring di Pasar Flamboyan dan distributor yang berlokasi di Jalan Adisucipto.
Hasil monitoring tim gabungan dari berbagai unsur terkait, harga kebutuhan pokok masih terkendali. Meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan seperti ikan kembung Rp45.000 per kilogram, ikan teri asin Rp105.000 per kilogram, bawang putih Rp40.667 per kilogram, sawi hijau Rp3.667 per kilogram, kangkung Rp10.000 per kilogram dan kacang panjang Rp12.000 per kilogram.
Namun demikian, ada pula sejumlah komoditas yang mengalami penurunan, antara lain cabai keriting Rp26.000 per kilogram, cabai besar Rp25.333 per kilogram, cabai rawit merah Rp61.333 per kilogram, cabai rawit hijau Rp56.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per kilogram, daging ayam ras Rp24.000 per kilogram, ikan bandeng Rp20.000 per kilogram, tomat Rp20.667 per kilogram dan ketimun Rp5.000 per kilogram.
Amirullah menerangkan monitoring yang dilakukan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak ini merupakan bagian dari rutinitas dalam memantau kondisi harga dan stok pangan di Kota Pontianak, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk jelang perayaan Imlek. Ia menyebut, harga minyak goreng subsidi di Pontianak masih berada dalam kisaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni antara Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter.
"Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk melindungi konsumen, dan saat ini harga minyak goreng masih terkendali," ujarnya usai menggelar sidak di Pasar Flamboyan dan distributor bahan pokok di Jalan Adisucipto, Kamis (23/1/2025).
Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah komoditas lain seperti bawang merah, cabai dan ayam. Beberapa komoditas menunjukkan penurunan harga, sementara harga daging sapi dan ikan mengalami sedikit peningkatan.
"Harga telur mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan minggu lalu, mungkin dikarenakan menjelang Imlek sehingga kebutuhan meningkat," tambah Amirullah.
Dia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang di pasaran. Oleh sebab itu, ia mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, karena ini dapat mempengaruhi daya beli konsumen.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga berupaya menjamin kelancaran distribusi dan meningkatkan pasokan melalui program-program pengendalian inflasi,” ungkapnya.
Harga cabai sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga. Sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga cabai, pihaknya telah meluncurkan program pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan pasokan cabai merah di tingkat rumah tangga.
"Program ini menyasar komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi, salah satunya cabai," jelas Sekda.
Amirullah menegaskan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok dan distribusi di Pontianak saat ini aman. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok.
“Kita berkomitmen untuk terus memantau situasi dan melaporkan kondisi di lapangan kepada pemerintah pusat sebagai bahan kebijakan lebih lanjut,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Momen Imlek dan Cap Go Meh Simbol Kerukunan dan Keberagaman
PONTIANAK - Menjelang perayaan Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2025 dan Cap Go Meh (CGM), Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menyebut, perayaan Imlek dan CGM menjadi simbol kerukunan dan keberagaman masyarakat Kota Pontianak.
“Semoga perayaan Imlek dan Cap Go Meh ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).
Menurutnya, perayaan Imlek dan CGM ini sudah menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari Kota Pontianak. Sebab kedua perayaan ini adalah warisan budaya yang harus dijaga bersama sebagai cerminan keharmonisan antaretnis di Pontianak.
Dirinya menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama rangkaian perayaan Imlek dan CGM berlangsung.
"Tentunya pihak terkait telah mempersiapkan agar masyarakat dapat menikmati perayaan dengan nyaman dan aman," jelasnya.
Tahun ini, festival Cap Go Meh dimeriahkan dengan parade barongsai dan atraksi naga bersinar. Menurut Edi, antusiasme masyarakat dalam mengikuti perayaan ini menunjukkan kuatnya nilai-nilai toleransi di Kota Pontianak.
"Saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2576 kepada seluruh warga Tionghoa di Kota Pontianak. Semoga tahun ini membawa berkah dan kesejahteraan bagi kita semua," tutupnya. (prokopim)