,
menampilkan: hasil
Zizi Senang Bisa Lihat CCTV di Pontive Center
Siswa SD Al Azhar Kunjungi Kantor Wali Kota, Kenalkan Pemerintahan Sejak Dini
PONTIANAK - Pemandangan unik terlihat di Kantor Wali Kota Pontianak. Betapa tidak, kantor Pemerintahan Kota Pontianak yang biasanya menerima kunjungan dari berbagai instansi dan tamu-tamu lainnya, kali ini ratusan anak-anak dari SD Al Azhar datang untuk melihat langsung aktivitas di lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Jumat (14/2/2025). Para siswa diajak mengelilingi Kantor Wali Kota untuk melihat langsung situasi dan aktivitas kantor pemerintahan.
Satu di antara siswa SD Al Azhar yang ikut serta dalam rombongan, Zizi mengungkapkan, ia baru pertama kalinya berkunjung ke Kantor Wali Kota. Saat masuk ke Ruang Pontive Center, dirinya mengaku senang karena bisa melihat langsung kondisi jalan-jalan di Kota Pontianak melalui CCTV yang ada di ruangan itu.
“Senang sekali bisa melihat jalan-jalan yang biasa saya lewati saat pulang sekolah melalui CCTV, ternyata lalu lintas bisa dipantau dari sini,” ungkapnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengatakan, kunjungan lapangan yang dilakukan oleh SD Al Azhar ini bernilai positif bagi anak-anak karena secara dini mereka mengenal bagaimana dunia pemerintahan dalam mengelola daerah. Bahkan ia memuji keaktifan siswa-siswi untuk berani bertanya terkait bagaimana kiat memimpin di pemerintahan.
“Anak-anak sangat antusias untuk bertanya tentang pemerintahan. Ini menjadi sinyal baik dan modal kita bagi orang tua agar menjelaskan kepada anak-anak secara perlahan tentang dunia pemerintahan seperti apa,” tuturnya.
Di setiap ruangan, mereka mendapatkan penjelasan tentang fungsi dan peran masing-masing unit dalam mendukung jalannya pemerintahan kota. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman edukatif secara langsung kepada siswa mengenai bagaimana pemerintah daerah bekerja.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa belajar langsung dari para pemimpin daerah dan memahami bagaimana kebijakan dibuat serta bagaimana pemerintah bekerja untuk masyarakat,” sebut Edi.
Kepada para pelajar, Pj Wali Kota berpesan agar anak-anak terus belajar dan bercita-cita tinggi demi masa depan yang lebih baik. Ia turut berharap agar pendidik memanfaatkan teknologi dalam menyampaikan materi.
“Kita harus rajin belajar, memiliki semangat yang tinggi, serta selalu berbuat baik kepada sesama. Seorang pemimpin harus jujur, disiplin, dan mau bekerja keras untuk rakyatnya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pastikan Kebugaran Jamaah Calon Haji, Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan
PONTIANAK - Dalam rangka persiapan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak melaksanakan serangkaian kegiatan, termasuk tes kebugaran bagi JCH Kota Pontianak.
Kepala Dinkes Kota Pontianak Saptiko menjelaskan bahwa pihaknya memiliki dua tugas utama terkait persiapan ini.Tugas pertama adalah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah Jamaah Calon Haji memenuhi syarat istita’ah, yaitu mampu secara fisik dan kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.
“Tugas kedua adalah melakukan pembinaan kesehatan bagi Jamaah Calon Haji agar mereka dapat berangkat haji dalam kondisi sehat dan bugar,” ujarnya saat memantau pemeriksaan kebugaran para JCH di Asrama Haji Pontianak, Kamis (13/2/2025).
Menurut Saptiko, tes kebugaran yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk menilai tingkat kebugaran fisik JCH. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan jamaah calon haji yang kebugarannya kurang, maka pihaknya akan melakukan pembinaan lebih lanjut. Hal ini dinilai penting karena ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Pembinaan kesehatan ini mencakup berbagai upaya, termasuk mendorong JCH untuk meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga secara rutin.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu jamaah calon haji mencapai tingkat kebugaran yang optimal sebelum keberangkatan,” ungkap Saptiko.
Terkait jumlah peserta tes kebugaran, Saptiko menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu data final dari Kementerian Agama.
“Biasanya, jumlah jamaah yang mengikuti tes kebugaran berkisar antara 700 hingga 800 orang,” sebutnya.
M Saleh (70), satu di antara JCH asal Pontianak, menyampaikan rasa syukurnya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan hasil baik. Dalam pemeriksaan terakhir, tensi darahnya dinyatakan normal, dan dirinya siap untuk melanjutkan proses keberangkatan haji.
“Alhamdulillah, hasil tensi bagus," ungkap
warga Pontianak Barat ini.
Meski sudah berusia lanjut, ia tetap optimis dan disiplin dalam menjaga kesehatannya. Ia pun masih mengkonsumsi obat secara rutin agar kesehatannya tetap terjaga. Saleh mengaku tidak memiliki keluhan berarti selama pemeriksaan kesehatan.
"Tadi tensi darah sudah dicek, semuanya selesai. Tinggal pulang saja," pungkasnya.
Saleh menjadi salah satu dari ratusan JCH asal Pontianak yang sedang bersiap untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilalui oleh setiap jamaah untuk memastikan kesiapan fisik mereka sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes Kota Pontianak dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji serta memastikan calon jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan kondisi fisik yang optimal. (*)
Pikat Investasi ke Pontianak Lewat Integrasi Data
Evaluasi Pontianak Dalam Angka 2025
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menilai pentingnya integrasi data sebagai sebuah strategi untuk menarik investasi. Menurutnya, Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa memiliki potensi bisnis yang memikat. Hanya saja menjadi tugas pengemban kebijakan dalam hal ini produsen data agar setiap data dapat terintegrasi dengan baik.
“Sehingga para investor, pebisnis, pengusaha dan semisal, itu kalau mau menanamkan modal perlu melihat data terlebih dahulu. Makanya data-data semua sektor harus diintegrasikan,” katanya usai membuka kegiatan Evaluasi dan Publikasi Kota Pontianak dalam Angka Tahun 2025 di Aula Muis Amin Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Kamis (13/2/2025).
Edi Suryanto melanjutkan bahwa data yang ada harus akurat, konsisten dan terus diperbaharui, karena hasil akhir dari data itu sendiri adalah kebijakan yang tepat sasaran oleh pemangku kepentingan, baik datang dari dunia pemerintah hingga sektor swasta.
“Jadi kita lihat di Pontianak Dalam Angka 2025 nanti penduduknya berapa, yang sekolah berapa, jumlah rumah dan kendaraan berapa,” sebut Pj Wali Kota.
Nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kota Pontianak mencapai 2,68 poin. Nilai ini, kata Edi, berada di atas rerata nasional yaitu 2,35. Namun dirinya berharap angka tersebut dapat ditingkatkan.
“Sekali lagi terima kasih kepada OPD sebagai produsen data serta instansi terkait. Pesan saya lewat forum ini kita komunikasikan masing-masing persoalan terkait data,” imbuhnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak Dody Saputro menambahkan, buku Pontianak Dalam Angka 2025 bersumber dari data dasar yang dihasilkan BPS dan data sektoral yang dikumpulkan instansi se-Kota Pontianak.
“Hasil kerjasama ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 tentang Statistik,” paparnya.
Dody menjelaskan, penyusunan Pontianak Dalam Angka merupakan agenda tahunan. Di tahun ini, pihaknya menargetkan akan merilis buku tersebut pada tanggal 28 Februari mendatang.
“Kita selalu berusaha untuk merilisnya tepat waktu, ini wujud komitmen BPS dan pemerintah daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen akan data yang akurat dan berkualitas,” tutupnya. (kominfo)
39 Naga Bersinar Tebar Pesona di Bumi Khatulistiwa
Edi Suryanto Sebut Cap Go Meh Beri Dampak Ekonomi Masyarakat
PONTIANAK - Pesona 39 ekor replika naga dengan hiasan lampu beraneka warna di sekujur tubuhnya mampu menghipnotis ribuan penonton sepanjang Jalan Gajah Mada. Betapa tidak, naga-naga yang berasal dari beberapa yayasan dan perkumpulan dimainkan secara apik oleh para pemain pada Karnaval Naga Bersinar dalam rangka memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2576 Kongzili di Pontianak. Naga-naga yang memancarkan cahaya dari lampu led ini mulai menapaki dari simpang lampu merah Jalan Patimura menuju Jalan Gajah Mada. Sepanjang jalan, masing-masing naga unjuk kebolehan dengan menampilkan atraksi permainannya. Konvoi berakhir di Jalan Budi Karya.
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto bersama sejumlah tamu undangan turut hadir untuk menyaksikan Karnaval Naga Bersinar di panggung utama depan Swalayan Ligo Mitra Jalan Gajah Mada. Edi menilai karnaval yang digelar dalam rangka perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak ini tidak hanya sekadar merayakan tradisi budaya masyarakat Tionghoa, akan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Pasalnya, dari laporan awal yang diterimanya bahwa adanya peningkatan aktivitas ekonomi, seperti tingginya tingkat hunian hotel dan meningkatnya jumlah penumpang pesawat yang datang ke Pontianak.
"Kemarin sudah saya dapatkan laporannya, pesawat alhamdulillah penuh, hotel-hotel juga hampir penuh, bahkan mungkin hari ini sudah penuh. Artinya banyak tamu-tamu dari luar yang datang ke Pontianak dan ini akan berdampak luar biasa bagi perekonomian kita,” ujarnya usai menghadiri Karnaval Naga Bersinar, Rabu (12/2/2025) malam.
Selain itu, sambung Edi, tingginya tingkat kunjungan ke Pontianak menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata di kota ini. Hal itu menunjukkan perayaan Cap Go Meh di Pontianak mampu menyedot banyak pengunjung sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Sebut saja sektor makanan dan minuman, termasuk restoran dan pelaku UMKM, juga merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung. Ia menyebutkan bahwa banyak pedagang kecil memanfaatkan momen ini untuk membuka lapak di sepanjang lokasi yang dilalui karnaval naga.
"Dengan banyaknya pengunjung, pasti mereka makan di restoran, jajan kuliner, membeli souvenir dan sebagainya sehingga dengan demikian UMKM mendapatkan manfaatnya," tambahnya.
Edi berujar, tujuan utama penyelenggaraan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi perayaan Cap Go Meh menjadi momentum bagi Kota Pontianak untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke kota berjuluk Khatulistiwa ini.
"Justru dengan adanya kegiatan ini tujuannya adalah menambah kesejahteraan, menambah pendapatan, supaya masyarakat mendapatkan tambahan ekonomi yang membuat semua orang senang," tuturnya.
Ketua Panitia Cap Go Meh 2576 Hendry Pangestu Lim, menjelaskan berbagai rangkaian acara berlangsung selama perayaan Cap Go Meh ini. Diawali dengan 10 ekor naga mengikuti ritual buka mata, disusul oleh 29 ekor lainnya.
“Total ada 39 ekor naga bersinar yang tampil berkarnaval pada malam ini ,” jelasnya.
Hendry menambahkan Karnaval Naga Bersinar menampilkan 39 ekor naga yang berparade mulai dari persimpangan lampu merah Jalan Patimura menyusuri sepanjang Jalan Gajah Mada. Di depan panggung utama, naga-naga tersebut berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan kepada tamu-tamu undangan serta menerima angpao. Jalan Budi Karya menjadi titik terakhir parade Naga Bersinar.
“Puncak Festival Cap Go Meh akan ditutup pada 13 Februari dengan ritual ‘Naga Tutup Mata’, yaitu pembakaran naga di Yayasan Bakti Suci Sungai Raya,” terangnya.
Ritual ini, lanjut Hendry, dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta tamu-tamu penting yang hadir. Jika ritual buka mata naga dilakukan untuk meminta izin restu kepada leluhur, maka penutup mata menjadi simbol akhir dari tradisi ini. Ia juga menyampaikan harapannya untuk festival Cap Go Meh tahun ini.
"Harapan kami, Pontianak menjadi kota yang sejahtera, aman, dan semua kegiatan berjalan lancar. Melalui tradisi ini, kita juga ingin menekankan pentingnya saling menghargai antar etnis dan agama,” tukasnya.
Erwin (38), satu di antara ribuan warga yang menyaksikan Karnaval Naga Bersinar berujar, dirinya sudah dari pukul 18.15 WIB berada di lokasi. Alasannya, ia ingin mendapat posisi yang startegis untuk melihat langsung parade naga bersinar yang unik.
“Saya memang sengaja awal datang ke sini (Jalan Gajah Mada) karena ini momen yang ditunggu-tunggu sambil membawa keluarga menyaksikan naga bercahaya lampu, anak-anak suka melihatnya,” ungkapnya sambil menikmati pemandangan naga bersinar bersama istri dan anak-anaknya. (prokopim)