,
menampilkan: hasil
Launching Ligat PSC 119, Wali Kota Harap Warga Terbantu
Layanan Gawat Darurat 24 Jam
PONTIANAK - Warga Pontianak yang membutuhkan layanan gawat darurat, seperti layanan cepat tanggap darurat kesehatan, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, bencana alam, kebakaran dan lainnya, kini cukup menghubungi 119, nomor layanan Link Gawat Darurat (Ligat) Public Safety Center. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, diluncurkannya Ligat PSC 119 ini bertujuan memberikan pelayanan gawat darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Dengan adanya layanan ini diharapkan warga yang membutuhkan penanganan cepat seperti serangan jantung, stroke, termasuk penyakit-penyakit lainnya serta kejadian bencana alam bisa segera tertangani," ujarnya usai melaunching Ligat PSC 119 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Senin (15/8/2022).
Dalam pelaksanaannya, sarana prasarana pusat layanan ini berbasis aplikasi dan peralatan yang disiapkan untuk menerima laporan gawat darurat, termasuk ambulance. Layanan ini tersedia 24 jam.
"Silakan menghubungi nomor akses tersebut jika ada warga yang membutuhkan layanan gawat darurat," kata Edi.
Agar layanan Ligat PSC 119 ini berjalan optimal, pihaknya sudah memetakan titik-titik rawan, mulai dari fasilitas kesehatan, logistik, jarak terdekat dengan pelayanan kesehatan serta koordinasi instansi terkait. Ligat PSC 119 ini tidak hanya fokus pada layanan gawat darurat kesehatan saja, tetapi juga penanganan bencana alam maupun kebakaran dan situasi darurat lainnya.
"Layanan Link Gawat Darurat ini melibatkan Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas PUPR, dan ada beberapa instansi lainnya untuk tanggap darurat," imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko menjelaskan, memang awalnya layanan serupa sudah tersedia di Dinas Kesehatan Kota Pontianak, hanya belum optimal. Oleh sebab itu, dengan diluncurkannya Ligat PSC 119 ini diharapkan lebih optimal dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat karena sakit maupun dalam kondisi bencana.
"Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan darurat," ungkapnya.
Dengan adanya Ligat PSC 119 ini, lanjut Saptiko, ketika terjadi bencana atau kecelakaan dan keadaan darurat lainnya, baik dihubungi atau tidak, petugas hadir untuk membantu masyarakat. Sarana prasarana seperti ambulance beserta peralatannya juga sudah siap. Kemudian untuk aplikasi dan informasi sudah ada di posko yang berada di Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Untuk mekanisme pelayanan, warga yang mengalami kegawatdaruratan, seperti serangan jantung atau stroke, bila memerlukan ambulance bisa langsung menghubungi nomor call center 119.
"Kemudian kalau ada bencana atau kebakaran, bisa juga menghubungi call center karena kita jejaring dengan damkar dan BPBD Kota Pontianak, layanan ini 24 jam," imbuhnya.
Dalam layanan Ligat PSC 119 ini, selain dari Dinas Kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, pihaknya juga melibatkan Forum Ambulance Kota Pontianak, damkar dan BPBD untuk layanan tanggap darurat. Pengembangan selanjutnya, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi atau pihak-pihak terkait untuk layanan kegawatdaruratan lainnya.
"Seperti ada bencana, pohon tumbang dan lainnya. Semua itu nantinya akan terintegrasi dalam layanan Ligat 119 sehingga bisa membantu warga secara cepat," pungkasnya. (prokopim)
Lomba Mewarnai Inspirasi Anak Lebih Kreatif
Wali Kota Edi Kamtono Buka Lomba Mewarnai Tingkat Anak-anak
PONTIANAK - Gedung Pontianak Convention Center (PCC) dipadati ribuan anak yang sibuk mewarnai di atas kerta gambar. Seorang anak seketika menghentikan aktivitasnya sejenak tatkala ditanya Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, gambar apa yang diwarnainya. 'Gambar orang berpakaian adat' jawabnya. Ia pun diminta memperlihatkan gambar yang telah diwarnai untuk difoto bersama Wali Kota Edi Kamtono dan Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.
Sebanyak 1.005 anak mengikuti Lomba Mewarnai yang digelar TP PKK Kota Pontianak bekerjasama dengan Tupperware di Gedung PCC, Minggu (14/8/2022). Lomba mewarnai dalam rangka Hari Anak Nasional dan Hari Kemerdekaan RI ke-77 ini mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Edi mengapresiasi digelarnya lomba mewarnai yang juga mengikutsertakan anak-anak disabilitas untuk mengembangkan kreativitas mereka.
"Mudah-mudahan dengan adanya lomba ini bisa menginspirasi anak-anak untuk lebih kreatif dan maju," katanya.
Menurutnya, lewat lomba ini pula minat dan bakat mereka bisa tersalurkan dan dikembangkan menjadi seniman pelukis atau arsitek. Kesuksesan anak-anak tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan orang tua, tetapi juga bagi Kota Pontianak.
"Bukan tidak mungkin, ada anak-anak dari Pontianak yang bisa mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat dunia, dan itu sudah pernah ada," ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menuturkan, tujuan digelarnya lomba ini antara lain mengenalkan budaya Indonesia pada anak-anak sejak dini, mengembangkan kreativitas anak usia dini dan sebagai sarana mengembangkan bakat dan mencintai tanah air Indonesia dengan tetap menjaga lingkungan bersih.
"Tema yang kita angkat Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini menjadi rangkaian dalam menyambut Hari Anak Nasional dan Hari Kemerdekaan RI ke-77," ungkapnya.
Dirinya tak menyangka antusias peserta membludak. Padahal target jumlah peserta hanya 800 anak, tetapi jumlah yang mendaftar mencapai 1.005 peserta. Ada tiga kategori dalam lomba mewarnai, yakni kategori A untuk anak PAUD dan TK. Kategori B untuk siswa SD Kelas 1-3, Kategori C siswa SD kelas 4-6.
"Kami juga mengikutsertakan 80 anak disabilitas dan anak-anak yatim piatu," sebut Yanieta. (prokopim)
Momen HUT RI Gelorakan Semangat Gotong Royong dan Persaudaraan
PONTIANAK - Berbagai kegiatan dan perlombaan digelar untuk memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendukung berbagai kegiatan yang digelar menyemarakkan HUT RI ke-77 yang bernilai positif. Seperti event-event perlombaan maupun gerakan gotong royong dinilai menjadi salah satu kegiatan meningkatkan tali silaturahim antar warga. Apalagi biasanya dalam sehari-hari semua disibukkan dengan pekerjaan dan berbagai aktivitas sehingga tidak sempat meluangkan waktu sekadar bertemu dengan tetangga di lingkungan. Momentum 17 Agustus ini menjadi kesempatan semua warga saling bertemu dan silaturahim.
"Sehingga lewat momentum ini semakin mempererat dan mengakrabkan warga satu sama lainnya. Inilah yang harus terus kita gelorakan semangat persaudaraan," ujarnya saat membuka Semarak HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang digelar Karang Taruna dan RW 05 di Gang Pemuda Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (14/8/2022).
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar saat perayaan HUT RI saja, tetapi di momen lainnya seperti Hari Jadi Kota Pontianak dan hari-hari besar lainnya yang dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun dan menjalin kebersamaan serta kekeluargaan.
Kepada warga yang hadir, Edi berpesan agar kegiatan menanam pohon, menjaga lingkungan bersih, olahraga dan kegiatan produktif lainnya, tidak hanya dilakukan setiap hari Minggu, tetapi menjadi kebiasaan setiap hari. Gerakan itu menurutnya sebagai hal yang positif. Pola hidup sehat juga mesti digalakkan sehingga meskipun sudah memasuki lanjut usia (lansia), tetapi kualitas hidup masih cukup baik, masih bisa membaca walau tanpa kaca mata, masih bisa berjalan kaki .
"Karenanya trotar-trotoar yang dibangun juga dibarengi dengan penanaman pohon sehingga lebih nyaman bagi mereka pejalan kaki terutama lansia," tuturnya.
Plt Lurah Saigon, Fajar menuturkan, antusias warga di Kelurahan Saigon semangat dalam memeriahkan HUT RI ke-77. Mulai dari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, menghias gerbang, memasang bendera dan umbul-umbul serta menggelar berbagai perlombaan di tingkat RT dan RW.
"Hal ini menunjukkan bahwa warga semangat dalam menyambut Hari Kemerdekaan," ungkapnya.
Warga Kelurahan Saigon dinilainya memiliki semangat gotong royong yang sangat tinggi, saling bahu-membahu menciptakan lingkungan yang bersih, indah, nyaman dan aman. Inovasi di Kelurahan Saigon pun cukup banyak.
"Di antaranya Kampung Tangguh, Kampung Pancasila, Kampung Donor Darah, Kampung Buah dan Hatinya PKK," pungkasnya. (prokopim)
36 Atlet Taekwondo Asal Pontianak Siap Berlaga di Malaysia
Pelepasan Kontingen Super Champ Taekwondo
PONTIANAK - Sebanyak 36 atlet taekwondo asal Kota Pontianak akan berlaga pada kompetisi tingkat internasional, Premier of Borneo Cup di Malaysia dalam beberapa hari kedepan. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Aswin Dja’far.
“Ada 22 atlet putra dan 14 putri, kami berharap bisa bersaing dengan maksimal serta menjunjung tinggi sportivitas. Tidak kalah penting pula jaga disiplin,” ungkapnya usai melepas secara simbolis kontingen Super Champ Taekwondo, di Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (13/8/2022).
Aswin menerangkan, terlaksananya agenda ini direncanakan akan dimulai dari tanggal 18 hingga 21 Agustus mendatang. Dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya dukungan dari para pelatih dan orang tua.
“Bapak Wali Kota juga mengucapkan terima kasih untuk peran semua sektor yang terlibat membantu, mulai dari pelatih dan orang tua atas prestasi atlet di kancah dunia,” terang dia.
Ia juga berpesan agar atlet memiliki jiwa disiplin yang tinggi serta berkompetisi dengan sehat. Selain itu pula diperlukan tenggang rasa kepada hasil yang nantinya akan didapat.
“Kalah dan menang itu biasa, yang penting harus tetap berlatih dan terus disiplin. Dengan itu para atlet akan bersinar,” tutupnya.
Beberapa pimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Kalbar turut hadir pada kegiatan itu. Turut hadir pula Pengurus Kota TI Kota Pontianak.
Sebelumnya, para atlet yang akan berlaga ini telah melakukan seleksi ketat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) maupun KONI Kota Pontianak dengan memperebutkan piala Wali Kota, beberapa waktu lalu. (kominfo)