,
menampilkan: hasil
Bahasan Cup Seri 2 Jadi Ruang Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Turnamen Mini Soccer Bahasan Cup Seri 2 di Lapangan Timur Arena, Jalan Pemda, Jumat (21/8/2026) malam.
Turnamen yang diikuti 34 tim tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara perangkat pemerintah dengan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 tim berasal dari kelurahan, ditambah tim Bahasan Official selaku tuan rumah, Bank Kalbar, PDAM, Bank Khatulistiwa, serta PS Pemkot.
Bahasan mengatakan, olahraga dapat menjadi ruang bagi perangkat pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ia berharap turnamen ini dapat membuat hubungan antara pemerintah dan warga semakin menyatu.
“Semoga ajang ini menjadi ajang silaturahmi untuk kita semua, terutama perangkat pemerintah mulai dari lurah, untuk terus bisa bersama dan menyatu dengan masyarakat,” ujar Bahasan.
Menurutnya, kehadiran para lurah dan perangkat pemerintah dalam kompetisi juga dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Pertemuan di lapangan diharapkan tidak berhenti pada pertandingan, tetapi turut menjadi kesempatan untuk bertukar informasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Semoga kompetisi ini bisa mempersatukan, mempererat jalinan silaturahmi dalam bekerja, melaksanakan tugas dan fungsi kami sehingga masyarakat bergembira, masyarakat bisa curhat, bisa saling memberikan informasi,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Bahasan Cup Seri 2 juga menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi dalam kompetisi mini soccer.
Bahasan berpesan agar seluruh pemain mengedepankan sportivitas dan kerja sama tim selama pertandingan. Menurutnya, kompetisi tidak semata-mata tentang menjadi juara.
“Jangan hanya ingin menunjukkan ego di lapangan. Kerja sama tim yang paling kita dambakan, yang akan membuat para penonton ceria dan terhibur,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menikmati pertandingan dan menjaga persaudaraan, persahabatan, serta kekeluargaan yang terbangun selama turnamen.
“Ini bukan semata-mata untuk kita menjadi juara, tapi persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan yang harus kita terus jalin bersama,” katanya.
Bahasan Cup Seri 2 juga menawarkan hadiah utama yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada seri pertama hadiah utama berupa sapi, kali ini panitia menyiapkan satu unit sepeda motor Vario beserta uang tunai dengan total hadiah sekitar Rp50 juta.
“Kalau dulu kan sapi itu, saya khawatir sapinya takut lepas, tidak ada yang bisa mengendalikan. Sehingga pada seri 2 ini kita ubah dengan motor yang merek Vario beserta uang tunai,” ungkap Bahasan. (prokopim)
Wako Edi Dorong Atlet Pecahkan Rekor di Kejuaraan Renang Antarklub
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Kejuaraan Renang Antarklub se-Kota Pontianak tahun 2026 di Kolam Renang Ampera, Jumat (21/8/2026). Ia berharap kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Edi mengatakan, para atlet harus memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menguji kemampuan, memperbaiki catatan waktu, dan meningkatkan mental bertanding. Ia berharap seluruh peserta dapat tampil optimal dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Saya berharap kejuaraan ini berjalan lancar. Adik-adik bisa optimal mencapai waktu tercepat, kalau bisa rekor Porprov,” ujarnya.
Ia juga memberi motivasi kepada para atlet agar berani menargetkan prestasi lebih tinggi. Bahkan, Edi menyebut akan menyiapkan bonus apabila ada atlet yang mampu memecahkan rekor nasional. Menurutnya, Kota Pontianak memiliki fasilitas kolam renang yang representatif dan berstandar baik. Fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh atlet, pelatih, maupun klub untuk meningkatkan kualitas latihan dan prestasi.
“Berlatihlah seoptimal mungkin dengan memanfaatkan prasarana yang representatif ini. Ini sudah standar olimpiade,” jelasnya.
Edi berharap pembinaan yang dilakukan klub-klub renang di Pontianak dapat melahirkan atlet berprestasi. Ia menargetkan atlet renang Pontianak mampu meraih hasil terbaik pada Porprov mendatang.
“Saya berharap nanti di Porprov, adik-adik bisa mendapatkan emas semuanya, medali terbaik,” ujarnya.
Ketua Panitia Kejuaraan Renang Antarklub se-Kota Pontianak Tahun 2026, Yusnaldi mengatakan ajang ini merupakan persiapan dan seleksi menuju porprov, sekaligus bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kejuaraan ini diikuti 60 peserta dari berbagai klub renang di Kota Pontianak. Jumlah tersebut terdiri dari 35 atlet putra dan 25 atlet putri.
Menurutnya, pembinaan atlet renang tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan rutin. Atlet juga membutuhkan pengalaman bertanding agar mampu mengukur kemampuan dan terbiasa menghadapi tekanan kompetisi.
“Dari kejuaraan ini kita bisa melihat potensi atlet, baik putra maupun putri, yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kota Pontianak pada Porprov Kalbar,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Kejuaraan ini, lanjutnya, bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga membangun disiplin, semangat kompetitif, dan kebanggaan terhadap olahraga renang.
Yusnaldi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, para pelatih, klub, orang tua atlet, panitia, serta semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kejuaraan ini berjalan lancar dan melahirkan atlet-atlet renang terbaik Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
Bahasan Dorong Pesilat Tingkatkan Prestasi
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menutup Turnamen Pencak Silat Bahasan Cup III di GOR Kota Pontianak, Jalan Tabrani Ahmad, Minggu (16/8/2026) malam. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, juri, panitia, orang tua, dan perguruan pencak silat yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut.
Bahasan mengatakan, Bahasan Cup menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet pencak silat di Kota Pontianak. Menurutnya, turnamen seperti ini penting untuk memberi ruang kompetisi bagi para pesilat, sekaligus menumbuhkan sportivitas, disiplin, dan semangat berprestasi.
“Selamat kepada yang sudah meraih prestasi. Kepada yang belum meraih prestasi, tingkatkan lagi latihan untuk menuju prestasi tahun depan,” ujarnya.
Ia berharap Bahasan Cup dapat terus melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi dari Kota Pontianak. Para pesilat muda diminta tidak berhenti berlatih, karena keberhasilan dalam olahraga membutuhkan proses, ketekunan, dan pembinaan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan kita bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan membawa nama baik Kota Pontianak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bahasan Cup ke depan perlu semakin dievaluasi dan diperkuat. Evaluasi tersebut penting agar pelaksanaan turnamen berikutnya berjalan lebih baik, tertib, dan memberi pengalaman bertanding yang lebih berkualitas bagi peserta.
Ia juga mengapresiasi kebersamaan para perguruan pencak silat yang hadir dari berbagai gelanggang. Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga mempertemukan para pesilat dalam semangat persaudaraan. Ia berharap turnamen ini dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan persiapan lebih matang dan peserta yang lebih bersemangat.
“Jika ada umur kita panjang, marilah kita berjumpa lagi di Bahasan Cup tahun depan,” pungkasnya. (prokopim)
Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini dapat dipromosikan lebih luas hingga tingkat Kalimantan Barat, nasional, maupun internasional.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” jelasnya usai membuka Lomba Sampan Bidar tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Ia menyebut, lomba sampan bidar juga berpeluang melibatkan peserta dari negara tetangga, seperti Sarawak, Brunei, dan Sabah. Menurutnya, kesamaan budaya sungai dan tradisi perahu dapat menjadi daya tarik untuk memperluas jejaring kegiatan.
“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan menarik antusiasme warga.
Edi mengatakan, lomba sampan bidar tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif bagi aktivitas warga, pelaku UMKM, serta penguatan budaya tepian sungai di Kota Pontianak.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat besar. Tidak hanya warga Kampung Yuka, peserta dan pengunjung juga datang dari berbagai wilayah, termasuk Sungai Kupah, Kubu Raya, hingga Mempawah.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan budaya seperti sampan bidar sangat tinggi. Apalagi dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menanggapi aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia menyebut beberapa keluhan, seperti akses jalan, gertak, dan lingkungan sekitar, akan menjadi perhatian pemerintah.
“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Edi menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat harus diiringi dengan persiapan yang baik dari panitia. Ia meminta penyelenggara mulai melakukan evaluasi sejak dini agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih matang, aman, dan semakin meriah.
Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Kampung Yuka, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke parit maupun sungai.
“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.
Edi juga meminta panitia memperhatikan keselamatan penonton maupun atlet yang bertanding. Menurutnya, kegiatan di sungai harus dijalankan dengan pengamanan yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.
Ia berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya, olahraga air, hiburan rakyat, sekaligus penggerak ekonomi warga.
“Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga lomba sampan bidar semakin meriah, menjadi kebanggaan masyarakat, dan memberi manfaat bagi Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)