,
menampilkan: hasil
Kontingen Pontianak Dominasi Juara FLS2N Tingkat Kalbar
Siap Mewakili Kalbar di Tingkat Nasional
PONTIANAK - Kontingen Kota Pontianak mendominasi juara pertama pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SD dan SMP Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Adapun cabang lomba yang berhasil diraih sebagai juara pertama antara lain Juara Gambar Bercerita yang diraih oleh Naveeza Khansa Andhea dari SD Mujahidin, Juara Seni Tari dari SD Plus Gembala Baik, Juara Musik Tradisi SMP Santo Fransiskus Asisi Pontianak, Juara Menyanyi Solo Maria Christabel Viona dari SMP Pelita Cemerlang, Juara Pantomim SMP Negeri 03 Pontianak, Juara Tari Kreasi SMP Negeri 03 Pontianak dan Juara Ansamble Musik SMP Bruder. Peserta yang berhasil meraih juara pertama, nantinya akan mewakili Provinsi Kalbar pada FLS2N Tingkat Nasional.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan apresiasinya kepada peserta yang berhasil meraih juara pada FLS2N Tingkat Provinsi Kalbar. Prestasi yang diukir para peserta didik dari Kota Pontianak pada ajang FLS2N ini diharapkan bisa memacu semangat mereka untuk lebih giat lagi meningkatkan kompetensinya di tingkat yang lebih tinggi
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan selamat kepada yang telah berhasil meraih juara, persiapkan diri untuk mengikuti ajang FLS2N tingkat nasional mendatang,” ujarnya, Jumat (21/6/2024).
Ani Sofian menilai capaian para siswa tersebut menunjukkan bakat dan prestasi yang luar biasa dalam berbagai cabang seni yang diperlombakan. Dia juga menekankan pentingnya peran seni dan budaya dalam pembangunan karakter serta identitas daerah. Ia berharap bahwa prestasi yang telah diraih oleh siswa Kota Pontianak dapat menjadi motivasi untuk lebih mengapresiasi seni sebagai bagian penting dari pendidikan.
"Tidak hanya dalam prestasi akademis, melainkan juga dalam pengembangan bakat dan kreativitas siswa. Seni adalah cerminan dari keberagaman budaya yang kita miliki, dan melalui festival seperti FLS2N ini, generasi muda dapat memperkuat identitas lokal mereka," tambahnya.
Para siswa yang berhasil meraih prestasi dalam kompetisi seni tersebut juga diharapkan nantinya dapat menjadi duta yang menginspirasi teman-teman sebaya mereka untuk lebih menghargai dan mengembangkan potensi di bidang seni. Dirinya berpesan agar mereka terus berlatih, berinovasi, dan tidak berhenti untuk belajar sehingga dapat mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, guru dan semua pihak yang telah memberikan dukungan serta arahan kepada siswa-siswi Kota Pontianak. Semoga prestasi ini terus memacu semangat mereka untuk menggali potensi yang dimilikinya,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian prestasi siswa Kota Pontianak sebagai peserta FLS2N tingkat Provinsi Kalbar tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam bidang seni, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan dalam upaya mendorong potensi, bakat dan kreativitas generasi muda dalam meraih prestasi yang gemilang.
“Sehingga dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan menghasilkan generasi muda yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan,” tutupnya. (prokopim)
Pj Wako Puji Kreativitas Siswa SDN 19 Pontianak Utara
Gelar Karya dan Pentas Seni Profil Pelajar Pancasila
PONTIANAK - Dalam upaya memperkuat kompetensi siswa dalam Profil Pelajar Pancasila, SDN 19 Pontianak Utara menggelar Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada pagelaran itu, tema yang diangkat adalah kewirausahaan dan kearifan lokal.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi dan mendukung pagelaran gelar karya dan pentas seni ini dalam membentuk profil pelajar Pancasila. Menurutnya, projek tersebut sejalan dengan Program Merdeka Belajar yang memang mengutamakan kreativitas dari para siswa, mulai dari tingkat dasar hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Melalui metode ini, siswa tidak hanya dituntut menggali ilmu, tetapi juga bisa berkreativitas sehingga mereka mempunyai bekal,” ujarnya usai membuka Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di halaman SDN 19 Pontianak Utara, Selasa (11/6/2024).
Ani Sofian juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiasi SDN 19 Pontianak Utara yang mendorong kreativitas siswa dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Daur ulang barang bekas yang dilakukan siswa itu dinilai sebagai sebuah inovasi dalam menjadikan sesuatu lebih bermanfaat.
“Aksi ini merupakan suatu inovasi bagi siswa kita untuk menghargai bahwa sampah itu bukan satu masalah, tapi sampah itu adalah suatu solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan penghasilan dari mengelola sampah,” tuturnya.
Selama ini sampah diidentikkan dengan sesuatu yang kotor dan berbau, menyumbat saluran air serta hal-hal yang dianggap tidak bermanfaat. Padahal, kata dia, sampah itu mempunyai nilai ekonomis apabila dikelola secara optimal.
“Maka dari itu melalui kreativitas siswa di SDN 19 ini, saya berharap sampah ini dapat dikelola dengan baik diberikan contoh kepada masyarakat sekitar sehingga sampah ini memberikan manfaat bagi kita semua,” imbuh Ani Sofian.
Meski sistem pendidikan berubah seiring berjalannya waktu, namun ia mengingatkan kepada para guru untuk tetap semangat dalam mengajar demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Majunya kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang berkomitmen untuk mendidik siswa menjadi SDM yang unggul,” sebutnya.
Ketua Panitia Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Eka Jumiyati berharap kegiatan yang digelar atas kerja sama antara sekolah dan orang tua peserta didik ini bisa menjadi wadah dalam menerapkan Profil Pelajar Pancasila.
“Sehingga mereka mampu berkembang menuju pembelajaran sesuai kurikulum Merdeka Belajar,” tuturnya.
Pada kegiatan ini, lanjutnya lagi, murni hasil kreasi peserta didik SDN 19 yang dibuat atas bimbingan para guru dan fasilitator. Berbagai kreasi yang dibuat oleh siswa, antara lain produk kerajinan dan hasil olahan pangan yang bergizi serta kreasi seni daerah.
“Hasil karya hari ini benar-benar dari barang bekas yang kami kumpulkan dari plastik, semua adalah hasil kreasi yang kami programkan berdasarkan tema yang kami tulis,” tutup Eka.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dikenal dengan istilah P5 adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. (prokopim)
Pj Wako Minta PPDB Transparan
Sosialisasi dan Bimtek PPDB Bagi Satuan Pendidikan
PONTIANAK - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 akan dimulai. Untuk mempersiapkan pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) PPDB bagi Satuan Pendidikan di Hotel Transera, Senin (10/6/2024).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan sosialisasi dan bimtek ini digelar agar panitia PPDB memahami sepenuhnya tanggung jawab dan kewajiban mereka dalam penyelenggaraan PPDB. Pelaksanaan PPDB tahun ini diharapkan berjalan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Apabila terdapat kendala dalam proses PPDB, pihak terkait dapat langsung menyampaikannya kepada Pemerintah Kota Pontianak untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam upaya mendukung siswa-siswi kurang mampu, Ani Sofian menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak telah menyiapkan bantuan untuk keperluan sekolah mereka. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan melalui mekanisme tertentu, di antaranya melalui proses verifikasi agar bantuan tersebut tepat sasaran dan diberikan kepada mereka yang secara layak membutuhkan.
“Kita berharap bantuan yang disiapkan untuk siswa kurang mampu dapat memberikan manfaat yang optimal serta mendukung terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas di Kota Pontianak,” tuturnya.
Menurutnya, dari data yang diperoleh, menunjukkan bahwa daya tampung sekolah di Kota Pontianak sangat mencukupi untuk menerima peserta didik, baik yang melalui jalur zonasi, prestasi maupun jalur perpindahan orang tua. Pj Wali Kota menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan PPDB. Selain itu calon siswa yang akan mendaftar juga harus memenuhi semua persyaratan tanpa terkecuali.
"Dalam lingkungan kita, tidak boleh ada satupun anak yang terlewatkan dari kesempatan untuk bersekolah. Semua warga harus memiliki akses pendidikan, tak peduli apa pun kondisinya," ungkap Ani Sofian.
Peran serta semua pihak amat diperlukan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, IPM Kota Pontianak telah mencapai angka 81,63, melebihi rerata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Kota Pontianak telah berjalan dengan baik.
“Kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini," pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Tenggara Bakal Miliki SMA Negeri
PONTIANAK – Kecamatan Pontianak Tenggara bakal miliki SMA Negeri. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi dibangunnya SMAN 14 Pontianak itu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
“Kecamatan Pontianak Tenggara adalah satu-satunya kecamatan yang belum memiliki SMA. Di sana jumlah penduduk banyak, anak usia angkatan SMA pun bertambah, sehingga memang perlu dibangunnya SMA, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Disdikbud Provinsi Kalbar,” ujarnya, Senin (3/6/2024).
Ani Sofian mengatakan pihaknya terus mendapat dorongan untuk mengusulkan dibangunnya SMA Negeri di Pontianak Tenggara, baik dari orang tua dan anggota legislatif. Aspirasi itu juga diterimanya dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada awal tahun.
“Selama ini anak-anak dari Pontianak Tenggara masuk SMA Negeri di kecamatan sekitar. Padahal Pontianak Tenggara termasuk wilayah perdagangan, pusat perbelanjaan ada di sana,” sebut Pj Wali Kota.
Kadisdikbud Provinsi Kalbar Rita Hastarita menyebut, untuk sementara waktu, peserta didik SMAN 14 Pontianak akan menumpang SMPN 8 Pontianak, Jalan Parit Haji Husin 2. Ia menjelaskan, total daya tampung untuk siswa baru di SMAN 14 Pontianak sebanyak 3 rombongan belajar (Rombel), atau sebanyak 108 siswa.
“Kami sudah menetapkan pengelola sekolah (SMAN 14 Pontianak), dan mulai tahun ini akan menerima peserta didik. Memang saat ini kita masih menumpang di SMPN 8 Pontianak, “ terangnya.
Rita menyebut pihaknya tengah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk sharing penyediaan lahan. Begitupun dengan pihak lainnya seperti dengan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, terkait apabila memang memungkinkan adanya ketersediaan lahan.
“Kebijakan ini kami lakukan mengingat hingga saat ini, satu-satunya kecamatan di Kota Pontianak yang belum memiliki SMA dan SMK Negeri yaitu Kecamatan Pontianak Tenggara, dan ini merupakan kebutuhan serta keinginan masyarakat agar ada unit sekolah baru di Pontianak Tenggara,“ tutupnya. (kominfo/prokopim)