,
menampilkan: hasil
Pj Wali Kota Imbau Sekolah Gelar Acara Perpisahan Secara Sederhana
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengimbau sekolah-sekolah khususnya SD dan SMP di Kota Pontianak untuk menggelar acara perpisahan secara sederhana. Imbauan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota dengan nomor 400.3.5/28/Disdikbud/2024 tentang Pelaksanaan Perpisahan Sekolah Tahun Ajaran 2023/2024.
“Perpisahan itu lebih baik digelar sederhana, agar memberi kesan baik untuk masa depan anak, dikenang baik dan positif dan paling utama tidak membebani orang tua murid,” ujarnya, di Kantor Wali Kota, Selasa (14/5/2024).
Poin selanjutnya di dalam SE tersebut, Ani Sofian juga meminta pelaksanaan perpisahan sekolah tidak dikoordinir dalam bentuk kepanitiaan yang melibatkan kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik lainnya.
“Jadi murni kreativitas anak murid ataupun orang tua, tanpa melibatkan pihak sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik,” terang Pj Wali Kota.
Kemudian, dia juga melarang SD dan SMP se-Kota Pontianak mengadakan tur ke luar kota dalam rangka perpisahan sekolah. SE ini dibuat atas dasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 44 tahun 2016 tentang pungutan biaya pendidikan.
“Selanjutnya atas dasar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, dan imbauan Gubernur Kalimantan Barat,” sebutnya.
Ani Sofian menekankan agar kepala sekolah bertanggung jawab dalam pembinaan, bukan hanya kepada guru-guru tetapi juga kepada siswa.
“Setiap momentum yang mengumpulkan orang tua juga harus diberi pemahaman para orang tua ini supaya di luar sekolah harus menjaga sikap anak-anaknya, jadi kalau ada hal yang kurang wajar orang tuanya harus bertindak,” pungkasnya. (kominfo)
Hardiknas Momentum Dorong Peningkatan Kualitas SDM
PONTIANAK – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimaknai Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Pontianak. Upaya meningkatkan SDM terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat pengembangan dunia pendidikan dengan berbagai cara, mulai dari memperbaiki infrastruktur sampai penambahan jumlah tenaga pendidik.
“Di Hardiknas kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kita ingin memotivasi belajar, bukan hanya murid tetapi juga para guru,” tuturnya, usai mengikuti Apel Peringatan Hardiknas, di Halaman Kantor Wali Kota, Kamis (2/5/2024).
Penambahan jumlah guru ditandai dengan perekrutan CASN untuk Pemkot Pontianak di tahun 2024. Ani Sofian menerangkan, terdapat 271 formasi tenaga pendidik yang disediakan. Kendati kebutuhan akan guru masih tinggi, penerimaan CASN formasi guru ini, lanjutnya, masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Ketika kebutuhan tinggi tetapi kemampuan keuangan daerah tidak dapat membayar, ini yang harus terus kita cari solusinya,” ujarnya.
Ani Sofian mengajak seluruh guru dan siswa agar terus termotivasi untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Bibit pendidikan yang baik harus dimulai dari jiwa bersaing sehat yang tinggi.
“Kita latih anak didik untuk berkompetisi secara sehat, jadi semuanya terbiasa meraih target serta berlatih,” ungkapnya.
Proses peningkatan SDM Kota Pontianak bukan tanpa tantangan. Kurangnya tenaga pendidik serta kondisi pasca pandemi covid tiga tahun belakangan, membuat rintangan baru. Digitalisasi yang masif menuntut tenaga pendidik harus melek teknologi.
“Jadi guru pun juga harus banyak belajar, metodologi mengajar yang kekinian agar materi mudah dipahami, tantangan kita bersama juga bagaimana anak-anak cinta dengan belajar, baik di sekolah serta di manapun,” sebut Pj Wali Kota.
Peringatan Hardiknas tahun 2024 mengusung tema ‘Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar’. Ani Sofian menilai, kreativitas anak murid lebih ditonjolkan dengan Kurikulum Merdeka Belajar, di mana mereka akan fokus terhadap minat dan mengembangkan potensi diri. Pemkot Pontianak sendiri sudah menjalankan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah atau GSMS untuk mengembangkan potensi seni seluruh siswa.
“Merdeka Belajar sudah berhasil mengakselerasi perubahan dan perbaikan, kita merasakannya dengan pergerakan secara gotong royong, anak-anak Indonesia harus berani bermimpi dan mencoba hal baru,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Ani Sofian Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme
Penutupan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak dan Festival Panen Hasil Belajar
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, menutup secara resmi kegiatan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 Kota Pontianak dan Festival Panen Hasil Belajar di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (28/4/2024).
Ani Sofian menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak.
“Saya berharap agar ilmu dan keterampilan yang didapatkan dari lokakarya ini dapat diterapkan secara maksimal dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjutnya lagi, Festival Panen Hasil Belajar menjadi momen penting untuk merayakan pencapaian dan prestasi guru-guru yang telah berjuang keras dalam mengembangkan kemampuan belajar siswa. Ia turut memberikan apresiasinya kepada para guru yang telah berperan aktif dalam meningkatkan standar pendidikan di Kota Pontianak.
“Diharapkan semangat kecintaan terhadap dunia pendidikan tetap terjaga, bahkan semakin berkembang di masa yang akan datang,” tutur Ani Sofian.
Pj Wali Kota Pontianak juga mengajak semua pihak terkait untuk terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan guna menciptakan generasi penerus yang cerdas, berprestasi dan mengharumkan nama Kota Pontianak maupun Provinsi Kalbar di kancah nasional bahkan internasional.
“Tanamkan semangat untuk terus berinovasi dan berprestasi dalam dunia pendidikan,” pesannya.
Inovasi dan kreativitas merupakan hal penting dalam proses pendidikan. Oleh sebab itu, Ani meminta para guru terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mengajar.
“Guru berperan dalam membentuk generasi yang berkualitas serta mencetak insan-insan masa depan yang bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya. (prokopim)
Siswa MAN 3 Study Visit ke Dekranasda Pontianak
Siswa Antusias Lihat Hasil Kerajinan
PONTIANAK - Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pontianak melakukan kunjungan belajar ke Griya Dekranasda Kota Pontianak, Selasa (23/4/2024). Kunjungan para siswa ke Dekranasda merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Pj Ketua Dekranasda Kota Pontianak Anita Ani Sofian menyambut baik kunjungan rombongan siswa MAN 3 Pontianak ke Dekranasda Kota Pontianak. Melalui kunjungan ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk melihat langsung produk-produk kerajinan dan kriya dari para pengrajin lokal di Kota Pontianak.
“Mereka juga diberikan penjelasan mengenai produk-produk kerajinan dan kriya yang diproduksi di Kota Pontianak. Sehingga mereka dapat memahami proses pembuatan dan nilai artistik dari setiap karya yang dihasilkan oleh para pengrajin,” ujarnya.
Selain itu, Dekranasda Kota Pontianak juga memberikan penjelasan tentang upaya pembinaan yang dilakukan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak. Mulai dari pelatihan keterampilan, kiat-kiat pemasaran hingga bagaimana membuat packaging produk yang baik. Siswa-siswi diberi wawasan yang luas mengenai upaya pemberdayaan UMKM di daerah ini.
"Dengan kunjungan ini, kami berharap siswa-siswi MAN 3 Pontianak semakin memahami pentingnya mendukung para pengrajin dan UMKM lokal, melalui pembinaan yang dilakukan oleh Dekranasda Kota Pontianak, diharapkan UMKM di Kota Pontianak semakin maju dan mampu bersaing di pasar global," ungkap Anita.
Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk peduli terhadap produk lokal dan turut serta dalam memajukan ekonomi daerah melalui dukungan kepada UMKM serta para pengrajin di Kota Pontianak.
“Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk lebih mengenal dan mendukung UMKM lokal,” imbuhnya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak Dekranasda Kota Pontianak, para siswa-siswi terlihat antusias dan terinspirasi. Mereka bertanya banyak hal terkait proses pembuatan, kreativitas para pengrajin, serta tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Kota Pontianak. Beberapa siswa bahkan bertanya mengenai potensi kerjasama yang dapat dilakukan antara UMKM dengan sekolah mereka dalam rangka mendukung pengembangan produk-produk lokal. Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan minat dan perhatian yang besar dari generasi muda terhadap pembinaan UMKM dan pengrajin. (prokopim)