,
menampilkan: hasil
Tinjau PPDB, Bunda PAUD Pastikan Program Transisi PAUD ke SD Berjalan Lancar
Yanieta Tinjau Pelaksanaan PPDB Terkait Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
PONTIANAK - Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie meninjau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Komplek Untan Jalan Daya Nasional Komplek Untan Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (6/7/2023).
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiarti, dia ingin memastikan program transisi PAUD ke SD dengan menyenangkan melalui PPDB tahun 2023 telah berjalan dengan baik dan lancar di Kota Pontianak sebagaimana yang telah dicanangkan.
"Kami ingin melihat langsung proses penerimaan mulai dari pendaftaran, penginputan hingga verifikasi data. Hingga hari ini yang sudah mendaftar di SDN 24 berjumlah 30 anak didik dari 56 kuota yang disiapkan" ujarnya.
Selain itu, kunjungan ke sekolah tersebut dimaksudkan untuk melihat implementasi dari Merdeka Belajar Episode ke-24, Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Kebijakan tersebut digulirkan oleh Kemendikbud guna mengakhiri miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada PAUD dan SD/MI/sederajat kelas awal (kelas 1 dan 2) yang masih sangat melekat di masyarakat.
"Mulai tahun ini di Kota Pontianak, anak-anak PAUD yang mendaftar ke SD sudah tidak lagi dibebani dengan tes calistung sebagai syarat masuk SD," terangnya.
Yanieta menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana memperkuat mental anak sehingga ketika memasuki lingkungan yang baru bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik.
"Berikan kesempatan anak secara alamiah masuk SD dengan perasaan yang senang dan bahagia, setidaknya secara psikologis dan emosional mereka sudah siap untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-teman barunya" imbuhnya.
Selain itu, dari hasil kunjungannya di beberapa SDN di Kota Pontianak, Yanieta menilai proses PPDB telah berjalan dengan baik. Pemahaman para guru PAUD dan SD mengenai Program Transisi PAUD Ke SD yang menyenangkan juga sudah diimplementasikan mulai PPDB ini.
"Alhamdulillah semua proses sudah berjalan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang ada," pungkasnya. (prokopim)
Resmikan Empat Gedung Sekolah, Wako Harap Jadi Sekolah Unggulan
SMPN 8, SMPN 22, SDN 15 dan TK Negeri
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah merampungkan pembangunan dua gedung SMP, satu SD dan satu TK. Peresmian SMP Negeri (SMPN) 8 yang berlokasi di Jalan Parit H Husin II Kelurahan Bangka Belitung Darat Kecamatan Pontianak Tenggara dilakukan secara simbolis bersamaan Sekolah Terpadu yang terdiri dari SMPN 22, SDN 15 dan TK Negeri di Jalan Purnama Agung V Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (15/6/2023).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembangunan gedung sekolah terpadu ini dilakukan karena bangunan lama yang runtuh. Oleh sebab itu, bangunan gedung yang lama dibongkar untuk dibangun dengan gedung yang baru ini. Sedangkan SMPN 8 dibangun kembali karena bangunan yang lama terbakar. Dengan diresmikannya gedung-gedung sekolah tersebut, ia berharap sekolah-sekolah itu bisa menjadi sekolah unggulan.
“Mudah-mudahan dengan gedung baru ini anak-anak semakin semangat belajar sehingga kualitas pendidikan juga meningkat,” ujarnya usai meresmikan secara simbolis gedung-gedung sekolah tersebut.
Keempat gedung sekolah sudah dapat berfungsi secara efektif. Selanjutnya, pengerjaan pembangunan akan fokus kepada penuntasan jalan masuk, taman dan halaman serta kelengkapan lainnya. Edi menilai, penghijauan di masing-masing gedung masih kurang. Ia berencana untuk menambah tanaman peneduh sesuai dengan konsep Sekolah Adiwiyata yang teduh, rapi dan bersih. Udara yang segar akan berdampak positif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Sekarang masih gersang karena kurang tanaman peneduh,” ujarnya.
Beberapa sekolah di Pontianak juga sedang memerlukan revitalisasi. Edi bilang, terdapat gedung sekolah di Kecamatan Pontianak Barat, Timur dan Utara yang akan dilakukan penataan ulang. Keberadaan sekolah swasta juga secara tidak langsung menutupi kekurangan tersebut.
"Peran sekolah-sekolah swasta juga ikut mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," imbuhnya.
Konsep terkini pendidikan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) lebih mengutamakan minat dan bakat peserta didik. Sejalan dengan visi dan misi Kota Pontianak, lanjut Edi, dirinya mendukung penuh kurikulum yang disebut Merdeka Belajar tersebut.
“Para siswa jadi lebih kreatif dan inovatif. Mereka akan cepat berkembang. Hanya sumber daya manusia yang bisa membuat kita maju, sesuai dengan visi Presiden yaitu Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiarti menerangkan, Sekolah Terpadu Kecamatan Pontianak Selatan, terdiri dari tiga sekolah, yakni SMPN 22, SDN 15 dan TK Negeri Kecamatan Pontianak Selatan. Gedung sekolah terpadu memiliki luas bangunan 7.560 meter persegi, terdiri dari 27 ruang kelas SMP, 18 ruang kelas SD dan 4 ruang kelas TK serta berbagai macam ruangan lainnya.
"Pembangunan gedung sekolah terpadu ini menelan dana kurang lebih Rp50 miliar dan dilaksanakan secara multiyears selama tiga tahun," terangnya.
Sedangkan untuk gedung SMPN 8 yang terletak di Jalan Parit H Husin II, pembangunannya dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama tahun 2020, dan tahap kedua tahun 2021 dan 2022 (multiyears), dengan jumlah biaya keseluruhan kurang lebih Rp32,3 miliar. Gedung SMPN 8 ini luas bangunannya 5.333 meter persegi dengan jumlah 30 ruang kelas dan berbagai macam ruangan lainnya.
"Insha Allah pada tahun 2023 ini akan dilaksanakan juga penataan halaman dan lapangan olahraga untuk Gedung Sekolah Terpadu Kecamatan Pontianak Selatan dan SMPN 8 Pontianak ini," bebernya. (kominfo/prokopim)
Lulusan PAUD Siap Songsong Program Merdeka Belajar di Jenjang SD
Perpisahan Siswa PAUD PKK se-Kota Pontianak
PONTIANAK - Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak telah menyelesaikan masa pendidikannya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, kelulusan para anak didik PAUD yang dikelola PKK Kota Pontianak ini menjadikan mereka lebih kreatif dan inovatif serta berkarakter dalam rangka menuju jenjang pendidikan sekolah dasar. Apalagi memasuki masa peralihan program pemerintah pusat dalam menerapkan merdeka belajar sehingga diharapkan siswa kelas satu sekolah dasar bisa diisi oleh anak-anak lulusan PAUD ini.
"Kita berharap mudah-mudahan dengan kurikulum yang baru dengan program Merdeka Belajar ini anak-anak belajar bisa lebih menyenangkan dan bergembira dalam menghadapi masa-masa pendidikannya," ujarnya usai menghadiri perpisahan bersama PAUD PKK se-Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (14/6/2023).
Dia juga meminta para orang tua untuk memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Jangan sampai ada anak-anak yang tidak melanjutkan sekolahnya. Sebab pendidikan menjadi dasar untuk mencapai kemajuan. Anak-anak berkarakter memiliki bakat seni, olahraga maupun bakat lainnya bisa berkembang dan mandiri apabila terus diasah dan dikembangkan potensinya.
"Sehingga kedepan bisa menjadi anak-anak yang membanggakan, tidak hanya orang tua tetapi Kota Pontianak dan tidak menutup kemungkinan Indonesia jika mewakili dalam ajang atau event internasional," ungkap Edi.
Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan selamat kepada seluruh siswa dan orang tua atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan anak-anaknya di lembaga PAUD yang dikelola PKK Kota Pontianak.
"Para orang tua hendaknya terus memantau pendidikan anak-anak sehingga menjadi anak-anak yang cerdas, pintar dan bisa membanggakan sehingga bisa tercapai cita-cita yang diinginkan," tuturnya.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tutor PAUD yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan mendidik siswa-siswa PAUD Kota Pontianak sehingga mereka bisa berekspresi dan berkreasi pada acara perpisahan siswa PAUD PKK se-Kota Pontianak.
"Melihat penampilan anak-anak tadi saya merasa luar biasa surprise, kreativitas anak dalam menari, bercerita, baca puisi, penampilannya bagus," imbuhnya.
Penampilan tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelepasan peserta didik PAUD PKK se-Kota Pontianak. Menurutnya, tidak keseluruhan siswa dari PAUD yang menghadiri acara perpisahan ini karena keterbatasan tempat.
"Ada 30 PAUD yang dikelola PKK Kota Pontianak, setiap PAUD mengutus 10 siswanya untuk hadir pada acara perpisahan ini," sebutnya.
Saat ini ada gerakan transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan. Tahun ini PPDB SD tidak lagi mensyaratkan tes calistung sebagai syarat masuk ke sekolah dasar. Hal ini mulai diterapkan sejak diberlakukannya Program Merdeka Belajar.
"Kalau dulu anak masuk SD diwajibkan untuk bisa baca tulis karena kalau tidak makan anak tersebut tidak bisa masuk SD. Tetapi sekarang sudah ada program merdeka belajar, calistung tidak lagi menjadi syarat untuk masuk SD," tutupnya. (prokopim)
Pinjam Buku di Perpuskota Pontianak Lebih Mudah dengan BOBO+
Inovasi Perpuskota Tingkatkan Minat Baca
PONTIANAK - Masyarakat Kota Pontianak kini lebih mudah untuk meminjam buku di Perpustakaan Kota Pontianak. Tak perlu menghabiskan banyak waktu menjelajahi rak buku perpustakaan yang terletak di Jalan Aliayang, Pontianak Kota tepat di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak tersebut. Kini, pemustaka atau orang yang memanfaatkan layanan perpustakaan cukup membuka website https://bobo.pontianak.go.id untuk mencari buku.
Layanan reservasi buku daring ini, membuat pemustaka hanya perlu datang dan mengambil buku yang sudah dipesan, tanpa perlu mengembara rak atau mencari buku dengan Kiosk Opac di perpustakaan. Inovasi yang diberi nama BOBO+ ini memberikan kepastikan ketersediaan buku, sehingga pemustaka tak kecewa jika buku yang dicarinya sudah dipinjam. Saat ini, ada 40 ribu lebih koleksi buku umum dan braile yang bisa dipinjam.
Inovator BOBO+, R. Isya menjelaskan, terobosan ini merupakan pengembangan dari inovasi yang dimulai Disperpusip Pontianak sejak 2017. Saat itu, buku yang dibutuhkan oleh
pemustaka seringkali habis dipinjam atau tidak tersedia. Namun, hal tersebut baru diketahui ketika pemustaka sudah berada di Perpustakaan Pontianak.
"Saat itu juga belum adanya layanan
perpustakaan berbasis elektronik yang dapat meningkatkan jumlah sirkulasi, kunjungan
dan anggota Perpuskota," jelas Pranata Komputer Ahli Muda Disperpusip Pontianak ini.
Dengan adanya BOBO+, pemesanan buku bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Pemustaka juga dapat menghemat waktu mereka. Nantinya, buku yang dipesan pemustaka akan diproses oleh pustakawan dan disimpan di rak buku pemesanan BOBO+.
"Pemustaka yang memesan buku hanya perlu datang langsung ke Perpustakaan Kota atau Rumah Baca untuk mengambil buku, tergantung lokasi buku dipesan," terangnya.
Sejak Agustus 2022 fitur layanan kembali ditingkatkan. Dari Booking Buku Online (BOBO) menjadi BOBO+ (Booking Buku Online plus). Peningkatannya adalah plus fitur antar pesanan ke rumah untuk penyandang disabilitas dan fitur notifikasi status atau riwayat pesanan buku pada member area.
"Jadi pemustaka dapat mengetahui status pesanan buku pada member area, berupa notifikasi buku sedang dicari, buku siap diambil, buku telah diambil, buku sedang diantar, buku telah diantar dan pesanan selesai," jelasnya.
Peningkatan inovasi tak berhenti di situ. Per 8 Februari 2023, fitur BOBO+ ditambah dengan pendaftaran anggota Perpuskota Pontianak secara daring. Layanan ini khusus buat yang belum menjadi anggota perpuskota.
"Sehingga kini masyarakat Kota Pontianak dapat mengajukan permohonan pembuatan kartu anggota secara online. Layanan BOBO+ dapat diakses pada alamat: https://bobo.pontianak.go.id," tutupnya. (prokopim)