,
menampilkan: hasil
FLS2N Wadah Gali Potensi Siswa di Bidang Seni dan Budaya
Wako Harap Muncul Bibit Siswa Berprestasi Seni dan Budaya
PONTIANAK - Untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni di kalangan pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD dan SMP se-Kota Pontianak. FLS2N tahun 2023 mengusung tema ‘Merdeka Berprestasi, Talenta Seni Menginspirasi’. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut tema tersebut bermakna bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk berprestasi dan menggali potensi mereka di bidang seni.
“Melalui seleksi FLS2N ini diharapkan muncul siswa-siswa dengan kualitas karya yang semakin luar biasa dan membanggakan sehingga bisa berlanjut dan mengukir prestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya usai membuka FLS2N jenjang SD dan SMP se-Kota Pontianak di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Rabu (31/5/2023).
Menurutnya, melalui FLS2N ini, jiwa seni peserta didik kian berkembang serta memberikan inspirasi untuk melestarikan kesenian dan perlindungan terhadap kekayaan budaya bangsa. Selain itu, lomba ini juga menjadi wadah dalam menggali potensi siswa di bidang seni budaya serta memberi dorongan bagi mereka untuk berekspresi dan mengembangkan diri.
“Sehingga muncul motivasi yang kuat untuk beraktualisasi diri dan berkompetisi secara sehat dalam meraih puncak prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Edi.
Dia berharap para peserta FLS2N dapat mengembangkan ide-ide dan kreativitasnya di bidang seni serta karya-karya nyata sedari dini hingga dewasa kelak, sehingga rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki semakin besar.
“Teruslah kembangkan potensi diri dan talenta yang dimiliki lewat bidang seni dengan mengukir prestasi sehingga menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya,” imbuhnya.
FLS2N tahun 2023 jenjang SD dan SMP digelar secara tatap muka. Untuk tingkat SD ada lima cabang kesenian dan enam cabang kesenian untuk jenjang SMP. Lomba ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi hingga tingkat nasional. (prokopim)
Bahasan Harap Ponpes Walisongo Mampu Beradaptasi
Wawako Hadiri Wisuda Santri Ponpes Walisongo
PONTIANAK - Kehadiran pondok pesantren (ponpes) sebagai lembaga pendidikan Islam, telah memainkan peran penting dalam pembangunan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dalam konteks modern, peran pondok pesantren masih relevan dan berdampak positif dalam membentuk karakter, memperkaya pengetahuan agama, dan membangun keterampilan sosial para santri. Ponpes Walisongo Pontianak salah satu pondok pesantren yang telah banyak mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, wisuda tahunan ini sebagai bukti konkret dari dedikasi Ponpes Walisongo untuk membentuk generasi muda yang terdidik, berintegritas dan siap menghadapi tantangan dunia modern dengan landasan agama yang kokoh. Ia berharap kehadiran Ponpes Walisongo terus berinovasi dan beradaptasi dengan era globalisasi di tengah pesatnya dunia teknologi dan informasi.
"Keberadaan Ponpes Walisongo ini telah berkontribusi dalam mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang berada di angka 80,48 persen," ujarnya usai menghadiri Wisuda dan Tasyakuran Haflah Ikhtitam Alfiyah Ibnu Malik 1002 Bait di Ponpes Walisongo Pontianak, Minggu (28/5/2023).
Menurutnya, ponpes memiliki peran sentral dalam memberikan pendidikan agama yang mendalam kepada para santri melalui pengajaran Al Quran, hadits, fiqih, tafsir dan disiplin ilmu lainnya. Pendidikan agama Islam yang diberikan tidak hanya tentang pengetahuan teoritis, tetapi juga tentang implementasi praktis dalam kehidupan sehari-hari, etika, dan moralitas.
"Kontribusi dari keberadaan ponpes di antaranya adalah mencetak kader atau para generasi yang memiliki kualitas dalam ilmu agama serta keilmuan lainnya," kata Bahasan.
Bahkan, lanjutnya lagi, Ponpes Walisongo menjadi satu-satunya ponpes di Kalbar yang berhasil menoreh prestasi di tingkat nasional dengan meraih juara tiga Porseni dalam rangka Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Purwokerto.
"Baru kali ini ponpes Kalbar mampu bersaing di Pulau Jawa," imbuhnya.
Kepada seluruh santri Ponpes Walisongo, Bahasan berpesan supaya santri-santri terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensinya sehingga memiliki daya saing dan mampu bersaing dengan ponpes-ponpes seluruh Indonesia.
"Saya minta para santri terus menimba ilmu di Ponpes Walisongo ini, jangan pernah minder, apalagi berkecil hati karena kualitas dan kuantitas terletak pada semangat dan kesungguhan dari seluruh santri yang ada di ponpes ini," sebutnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus melakukan upaya dan menjalin komunikasi terhadap ponpes-ponpes yang ada di Kota Pontianak. Dengan demikian, apa yang menjadi harapan dan keinginan bersama bisa terwujud lewat sumbangan pemikiran dan masukan-masukan yang bertujuan memajukan Kota Pontianak.
"Ponpes-ponpes yang ada terus berkiprah dalam menyumbangkan pemikirannya dan mencetak SDM berkualitas dan berintegritas serta berakhlak," pungkasnya. (prokopim)
Dies Natalis ke-64 Untan, Wako Edi: Sinergi Kunci Menuju Universitas Berkelas Dunia
PONTIANAK - Kiprah Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas telah memasuki usia ke-64 tahun. Sejak berdirinya pada tahun 1959, Untan telah menjadi wadah bagi ribuan orang untuk mengejar impian, mewujudkan prestasi gemilang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. "Sinergi Menuju World Class University" menjadi tema yang diusung pada perayaan Dies Natalis ke-64 Untan tahun 2023 ini.
Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Untan yang telah menginjak usia ke-64 tahun. Sebagaimana tema Dies Natalis ke-64 Untan, ia menilai sinergi merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan yang besar.
"Untan telah membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan sinergi dengan internal maupun eksternal," ujarnya usai menghadiri Dies Natalis ke-64 Untan di Auditorium Untan, Senin (22/5/2023).
Menurutnya, melalui kolaborasi yang erat dan semangat berbagi pengetahuan, Untan mampu menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, mahasiswa-mahasiswa yang cerdas dan berbakat juga telah diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
"Mari kita perkuat sinergi kita, saling mendukung, dan terus berkolaborasi untuk meraih visi bersama yaitu menjadi World Class University yang menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas," ucap Edi.
Dia berharap kehadiran Untan terus memberikan kontribusi nyata bagi Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya. Dengan semangat kebersamaan dan sinergitas yang kuat, dirinya optimis Untan bisa sejajar dengan universitas-universitas lainnya di dunia.
"Bersama-sama, mari kita jalin sinergi untuk mewujudkan impian kita menjadi kenyataan yakni menjadikan Untan sejajar dengan universitas tingkat dunia," pungkasnya. (prokopim)
Lomba Bercerita dan Bazar Buku di Hari Buku Nasional, Upaya Pemkot Pontianak Budayakan Gemar Membaca
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membudayakan gemar membaca dengan lomba bercerita dan bazar buku di Taman Alun Kapuas, 17-19 Mei 2023. Agenda ini sengaja dilangsungkan bertepatan dengan Hari Buku Nasional.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya lewat pembudayaan gemar membaca. Untuk itu, Pemkot Pontianak berusaha memfasilitasi melalui buku murah dan berkualitas, satuan pendidikan dengan mengembangkan serta memanfaatkan perpustakaan, dan menyediakan sarana perpustakaan di tempat umum.
“Selain itu juga lomba-lomba, salah satunya lomba bercerita hari ini bagi pelajar SD/MI,” ujar Bahasan ketika membuka Lomba Bercerita dan Bazar Buku di Taman Alun Kapuas, Rabu (17/5/2023).
Lomba tersebut adalah wadah apresiasi bagi para pelajar. Hulunya, ada di pengelolaan perpustakaan sekolah. Kepada para peserta, dia berpesan agar bisa tampil maksimal dan meraih prestasi setinggi-tingginya.
“Tampillah secara totalitas. Motivasinya bukan semata-mata untuk menjadi juara, tetapi yang lebih penting adalah rajin membaca untuk menggali dan mengangkat cerita-cerita daerah,” katanya.
Di Hari Buku Nasional ini, Bahasan menerangkan buku adalah sumber utama perubahan masyarakat ke arah kemajuan. Banyak saluran literasi pada era digital, namun buku tidak terkalahkan. Karenanya, dalam agenda tersebut juga diadakan bazar buku yang diikuti sembilan entitas, terdiri dari penerbit dan komunitas pegiat literasi.
“Buku adalah sahabat yang paling tenang dan setia, pembimbing yang paling bijak dan terbuka serta guru yang paling sabar,” jelasnya.
Sementara itu, Kadisperpusip Kota Pontianak Rendrayani menerangkan ada 32 peserta dari 32 SD/MI se-Kota Pontianak dalam lomba bercerita tahun ini. Mereka akan mendongengkan khazanah dan nilai-nilai budaya daerah. Dari 32 peserta ini, akan dipilih juara I, II dan III, serta juara harapan I, II, dan III.
“Lomba ini sifatnya seleksi, untuk mendapatkan peserta terbaik (juara I dan II) yang akan diikutsertakan pada loma tingkat provinsi,” terangnya.
Selain lomba, ada pula bazar buku yang diikuti IKAPI Kalbar, PT Gramedia, Penerbit Erlangga, Penerbit Enggang Media, Penerbit Tom’s Book, CV Khalista, Penerbit Tiga Serangkai, Komunitas Perempuan Menulis Khatulistiwa dan Forum Taman Bacaan Masyarakat.
“Masyarakat dapat datang mulai pukul 08.00-17.30 tanggal 17-19 Mei 2023 di Taman Alun Kapuas. Selain melihat lomba, bisa juga jajan buku di stand yang tersedia. Selain itu juga terdapat Pameran Arsip dan berbagai kegiatan Inklusi Sosial” tutupnya. (prokopim)