,
menampilkan: hasil
MTQ Bukan Sekadar Lomba, tapi Ajang Pengamalan Al Quran
Penutupan MTQ ke-33 Kecamatan Pontianak Tenggara
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara. Ia menekankan bahwa kegiatan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi bagaimana mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini selain untuk mencari qari dan qariah yang terbaik, juga menjadi bahan evaluasi bagi kita, bagaimana kita dapat terus mensyiarkan dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya sebelum menyerahkan trofi kepada para pemenang lomba di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (5/5/2025).
Bahasan juga mengingatkan kepada para peserta supaya tidak hanya berlomba membaca Al Quran, tetapi juga mempelajari dan mengamalkan ajarannya.
"Al Quran kita lombakan adalah hal yang baik, tetapi alangkah lebih indahnya jika kita semua selain membaca Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mempelajari dan mengamalkan ajaran Al Quran. Karena dengan berakhlak Al Quranlah kita semua akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat," jelasnya.
Wakil Wali Kota berharap ke depannya kegiatan MTQ bisa lebih semarak dan berinovasi sehingga menjadi ajang yang dinantikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam kesempatan itu, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan dewan hakim yang telah bekerja maksimal dalam mensukseskan kegiatan. Kepada para pemenang, Bahasan mengucapkan selamat dan meminta mereka mempersiapkan diri untuk MTQ Tingkat Kota Pontianak yang akan dilaksanakan pada Juli 2025.
"Kepada yang belum juara, jangan berputus asa. Teruslah berlatih dan belajar, sehingga nantinya akan dapat meraih juara juga," pungkasnya. (prokopim)
Edi Minta ASN Respon Cepat Layani Masyarakat
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik 178 pejabat fungsional yang terdiri dari 14 orang Kepala Sekolah dan 164 orang Pejabat Fungsional Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (JF PPPK). Kepada para pejabat yang baru dilantik, ia berpesan untuk segera merespon cepat tugas yang diemban.
“Harus semangat, tingkatkan kompetensi, taat aturan dan langsung tancap gas kerja,” tegasnya usai pelantikan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (5/5/2025).
Edi menilai, seorang ASN idealnya harus menjadi teladan di lingkungan sekitarnya baik di keluarga maupun tetangga. Ia mengajak para pejabat fungsional, khususnya Kepala Sekolah untuk berinovasi dan mendorong perbaikan lingkungan sekolah seperti sarana prasarana.
“Dan paling penting bagaimana anak-anak sekolah bisa menjadi juara dengan inovasi tersebut,” ujarnya.
Ke depan, Edi berharap seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dapat menjalankan fungsinya tidak selalu berdasarkan aturan tertulis, sebagai contoh seorang guru yang juga selaku orang tua di lingkungan sekolah.
“Kemudian juga di bidang lain, misalnya ada yang di bidang sosial, ia harus menjadi teladan bagi sekitarnya,” sebut Wali Kota.
Muara dari seluruh kinerja ASN secara kolektif adalah kesejahteraan masyarakat. Edi melanjutkan, masalah pelayanan harus jadi prioritas aparatur demi kesejahteraan masyarakat.
“Harus cepat, tidak merepotkan. Pendidikan harus berkualitas, kesehatan harus mantap. Jika semua ini tercapai dengan indikator-indikator lainnya, Pontianak akan maju,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Wali Kota Dukung Komunitas Runners untuk Wujudkan Kota Ramah Olahraga
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas olahraga warga, termasuk lari. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Fun Run yang dirangkaikan dengan silaturahmi para pelari (runners) yang digelar Komunitas Agak Telat Lari (ATLR) di Halaman Museum Kalbar, Minggu (4/5/2025).
"Kita akan terus melanjutkan pembangunan trotoar, waterfront dan infrastruktur lainnya agar Pontianak menjadi salah satu kota yang ramah terhadap para olahragawan, terutama pejalan kaki dan pelari," ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Edi Kamtono mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi menciptakan Pontianak sebagai kota olahraga (sport city) dan destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang bersih, hijau dan sehat.
"Ke depan, kita akan menggelar berbagai event berskala lokal, regional dan nasional bahkan internasional di Kota Pontianak. Dalam waktu dekat, kita juga akan menyelenggarakan Dragon Boat Internasional dan kegiatan-kegiatan lainnya," tambahnya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuhnya terhadap komunitas pelari (runners) di Kota Pontianak. Aktivitas olahraga ini dinilai sebagai bentuk kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjadi semangat bagi para runners dalam beraktivitas di Kota Pontianak," ucapnya.
Edi berharap silaturahmi dengan komunitas runners dapat mempererat keakraban dan menumbuhkan semangat bersama untuk menciptakan Kota Pontianak sebagai kota yang ramah terhadap kegiatan olahraga serta menjadi salah satu destinasi wisata olahraga yang diminati.
“Semoga dengan kegiatan ini dapat menarik minat generasi muda dan seluruh warga Kota Pontianak untuk gemar berolahraga, setidaknya dengan jalan kaki atau berlari,” pungkasnya. (prokopim)
Aksi Bersih-bersih Lingkungan Warnai Hari Buruh
Libatkan Pekerja, Warga dan ASN
PONTIANAK - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau lebih dikenal dengan sebutan May Day, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar gotong royong membersihkan parit dan saluran air. Gotong royong yang melibatkan pekerja dari berbagai sektor, warga dan ASN ini, bersama-sama membersihkan saluran air di wilayah Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota, Sabtu (3/5/2025). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan berbaur bersama para pekerja membersihkan parit.
Wali Kota Edi Kamtono mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan gotong royong. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara warga dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman di Kota Pontianak.
“Masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, terutama lingkungan di sekitar kita. Oleh karenanya, kepedulian warga sangat penting demi mewujudkan Pontianak lebih bersih dan asri,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi topografi Pontianak yang relatif datar membuat kota ini rentan terhadap genangan air, terutama pada musim penghujan di bulan Desember dan Januari.
"Kita perlu meningkatkan upaya dalam membersihkan saluran air untuk mencegah banjir dan genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat," ucap Edi.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya perawatan saluran air dan gorong-gorong sebagai langkah antisipasi genangan air. Pasalnya, jika saluran air tersumbat, maka akan sulit bagi air untuk mengalir dengan lancar.
“Oleh karena itu, gerakan gotong royong membersihkan lingkungan harus terus digalakkan," tambahnya.
Edi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pembangunan rumah yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi genangan.
"Rumah panggung masih menjadi solusi bagi beberapa wilayah yang rawan genangan. Namun, kita juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan keamanan lingkungan," jelasnya.
Program rutin untuk mendukung kebersihan lingkungan seperti membersihkan sampah dan perawatan parit dan saluran air, bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum hari-hari besar.
“Momentum Hari Besar Nasional, seperti Hari Buruh ini, dapat kita manfaatkan untuk menggalakkan gerakan gotong royong demi menjaga lingkungan Kota Pontianak tetap bersih dan nyaman," imbuhnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak Ismail, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program unggulan yang digagas pemerintah kota. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung berbagai inisiatif sosial dan tenaga kerja.
"Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama melaksanakan program ini dengan semangat gotong royong. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan program unggulan ini," tuturnya.
Ismail bilang, program ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kota Pontianak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak atas perhatian dan dukungannya terhadap program ini.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan tenaga kerja di kota ini," pungkasnya. (prokopim)