,
menampilkan: hasil
Pemkot dan DPRD Bahas Raperda Percepatan Penanggulangan TBC
Sekda Amirullah Sampaikan Pidato Wali Kota
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengapresiasi atas tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menjelaskan, sepanjang 2024 terdapat 1.838 kasus TBC di Kota Pontianak, turun dari tahun sebelumnya yaitu 2.435 kasus.
“Ini menandakan tindakan Pemkot Pontianak tepat sasaran dan keberhasilan pengobatan sebanyak 91,18 persen,” terangnya usai menyampaikan pidato mewakili Wali Kota Pontianak di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD, Kamis (6/3/2025).
Amirullah berharap melalui Raperda tersebut dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien dalam penanggulangan TBC. Hal ini juga sejalan dengan program prioritas 100 hari kerja kepemimpinan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan.
“Jadi gayung bersambut, kita juga akan menunggu prosedur selanjutnya. Yang pasti ini bentuk kepedulian Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengingat Indonesia berada di peringkat kedua dunia penyebaran TBC tertinggi setelah India menurut data WHO,” tutur Sekda.
Sebagai upaya lain dalam menumpas TBC, Wali Kota Pontianak turut menginisiasi penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan menambah ruang lingkup diberlakukannya KTR. Amirullah memaparkan di antaranya tempat wisata, taman kota, fasilitas olahraga baik milik pemerintah dan swasta.
Selanjutnya tempat hiburan, tempat rekreasi, halte, terminal angkutan umum, pelabuhan hingga bandar udara. Penambahan ini juga mengatur tentang rokok elektrik yang sebelumnya belum terdapat secara eksplisit dalam Perda Nomor 10 Tahun 2010.
“Hal baru di dalam Raperda ini juga mengatur sanksi biaya paksaan penegak hukum yang setiap denda dari pelanggaran akan masuk ke dalam kas daerah. Beberapa penyesuaian ini kami usulkan karena Perda sebelumnya tidak sesuai lagi dengan peraturan perundang-undangan di atasnya,” ujar Amirullah.
Menanggapi usulan Raperda KTR tersebut, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memberikan saran tentang ruang lingkup agar lebih spesifik. Menurutnya lebih baik di setiap ruang lingkup KTR disediakan ruang khusus bagi perokok.
“Misalnya di tempat rekreasi disediakan juga ruang khusus bagi perokok, seperti di bandara-bandara. Dan titik lokasi lainnya, sebab tidak bisa dipungkiri perokok menyumbang pajak yang besar bagi negara,” imbuh Satar, sapaan karibnya.
Pihaknya akan bekerjasama lebih lanjut dengan eksekutif dalam hal ini perangkat daerah terkait untuk mengelaborasi ruang lingkup dan mencarikan solusi terbaik bagi perokok dan nonperokok.
“Nanti kita bedah bersama lagi jadi agar tidak abu-abu lokasinya di mana saja,” tutupnya.
Selain kedua Raperda di atas, Wali Kota juga mengusulkan Raperda lainnya yaitu Perubahan Atas Perda Kota Pontianak Nomor 13 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas serta Perubahan Atas Peraturan Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Penyesuaian ini sebagai bentuk penyelarasan terhadap aturan yang lebih tinggi di atasnya. (kominfo/prokopim)
Wako Edi Optimis Revitalisasi TPA Bakal Atasi Masalah Sampah
Pengolahan Sampah Jadi Sumber PAD Baru
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana merevitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di Batulayang Pontianak Utara. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan pemerintah pusat menggelontorkan anggaran untuk merealisasikan proyek revitalisasi TPA tersebut. Proyek ini diproyeksikan untuk mengatasi masalah sampah secara menyeluruh sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kita mendapat dana dari pemerintah pusat sebesar Rp260 miliar, dengan cara reimburse. Kita bangun dulu sesuai kemampuan keuangan daerah. Kalau misalnya bisa selesai dua tahun, maka kita siapkan dua tahun, tetapi jika tidak maka kita laksanakan secara bertahap dengan lama maksimum lima tahun,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Proyek revitalisasi TPA ini tidak hanya bertujuan untuk mengolah sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Menurut Edi, pabrik pengolahan sampah yang akan dibangun di TPA tersebut nantinya akan menghasilkan berbagai produk seperti komposting atau pupuk organik, gas metana sebagai bahan bakar serta minyak bakar. Produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi sumber PAD baru bagi Kota Pontianak.
"Pengelolaannya langsung dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak sesuai sistem konstruksi biasa. Ada perencanaan matang, pembangunan sesuai gambar, dan fungsinya untuk mengolah sampah hingga 95 persen dari total sampah di kota ini," ungkap Edi.
Terkait lokasi, dia memastikan bahwa lahan yang tersedia saat ini cukup untuk menampung kebutuhan operasional pabrik pengolahan sampah. Ia berkeinginan revitalisasi TPA Batulayang bisa dimulai tahun ini. Namun karena tahun 2025 ini belum dianggarkan sehingga pihaknya akan membahas lebih lanjut.
“Kita lihat apakah bisa dimulai tahun ini atau menunggu hingga 2026," tambahnya.
Wali Kota Edi Kamtono memastikan kajian teknis untuk proyek ini telah dilakukan oleh tim ahli. Semua tahapan sudah dipersiapkan dengan matang. Dengan adanya revitalisasi TPA ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Pontianak yang selama ini menjadi sorotan. Selain itu, kontribusi terhadap PAD melalui produk hasil olahan sampah juga menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pembangunan daerah.
“Saya optimis proyek ini dapat segera direalisasikan demi mewujudkan Kota Pontianak yang lebih bersih, hijau dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (prokopim)
Sambangi Pasar Tradisional dan Modern, Harga Bapok di Pontianak Terpantau Stabil
Sejumlah Harga Komoditas Masih Fluktuatif
PONTIANAK - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Pontianak menyambangi beberapa Pasar Tradisional dan Modern di Kota Pontianak seperti Pasar Flamboyan di Jalan Gajah Mada serta Mitra Anda Jalan Hasanuddin, Rabu (5/3/2025). Dari hasil pantauan Tim Satgas, secara umum harga bahan pokok (bapok) di Kota Pontianak menunjukkan tren yang stabil. Muchammad Yamin selaku Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak yang memimpin jalannya pemantauan memastikan hal tersebut. Ia menerangkan bahwa beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga.
“Kita Tim Satgas Pangan bersama-sama Anggota DPRD Kota Pontianak, TNI, Polri, dan lainnya mengecek harga pangan yang ada di Pasar Flamboyan dan Mitra Anda. Alhamdulillah ada beberapa komoditas yang harganya turun seperti Bawang Putih, Bawang Merah, Kentang, dan sebagainya. Daging Ayam juga mengalami penurunan harga, yang awalnya Rp.27 ribu menjadi Rp.25 ribu. Untuk komoditas telur juga relatif stabil,” jelasnya.
Yamin menambahkan ada beberapa komoditas yang harganya masih fluktuatif. Terlebih, di bulan Ramadan ini beberapa komoditas terjadi lonjakan permintaan dari masyarakat. Contohnya seperti cabai yang menjadi bahan masakan favorit masyarakat Kota Pontianak.
“Hal ini juga didorong oleh beberapa daerah produsen cabai yang mengalami kebanjiran sehingga suplai komoditas ini berkurang. Insya allah petani akan kembali menanam di kisaran bulan April atau Mei sehingga harga cabai bisa lebih stabil,” ungkapnya yang juga merupakan Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan.
Dalam waktu dekat, Yamin memastikan pemerintah akan mengadakan intervensi guna menekan harga-harga komoditas pokok bisa turun. Terkait stok, ia sudah bertanya ke beberapa pedagang dan memastikan stok sudah aman hingga lebaran Idulfitri.
“Kita akan selalu menindaklanjuti arahan dari Presiden dan Wali Kota untuk menindak berbagai pihak apabila terindikasi melakukan kecurangan, sebagai shock therapy agar tidak melakukan permainan harga di sektor pangan ini. Kita juga akan melakukan Operasi Pasar Murah,” terang Yamin.
Anggota DPRD Kota Pontianak Husin yang turun langsung bersama anggota DPRD Kota Pontianak lainnya juga mengungkapkan hal senada. Ia memastikan bahwa harga bahan pokok di pasar tradisional dan modern di Kota Pontianak relatif stabil.
“Hasil pemantauan kami dari Komisi 3 DPRD Kota Pontianak bersama Satgas Pangan Kota Pontianak stok bahan pokok hingga lebaran nanti tersedia. Harga cukup stabil, ada kenaikan harga tetapi tidak signifikan. Ada penurunan harga komoditas ikan,” kata Husin.
Emiliana selaku Anggota DPRD Kota Pontianak lainnya yang turut memantau langsung ke lapangan juga memastikan kestabilan harga dan stok yang aman hingga Hari Raya Idulfitri. Pihaknya telah berkomunikasi dengan pelaku usaha agar harga dapat terus terjaga baik dan stok tersedia hingga lebaran nanti.
“Kami sudah komunikasikan ke para pelaku usaha agar tetap menjaga kestabilan harga, terutama di minggu terakhir bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Sehingga harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan dari segi harga,” tutupnya. ( kominfo )
Wawako Bersyukur Bank Indonesia Kalbar Gelar SERAMBI 2025
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendampingi Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan meluncurkan Semarak Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) tahun 2025 yang bertempat di Masjid Raya Mujahidin Jalan Ahmad Yani, Rabu (5/3/2025). Kegiatan tahunan yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalbar ini menyediakan pasar murah dan penukaran uang rupiah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan Pak Gubernur, kegiatan ini akan membantu masyarakat Kota Pontianak terutama warga yang berpenghasilan menengah ke bawah,” tutur Bahasan usai acara.
Di sana, Bahasan sempat berbincang dengan masyarakat yang hadir. Beberapa di antara mereka bahkan telah mengantri sejak pukul 05.30 WIB. Ia menjelaskan, beberapa komoditas dijual dengan harga murah seperti telur ayam Rp15.000 per pack, ayam beku Rp24.000 per ekor, cabai rawit, cabai besar, sayur-mayur hingga paket-paket lainnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang baru melalui program SERAMBI. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan PINTAR BI untuk menukar uang baru dengan mudah.
“Infonya rutin dilaksanakan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu dari tanggal 7 sampai 23 Maret,” jelasnya.
Dengan agenda ini, Wakil Wali Kota berharap masyarakat dapat menjalankan puasa dengan tenang. Kemudian untuk menghadapi Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan menggelar operasi pasar murah di 6 kecamatan mulai tanggal 10 Maret.
“Pemkot Pontianak akan menggelar operasi pasar murah secara bergilir di masing-masing kantor camat mulai tanggal 10 Maret. Akan dibuka pada pukul 08.00 WIB,” ungkapnya.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan, momentum bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri selalu menjadi waktu yang spesial. Namun, ia juga menyadari bahwa di masa ini sering kali terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang dapat memberatkan masyarakat.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersinergi menjaga stabilitas harga dan pasokan barang,” katanya usai meluncurkan SERAMBI 2025.
Ria Norsan menyebut, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Kalbar, Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
“SERAMBI 2025 bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau, serta menyediakan layanan penukaran uang yang mudah diakses oleh masyarakat,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)