,
menampilkan: hasil
Penataan Reklame Jaga Estetika Kota
PONTIANAK - Penataan reklame ikut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, seiring dengan perkembangan perekonomian di Kota Pontianak berdampak pada banyaknya permohonan pemasangan titik reklame sebagai alat pendukung di dalam pemasaran produk. Hal ini tentunya akan meningkatkan perekonomian.
Selain itu, Kota Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa, perkembangannya tidak terlepas dari berbagai aspek antara dinamika kegiatan ekonomi dan peran Pemkot Pontianak.
"Pertumbuhan perekonomian Kota Pontianak saat ini di atas 4 persen, boleh dikatakan bahwa ekonomi di Kota Pontianak sedang berkembang," ujarnya saat membuka Sosialisasi Kebijakan dan Peraturan Penyelenggara Reklame di Hotel Ibis, Selasa (22/10/2024).
Ia menambahkan, penataan ini dilakukan karena memperhatikan jumlah reklame yang terdapat di Kota Pontianak lebih dari 1.000 reklame. Sepanjang tahun anggaran 2023 - 2024 sebanyak 236 persetujuan titik reklame dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) reklame telah diterbitkan.
"Penataan reklame ini bertujuan untuk menjadikan Kota Pontianak yang tertata, aman, nyaman dan berkelanjutan," ungkapnya.
Menurutnya, sosialisasi ini penting agar semua pihak memahami aturan yang berlaku terkait penataan reklame di Kota Pontianak. Penyelenggaraan reklame yang tidak tertib dapat berdampak negatif pada estetika kota, keselamatan publik dan tata ruang.
“Dengan adanya peraturan yang jelas dan komitmen bersama, kita berharap semua pihak mematuhinya,” tuturnya. (prokopim)
Kenang Jasa Pendiri Pontianak, Jajaran Pemkot Ziarah Makam Kesultanan
PONTIANAK - Makam Kesultanan Pontianak di Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara menjadi bagian dari sejarah berdirinya Pontianak yang kini berusia 253 tahun. Untuk mengenang jasa para pendiri kota, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan Forkopimda Kota Pontianak berziarah ke Makam Kesultanan Pontianak, Selasa (22/10/2024). Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian bersama para peziarah turut mendoakan Sultan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan para penerusnya.
Ani Sofian mengatakan, ziarah yang rutin dilakukan setiap Hari Jadi Pontianak ini dalam rangka mendoakan para pendahulu yang telah banyak berjasa mendirikan Kota Pontianak hingga seperti sekarang ini. Hikmah yang bisa dipetik dari ziarah ke Makam Kesultanan ini adalah meneladani Sultan Pontianak dengan perjuangannya mendirikan kota ini.
“Ziarah ke Makam Kesultanan Pontianak ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur kita atas jasa-jasa beliau mendirikan Kota Pontianak yang kita cintai ini," ungkapnya usai melakukan prosesi tabur bunga di Makam Kesultanan Pontianak.
Pj Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah serta budaya Kota Pontianak sebagai ungkapan terima kasih kepada para pendiri Pontianak.
“Sudah sepatutnya kita sebagai penduduk kota ini bisa membangun Pontianak lebih baik untuk menghargai jasa-jasa beliau,” ucap Ani Sofian.
Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-253 tahun ini merefleksikan semangat untuk terus membangun dan mengembangkan Kota Pontianak menjadi lebih baik.
“Melalui momentum Hari Jadi Pontianak ini, kami berharap seluruh elemen masyarakat Kota Pontianak dapat bersatu dan bergotong royong membangun kota ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (prokopim)
Maknai Peringatan Hari Santri, Wujudkan Cita-Cita Bangsa
PONTIANAK - Momentum peringatan Hari Santri tahun 2024 dimaknai Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian sebagai momentum mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Pada peringatan Hari Santri tahun 2024 ini tema yang diusung ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’, yang memiliki makna bahwa santri masa kini memiliki tugas untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang tanpa kenal lelah demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa.
"Jika para pendahulu berjuang melawan penjajah dengan angkat senjata, maka santri saat ini berjuang melawan kebodohan dan kemunduran dengan mengangkat pena," ujarnya saat memimpin apel Peringatan Hari Santri di depan Taman Alun Kapuas Jalan Rahadi Usman, Selasa (22/10/2024).
Ia berharap, Hari Santri ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen, khususnya para santri dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa.
"Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, Hari Santri adalah milik semua golongan dan milik semua elemen bangsa yang mencintai negaranya," imbuhnya.
Kehadiran pondok pesantren-pondok pesantren telah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berakhlak dalam membangun bangsa ini. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh komponen bangsa, apapun latar belakangnya untuk turut serta merayakan Hari Santri.
"Terima kasih kepada seluruh elemen bangsa yang turut memeriahkan Peringatan Hari Santri tahun 2024," tutupnya. (prokopim)
Pemkot Gelar Lomba Jepin, Lestarikan Budaya Melayu
Lomba Berjepin Antar ASN Pemkot Pontianak
PONTIANAK - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-253 Pontianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Lomba Berjepin antar Aparatur Sipil Negara (ASN) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pontianak.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Pontianak yang telah mensukseskan pelaksanaan lomba ini.
"Mudah-mudahan perlombaan ini menjadi momentum peningkatan semangat melestarikan budaya, terutama budaya Melayu di Kota Pontianak ini," ujarnya usai membuka Lomba Berjepin di Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (21/10/24).
Ia menekankan bahwa jepin ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan pariwisata di Kota Pontianak.
"Kecintaan terhadap Kota Pontianak ini salah satunya dengan cara kita berjepin sebagai bentuk menghargai budaya di Kota Pontianak," imbuhnya.
Ia berharap, perlombaan jepin ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak, sehingga dapat menjadi budaya yang harus ditekuni dan dilakoni oleh masyarakat Kota Pontianak.
"Selamat bertanding kepada seluruh peserta, menang dan kalah hal yang biasa tetapi melestarikan dan menghargai budaya menjadi hal terpenting bagi kita," tutupnya. (prokopim)