,
menampilkan: hasil
Wawako Tinjau Persiapan Sambut Menteri Sandiaga
Penilaian ADWI 2022, Bahasan Minta Dukungan Masyarakat
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, meninjau persiapan menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno yang rencananya akan mengitari kawasan Waterfront di Jalan Barito, Kelurahan Benua Melayu Laut (BML) Kecamatan Pontianak Selatan.
"Kita memastikan apakah tim di lapangan sudah siap. Semoga semuanya berjalan lancar dan Menteri Sandi senang, sehingga masyarakat bangga," katanya usai meninjau, Kamis (28/7/2022).
Bahasan menyampaikan, meski beberapa hal terkait kebersihan dan kerapian di lokasi masih perlu diperbaiki, ia yakin jika tim akan berhasil menyelesaikan pekerjaan sebelum hari H.
"Tadi kita juga menyesuaikan dengan rencana awal. Dari kedatangan sampai akhir acara. Tapi kita juga tidak ingin terikat dengan rencana, karena boleh jadi nanti Menteri Sandi berubah pikiran. Yang penting kita sudah siap," ungkapnya.
Agenda utama kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno adalah untuk menilai Kampong Melayu BML yang masuk menjadi nominasi 50 desa wisata tingkat nasional dalam Anugerah Desa Wisata (ADWI) Tahun 2022 yang digelar Kemenparekraf. Oleh sebab itu, Bahasan meminta jajaran OPD terkait untuk serius mematangkan persiapan menjelang penilaian.
"Tentunya juga saya perlu mengajak dukungan dari masyarakat, baik yang ada di sekitar Kampong Melayu serta masyarakat Kota Pontianak untuk bersama bahu-membahu memberikan yang terbaik, demi kebaikan Kota Pontianak," tutupnya. (kominfo)
Pemkot dan Pelindo II Teken Kerjasama Bangun SPALD-T
Siapkan 16 ribu Sambungan IPALD
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menjalin kerjasama dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Pontianak dalam rangka pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Kota Pontianak. Kerjasama itu dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken oleh kedua belah pihak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan upaya Pemkot Pontianak sebagai komitmen untuk mempersiapkan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) beserta jaringan perpipaan di Kota Pontianak. Dalam kerjasama ini, PT Pelindo II bersedia menyerahkan asetnya berupa tanah sebagai sarana publik.
"Kita harapkan kerjasama ini bisa berjalan lancar dan bisa menghasilkan kegiatan yang nantinya dirasakan hasilnya oleh masyarakat," ujarnya usai penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama antara Pemkot Pontianak dan PT Pelindo II di Ruang Pontive Center, Kamis (28/7/2022).
Apabila SPALD-T ini terbangun, lanjutnya, setidaknya untuk wilayah yang direncanakan oleh konsultan bisa terealisasi sebanyak 16 ribu sambungan. Lokasi untuk pengolahan air limbah direncanakan ada dua Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD). Sambungan tersebut membentang dari Nipah Kuning hingga Jalan Martapura. Kerjasama ini juga mencakup peningkatan proses kelancaran selama pembangunan SPALD-T. Lahan yang diserahkan Pelindo nantinya akan dimanfaatkan terutama yang berada di daerah Nipah Kuning untuk mendukung pembangunan SPALD-T.
"Penyiapan akses jalan menuju IPAL Nipah Kuning juga menjadi bagian dari MoU yang telah ditandatangani," sebut Edi.
Komitmen Pemkot Pontianak dalam membangun SPALD-T diwujudkan dengan melakukan pembebasan lahan di titik lokasi Gang Martapura II dan masih tersisa sekitar 7.248 meter persegi yang harus dibebaskan.
"Kita sedang upayakan penganggarannya untuk kelancaran dalam waktu yang sesingkatnya. Mudah-mudahan pada awal 2023 proses pembebasan lahan telah tuntas," ungkap dia.
Langkah selanjutnya, kata Edi, pihaknya akan membentuk kelembagaan pengelolaan dengan menyusun kajian akademis dan peraturan Wali Kota untuk menugaskan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagai pelaksana SPALD-T.
"Kita juga telah melakukan studi tiru ke Pemkot Solo dan Denpasar. Selanjutnya penyusunan peraturan terkait juga telah dilakukan yakni Perda nomor 18 tahun 2021 tentang pengolahan air limbah domestik," terangnya.
General Manager PT (Persero) Pelindo II Pontianak, Udin Mahmudin mengatakan, kerjasama ini sebagai wujud Pelindo dalam berpartisipasi mendukung pembangunan mengingat Kota Pontianak sebagai bagian salah satu areal kerja PT Pelindo Regional II Pontianak.
"Kita sering berkomunikasi dengan Wali Kota Pontianak untuk berbagai hal. Kami harapkan dengan kerjasama ini lokasi yang sebagian melalui lahan kita bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," ucapnya.
Ia berharap dengan adanya pembangunan SPALD-T ini bisa memberikan manfaat bagi warga Kota Pontianak. Upaya ini merupakan bagian dari pengembangan Kota Pontianak ke depan agar lebih maju lagi.
"Kami menyambut baik proyek ini dan mendukung dengan dilibatkannya dalam kegiatan ini," imbuhnya. (prokopim)
Pemkot Pontianak Terapkan Kurikulum Merdeka, Belajar Berbasis Minat Bakat
Wali Kota Edi Lantik 136 Kepala Sekolah di Lingkungan Pemkot Pontianak
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan melaksanakan Kurikulum Merdeka, sebuah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai melantik dan mengambil sumpah sebanyak 109 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 27 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemkot Pontianak, di Halaman Kantor Wali Kota, Rabu (27/7/2022).
“Jadi nantinya, yang saya tahu di SMA tidak ada lagi penjurusan seperti IPA, IPS, Bahasa dan lainnya. Semuanya berorientasi pada minat dan bakat dari para murid, dan ini merupakan program Kemendikbud Ristek,” terangnya.
Pendidikan yang berkualitas dinilai Edi, tak hanya sekadar menjelaskan pengajaran maupun pengetahuan tertulis. Dia menyebut pendidikan yang baik semestinya membangkitkan kreativitas serta kecerdasan peserta didik, khususnya dalam menyelesaikan masalah. Dengan Kurikulum Merdeka, dirinya berharap para sepala sekolah dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik.
“Kurikulum Merdeka ini memberikan keleluasaan kepada daerah-daerah untuk mengembangkan kualitas pendidikan masing-masing, disesuaikan dengan potensi daerah tersebut,” jelasnya.
Para guru di era modern ini juga dituntut untuk bisa menyesuaikan perubahan budaya belajar. Terlebih ketika mengajar murid yang kini dikenal dengan sebutan Generasi Z dan Generasi Alpha. Edi mengajak tenaga pendidik mahir memanfaatkan teknologi di setiap proses belajar-mengajar.
“Apalagi sekarang sudah era metaverse. Beda dengan zaman kita dahulu. Situasi kemajuan era digital harus dimanfaatkan,” imbuhnya.
Ia meminta kepada kepala sekolah yang baru dilantik untuk menciptakan suasana teduh di lingkungan sekolah. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana seluruh pengajar mampu mengajak siswa selalu tertarik untuk belajar di sekolah.
“Buat sekolah seperti taman, agar segar dan teduh, serta jadi tempat bermain yang nyaman. Sehingga anak-anak jadi rindu dengan sekolah,” pungkasnya. (kominfo)
Pemkot Rasionalisasikan Anggaran dan Efisiensi Belanja
Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022
PONTIANAK - Adanya penurunan asumsi yang disebabkan pengaruh ekonomi global yang terjadi hingga saat ini, mengakibatkan penyusunan anggaran 2022 sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang ini. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, setelah pihaknya meneliti dan mempelajari, terutama berkaitan dengan pendapatan, maka akan dilakukan rasionalisasi anggaran.
"Hasil perhitungan kami dengan Tim Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) terdapat kurang lebih Rp66 miliar selisih kurangnya," ujarnya usai menandatangani nota kesepakatan perubahan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (26/7/2022).
Selanjutnya, kata Edi, pihaknya akan mengambil langkah-langkah di antaranya penghematan dan efisiensi, mengurangi belanja-belanja yang tidak bermanfaat serta rasionalisasi pajak termasuk mengurangi belanja modal yang mencakup belanja barang dan jasa serta belanja pegawai. Dirinya menilai, meskipun kondisi anggaran yang demikian, hal itu tidak akan mempengaruhi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
"Hanya saja capaian-capaian target tidak bisa tercapai secara optimal karena memang semua itu tergantung pada anggaran," sebutnya.
Namun Edi menyatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama sektor pajak daerah sudah mulai kembali stabil seperti saat kondisi sebelum pandemi.
"Tetapi volumenya tidak bisa kita tekan lebih tinggi lagi karena belum seratus persen normal," ungkapnya.
Terkait pekerjaan fisik pembangunan, dikatakannya menyesuaikan dengan kondisi keuangan Pemkot Pontianak. Dari pagu anggaran tersebut, ada yang nilainya dikurangi dan akan dikerjakan secara bertahap, ada pula pekerjaan fisik yang ditunda pada tahun 2023.
"Tidak mungkin kita paksakan semuanya karena dikuatikan nantinya terjadi gagal bayar," pungkasnya. (prokopim)