,
menampilkan: hasil
Pendaftaran Pencetakan KTP di Pontianak Kini Daring Setiap Hari
PONTIANAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak memperbarui sistem pelayanan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) dengan membuka pendaftaran antrean secara daring setiap hari mulai pukul 14.00 WIB. Laman resmi yang digunakan untuk mendaftar adalah disdukcapil.pontianak.go.id/onlinecapil. Pendaftaran akan ditutup jika kuota harian terpenuhi.
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Yuni Rosdiah, menyatakan inisiatif ini telah berjalan selama satu pekan dan bertujuan untuk mengurangi antrean fisik dan memudahkan warga mengakses layanan administrasi kependudukan.
“Melalui pendaftaran online, warga tidak perlu lagi mengantre sejak pagi. Cukup mengakses tautan resmi yang telah disediakan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Yuni menambahkan, sistem ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan pemohon dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
“Selain itu, masyarakat diimbau memastikan kelengkapan berkas saat melakukan pendaftaran agar proses pencetakan dapat berjalan lancar,” tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut positif penerapan sistem daring tersebut sebagai langkah modernisasi pelayanan publik.
“Digitalisasi layanan Disdukcapil adalah bagian dari upaya memperkuat efisiensi dan akuntabilitas layanan pemerintahan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan KTP-el tidak hanya dilakukan di kantor Disdukcapil pusat, tetapi telah diperluas ke berbagai kecamatan dan kelurahan, termasuk layanan di sekolah-sekolah bagi pelajar yang sudah berusia 17 tahun.
“Disdukcapil tetap membuka layanan administrasi kependudukan seperti perekaman KTP pada hari Sabtu dan Minggu, supaya lebih menjangkau warga yang memiliki mobilitas tinggi,” ungkapnya.
Wali Kota Edi juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 35 Tahun 2025 tentang pencegahan penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dalam edaran itu, masyarakat diingatkan bahwa aktivasi IKD hanya dilakukan secara tatap muka di kantor Disdukcapil atau tempat pelayanan resmi, dan Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga melalui telepon, WhatsApp, atau panggilan video untuk meminta data pribadi.
“Kami berharap masyarakat semakin adaptif terhadap sistem digital dan mendaftarkan diri secara online, sehingga antrean fisik bisa diminimalkan, waktu tunggu dipersingkat, dan pelayanan publik menjadi lebih efisien,” tutupnya. (kominfo)
Momen Kebersamaan, Wako dan Wawako Tanding Voli Melawan ASN
PONTIANAK - Suasana pertandingan bola voli antar ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak seketika pecah tatkala Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan ikut bermain bersama tim yang tengah berlaga. Pertandingan bola voli merupakan satu di antara turnamen yang digelar Pemkot Pontianak dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun ke-54 KORPRI.
Kehadiran keduanya sontak mengundang sorakan para penonton yang memadati lapangan. Para ASN yang bertanding tampak semakin bersemangat ketika dua pejabat tinggi di Pemkot Pontianak turun langsung ke lapangan, memeriahkan jalannya pertandingan persahabatan tersebut.
Wali Kota Edi Kamtono menuturkan, kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan di lingkungan Pemkot Pontianak. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat rutin digelar untuk menjaga kesehatan serta memperkuat soliditas antar perangkat daerah.
“Olahraga ini sekaligus menjadi momen bagi kita untuk refreshing. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” ujarnya, usai sempat bermain bola voli di halaman SMPN 1 Pontianak, Senin (24/11/2025).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bahasan menambahkan, kompetisi bola voli antar ASN menjadi wadah positif untuk menjalin komunikasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang menurutnya semakin menunjukkan tingginya minat ASN terhadap kegiatan olahraga.
“Saya berharap semangat para ASN dalam berolahraga sama halnya dengan semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menyampaikan bahwa rangkaian pertandingan olahraga antar ASN dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 KORPRI tahun ini melibatkan partisipasi besar dari seluruh perangkat daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan komunikasi lintas organisasi perangkat daerah.
“Ini murni fun games, tujuannya untuk memperkuat kebersamaan dan menambah semangat kerja para ASN. Kami sangat mengapresiasi seluruh kepala OPD, camat, hingga perangkat daerah yang telah mengirimkan peserta untuk tiga cabang olahraga yang dipertandingkan,” imbuhnya.
Rizal memaparkan, tiga cabang olahraga yang diperlombakan terdiri dari bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja. Turnamen bola voli digelar di halaman SMP Negeri 1 Pontianak, sementara bulu tangkis berlangsung di GOR Bulutangkis Tabrani Ahmad dan tenis meja dilaksanakan di Gedung AAPC Jalan Podomoro.
Adapun jumlah peserta yang terlibat cukup besar. Untuk bola voli putra terdapat 26 tim, sedangkan bola voli putri diikuti 19 tim. Rizal memperkirakan jadwal pertandingan bola voli akan berlangsung hingga awal Desember, dengan menyesuaikan kondisi cuaca.
“Saya sudah menyampaikan kepada pihak sekolah agar menginformasikan kepada guru dan orang tua siswa bahwa beberapa hari ke depan SMP 1 akan digunakan sebagai lokasi pertandingan. Kita berharap cuaca tetap bersahabat sampai kegiatan selesai,” harapnya.
Untuk cabang bulu tangkis, ganda campuran diikuti 46 tim, ganda putri 40 tim, dan ganda putra 44 tim. Sementara itu, cabang tenis meja juga tak kalah ramai, dengan 16 tim ganda putri dan 43 tim ganda putra. Rizal juga menyebut adanya pertandingan eksekutif yang menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu-tunggu.
“Pertandingan eksekutif tahun ini diikuti 36 peserta. Tadi saya sempat berlatih, dan kayaknya Asisten III sudah bersiap untuk bertanding juga,” selorohnya.
Rizal menambahkan, meskipun atmosfer kompetisi akan terasa, yang terpenting adalah menjaga sportivitas dan semangat kebersamaan.
“Junjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan kita sebagai anggota KORPRI,” tutupnya. (prokopim)
Legislatif-Eksekutif Sepakati APBD 2026 Rp2,092 triliun
PONTIANAK – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pontianak tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 resmi disepakati dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak. Persetujuan tersebut ditandai dengan penyampaian Pendapat Akhir Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
APBD Kota Pontianak 2026 disepakati sebesar Rp2,092 triliun. Adapun struktur anggaran yang telah mendapat persetujuan bersama meliputi pendapatan daerah Rp2,062 triliun, belanja daerah Rp2,073 triliun, pembiayaan daerah yang mencakup penerimaan Rp30,670 miliar dan pengeluaran Rp19,270 miliar.
“Setelah melalui pembahasan oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, pada hari ini kita sampai pada satu kesepakatan, yaitu persetujuan DPRD Kota Pontianak terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026,” ujarnya usai menyampaikan pendapat akhir di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Senin (24/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Edi menyampaikan terima kasih kepada pimpinan sidang, anggota DPRD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan dan pembahasan Raperda APBD 2026. Ia menilai selama proses pembahasan, terbangun sinergi kuat antara pemerintah daerah dan legislatif. Sinergi ini, menurutnya, menjadi modal penting dalam memastikan program dan kegiatan prioritas dapat berjalan optimal demi peningkatan pembangunan di Kota Pontianak.
“Komitmen kuat antara legislatif dan eksekutif untuk lebih fokus pada program prioritas akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa menambahkan, kesepakatan APBD 2026 merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Pontianak di tengah dinamika kebijakan nasional.
Bebby menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, DPRD bersama Pemerintah Kota Pontianak melakukan penyesuaian dengan mengutamakan skala prioritas.
“Kita memahami adanya pemotongan anggaran dari pusat sehingga kita harus menyesuaikan. Karena itu, kemarin kita bersama-sama memfokuskan pada skala prioritas untuk menentukan mana yang perlu didahulukan dalam penyesuaian anggaran,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa penyesuaian anggaran tetap diarahkan sesuai dengan RPJMD, khususnya visi dan misi Wali Kota Pontianak dalam penanganan banjir. Menurutnya, komitmen tersebut tercermin dari upaya maksimal dalam memperkuat sistem drainase kota.
“Pak Wali memang berkeinginan agar penyesuaian tetap mengacu pada RPJMD, terutama terkait visi misi beliau dalam mengatasi permasalahan banjir. Karena itu, kita terus mengembangkan saluran-saluran drainase di seluruh wilayah kota agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memperkuat sistem drainase,” terang Bebby.
Terkait dampak pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) terhadap iklim investasi, Bebby menyebutkan bahwa meskipun tidak semua hal bisa dilakukan secara cepat, upaya menarik investasi tetap harus berjalan. Ia menilai bahwa antisipasi yang tepat sangat diperlukan agar pembangunan tidak mengalami perlambatan signifikan.
“Memang tidak semua hal bisa dilakukan setiap hari. Namun investasi dari luar, terutama dalam sektor pembangunan, tetap kita upayakan. Saya rasa dalam mengantisipasi kondisi ini, kita semua harus menerapkan praktik-praktik terbaik agar dampaknya tidak terlalu besar bagi daerah,” pungkasnya. (prokopim)
Digitalisasi Koperasi Harus Dimulai dari Perubahan Mindset
Pemkot Gelar Pelatihan Teknologi Informasi bagi Pengelola Koperasi
PONTIANAK – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelola koperasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak menggelar pelatihan Teknologi Informasi (TI) Koperasi di Hotel Orchardz Gajah Mada, Senin (24/11/2025). Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat literasi digital dan kemampuan pengelolaan koperasi di era transformasi digital.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, koperasi memiliki peran strategis dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kota Pontianak. Untuk itu, ia berharap Pelatihan TI Koperasi dan Lamikro dapat memperkuat pengelolaan Koperasi Merah Putih sebagai salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk mendorong ekonomi rakyat di Kota Pontianak.
“Karena itu, pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi kunci membangun kepercayaan publik,” ujarnya usai membuka pelatihan.
Menurutnya, pelatihan teknologi informasi ini penting untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan koperasi. Di tengah era Revolusi Industri 4.0, kemampuan menguasai teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar koperasi dapat bersaing di pasar yang kompetitif.
Ia memaparkan empat manfaat utama digitalisasi bagi koperasi, yakni efisiensi operasional, peningkatan layanan, perluasan pasar serta transparansi dan akuntabilitas.
“Teknologi dapat membantu otomasi administrasi, transaksi digital dan pengelolaan informasi secara lebih cepat dan akurat,” terang Bahasan.
Namun demikian, lanjutnya lagi, terlepas dari semua itu, ada hal yang lebih penting lagi demi kemajuan sebuah koperasi. Fondasi keberhasilan sebuah koperasi kuncinya adalah kejujuran.
“Intinya, kita dituntut untuk bekerja dengan jujur dan bersungguh-sungguh. Orang jujur itu ke mana pun ditempatkan akan diterima,” pesannya.
Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim, menambahkan, pengurus, pengawas dan anggota koperasi perlu dibekali keterampilan digital agar pengelolaan koperasi berjalan lebih modern dan transparan.
“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada pengurus, pengawas dan anggota koperasi agar memiliki keterampilan dalam menggunakan teknologi digital sehingga pengelolaan koperasi menjadi lebih efisien, modern, dan transparan,” ungkapnya.
Selain itu, pelatihan ini ditujukan pula untuk meningkatkan kemampuan pengusaha UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengembangan usaha mereka.
“Setelah mendapat pelatihan ini, diharapkan para peserta mulai beralih dari sistem manual ke arah digitalisasi dalam pengelolaan koperasi maupun usaha,” ucap Ibrahim.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini cukup beragam dan menyeluruh, meliputi digitalisasi koperasi, efisiensi operasional, tata kelola, perluasan jangkauan layanan koperasi melalui digitalisasi, penguatan daya saing, diversifikasi produk dan layanan digital koperasi, serta pengembangan kapasitas aset. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi tentang transformasi mindset, yang menurut Ibrahim sangat penting agar koperasi dan UMKM mampu beradaptasi.
“Pola pikir harus berubah. Tidak bisa lagi menunggu, tetapi harus bergerak,” pungkasnya. (prokopim)