,
menampilkan: hasil
Edi Minta Jemaah Calon Haji Jaga Nama Baik Pontianak
Pesan Wali Kota untuk Jemaah Calon Haji pada Istigasah Akbar
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para jemaah calon haji saat menghadiri Istigasah Akbar Jemaah Calon Haji Kota Pontianak 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam kesempatan itu, Edi mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa kondisi tubuh yang prima sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik dan khusyuk.
“Jaga kesehatan sejak sekarang, atur pola makan, istirahat yang cukup, dan ikuti arahan petugas kesehatan. Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang kuat,” ujarnya saat menghadiri Istigasah Akbar di Masjid Raya Mujahidin, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Selain itu, ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu satu sama lain selama berada di tanah suci. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian antarjemaah akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Edi turut mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menunaikan ibadah haji. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjadi duta yang mencerminkan sikap santun, disiplin, dan taat aturan.
“Bapak dan Ibu adalah perwakilan Kota Pontianak. Tunjukkan sikap yang baik, patuhi aturan, dan jaga nama baik Indonesia,” pesannya.
Istigasah akbar tersebut diikuti ratusan jemaah calon haji beserta keluarga. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta kemabruran dalam menjalankan ibadah haji.
Pemerintah Kota Pontianak berharap seluruh jemaah calon haji dapat berangkat, menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur. (prokopim)
MTQ Cetak Generasi Cerdas, Berkarakter dan Adaptif
Wawako Buka MTQ ke-34 Kecamatan Pontianak Timur
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menjadi salah satu cara membentuk generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.
Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut generasi muda memiliki bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai budaya, serta kreativitas yang tinggi.
“Generasi kita harus cerdas berbasis ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya usai membuka MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Aula BPMP, Kamis (30/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter menjadi hal penting agar generasi muda tidak mudah menyerah, memiliki kesabaran, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan ajaran Islam yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para peserta MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Timur untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Kemenangan itu bonus. Yang utama adalah proses, pengalaman, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Bahasan.
Kepada para dewan juri, Bahasan berpesan agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional. Menurutnya, integritas dalam penilaian sangat penting untuk menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak. Ia menyebut, kondisi kerukunan antarumat beragama di kota ini sudah berjalan baik dan perlu terus dipertahankan.
“Di Pontianak, kita bisa melihat masjid dan gereja berdiri berdampingan tanpa konflik. Ini menjadi bukti bahwa toleransi di masyarakat kita berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Semoga nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kehidupan harmonis tersebut dapat terus dijaga sebagai modal utama dalam membangun kota yang maju dan sejahtera,” tutupnya.
MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur ini diikuti peserta dari tujuh kelurahan se-Kecamatan Pontianak Timur, dengan jumlah total sebanyak 300 peserta, terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra.
Adapun cabang yang diperlombakan antara lain Cabang Tilawah (anak, remaja, dewasa, dan tuna netra) putra dan putri, Cabang Tilawah Usia Emas putra dan putri, Cabang Murattal (remaja dan dewasa) putra dan putri, Cabang Mujawwad/munajat putra dan putri, Cabang Hifzil Qur’an (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz) putra dan putri, Cabang Syarhil Qur’an putra dan putri, Cabang Fahmil Qur’an putra dan putri, Cabang Kaligrafi Al-Qur’an (kontemporer, naskah, hiasan mushaf, dan dekorasi) putra dan putri, serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis putra dan putri. (prokopim)
Pemkot Pontianak Terapkan SPMB SD dan SMP 2026 Secara Daring Penuh
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyatakan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk menciptakan pemerataan mutu pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Hal itu disampaikannya usai membuka kegiatan Sosialisasi dan Komitmen Bersama SPMB 2026/2027 di Kantor Wali Kota, Kamis (30/4/2026).
"Pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan beberapa jalur penerimaan yang tetap diberlakukan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi," tuturnya usai acara.
Ia mengungkapkan, persoalan penerimaan murid baru setiap tahun tidak lepas dari penerapan sistem zonasi yang sebelumnya diberlakukan secara nasional. Menurutnya, pola pembangunan sekolah di Kota Pontianak sejak dahulu dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan lahan, bukan semata-mata mempertimbangkan wilayah zonasi.
“Dulu sekolah dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan penduduk. Bahkan banyak masyarakat yang mewakafkan tanah untuk pembangunan sekolah,” ujarnya.
Edi mencontohkan kondisi di Kecamatan Pontianak Tenggara yang dahulu dinilai tertinggal karena belum memiliki SMA negeri, meskipun di wilayah sekitarnya terdapat sejumlah sekolah negeri maupun swasta. Ketika sistem zonasi diterapkan, muncul persoalan baru karena masyarakat masih beranggapan ada sekolah favorit.
“Kondisi ini menyebabkan setiap tahun selalu terjadi persoalan dalam penerimaan murid baru. Ada yang mencoba berbagai cara agar bisa masuk sekolah tertentu,” katanya.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan kualitas seluruh sekolah negeri agar tidak ada lagi stigma sekolah unggulan maupun nonunggulan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemerataan guru-guru berkualitas ke berbagai wilayah di Kota Pontianak.
“Kami akan melakukan rolling guru-guru berkualitas ke wilayah utara, timur dan wilayah lainnya supaya mutu sekolah semakin merata,” jelasnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan ruang kelas di beberapa kawasan, khususnya wilayah timur Kota Pontianak seperti Kelurahan Parit Mayor, Dalam Bugis dan Panjang Hilir, yang akses menuju SMA masih relatif jauh. Pemkot Pontianak, lanjutnya, tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait penambahan kapasitas SMA, mengingat kewenangan SMA berada di tingkat provinsi.
Sementara untuk jenjang SMP, Pemkot Pontianak sedang menyiapkan penambahan ruang kelas baru sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Edi juga meminta seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait sistem penghitungan jarak pada jalur domisili. Ia menjelaskan bahwa pengukuran dilakukan berdasarkan garis lurus koordinat, bukan jarak tempuh jalan raya.
“Kalau secara koordinat lebih dekat, maka itu yang dihitung sistem, meskipun secara jalan harus memutar,” terangnya.
Selain itu, Pemkot Pontianak tetap membatasi penerimaan peserta didik dari luar daerah pada sekolah negeri maksimal 5 persen dengan prioritas utama bagi warga Kota Pontianak. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kuota pendidikan bagi masyarakat setempat.
“Kalau sekolah swasta di perbatasan boleh menerima siswa luar daerah lebih banyak, tetapi untuk sekolah negeri kami prioritaskan warga Kota Pontianak,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menambahkan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD maupun SMP negeri seluruhnya dilakukan secara daring melalui laman resmi spmb.pontianak.go.id.
“Mulai dari pembuatan akun, pengajuan pendaftaran, verifikasi hingga validasi berkas dilakukan secara daring. Untuk jenjang SMP, calon murid dapat memilih paling banyak lima sekolah tujuan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan jenjang SD terdiri dari jalur domisili sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen dan mutasi 5 persen. Sementara untuk jenjang SMP terdiri dari jalur domisili 40 persen, afirmasi 20 hingga 30 persen, mutasi 5 persen dan prestasi 25 hingga 35 persen. Khusus SMPN 1, SMPN 3, SMPN 10 dan SMPN 11, kuota afirmasi sebesar 20 persen dan jalur prestasi 35 persen.
Menurut Sri Sujiarti, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Sedangkan jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik, termasuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), prestasi perlombaan dan pengalaman organisasi siswa.
“Untuk jalur prestasi SMP, bobot penilaian terdiri dari nilai TKA sebesar 70 persen dan poin prestasi akademik maupun nonakademik sebesar 30 persen. Seluruh dokumen prestasi wajib melalui proses validasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan bahwa sistem seleksi jalur domisili maupun afirmasi menggunakan penghitungan jarak garis lurus dari tempat tinggal ke sekolah tujuan. Jika jarak calon murid sama, maka prioritas diberikan kepada calon murid yang lebih tua dan yang lebih dahulu mendaftar.
Untuk jadwal pelaksanaan, Sri Sujiarti menyebut pendaftaran jalur prestasi SMP dimulai dari pembuatan akun pada 1 hingga 19 Juni 2026, dilanjutkan pendaftaran pada 20 sampai 24 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi 27 Juni 2026 dan daftar ulang pada 6 hingga 7 Juli 2026. Sedangkan jalur domisili, afirmasi dan mutasi dibuka pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kanal informasi resmi yang telah disediakan pemerintah, baik melalui laman spmb.pontianak.go.id, pontianak.spmb.id maupun disdikbud.pontianak.go.id. Selain itu, panitia SPMB juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi dalam proses penerimaan murid baru. (kominfo/prokopim)
Porseni PAUD Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter
Dorong Penguatan Karakter Anak Lewat Porseni 2026
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menutup secara resmi kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Pendidikan Anak Usia Dini (Porseni PAUD) tingkat Kota Pontianak di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (30/4/2026).
Bahasan menyampaikan bahwa Porseni PAUD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan karakter anak sejak dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, berbudaya, dan berakhlak mulia.
“Porseni PAUD ini memiliki banyak manfaat, terutama dalam mengembangkan minat, bakat, dan potensi anak secara holistik. Anak-anak dilatih untuk kreatif, percaya diri, mampu bersosialisasi, serta bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme peserta selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar berbagi, berani tampil, serta disiplin dalam mengikuti setiap cabang lomba seni dan olahraga.
“Semua anak yang tampil di sini adalah juara. Mereka sudah menunjukkan keberanian dan kemampuan terbaiknya,” tambah Bahasan.
Ia juga mengapresiasi peran para pendidik dan orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak dalam mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.
Lebih lanjut, Bahasan menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi masa depan yang tangguh dan mandiri. Ia berharap kegiatan seperti Porseni PAUD dapat terus dilaksanakan untuk menanamkan nilai sportivitas dan kepercayaan diri sejak dini.
Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, penelantaran, hingga kejahatan, serta memastikan terpenuhinya hak-hak anak, termasuk pendidikan dan perlindungan yang optimal.
“Anak-anak harus tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan mendukung, sehingga potensi mereka dapat berkembang secara maksimal,” katanya.
Di Kota Pontianak sendiri, terdapat lebih dari 200 lembaga PAUD yang turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, termasuk alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas PAUD.
“Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang saat ini berada di angka 82,80 tidak terlepas dari kontribusi dunia pendidikan, termasuk PAUD,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para pendidik untuk terus menjaga kekompakan, mengedepankan keikhlasan dalam mendidik, serta menghindari ego sektoral dalam pengelolaan lembaga PAUD.
“Perbedaan adalah hal yang wajar. Justru harus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini bahwa keberagaman adalah kekuatan,” imbuhnya.
Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menekankan pentingnya penguatan karakter anak sejak usia dini melalui kegiatan positif seperti Porseni PAUD.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 270 satuan PAUD yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Kota Pontianak. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas.
“PAUD memiliki peran penting sebagai dasar pembentukan karakter anak, termasuk dalam mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berekspresi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi saat ini, yakni semakin berkurangnya lagu-lagu anak yang dikenal oleh generasi muda. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak, mengingat lagu anak mengandung nilai-nilai kebaikan, keceriaan, dan edukasi.
“Sekarang ini anak-anak justru lebih hafal lagu-lagu dewasa. Padahal, lagu anak memiliki peran penting dalam menanamkan nilai positif dan membangun karakter mereka,” tuturnya.
Melalui kegiatan Porseni, pihaknya berupaya menghadirkan kembali ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sesuai dengan usia mereka, baik melalui seni tari, musik, maupun kegiatan lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan inspirasi bagi satuan PAUD di Kota Pontianak.
Yanieta menjelaskan, penampilan yang terfokus pada satuan PAUD tertentu dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai contoh praktik baik (best practice) dalam pengembangan kreativitas anak.
“Ke depan, kesempatan tampil akan diberikan secara bergilir kepada seluruh satuan PAUD, sehingga semua dapat menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkasnya. (prokopim)