,
menampilkan: hasil
Efisiensi Anggaran Prioritaskan Program Wali Kota Terpilih
PONTIANAK - Kebijakan efisiensi anggaran di pemerintahan turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak Sidig Handanu menjelaskan, saat ini efisiensi yang dibebankan kepada pemerintah daerah tengah dibahas Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Artinya kalau dari segi volume untuk Pemkot Pontianak itu alhamdulillah, karena tidak ada Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, APBD kita tidak mengalami banyak perubahan, tapi untuk ke dalamnya akan diprioritaskan karena 2025 ada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih,” paparnya, Rabu (11/2/2025).
Sidig menerangkan, di tahun 2025 ini kepemimpinan Pemkot Pontianak akan berlanjut kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih 2025-2030 yaitu Edi Kamtono dan Bahasan. Ia menyebut, pihaknya akan memprioritaskan program kepala daerah terpilih yang disampaikan selama janji kampanye.
“Jadi kembali kepada Pemkot Pontianak sendiri, artinya tidak mengalami banyak perubahan dari aspek volume,” terangnya.
Visi dan misi Wali Kota-Wakil Wali Kota terpilih telah dituangkan dalam Rancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pontianak tahun 2026. Untuk selanjutnya program-program prioritas akan dijalankan dengan model quick wins.
Ia menjabarkan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak terpilih adalah 'Pontianak Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan yang Humanis'. Adapun misinya, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, efektif, inovatif, adaptif, profesional dan akuntabel berbasis teknologi informasi, mewujudkan wilayah perkotaan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan humanis melalui penyediaan sarana, prasarana dasar dan utilitas, serta mewujudkan perekonomian inklusif, stabil, produktif, kreatif, dan inovatif.
“Yang ditarik seandainya nanti dilakukan efisiensi, ini tujuannya untuk menunjang program-program Wali Kota terpilih dan kemungkinan juga untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkapnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan di Kota Pontianak berjalan lancar. Ia menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Edi Kamtono dan Bahasan, untuk menyelaraskan visi dan misi mereka dengan program pemerintah yang ada.
"Alhamdulillah, kami sudah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Kami juga telah membentuk tim transisi yang terdiri dari Sekretaris Daerah dan jajaran kepala dinas untuk menyusun program sesuai visi dan misi Pak Edi Kamtono dan Pak Bahasan," ujarnya.
Tim transisi yang dibentuk sejak Januari ini bertugas memastikan visi-misi pemimpin baru agar dapat diintegrasikan ke dalam program kegiatan dan anggaran tahun 2025. Edi menambahkan bahwa perubahan anggaran akan dilakukan pada bulan April atau Mei mendatang untuk menyesuaikan dengan visi-misi tersebut.
Mengenai persiapan pelantikan kepala daerah terpilih, ia menyebutkan bahwa rapat-rapat terus dilakukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan akomodasi pelantikan.
"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai lokasi dan teknis pelantikan, namun kami pastikan seluruh layanan kepada masyarakat tidak akan terganggu," tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah saat ini, diharapkan transisi kepemimpinan ini dapat berjalan lancar dan membawa Pontianak lebih maju sesuai harapan masyarakat. (kominfo/prokopim)
Pontianak Juara I Kapal Hias Saprahan Khatulistiwa
PONTIANAK - Kapal hias Kota Pontianak meraih Juara 1 Lomba Kapal Hias Saprahan Khatulistiwa 2025. Kapal hias yang didominasi warna kuning dengan ornamen Masjid Jami,Tugu Khatulistiwa, Meriam Karbit, janur dan hiasan lainnya berhasil mengantarkan Pontianak berada di puncak juara.
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada tim dari Pontianak yang telah bekerja keras menghias kapal hingga meraih juara pertama.
“Hasil ini tidak terlepas dari kerja keras tim yang telah mengkreasikan kapal hias ini sehingga menjadi kebanggaan bagi kita,” ujarnya usai menghadiri Puncak Saprahan Khatulistiwa di Taman Alun Kapuas, Selasa (11/2/2025).
Edi Suryanto juga mengapresiasi Bank Indonesia yang telah menginisiasi event Saprahan Khatulistiwa 2025 di Kota Pontianak. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kolaborasi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung promosi pariwisata daerah, khususnya di Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari menarik wisatawan. Paling tidak, kita lihat seluruh pejabat di Kalimantan Barat sudah datang ke sini. Ini sudah menjadi rejeki sendiri bagi Kota Pontianak," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa event ini melibatkan seluruh wilayah dan daerah, sehingga memberikan dampak positif bagi Pontianak dan masyarakatnya.
“Semakin banyak event yang digelar di Pontianak, maka semakin banyak manfaat yang diperoleh Kota Pontianak,” sebutnya.
Saprahan Khatulistiwa 2025 merupakan sebuah event rutin tahunan yang digelar oleh Bank Indonesia. Rangkaian Saprahan Khatulistiwa ini berlangsung mulai dari 5 hingga 16 Februari 2025 dengan mengangkat tema ‘Membangun Masa Depan, Menjaga Tradisi, Menyongsong Digitalisasi’. (prokopim)
Musrenbang Pontianak Barat, Pj Wako Minta Kedepankan Nilai Inklusivitas
PONTIANAK - Kecamatan Pontianak Barat jadi pembuka rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2026 tingkat kecamatan se-Kota Pontianak. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menerangkan, arah pembangunan ke depan fokus pada nilai-nilai inklusivitas masyarakat di segala bidang.
“Artinya sebuah pembangunan itu bisa menumbuhkan sikap menghargai dan merangkul keberagaman, serta memastikan semua orang merasa diterima dan dihargai. Ini mesti diterapkan di setiap bidang, apakah pendidikan, kesehatan, infrastruktur sampai pelayanan publik,” tuturnya usai membuka acara di Aula SSA Kantor Wali Kota, Selasa (11/2/2025).
Untuk melaksanakan pembangunan dengan baik, Edi menilai perlunya realisasi anggaran yang optimal. Sehingga setiap rencana yang dibuat dari tataran RT dan RW bisa terwujud sesuai kebutuhan.
Namun ia menekankan, apabila rencana pembangunan telah ditetapkan maka jajaran perangkat daerah harus mengawal dengan seksama. Ia tidak ingin kebutuhan masyarakat terabaikan sehingga berdampak pada sektor yang lain.
“Saya turut mengajak masyarakat agar berkonsultasi bersama jajaran dinas terkait, sehingga solusi dari permasalahan tersebut bisa ditentukan bersama sebelum akhirnya diusulkan. Ini juga sebagai bentuk efisiensi anggaran,” sebut Edi.
Camat Pontianak Barat Titin Widiyanti menambahkan, terdapat tiga bidang pembangunan yang akan diusulkan oleh masyarakat di wilayahnya yaitu bidang infrastruktur, sosial budaya dan sumber daya alam (SDA). Sebagian besar, terangnya, mengusulkan perbaikan drainase.
“Usulannya sebagian besar untuk drainase dan jalan lingkungan, ada pelatihan satpam dan pembuatan sandal hotel serta untuk UMKM. Ada program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Adapun pembangunan di tahun lalu telah diselesaikan pihaknya dengan sangat baik. Khusus di tahun 2025 ini juga digelar pra musrenbang agar masyarakat memahami lebih dahulu usulan-usulan prioritas.
“Di situlah kami dapat mengetahui apa saja masukan dan keperluan warga, pada saat rapat warga menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Pontianak Gelar Bimtek Pelaksanaan PBJ Tahun Anggaran 2025
Selaraskan dengan Peraturan Terbaru
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pelaksanaan dan Tertib Administrasi dalam Persiapan dan Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Tahun Anggaran (TA) 2025 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Staf Ahli Bidang Pemerintah dan SDM Kota Pontianak, Rusdalita menyebut Bimtek ini menjadi wadah bagi seluruh jajaran di Pemkot Pontianak untuk mengetahui sekaligus memperbarui regulasi dan aturan lainnya terkait pengadaan barang dan jasa. Sehingga ke depannya, pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pontianak dapat berjalan dengan transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
“Diharapkan Bimtek ini dapat meningkatkan profesionalisme dan tertib administrasi di dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa. Sehingga tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga menghindari potensi kesalahan administrasi yang dapat berdampak pada hukum,” jelas Rusdalita mewakili Pj Wali Kota Pontianak usai membuka rangkaian Bimtek di Hotel Ibis, Senin (10/2/2024).
Rusdalita menambahkan, adanya Bimtek ini juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran di Pemkot Pontianak untuk selalu mengutamakan pengadaan barang dan jasa yang berlandaskan kepentingan masyarakat. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Sehingga nantinya, pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan beracu pada pembangunan daerah yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Saya harapkan para peserta bisa semakin berintegritas, profesional, mengedepankan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pembangunan daerah Kota Pontianak,” terangnya.
Fasilitator Pengadaan Barang Jasa Pemerintah dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Fahrurrazi yang dalam Bimtek ini menjadi narasumber menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di akhir tahun 2024 oleh Pemkot Pontianak. Ia mengatakan bahwa Bimtek ini fokus membahas berbagai tahapan dalam pengadaan barang dan jasa, dengan menitikberatkan pada diskusi dan tanya jawab pada tiap sesi Bimtek.
“Jadi sekarang kita berada di fase persiapan dan pelaksanaan pemilihan penyedia. Untuk itu, Bimtek kali ini rangkaian materinya yaitu bagaimana membangun strategi dan bagaimana tertib administrasinya. Karena di pengadaan barang jasa pemerintah itu ada yang swakelola dan ada yang menggunakan penyedia. Sekitar 80 persen itu menggunakan penyedia,” ucap Fahrurrazi.
Ia juga mengatakan bahwa Pemkot Pontianak memiliki track record yang sudah baik di tahun-tahun sebelumnya terkait pengadaan barang dan jasa. Untuk itu, dirinya menilai Bimtek ini sangat penting dilaksanakan untuk mempertahankan kinerja yang sudah baik. Karena menurutnya, proses pengadaan barang dan jasa ini bersifat dinamis, selalu berubah menyesuaikan berbagai kebijakan dan situasi kondisi yang ada.
“Pengadaan barang jasa itu dinamis. Sering berubah, sering ada kebijakan baru. Maka dari itu yang banyak kita bahas adalah bagaimana mengoptimalkan apa yang sudah pernah dilaksanakan dan mengupdate tentang perkembangan-perkembangan regulasi dan proses bisnis baru. Kota Pontianak anggarannya cukup besar untuk belanja pengadaan barang jasa. Kalau tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan menjadi masalah,” tutupnya. ( kominfo )