,
menampilkan: hasil
Pontianak Kota Kelima se-Indonesia Gencarkan Gerakan Tanpa Plastik
Pontianak Targetkan 2030 Bebas Sampah Plastik
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah gencar mengkampanyekan Gerakan Tanpa Plastik. Aksi dimulai dengan membagikan tas belanja kepada masyarakat secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian saat Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (13/10/2024).
Ia menyebut, Pontianak menjadi kota kelima di Indonesia yang menerapkan Gerakan Tanpa Plastik. Pj Wali Kota berharap masyarakat berpartisipasi aktif untuk mulai berhenti menggunakan kantong plastik saat belanja.
“Mudah-mudahan kita bisa menjaga lingkungan Kota Pontianak semakin bersih dan sehat. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, maka kita bisa melaksanakan aktivitas produktif,” katanya, usai melakukan penandatanganan komitmen diikuti pelaku ritel, kepala dinas dan masyarakat.
Meski masih dalam tahap sosialisasi, Ani Sofian mengapresiasi para pelaku usaha ritel khususnya, atas komitmen untuk tidak menyediakan kantong plastik sebagai tas belanja. Ia menyebut, sebelumnya Pemkot Pontianak telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 06 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Hal itu dilakukan mengingat tingginya jumlah timbulan sampah di Kota Pontianak.
“Sampah-sampah itu dapat menimbulkan masalah jika tidak dilakukan pencegahan, pengurangan dan penanganan yang tepat,” ungkapnya.
Ani Sofian menerangkan, produksi sampah di Kota Pontianak rerata sebanyak 411,96 ton per hari pada tahun 2024 semester 1. Saat ini, pengurangan sampah di masyarakat baru mencapai 25,06 persen yang terealisasi. Sehingga perlu dilakukan percepatan untuk dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada tahun 2025.
Berdasarkan peraturan tersebut, Kota Pontianak memiliki target pengelolaan sampah pada tahun 2025, yakni sebesar 70 persen penanganan sampah yang dilakukan oleh pemerintah dan 30 pengurangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat.
“Maka perlu dilakukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi, komunitas, stakeholder, dan lain-lain untuk mempercepat terwujudnya misi dan target Kota Pontianak pada tahun 2025,” terangnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono memaparkan, di tahun 2026, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus diberhentikan dan diganti dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di tahun 2030, yaitu tempat mengelola sampai pada pemrosesan akhir sampah, sehingga aman untuk dikembalikan ke media lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat tercapainya target pengurangan sampah kantong plastik di Kota Pontianak dan mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota yang bersih, hijau, aman, tertib dan berkelanjutan serta menciptakan masyarakat yang berwawasan lingkungan,” tuturnya.
Saat kampanye gerakan tanpa plastik ini dimulai, usaha ritel harus wajib memasang spanduk yang terdapat di link bit.ly/pontianakbebasplastik2024. Biaya pemasangan spanduk ditanggung dari masing-masing pelaku usaha. Ritel, pusat perbelanjaan, pelaku usaha dan sejenisnya diperbolehkan membuka stand dengan syarat tidak menyediakan kantong plastik sekali pakai, menawarkan program seperti potongan harga jika membawa tas guna ulang, atau sejenisnya, yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pelaku usaha.
Pihaknya juga membagikan 253 tas belanja kepada masyarakat telah berpartisipasi dengan upload foto kegiatan menggunakan tas belanja atau aktivitas apapun saat tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja lewat media sosial masing-masing.
“Berkomitmen menjalankan Gerakan Kota Pontianak Tanpa Kantong Plastik dengan mulai 1 Januari 2025 setiap ritel, pusat perbelanjaan, pelaku usaha dan sejenisnya tidak menyediakan kantong plastik sekali pakai,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Dishub Kembali Operasionalkan Bus Gratis Untuk Pelajar
Akan Dilaunching Pj Wako Mulai 14 Oktober 2024
PONTIANAK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak akan mengoperasikan kembali Bus Rapid Transit (BRT) untuk angkutan pelajar. Pengoperasian bus sekolah ini rencananya akan dilaunching langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian di Halte SMK Negeri 4 Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak Barat, Senin (14/10/2024) pagi.
“Rencananya BRT ini akan diresmikan operasionalnya pukul 05.45 WIB oleh Bapak Pj Wali Kota,” ungkap Kepala Dishub Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim, Sabtu (12/10/2024).
Ia menambahkan, BRT ini difungsikan secara gratis khusus bagi pelajar. Dengan beroperasinya bus ini diharapkan memudahkan dalam memobilisasi para pelajar ke sekolah-sekolah yang dilalui BRT. Adapun rute yang dilalui, lanjut Trisna, mulai dari Dinas Perhubungan Jalan Alianyang - KH Wahid Hasyim - H Rais A Rahman - Hasanuddin - Kom Yos Sudarso - Jembatan Nipah Kuning - Kom Yos Sudarso - Tebu - Martadinata - Jeranding - H Rais A Rahman - Merdeka - Jendral Urip - Nurali dan kembali ke Dishub Kota Pontianak Jalan Alianyang.
“Ada beberapa sekolah yang dilalui BRT, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK,” ujarnya.
Untuk sementara armada BRT yang akan dioperasikan dua unit. Dua unit bus tersebut berangkat dari Dishub mulai pukul 05.30 dan 05.35 WIB menuju rute-rute yang telah ditentukan. Namun Trisna bilang, tidak menutup kemungkinan armada yang ada akan ditambah jika jumlah penumpang melebihi dari armada yang tersedia.
“Kita akan lihat perkembangannya nanti, jika memang jumlah siswa yang menggunakan BRT meningkat, maka akan kita tambah armadanya,” sebutnya.
Demikian pula untuk waktu operasional BRT, sementara ini jadwal operasional BRT hanya pada pagi hari.
“Nanti kita lihat ke depannya, kalau memang diperlukan, kita operasionalkan juga pada siang hari sesuai jadwal pulang sekolah,” imbuhnya.
Trisna mengimbau kepada seluruh sekolah untuk mensosialisasikan adanya angkutan bus gratis bagi pelajar sehingga mereka tidak perlu membawa kendaraan sendiri.
“Kita ingin mencegah agar siswa yang belum memiliki SIM, tidak mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah,” pungkasnya. (prokopim)
Sekda Amirullah Apresiasi Audisi Bintang Radio 2024
Audisi Bintang Radio Lahirkan Penyanyi Profesional
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Audisi Bintang Radio 2024 yang diselenggarakan oleh RRI Pontianak. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menyampaikan, dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, yang dianggap sebagai langkah penting dalam mendukung perkembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya dalam bidang seni tarik suara.
“Mengingat kegiatan semacam ini merupakan salah satu wujud atau ekspresi kepedulian kita dalam mendukung tumbuh kembangnya minat dan bakat generasi kita,” ujarnya pada malam final audisi Bintang Radio 2024 di RRI Pontianak, Sabtu (12/10/2024).
Dia juga menekankan bahwa melalui audisi ini, peserta tidak hanya diberi ruang untuk mengekspresikan diri, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pengembangan potensi yang dimiliki. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan penyanyi profesional yang berakhlak mulia dan berjiwa Pancasila.
“Dengan kualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Kepala Stasiun Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pontianak Muhsin Zein mengharapkan penyanyi perwakilan dari RRI Pontianak bisa membawa nama harum Kota Pontianak di level nasional.
Nantinya penyanyi terbaik akan mewakili Pontianak pada audisi Bintang Radio Nasional yang akan dilaksanakan di Surabaya.
"Maka harapannya perwakilan dari RRI Pontianak bisa lahir penyanyi yang membawa nama baik Pontianak di tingkat nasional," ungkapnya.
"10 finalis yang berlaga pada final ini merupakan penyanyi yang telah melewati seleksi dan penilaian para dewan juri, bahkan dilakukan coaching kembali, mulai dari segi suara, penampilan, gaya menyanyi, berjalan dan ekspresi agar dapat tampil secara maksimal di level nasional ketika lolos dari Pontianak," imbuhnya.
Muhsin Zein menambahkan, bahwa pelaksanaan Bintang Radio ini bukanlah hal yang baru, melainkan sudah yang ke-73 tahun dilaksanakan oleh RRI dengan tetap mempertahankan kualitas para penyanyi.
"Alhamdulillah kualitasnya tetap dipertahankan sampai sekarang sehingga menghasilkan penyanyi-penyanyi yang berkualitas festival. Jadi bukan hanya sebatas penyanyi yang bisa dijual lagunya, bukan hanya bisa dijual tampilannya, tapi berkarakter festivalnya tetap ada," kata Muhsin Zein.
Sebelumnya 10 finalis audisi Bintang Radio 2024. Mereka diambil dari 50 peserta audisi yang digelar pada Rabu (9/10/2024). Adapun 10 finalis yang bertanding pada malam final, kategori putra, Muhammad Noviar Aulia, Muhammad Ari Nugraha, Muhammad Hamzah, Anugerah Aidil Fitra dan William Sanjaya. Sedangkan kategori putri, Livia Astri Ardianti, Elisabeth Prima Sembiring, Marcha Delaya Laura, Cristi Novia dan Ratu Balqis Assyura M. (*)
Pontianak Optimis Raih Juara Umum Festival Melayu Kalbar
PONTIANAK - Kota Pontianak menjadi Tuan Rumah Festival Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) XIII Tahun 2024. Kontingen Kota Pontianak diperkuat 34 peserta yang akan berlaga pada 11 kategori lomba. Festival Melayu yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar ini sebagai wujud pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, khususnya Melayu.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap kontingen Kota Pontianak bisa mempersembahkan hasil terbaik pada Festival Melayu Kalbar tahun ini. Terlebih Pontianak sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival ini.
“Semoga kontingen Kota Pontianak bisa meraih juara umum pada Festival Melayu tahun ini,” ujarnya saat melepas Kontingen Pontianak peserta Festival Melayu Kalbar XIII di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (12/10/2024).
Menurutnya, Festival Melayu Kalbar ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi untuk menggali minat dan bakat dalam bidang seni dan budaya Melayu sehingga dapat menumbuhkan hasil yang positif bagi masyarakat.
“Sehingga ajang ini dapat dimanfaatkan untuk pengenalan kesenian dan budaya serta menunjukkan prestasi yang dapat membanggakan daerah,” kata Ani Sofian.
Pj Wali Kota menambahkan, melalui festival ini selain dapat berfungsi sebagai pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, juga dapat memperkokoh nilai-nilai luhur kehidupan budaya daerah dalam rangka memperkaya kebudayan nasional.
“Sebagai upaya mengaktualisasikan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada,” ujarnya.
Ketua MABM Kota Pontianak Firdaus Zarin mengatakan, Festival Melayu XIII ini digelar mulai tanggal 18 hingga 24 Oktober 2024 di Rumah Adat Melayu. Ia berharap Pontianak mampu meraih juara umum pada festival tahun ini.
“Semoga dengan latihan-latihan yang rutin dilaksanakan, ditopang dengan anggaran yang cukup, saya yakin kita bisa meraih juara umum,” pungkasnya. (prokopim)