,
menampilkan: hasil
Pontianak Tuan Rumah Dua Turnamen Bulutangkis Internasional
PONTIANAK – Kota Pontianak bersiap menjadi tuan rumah dua turnamen bulutangkis internasional, yakni Polytron Indonesia International Challenge 2026 dan Polytron Indonesia Masters Super 100 2026. Dua kejuaraan yang masuk kalender resmi Badminton Asia dan Badminton World Federation itu akan digelar di GOR Terpadu A. Yani Pontianak.
Polytron Indonesia International Challenge 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 30 Agustus 2026. Sementara Polytron Indonesia Masters Super 100 2026 akan digelar pada 1 hingga 6 September 2026.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik rencana penyelenggaraan tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung semaksimal mungkin. Terlebih turnamen ini sejalan dengan konsep sport tourism yang terus didorong Pemkot Pontianak.
Menurutnya, Pontianak sudah terbiasa menjadi tuan rumah berbagai event olahraga baik nasional hingga internasional. Yang terbaru, AVC Men's Volleyball Champions League 2026 sukses diselenggarakan di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak Mei 2026 lalu.
“Dengan menjadi tuan rumah tentu menjadi branding Pontianak. Dengan ini, kita berharap bisa terus menggelorakan bulutangkis di Kalbar,” katanya ketika menerima audiensi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ke Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi kesempatan bagi atlet lokal untuk belajar langsung. Atlet muda Pontianak dan Kalimantan Barat dapat melihat standar pertandingan, mental bertanding, serta atmosfer kompetisi internasional dari dekat.
“Ini kesempatan bagi atlet lokal untuk belajar langsung dan menjadikannya motivasi untuk meningkatkan prestasi. Saya harap dari KONI dan PBSI Pontianak bisa ambil kesempatan ini untuk coaching clinic atlet kita,” ungkapnya.
Edi berharap dua turnamen ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi olahraga, ekonomi, pariwisata, serta promosi daerah. Ia juga memastikan Pemkot Pontianak akan terus berkoordinasi dengan PBSI dan pihak terkait untuk mematangkan persiapan.
“Pontianak siap menyambut. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa manfaat besar bagi olahraga, ekonomi, dan promosi daerah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Wino Sumarno mengatakan Pontianak dipilih karena dinilai strategis, memiliki akses yang mudah, serta kualitas GOR yang baik. Turnamen ini diperkirakan diikuti atlet dari 15 negara.
“Pontianak dipilih karena pas dan strategis. Aksesnya mudah dan kualitas GOR juga baik,” ujarnya.
Wino menyebut, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya jumlah peserta mencapai sekitar 260 atlet, belum termasuk ofisial dan keluarga. Untuk tahun ini, informasi sementara atlet dari Taipei, Amerika Serikat, dan Perancis juga akan hadir.
Kejuaraan ini penting bagi para atlet karena dapat menambah poin peringkat internasional sekaligus memperebutkan hadiah. Dengan kapasitas GOR sekitar 4.000 penonton, Wino berharap masyarakat dapat memenuhi arena pertandingan. Kehadiran pecinta bulutangkis dinilai penting untuk menciptakan atmosfer pertandingan sekaligus menggelorakan semangat bulutangkis di Pontianak dan Kalimantan Barat.
“Kami berharap stadion selalu penuh, dan masyarakat hadir untuk menggelorakan bulutangkis di Pontianak dan Kalbar,” katanya.
Selain promosi olahraga, penyelenggaraan turnamen internasional ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemkot Pontianak dan panitia akan melibatkan UMKM agar kegiatan tersebut turut menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, transportasi, dan jasa pendukung lainnya. (prokopim)
Perluas Akses KUR bagi Masyarakat
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta perbankan memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apalagi dari 10 program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak tahun 2025, hanya program KUR yang belum capai target.
"Perluasan akses pembiayaan produktif menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya ketika memberikan arahan dalam Rapat Pleno TPKAD Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (8/7/2026).
Edi mengatakan, peran perbankan sangat strategis dalam mendukung target pembangunan nasional, terutama yang berkaitan dengan sektor keuangan dan inklusi keuangan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045.
“Oleh sebab itu, perbankan harus ikut berkontribusi melalui perluasan akses pembiayaan, termasuk KUR,” ujarnya.
Menurutnya, KUR merupakan instrumen penting untuk memperkuat sektor riil, terutama bagi UMKM yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal. Karena itu, ia mendorong bank penyalur KUR untuk lebih proaktif menjangkau masyarakat yang layak namun belum terlayani. Apalagi dengan adanya Roadmap TPAKD Kota Pontianak 2026–2030, peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah semakin penting dalam mendorong perluasan akses keuangan di daerah.
“Kita perlu memastikan bahwa program-program TPAKD benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam membuka akses KUR bagi pelaku usaha yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat Rochma Hidayati menyampaikan, dari 10 program kerja TPAKD Kota Pontianak tahun 2025, sebanyak sembilan program telah terealisasi sesuai target bahkan melebihi 100 persen. Namun, masih terdapat satu program yang realisasinya belum mencapai target.
Rochma menjelaskan, program yang belum mencapai target tersebut adalah akselerasi penyaluran KUR. Dari target 5.500 debitur, realisasinya baru mencapai sekitar 4.800 debitur. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 700 debitur yang perlu dikejar melalui penguatan koordinasi pada tahun 2026.
“Jadi masih kurang sekitar 700 debitur,” jelasnya.
Menurut Rochma, capaian tersebut perlu dievaluasi bersama, terutama karena berkaitan dengan sektor perbankan yang berada dalam pengawasan OJK. Ia mengajak pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas kendala yang menyebabkan target belum tercapai.
“Karena ini terkait dengan perbankan, tentunya kami siap mendukung. Mari kita rapatkan dan diskusikan apa masalahnya, sehingga di tahun 2026 bisa kita perbaiki,” katanya. (prokopim)
Yanieta: Lomba HKG PKK Tingkat Kota Pontianak Lahirkan Inovasi dan Perkuat Kebersamaan Kader
PONTIANAK – Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak seluruh kader PKK terus berinovasi dan menjaga semangat kebersamaan melalui berbagai lomba yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026. Hal itu disampaikannya saat penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (8/7/2026).
Yanieta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Menurutnya, setiap lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan peran kader PKK di tengah masyarakat.
"Lomba bukan semata-mata tentang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana prosesnya melahirkan ide-ide baru, mempererat kerja sama, meningkatkan kreativitas, dan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing," ujar Yanieta.
Ia menjelaskan, Lomba penyuluhan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan sebagai hak dasar setiap warga. Sementara lomba Satu Kader Satu Cerita dan Tas Baca PKK mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Selain itu, lomba Vlog Kelopak Bunga PKK, Lomba pembuatan Vlog Cintailah Lingkungan, Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer dan lomba pengolahan perca TP PKK menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami.
Yanieta juga mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat kolaborasi antar kecamatan dan kelurahan agar program PKK semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Mari kita jadikan PKK sebagai organisasi yang terus bergerak, terus belajar, terus berinovasi, dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Tidak ada kecamatan yang berjalan sendiri, tidak ada kelurahan yang bekerja sendiri. Kita adalah satu keluarga besar TP PKK Kota Pontianak," tutupnya.
Berikut para pemenang Lomba HUT Hari Kesatuan Gerak PKK Ke 54 Tingkat Kota Pontianak
Pemenang Lomba Penyuluhan KISAK
1. Azzahra Syafiqa - Kecamatan Pontianak Utara
2. Miftah Fathiyah Azra - Kecamatan Pontianak Utara
3. Rina Kecamatan - Pontianak Selatan
4. Meri Fitri Susanti - Kecamatan Pontianak Kota
5. Krisminda Tjan - Kecamatan Pontianak Selatan
6. Lina Safitri - Kecamatan Pontianak Barat
*Pemenang Lomba Satu Kader Satu Cerita dan tas baca PKK Kota Pontianak*
1. Lilik Handayani - Pontianak Utara
2. Ainun Fariah - Kecamatan Pontianak Timur
3. Suryati - Kecamatan Pontianak Barat
4. Aminiatul Jannah - Kecamatan Pontianak Tenggara
5. Ayulfari Dikaalfiah - Kecamatan Pontianak Selatan
6. Dewa Ayu Raka - Pontianak Kota
*Pemenang Lomba Video Vlog Kelopak Bunga PKK Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026*
1. Kelurahan Batulayang - Pontianak Utara
2. Kelurahan Sungai Jawi Luar
3. Kelurahan Sungai Jawi
4. Kelurahan Siantan Hilir
5. Kelurahan Siantan Hulu
6. Kelurahan Pal Lima
*Pemenang Lomba Pokja IV Parodi Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer*
1. Kelurahan Sungai Jawi
2. Kelurahan Siantan Tengah
3. Kelurahan Siantan Hilir
4. Kelurahan Pal V
5. Kelurahan Tengah
6. Kelurahan Parit Mayor
*Pemenang Lomba Pembuatan Vlog Cintailah Lingkungan*
1. Kelurahan Siantan Tengah
2. Kelurahan Sei Jawi
3. Kelurahan Pal V
4. Kelurahan Siantan Hilir
5. Kelurahan Benua Melayu Laut
6. Kelurahan Bansir Laut
*Lomba Pengolahan Perca TP PKK*
1. Kecamatan Pontianak Barat
2. Kecamatan Pontianak Timur
3. Kecamatan Pontianak Selatan
4. Kecamatan Pontianak Tenggara
5. Kecamatan Pontianak Kota
6. Kecamatan Pontianak Utara
PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan, Wali Kota Minta Layanan Segera Normal
PONTIANAK – PT PLN (Persero) memastikan terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat setelah gangguan pada boiler PLTU menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Estimasi pemulihan yang semula ditargetkan pada 11 hingga 12 Juli diupayakan dapat selesai lebih cepat.
Kepastian tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, saat menerima kunjungan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di PLTD Siantan, Selasa (7/7/2026).
Shofwan menjelaskan, gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Barat berdampak terhadap pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak. Meski estimasi pemulihan berada pada 11 sampai 12 Juli, PLN terus melakukan percepatan agar layanan dapat kembali normal secepat mungkin.
"Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman," ujarnya.
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Shofwan menjelaskan mekanismenya telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diproses melalui sistem yang dimiliki PLN.
Menanggapi penjelasan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta PLN mengerahkan seluruh sumber daya agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah disampaikan.
"Kita minta dipercepat karena pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Informasi yang kami terima, perbaikan ditargetkan selesai pada 11 sampai 12 Juli. Harapan kita tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," katanya.
Edi mengungkapkan, selama beberapa hari terakhir dirinya menerima banyak keluhan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM yang mengalami kerugian, bahan makanan yang rusak akibat listrik padam, hingga aktivitas masyarakat yang terganggu.
Karena itu, ia meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
"Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan sehingga masyarakat tidak kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan," tegasnya.
Selain meminta percepatan pemulihan, Wali Kota juga mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar tetap menjaga ketertiban.
"Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak fasilitas atau aset negara. Yang terpenting, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik," pesannya.
Kunjungan ke PLTD Siantan dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab gangguan kelistrikan sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan yang dilakukan PLN bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya. (*)