,
menampilkan: hasil
DPRD Kota Pontianak Sambut Puluhan Mahasiswa Belajar Parlemen
PONTIANAK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak menyambut enam puluh mahasiswa program studi Administrasi Publik FISIP Untan lewat program Sekolah Parlemen (Sepale). Program Sepale adalah upaya DPRD Kota Pontianak dalam memberikan ruang kepada publik, khususnya mahasiswa dalam mengenal sistem kerja parlemen yang merupakan ranah dari DPRD. Wakil Ketua II DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, menyebut Sepale adalah program penting yang memberikan kesempatan para mahasiswa untuk lebih memahami dan mengenal bagaimana fungsi legislatif dilakukan.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat, khususnya mahasiswa terhadap fungsi legislatif," ungkap Bebby pasca membuka kegiatan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Jumat (13/2/2026).
Dengan mengenal tugas dan fungsi parlemen, peserta diajak untuk mengerti bagaimana proses pengambilan keputusan maupun kebijakan terjadi. Sehingga ke depannya, Bebby berharap kegiatan ini dapat memperkuat partisipasi aktif mahasiswa terkait politik dalam upaya mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.
"Mahasiswa harus paham dinamikanya seperti apa, prosesnya seperti apa. Jika sudah paham, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara pihak parlemen dan masyarakat, khususnya mahasiswa," jelasnya.
Sekretaris DPRD Kota Pontianak, Yaya Maulidia, menyambut baik kedatangan mahasiswa lewat program Sepale. Menurutnya, program Sepale adalah wadah edukasi terkait dunia parlemen ke mahasiswa, siswa, dan masyarakat.
"Dengan program Sepale peserta dapat memahami proses demokrasi dan pengambilan kebijakan yang lebih utuh. Selain itu, tentunya dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif masyarakat di dunia parlemen," tegas Yaya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Hima AP) Fisip Untan, Troms, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan oleh pihak DPRD Kota Pontianak. Ia menjelaskan, kegiatan ini terwujud berkat kerja sama antara DPRD Kota Pontianak lewat program Sepale dan program Public on Vacation (PoV) yang digagas Hima AP.
"Dengan program ini, kami dapat melihat langsung praktik dari jalannya pemerintahan, khususnya dari sisi legislatif. Kami berterima kasih sudah disambut dengan baik," tutupnya. (Kominfo)
ASN Pemkot Pontianak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Kantor
Gerakan Indonesia ASRI Digaungkan, Perkuat Budaya Gotong Royong
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menindaklanjuti Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagaimana instruksi Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dengan memperkuat budaya gotong royong, termasuk di lingkungan kantor. Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak bergotong royong membersihkan lingkungan kantor.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa gerakan tersebut tidak hanya menyasar lingkungan permukiman warga, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan kerja ASN di jajaran Pemkot Pontianak.
“Kita harus memberi contoh. Lingkungan kantor Pemerintah Kota Pontianak harus bersih, tertata, dan nyaman. Gotong royong rutin perlu digiatkan, baik di halaman kantor, ruang kerja, maupun fasilitas umum di sekitarnya,” ujarnya usai gotong royong di Kantor Wali Kota, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, fokus gerakan meliputi pembersihan sampah, merapikan ruang kerja, penataan kabel yang semrawut dan lainnya. Kerja bakti rutin itu didorong agar menjadi budaya bersama, mulai dari tingkat RT dan RW hingga perangkat daerah.
Menurutnya, semangat gotong royong di lingkungan kantor pemerintahan menjadi wujud keteladanan bagi masyarakat. ASN diharapkan aktif menjaga kebersihan ruang kerja, melakukan penataan arsip dan fasilitas, serta memastikan area perkantoran bebas dari sampah dan elemen yang mengganggu estetika.
“Kalau kantor pemerintah bersih dan tertata, masyarakat yang datang pun merasa nyaman. Ini bagian dari pelayanan publik yang berkualitas,” ucapnya Edi.
Wali Kota menambahkan, lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah akan berdampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat serta meningkatkan daya tarik ruang publik dan pariwisata.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu menjadikan Pontianak semakin tertib, rapi, dan nyaman untuk ditinggali,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menambahkan bahwa pihaknya akan mengkoordinasikan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara terstruktur di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, setiap kepala OPD diminta menyusun jadwal kerja bakti rutin dan memastikan partisipasi aktif seluruh pegawai. Kegiatan gotong royong tidak hanya difokuskan pada kebersihan fisik, tetapi juga mencakup penataan arsip, perapian dokumen, serta optimalisasi sarana dan prasarana perkantoran.
“Kami akan menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk melaksanakan kerja bakti secara berkala. Tidak hanya membersihkan halaman dan drainase, tetapi juga memastikan ruang pelayanan publik tertata rapi dan nyaman,” ungkapnya.
Amirullah menegaskan, pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan gerakan tersebut berjalan konsisten. Ia berharap semangat gotong royong yang tumbuh di lingkungan kantor pemerintahan dapat menular ke lingkungan masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi budaya kerja. Ketika aparatur sudah terbiasa menjaga kebersihan dan kerapian, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin baik,” pungkasnya. (prokopim)
Wajah Baru Puskesmas Paris II dan Siantan Tengah
Modernisasi Layanan Kesehatan Kota
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan Puskesmas Parit H Husein (Paris) II dan Puskesmas Siantan Tengah yang telah rampung dibangun pada akhir 2025. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memodernisasi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
“Dengan gedung yang baru ini, pelayanan harus semakin meningkat. Masyarakat harus lebih mudah, nyaman dan cepat mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Wali Kota usai peresmian Puskesmas Paris II di Komplek Pemda Jalur II, Jalan Parit H Husein II, Kamis (12/2/2026).
Edi bilang pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus. Modernisasi juga dilakukan melalui pembaruan peralatan medis agar lebih canggih dan akurat. Ke depan, Pemkot juga akan membangun dan merehabilitasi sejumlah puskesmas lainnya seperti Batu Layang, Tambelan Sampit, dan Kampung Bangka.
“Alat-alat kesehatan akan terus kita perbarui supaya kualitas pemeriksaan semakin baik,” tambahnya.
Namun, menurutnya, modernisasi tidak hanya soal bangunan dan peralatan. Ia menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Evaluasi kepuasan masyarakat akan menjadi indikator utama keberhasilan layanan. Intinya pelayanan harus mudah, cepat, dan membuat masyarakat semakin sehat.
Wali Kota juga berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja dengan hati dan profesional. Ia menekankan pentingnya sikap humanis dan ramah, terutama di lini depan pelayanan.
“Jangan sampai pasien yang datang sudah sakit, malah tambah tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah. Layanilah dengan senyum dan empati,” pesannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko menambahkan kedua puskesmas tersebut kini telah dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Tahun lalu belum ada IGD, sekarang sudah tersedia dan bisa melayani masyarakat. Memang untuk sementara belum buka sampai sore karena masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Dari sisi peralatan, modernisasi juga dilakukan melalui pengadaan USG untuk pemeriksaan kehamilan. Saptiko memastikan seluruh puskesmas di Kota Pontianak kini telah memiliki fasilitas USG dan dokter yang sudah dilatih untuk mengoperasikannya.
“Ini sangat membantu pelayanan ibu hamil. Selain itu, peralatan laboratorium juga sudah diperbarui untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan,” jelasnya.
Kapasitas pelayanan di puskesmas baru tersebut cukup tinggi. Saat awal dibuka, kunjungan pasien bisa mencapai 200 orang per hari. Secara umum, rata-rata kunjungan di puskesmas se-Kota Pontianak berkisar antara 100 hingga 200 pasien per hari. Untuk tenaga medis, saat ini layanan didukung dokter umum. Namun di beberapa puskesmas tersedia layanan kunjungan dokter spesialis anak dan kandungan secara berkala. Selain itu, setiap kecamatan juga telah memiliki layanan psikolog untuk menjawab kebutuhan kesehatan mental remaja dan masyarakat.
Sistem rujukan pun telah terintegrasi, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medis. Saptiko menambahkan, sistem pelayanan kini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar Kementerian Kesehatan, yakni pelayanan berbasis kelompok usia, bukan lagi semata-mata berdasarkan jenis penyakit.
“Bangunan sudah sesuai prototipe Kemenkes dan sistem layanan juga kita sesuaikan. Ini bagian dari transformasi pelayanan kesehatan dasar yang lebih modern dan responsif,” tutupnya. (prokopim)
Menata Pontianak Timur sebagai Etalase Budaya Kota Khatulistiwa
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mengarahkan pengembangan kawasan Kecamatan Pontianak Timur sebagai destinasi unggulan berbasis wisata alam, budaya dan sejarah. Pengembangan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas wilayah berbasis kearifan lokal.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, mengatakan Kecamatan Pontianak Timur memiliki potensi besar yang belum tergarap secara optimal, baik dari sisi wisata alam, budaya, maupun sejarah.
“Pengembangan kawasan Pontianak Timur kita arahkan pada kegiatan wisata alam, budaya dan sejarah dengan didukung pengembangan simpul-simpul kegiatan. Kawasan ini memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap optimal,” ujar Bahasan usai membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Hotel Golden Tulip, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan menjadikan Pontianak Timur sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bahasan menjelaskan, pengembangan kawasan akan didukung dengan penataan kawasan tepi sungai (waterfront development) sebagai ruang publik dan destinasi wisata berbasis sungai. Selain itu, revitalisasi situs budaya dan sejarah, termasuk kawasan permukiman tradisional dan titik-titik bernilai historis, juga menjadi prioritas.
“Penguatan UMKM lokal dan ekonomi kreatif, khususnya kuliner khas, kerajinan, dan produk budaya, juga akan kita dorong,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak juga merencanakan peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung, seperti jalan lingkungan, dermaga wisata, penerangan, ruang terbuka hijau, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, event budaya dan festival tahunan akan dikembangkan sebagai daya tarik wisata berkelanjutan.
“Dengan arah pengembangan ini, kita tidak hanya membangun fisik kawasan, tetapi juga membangun identitas dan karakter wilayah yang berakar pada kearifan lokal,” tegas Bahasan.
Untuk tahun anggaran 2026, sejumlah program pembangunan direncanakan di Kecamatan Pontianak Timur. Di antaranya pembangunan jalan dan saluran lingkungan di 99 lokasi, pembangunan dan peningkatan empat ruas jalan, yakni Jalan Tanjung Raya II atau Jalan Penghubung Pemda, Jalan Abu Naim, Jalan Padat Karya dan Jalan Tekam.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan peningkatan saluran dengan pemasangan koker di Jalan Tani, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Jalan Karya Tani–Jalan Karya Baru, pembangunan Kantor Lurah Dalam Bugis, serta pembangunan masjid terapung.
Bahasan berharap masyarakat dapat memberikan masukan terkait potensi dan permasalahan di wilayah Pontianak Timur untuk dibahas dalam Musrenbang.
“Saya berharap Bapak dan Ibu dapat memberikan informasi terkait potensi dan permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan Pontianak Timur untuk kita diskusikan dalam Musrenbang ini,” pungkasnya. (prokopim)