,
menampilkan: hasil
Wako Edi Minta OPD Percepat Pelayanan
Kepala OPD Teken Perjanjian Kinerja 2023
PONTIANAK – Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meneken Perjanjian Kinerja Tahun 2023. Hal ini sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, perjanjian kinerja ini menjadi tolok ukur OPD dalam melakukan kegiatan berdasarkan APBD yang telah disepakati.
"Tujuan utama perjanjian kinerja ini adalah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur," ujarnya usai Penandatanganan Perjanjian Kinerja oleh kepala OPD di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (13/2/2023).
Satu di antara poin penting yang sudah tercantum di dalam perjanjian kinerja adalah meningkatkan pelayanan. Edi meminta kepala OPD untuk berinovasi menciptakan sistem pelayanan jemput bola. Ia tidak ingin ada masyarakat yang masih mengadu soal lambatnya pelayanan.
“Kalau saling menunggu akhirnya pelayanan publik terbengkalai, secara tidak langsung akan menghambat pembangunan,” sebutnya.
Edi menambahkan, perjanjian kinerja ini merupakan wujud komitmen amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja yang terukur berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
"Perjanjian kinerja ini juga bisa sebagai dasar untuk kita mengevaluasi dan menilai capaian-capaian dan target-target yang sudah ditetapkan," paparnya.
Perjanjian kinerja yang telah ditandatangani ini, kata Edi, menjadi dasar dalam menilai keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran perangkat daerah. Dalam penyusunan sasaran kinerja pegawai, dokumen ini juga menjadi acuan bagi setiap kepala perangkat daerah yang dijabarkan secara berjenjang.
"Saya berharap agar apa yang telah saudara tandatangani dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab guna mencapai atau merealisasikan target yang telah ditetapkan bersama," imbuhnya. (prokopim/kominfo)
Program Tahunan, 25 Orang Terpilih Ikuti Pelatihan Satpam
Wako Edi Harap Pelatihan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
PONTIANAK – Pelatihan Satuan Pengamanan atau Satpam menjadi salah satu program tahunan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak. Tahun ini, sebanyak 25 orang terpilih untuk mengikuti pelatihan tersebut dari hasil seleksi tahun 2022 kemarin.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik program ini. Ia berpesan agar peserta pelatihan dapat menjaga kebugaran fisik serta kedisiplinan. Selain itu dirinya juga mengingatkan untuk mempelajari aturan perundang-undangan.
"Mereka akan diberikan sertifikat, selain menambah wawasan, tentu akan meningkatkan pendapatan. Dan yang paling penting keamanan juga meningkat," ungkapnya usai membuka secara resmi Pelatihan Satpam di Kantor Dinsos Pontianak, Senin (13/2/2023).
Edi menyebut, pertumbuhan penduduk Kota Pontianak setiap tahunnya mencapai angka 1,7 persen. Oleh karenanya, imbuh Edi, keamanan sipil harus diperkuat.
"Bertambahnya kebutuhan Satpam yang bersertifikat pada instansi-instansi juga menjadi peluang 25 orang," ungkapnya.
Kepala Dinsos Ponianak Trisnawati menjelaskan, peserta yang mendaftar adalah mereka yang masuk daftar kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Dari 50 peserta yang mengikuti seleksi, 25 di antaranya lolos seleksi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan selama dua pekan itu.
"Yang melatih adalah Brigade 86," ujarnya.
Pihaknya menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan sebagai tindak lanjut pelatihan. Tina, sapaan akrabnya menyampaikan, Dinsos juga akan terus menginformasikan daftar peserta Satpam ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pontianak.
"Kita terus komunikasikan tentang ketersediaan tenaga Satpam ke perusahaan dan outsourcing serta ke Disnaker," tuturnya.
Selain pelatihan Satpam, Dinsos Kota Pontianak juga akan melaksanakan pelatihan kerajinan tenun bersama Dekranasda Kota Pontianak. Jika sebelumnya sudah digelar kursus menjahit, Tina ingin masyarakat Pontianak belajar tenun karena terdapat ciri khas sosial budaya.
"Tahun lalu kita berikan alat jahit. Tahun ini kita kerjasama dengan Dekranasda untuk bertenun," pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Akurasi Data Kunci Program dan Kebijakan Tepat Sasaran
FGD Evaluasi Publikasi PDA 2023
PONTIANAK – Pengujian akurasi data sebelum merilis Pontianak dalam Angka (PDA) 2023 terus berlanjut. Produsen maupun pengolah data dan pihak terkait, dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melaksanakan Evaluasi Data Publikasi Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2023 di Hotel Golden Tulip, Jumat (10/2/2023).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta, akurasi data serta validasinya harus terus mengalami perbaikan. Dia menilai, ketepatan hasil analisis data tergantung dari kualitas data itu sendiri.
“Selain harus diperbaharui, data juga harus tepat. Artinya pas dengan fakta yang sebenarnya, sehingga analisis menghasilkan program dan kebijakan tepat sasaran,” ucapnya.
Kinerja BPS sebagai Pembina Data bersama Wali Data dan Produsen Data Kota Pontianak sudah sangat baik. Edi mengapresiasi langkah-langkah teknis yang telah berjalan selama ini. Menurutnya, banyak tantangan yang dihadapi untuk mengumpulkan dan menyajikan data-data yang berkualitas, khususnya data dinamis.
“BPS sebagai instansi vertikal bertanggung jawab langsung kepada Presiden, ini sudah diakui keakuratan datanya, tinggal bagaimana kita di daerah berkoordinasi serta memanfaatkan data dengan optimal,” tuturnya.
Edi menerangkan, memahami jenis-jenis data memerlukan kecermatan. Ada data statis, seperti luas wilayah. Namun untuk data yang dinamis seperti harga barang, itu harus terus di-update atau diperbaharui.
“Ada jumlah penduduk, pengguna kendaraan, pemilik UMKM dan lain-lain. Banyak permasalahan mereka yang perlu diatasi, dan untuk mengatasinya kita harus tau data terbarunya,” terangnya.
Suswandi, Kepala BPS Kota Pontianak menyebut, forum data publikasi Daerah Dalam Angka (DDA) dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia setiap awal tahun, mulai dari tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Dia menjelaskan, hal itu agar publikasi DDA di masing-masing daerah bermanfaat sesuai keperluan masyarakat.
“Sebagai amanat Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, pemanfaatannya ditujukan lebih luas lintas sektoral,” ujarnya.
DDA 2023 mengandung informasi data statistik dasar dan statistik sektoral. Suswandi menerangkan, contoh data statistik dasar adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, data inflasi dan kemiskinan. Sedangkan statistik sektoral adalah data yang dikumpulkan lembaga-lembaga atau instansi yang ada di Kota Pontianak.
“Selama ini data sektoral setiap tahun dikumpulkan untuk dimuat dalam publikasi DDA 2023. Buku ini paling dicari oleh pengguna data, mulai dari mahasiswa, peneliti dan lainnya,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Terkesan dengan Pontianak, Sibu Sarawak Janji Kembali Berkunjung
PONTIANAK - Pertama kali mengunjungi Kota Pontianak, Mayor of Sibu Municipal Council, Sibu Sarawak, Mr Clarence Ting mengaku sangat terkesan dengan kota berjuluk Khatulistiwa ini. Meski hanya sehari berada di Pontianak, Clarence bersama rombongan Majlis Perbandaran Sibu sebanyak 16 orang sempat mengunjungi Tugu Khatulistiwa dan Museum Negeri.
"Saya sangat terkesan dengan kota ini dan kami akan kembali lagi untuk lebih mengeksplor tempat-tempat menarik lainnya di Pontianak," ujarnya usai diterima Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Wali Kota, Kamis (9/2/2023).
Ia menceritakan, rombongan Sibu Municipal Council menempuh perjalanan darat dari Perbatasan Aruk. Sejatinya tujuan utama berkunjung ke Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, adalah ke Kota Singkawang dalam rangka menandatangani kerja sama antara Singkawang dan Sibu.
"Karena jaraknya tidak begitu jauh dari Singkawang ke Pontianak sehingga kami menyempatkan berkunjung ke Pontianak," ungkapnya.
Menurut Clarence, kota ini sangat mengesankan karena memiliki historis panjang hingga menjadi kota yang besar seperti ini. Dengan kebudayaan Melayu yang kental, Kota Pontianak mampu melestarikan kebudayaannya. Meski tidak mengetahui banyak tentang Kota Pontianak, tetapi lewat lawatan ini serta pemaparan dari Wali Kota Pontianak, dirinya menjadi lebih memahami kota ini. Bahkan, ia beserta rombongan berencana akan kembali berkunjung ke Pontianak bertepatan ulang tahun Kota Pontianak pada 23 Oktober mendatang.
"Setelah kami melihat tayangan video perayaan ulang tahun Pontianak yang begitu ramai orang-orang menari Jepin, kami ingin merasakan langsung kemeriahannya nanti sehingga kami akan berkunjung kembali ke sini," tuturnya.
Pihaknya sangat menantikan lawatan balasan dari Kota Pontianak ke Sibu untuk menjalin silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara kedua kota. Hal yang juga sangat diharapkan bagi Sibu adalah adanya penerbangan langsung Kuching - Pontianak dan sebaliknya. Sebab penerbangan langsung rute Pontianak - Kuching maupun Pontianak - Kuala Lumpur pernah ada sebelum pandemi melanda. Rute penerbangan tersebut sangat mempersingkat waktu bagi pelawat yang melakukan perjalanan kedua kota.
"Saya harap penerbangan langsung rute kedua kota ini bisa mulai dibuka kembali," harapnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, banyak kemiripan budaya dan geo sosial antara Pontianak dan Sarawak yang menambah erat hubungan masing-masing masyarakat. Ia menyebut persahabatan kedua negara sudah terjalin sejak lama.
"Banyak wisatawan dari Kuching ke Pontianak untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas dan momen kulminasi," ungkapnya.
Selain di bidang wisata, kerjasama antar daerah juga menyasar bidang kesehatan dan pendidikan, seperti pertukaran pelajar hingga promosi biaya kesehatan. Saat kunjungan itu, Edi menunjukkan pusat olah data milik Pemkot Pontianak yaitu Ruang Pontive Center yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak.
“Bersama kita juga tukar informasi, termasuk bagaimana Pontianak menerapkan konsep Smart City. Dan mereka tertarik untuk datang lagi untuk studi tiru,” imbuhnya. (prokopim/kominfo)