,
menampilkan: hasil
Penutupan Jalan Rahadi Usman Selama Rangkaian Hari Jadi ke-254 Pontianak
PONTIANAK – Dalam rangka pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-254 Pontianak, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak akan melakukan penutupan sementara sejumlah ruas jalan utama. Penutupan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran dua kegiatan besar, yakni Upacara Hari Jadi ke-254 Pontianak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim, dalam surat resmi bernomor B/500.11.10.1/208/DISHUB/2025 tertanggal 22 Oktober 2025, menyampaikan bahwa penutupan jalan akan berlangsung di Jalan Rahadi Usman, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Pontianak.
“Penutupan dilakukan pada Rabu, 22 Oktober 2025, dan Sabtu, 25 Oktober 2025 mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, serta pada Kamis, 23 Oktober 2025, dan Minggu, 26 Oktober 2025 mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB,” jelasnya, Rabu (22/10/2025).
Selama penutupan berlangsung, arus lalu lintas akan dialihkan. Kendaraan yang hendak melintas dari Jalan Rahadi Usman menuju Jalan Tanjung Pura dialihkan melalui Jalan Zainuddin – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Tanjung Pura. Sementara kendaraan dari arah Rahadi Usman menuju Jalan Pak Kasih akan dialihkan melalui Jalan Nusa Indah Baru – Jalan Zainuddin – Jalan Pak Kasih.
Trisna juga mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan berat seperti truk fuso, tronton, dan angkutan peti kemas untuk tidak melintasi kawasan Jalan Rahadi Usman, Tanjung Pura, Zainuddin, Jenderal Sudirman, dan Pak Kasih pada tanggal 23 dan 26 Oktober 2025 pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
“Imbauan ini penting demi kelancaran dan keamanan kegiatan, sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas selama pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-254 Pontianak,” tutup Trisna. (Sumber : dishub.pontianak)
Mensos Gus Ipul Apresiasi Puskesos Pontianak, Jadi Contoh Nasional
PONTIANAK – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya pemutakhiran data kesejahteraan sosial sebagai dasar ketepatan penyaluran bantuan sosial di seluruh daerah.
Menurut Gus Ipul, sapaan karibnya, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan dan program perlindungan sosial tepat sasaran. Ia menekankan bahwa pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas lapangan melalui sinergi antar instansi.
“Data itu sangat dinamis. Setiap hari ada yang lahir, wafat, menikah, atau pindah tempat. Karena itu, akurasi data sangat ditentukan oleh pemutakhiran yang dilakukan di lapangan. Ujung tombaknya ada di Puskesos, kader sosial, pendamping, petugas SLRT, hingga RT dan RW,” ujarnya usai meninjau Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di Kantor Lurah Sungai Jawi Luar Jalan Apel, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang akurasi data. Ia menegaskan bahwa pemerintah kini berkomitmen menggunakan satu data Indonesia yang mengintegrasikan seluruh data dari berbagai daerah dan kementerian, lalu diverifikasi dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua data harus terintegrasi agar bantuan sosial dan program pemberdayaan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Gus Ipul juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang telah meneruskan program Kementerian Sosial sejak 2019.
“Saya melihat sendiri bagaimana teman-teman di Pontianak bekerja dengan baik melayani aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Ini praktik baik yang akan kami duplikasi di daerah lain,” katanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Kemensos dalam memperkuat integrasi data kesejahteraan sosial. Menurutnya, akurasi data menjadi dasar dalam penyusunan program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Bantuan sosial merupakan tahap awal dalam memberikan perlindungan dasar bagi warga. Setelah itu, pemerintah daerah akan mendorong masyarakat menuju tahap pemberdayaan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya usai mendampingi kunjungan Mensos RI di Pontianak.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemkot Pontianak dan Kemensos akan memperkuat dampak program sosial yang dijalankan. Dengan satu basis data yang sama, penyaluran bantuan dan pemberdayaan akan lebih efektif dan terukur.
“Prinsipnya, kami ingin program pemerintah kota dan program dari Kementerian Sosial saling memperkuat. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari sinergi tersebut,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Trisnawati menjelaskan, Puskesos di Pontianak awalnya hanya ada dua lokasi, yaitu di Siantan Hulu dan Sungai Jawi Luar.
“Kini jumlahnya berkembang menjadi 12 Puskesos yang tersebar di enam kecamatan,” ujarnya.
Pendanaan untuk Puskesos bersumber dari APBD Tahun 2025.Dengan perluasan layanan tersebut, Dinsos berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin efektif, terutama dalam mendukung pemutakhiran data dan percepatan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Bapak Wali Kota juga telah menganggarkan tambahan untuk operasional teman-teman Puskesos,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Ziarah Makam Kesultanan, Wujud Penghormatan Pendiri Pontianak
PONTIANAK - Ziarah ke Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang menjadi tradisi tahunan menyambut Hari Jadi Pontianak. Masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-254 Pontianak tahun ini, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak serta kepala perangkat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berziarah ke Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang.
Pukul 07.30 WIB, rombongan berangkat menggunakan kapal wisata menyusuri Sungai Kapuas menuju Makam Kesultanan.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut oleh pengurus Makam Kesultanan Pontianak. Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan Surah Yasin. Kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti area makam, tempat para Sultan Pontianak dimakamkan, termasuk pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, ziarah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Kota Pontianak.
“Kita mengenang dan mendoakan para pendahulu yang telah berjuang membangun Pontianak. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita semua agar terus melanjutkan perjuangan mereka dengan semangat membangun kota yang lebih maju,” ujarnya usai ziarah, Rabu (22/10/2025).
Bahasan menambahkan, selain sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Pontianak, kegiatan ziarah juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat.
“Kebersamaan ini penting dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan para pendiri Pontianak,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, kata Bahasan, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap kota yang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa itu.
“Ziarah dan berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Pontianak ini merupakan wujud syukur dan cara kita mencintai kota ini,” tutupnya.
Makam Kesultanan Pontianak adalah komplek pemakaman bersejarah yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara. Makam tersebut menjadi tempat peristirahatan para Sultan Pontianak dan keluarganya, termasuk Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie sebagai pendiri. Komplek ini terletak di tepi Sungai Kapuas dan merupakan salah satu dari tiga aset warisan Kesultanan Pontianak. Lokasi ini juga menjadi situs sejarah, budaya dan wisata religi. (prokopim/kominfo)
Tertib Arsip, Pontianak Sabet Penghargaan Nasional
Pemkot Raih Terbaik II Wilayah I
JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak meraih Penghargaan Terbaik II Kluster Kota Wilayah I dalam Penyelenggaraan Kearsipan berdasarkan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan tata kelola arsip yang tertib dan profesional.
Kadisperpusip Kota Pontianak Rendrayani, menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja bersama seluruh perangkat daerah. Ia menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan hasil pengawasan eksternal dan internal terhadap pengelolaan kearsipan.
“Sebanyak 60 persen nilai berasal dari pengawasan eksternal pada Lembaga Kearsipan Daerah, dan 40 persen sisanya dari pengawasan internal di perangkat daerah,” ujarnya usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Mego Pinandito di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, hasil pengawasan menjadi bukti keseriusan Pemkot Pontianak dalam melaksanakan Gerakan Sadar dan Tertib Arsip. Upaya ini dilakukan untuk menunjang tata kelola pemerintahan yang baik, menjamin penyelamatan arsip sebagai aset dan bukti akuntabilitas kinerja, serta meningkatkan efisiensi layanan publik berbasis informasi terdokumentasi.
“Selain itu, Disperpusip juga tengah mengidentifikasi arsip-arsip penting untuk dilestarikan sebagai memori kolektif daerah,” sebutnya.
Rendrayani menambahkan, tantangan utama dalam pengelolaan kearsipan adalah meningkatkan kesadaran aparatur di setiap perangkat daerah.
“Sebagian besar perangkat daerah belum melaksanakan penyusutan arsip. Arsip yang seharusnya dimusnahkan masih tersimpan, begitu pula arsip permanen yang mestinya diserahkan ke LKD,” kata Ririn, sapaan karibnya.
Ia juga mengakui, keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia masih menjadi kendala dalam mewujudkan tertib kearsipan. Ke depan, Lembaga Kearsipan Daerah akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan, pelatihan SDM, serta mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi Srikandi.
“Diharapkan melalui langkah ini, Pontianak dapat sepenuhnya mewujudkan Gerakan Sadar dan Tertib Arsip,” tutupnya, yang turut mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. (kominfo)