,
menampilkan: hasil
Manfaatkan Peluang Usaha Tumbuhkan Ekonomi
Wali Kota Resmikan Kopi Satu Hati dan Ramadan Night Market
PONTIANAK — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi hadirnya gerai baru Kopi Satu Hati di Jalan Teuku Umar. Dia menilai konsep coffee shop Kopi Satu Hati ini menyuguhkan nuansa berbeda karena selain menjadi tempat ngopi, fasilitas olahraga berupa lapangan basket juga melengkapi pemandangan dari dalam kafe.
"Ini merupakan kolaborasi antara kafe, warung kopi, UMKM dan sarana olahraga," terangnya usai meresmikan Cafe Kopi Satu Hati, Sabtu (9/4/2022).
Edi menyebut, hal ini akan berdampak positif bagi geliat ekonomi di Kota Pontianak. Dia kemudian mengajak pelaku usaha lainnya agar produktif menggunakan setiap ruang dengan membangun usaha. Peluang yang ada hendaknya bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha terutama UMKM.
"Setiap pelaku usaha kita harapkan mampu memanfaatkan setiap sudut di Kota Pontianak," ucapnya.
Beberapa lokasi juga sudah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bagi pelaku UMKM, khususnya yang menjual makanan dan minuman. Seperti pusat kuliner yang ada di Kawasan GOR Khatulistiwa Jalan Letkol Sugiono. Tempat lainnya yang tengah dibangun adalah Waterfront segmen Taman Alun Kapuas sampai Pelabuhan Seng Hie.
"Di Kawasan Pasar Tengah nantinya akan kita jadikan sebagai pusatnya ekonomi Kota Pontianak," ungkapnya.
Namun menurut Edi, hal itu akan terwujud lewat semangat kolaborasi antar pelaku usaha. Dikatakannya, pembangunan kota akan semakin pesat jika dilakukan bersama-sama.
"Kalau ada teman kita buka usaha, jangan jadikan pesaing. Namun jadikan partner, untuk sama-sama kita membangun kota ini," imbuhnya.
Ia berharap, Kota Pontianak dikenal dan dirindukan sebagai tempat nongkrong dan di setiap sudut menyimpan kenyamanan bagi masyarakat Kota Pontianak maupun wilayah sekitar.
"Saya mendukung kegiatan seperti ini. Semoga kolaborasi antara pelaku usaha, mulai dari usaha mikro maupun yang sudah matang bisa terjalin secara baik," pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Antisipasi Kecurian, Edi Minta Tiang Pembatas Trotoar Dibeton
Tinjau Pembangunan Trotoar Segmen Jalan Sutoyo sampai Parit Tokaya
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau pembangunan trotoar segmen Jalan Letjen Sutoyo sampai Parit Tokaya, Jumat (8/4/2022). Pembangunan trotoar ini merupakan bagian dari penataan trotoar kota sekaligus melanjutkan pembangunan trotoar sebelumnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dan nantinya akan berlanjut ke Jalan MT Haryono dan Jalan M Sohor.
“Lebarnya nanti sama dengan yang di segmen Museum Kalimantan Barat, yaitu sembilan meter. Nanti untuk pohon-pohon kita pilih, mana yang dipertahankan dan juga mungkin ada yang dipangkas,” jelasnya.
Untuk segmen Untan sampai Polda juga sedang berjalan penataannya, begitu juga di segmen Kantor Gubernur sampai pintu gerbang perbatasan antar daerah.
“Beberapa titik trotoar akan kita tanami pohon-pohon lagi, agar warga bisa menikmati suasana asri. Contohnya yang bagus itu di depan Auditorium Untan, di sana pohonnya rimbun, siang-siang pun tetap teduh,” ucapnya.
Pembangunan trotoar ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2022 nanti. Dia juga menambahkan, trotoar ini sengaja dikonsep dengan gaya humanis agar memanjakan masyarakat, khususnya untuk olahraga joging serta bagi pedestrian.
“Untuk total panjangnya sampai tiga kilometer,” ujarnya.
Mengantisipasi hilangnya tiang pembatas trotoar (bollard) seperti kasus beberapa waktu lalu, Wali Kota Edi Kamtono sudah meminta kepada pihak pelaksana untuk menanam bollard di dalam beton, begitu juga dengan manhole. Selain itu, dia menyebut akan ada penambahan CCTV di beberapa lokasi.
“Jadi tidak mudah untuk dicuri. Kita juga akan pasang lagi CCTV di beberapa titik. Seperti kemarin itu bisa kelihatan karena terdeteksi,” tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta menerangkan, pekerjaan pembangunan trotoar ini ditafsir menggunakan sekitar Rp50 miliar bersumber dari dana APBN. Dia menjelaskan, memang terdapat beberapa kendala dalam pengerjaannya, seperti pembebasan lahan.
“Terkait dengan lahan yang dikuasai oleh kantor-kantor dan milik pribadi, kita sedang melakukan pendekatan. Bapak Wali Kota bahkan langsung bersama PPKAN memberikan penjelasan,” terangnya.
Meski masih ada lokasi lainnya yang memiliki kendala yang sama, pihaknya tengah berupaya untuk meminta kepada pemilik lahan.
“Seingat saya tersisa tiga titik lagi yang masih kita upayakan untuk pembebasan,” imbuhnya. (kominfo/prokopim)
Si Kembar Faris dan Daris Terima Sepeda dari Wali Kota
Atas Dedikasinya Peduli Lingkungan
PONTIANAK - Masih ingat dengan si kembar Faris dan Daris? Atas semangat dan kepedulian mereka terhadap lingkungan di Kota Pontianak, kedua kakak beradik yang berusia 11 tahun itu dihadiahi dua unit sepeda lipat oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Hadiah sepeda tersebut sebagai bentuk apresiasi kedua anak dari pasangan Samsudin dan Siti Rahmah ini karena kebiasaan mereka yang tak biasa.
Lebih dari memungut dan membuang sampah ke tempatnya, Faris dan Daris diam-diam sudah sejak tahun 2018 secara berkala mengumpulkan sampah untuk kemudian dijual ke Bank Sampah Rumput Hias yang bertempat di Jalan Petani Gang Berkat Usaha, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota. Untuk itu pula, keduanya kemudian menerima penghargaan Nasabah Cilik Bank Sampah pada perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2022, Februari lalu.
Dari ketekunan itu, mereka mendapat pundi-pundi rupiah. Dalam sebulan, kedua siswa SDN 34 Pontianak Kota itu bisa menerima Rp50 ribu.
“Pernah juga sampai Rp100 ribu, terakhir menimbang sampai 33 kilogram,” kata Siti Rahmah, ibu dari si kembar Faris dan Daris saat diwawancarai di Rumah Jabatan Wali Kota usai mendampingi kedua putranya menerima hadiah sepeda, Jumat (8/4/2022).
Jika dijabarkan, sampah-sampah yang mereka simpan terdiri dari kardus, botol plastik, kertas bekas, besi, bungkus makanan, dan lain-lain. Harganya pun beragam.
“Kardus itu Rp2.000 per kilogram, botol plastik Rp800 per kilogram, kemudian kertas bekas Rp700 per kilogram,” terangnya.
Siti Rahmah menceritakan awal mula kebiasaan anak-anaknya itu, yang dimotori oleh seorang tetangga yang mendirikan bank sampah di tahun 2018. Diakuinya, setiap hari sejak itu anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya mulai mengolah dan memilah sampah.
“Pertama yang aktif itu ibu-ibu, kemudian mengajak anak-anak. Di gang saya banyak anak-anak, di situlah kami membimbing mereka untuk peduli dengan lingkungan, dengan memilah dan mengolah sampah rumah tangga,” tuturnya.
Dedikasi mulia ini, sejalan dengan harapan Wali Kota Edi Kamtono agar turut memancing munculnya Faris dan Daris lainnya di Kota Pontianak. Dia mengatakan, secara tidak langsung aksi demikian sudah mengurangi pemanasan global yang berdampak positif untuk lingkungan. Sedangkan untuk Bank Sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, lanjut Edi, sudah tersebar di 16 lokasi.
“Selain dari itu juga sampah ini bisa diolah lagi menjadi barang yang bermanfaat. Sampah yang organik bisa digunakan untuk pupuk, kompos dan gas metan. Sedangkan yang anorganik seperti plastik, bisa didaur ulang. Sehingga mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” paparnya.
Dirinya senantiasa mengimbau guru-guru untuk membangun bank sampah mini. Hal ini dilakukan supaya anak-anak di generasi mendatang terbiasa menjaga lingkungan.
“Yang penting anak-anak terbiasa dengan kebersihan, tidak bisa melihat sampah di matanya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Dongkrak Nilai SAKIP dan RB, Pemkot akan Lakukan Kaji Tiru
Raih Predikat BB untuk SAKIP dan Predikat B untuk RB
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meraih predikat BB untuk pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan predikat B atas upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien melalui Reformasi Birokrasi (RB) tahun 2021 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Nilai yang diperoleh tersebut merupakan tahun keempat secara berturut-turut SAKIP dengan Predikat BB yang diterima Pemkot Pontianak sekaligus merupakan predikat SAKIP tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi mengapresiasi kinerja ASN di lingkungan Pemkot Pontianak. Menurutnya, predikat yang diperoleh ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan tidak mudah untuk didapat.
“Untuk RB masih banyak kabupaten dan kota yang memperoleh nilai CC. Di Kota Pontianak predikat RB masih sama dengan tahun lalu yaitu B. Mudah-Mudahan kedepan kita upayakan lebih optimal, baik untuk SAKIP dan RB,” terangnya usai agenda penyerahan yang digelar secara virtual di Ruang Pontive Center, Selasa (5/4/2022).
Mulyadi menambahkan, banyak indikator yang dinilai pada SAKIP dan RB ini. Guna meningkatkan itu, lanjutnya, pihaknya hendak melakukan studi tiru kepada kabupaten dan kota lain yang mendapat predikat A.
“Penilaian ini baru secara global diumumkan, artinya belum diterima rapornya. Nanti kita lihat bagaimana hasil lengkapnya, kemudian akan kita evaluasi tiap komponen penilaian. Satu diantara indikator juga kompetensi aparatur,” sebutnya.
Ia mengajak setiap ASN di lingkungan Pemkot Pontianak untuk melaksanakan kinerja dengan optimal dan tidak melupakan sinergitas antar ASN. Sehingga dengan demikian diharapkan mampu mendongkrak predikat SAKIP dan RB menjadi A.
“SAKIP dari BB menjadi A, kemudian RB dari B menjadi BB atau bahkan A. Dan RB itu kalau dilihat rata-rata secara nasional masih di skor 54, sedangkan kita sudah di atas itu,” pungkasnya. (kominfo)