,
menampilkan: hasil
Rencana Pembangunan Jembatan Garuda, Masih Tahap Penggodokan
Gunakan Sistem KPBU
PONTIANAK - Rencana pembangunan Jembatan Garuda yang akan menghubungkan Jalan Bardanadi - Siantan masih bergulir. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan saat ini progres pembangunan Jembatan Garuda tengah melengkapi data, baik secara administrasi maupun teknis seraya berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nantinya, pembangunan Jembatan Garuda akan berbentuk Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Sebab proses pembangunan ini harus melalui mekanisme, persetujuan Menteri PUPR, tim yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bappenas dan lainnya," ujarnya usai rapat Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jembatan Garuda di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Rabu (10/5/2023).
Edi menambahkan, melalui FGD yang digelar ini, semua pihak terkait turut membahas masalah teknis rencana pembangunan Jembatan Garuda, baik itu dampak, manfaat, regulasi dan berbagai hal untuk mempersiapkan pembangunan jembatan dengan desain mewah ini.
" Apabila sudah mendapat lampu hijau, kemudian dilanjutkan tahapan selanjutnya seperti penyusunan draft, kaitan kontribusi yang diperoleh Pemerintah Kota Pontianak dan lain sebagainya," ungkapnya.
Menurutnya, untuk membangun jembatan tersebut memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pembangunannya akan dibiayai oleh investor dengan sistem KPBU. Rencananya Jembatan Garuda ini menggunakan sistem tol berbayar. Terkait tarif, pihaknya nanti akan mengkaji lebih matang berdasarkan kemampuan masyarakat.
"Sama halnya dengan ferry penyeberangan yang digunakan masyarakat saat ini untuk menyeberangi sungai dari Pontianak Kota ke Pontianak Utara atau sebaliknya, masyarakat dikenakan tarif penyeberangan," katanya.
Untuk mematangkan perencanaan pembangunan, koordinasi dengan pemerintah pusat juga masih berlangsung. Sementara pemrakarsa pembangunan melengkapi persyaratan teknis dan sebagainya.
"Pembahasan pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya saat ini saja, tetapi akan ada diskusi lebih lanjut untuk mematangkan perencanaan, melengkapi dan menyempurnakan pembangunan," kata Edi.
Jembatan Garuda ini mencerminkan kemajuan Kota Pontianak yang modern dengan desain yang spektakuler. Ia berharap kehadiran jembatan ini nantinya bisa mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di kedua wilayah, apalagi pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I juga tengah dibangun, sehingga kemacetan yang kerap terjadi bisa terurai.
"Dampak ekonominya sangat besar karena sirkulasi transportasi dan mobilitas lebih lancar dan cepat. Selain itu pula akan menjadi landmark dan objek wisata," pungkasnya. (prokopim/kominfo)
PBG Pastikan Bangunan Penuhi Standar
Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Operasional RT/RW se-Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK - Sebanyak 506 pengurus RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Selatan mengikuti sosialisasi berkaitan dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga menyerahkan bantuan operasional secara simbolis kepada 414 RT dan 92 RW di Aula Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (3/5/2023).
Edi menjelaskan, PBG merupakan proses yang sangat penting dalam pembangunan sebuah gedung atau bangunan. Persetujuan ini melibatkan pihak-pihak terkait. PBG dilakukan untuk memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan lingkungan yang ditetapkan.
"PBG ini supaya masyarakat tertib dalam mendirikan bangunan, penataan kota juga semakin tertib," ujarnya.
PBG juga bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya kerusakan atau kecelakaan pada gedung tersebut, serta memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
"Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi persyaratan dan standar yang telah ditetapkan," sebutnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses persetujuan bangunan gedung, seperti perizinan, perencanaan, konstruksi, dan pengawasan. Selain itu, perlu juga memperhatikan aspek-aspek seperti dampak lingkungan, pemakaian lahan, keamanan dan aksesibilitas. Dalam melakukan persetujuan bangunan gedung, penting untuk melibatkan semua pihak terkait dan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada.
"Hal ini dapat membantu memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan dan dapat digunakan dengan aman dan nyaman bagi penghuninya," jelasnya.
Selain sosialisasi PBG, materi lain yang diberikan antara lain berkaitan dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan ketertiban umum.
Kemudian, terkait pemberian bantuan operasional bagi RT/RW, Edi mengatakan bantuan itu sebagai bentuk pembinaan terhadap RT/RW dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta penguatan kelembagaan RT dan RW.
"Semoga bantuan ini bisa menyemangati para pengurus RT/RW dalam memberikan pelayanan kepada warganya," ungkapnya. (prokopim)
Open House Momen Kebangkitan Merajut Silaturahmi
Suasana Open House Kediaman Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda
PONTIANAK - Tamu datang silih berganti menjadi pemandangan gelaran open house di kediaman Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Didampingi sang istri, Yanieta Arbiastutie, Edi menyambut hangat setiap tamu yang datang di aula kediamannya pada hari pertama Idulfitri 1444 Hijriyah, Sabtu (22/4/2023). Open house lebaran merupakan tradisi yang digelar setiap Hari Raya Idulfitri, di mana masyarakat saling mengunjungi dari rumah ke rumah. Open house ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan merayakan momen berbahagia bersama-sama.
Edi menyampaikan ucapan syukur karena meskipun pada pagi hari sempat turun hujan, namun setelah pelaksanaan Salat Id cuaca cerah kembali. Hal ini disebutnya sebagai sebuah keberkahan dari Allah, SWT di hari umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
"Mudah-mudahan lebaran tahun ini memberikan kesejukan, kedamaian untuk masyarakat bersilaturahmi dan saling memaafkan. Pemerintah Kota Pontianak sangat mengharapkan kebersamaan dan keberagaman di Kota Pontianak ini senantiasa terjaga," ujarnya.
Hari Raya Idulfitri tahun ini menjadi momen kebangkitan dalam merajut tali silaturahmi setelah melewati masa pandemi beberapa tahun lalu. Menurutnya, sepanjang bulan Ramadan ini situasi dan kondisi keamanan di Kota Pontianak relatif kondusif. Aktivitas masyarakat juga masih terpantau tidak menimbulkan kemacetan yang begitu parah. Demikian pula ketersediaan dan harga pangan masih terkendali.
"Memang terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas namun masih terbilang stabil," ungkapnya.
Sementara itu, di kediaman jabatan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, suasana open house juga diwarnai dengan kehadiran para tamu yang ingin bersilaturahmi. Bersama sang istri Norhasanah, Bahasan menyambut setiap tamu yang datang berkunjung. Baginya, open house menjadi sarana menjalin keakraban dan kekeluargaan dengan berinteraksi antara keluarga, teman, tetangga dan masyarakat.
"Open house juga menjadi wadah kita mempererat tali silaturahmi yang memang sudah terjalin. Apalagi di hari-hari biasa kita disibukkan dengan segala aktivitas, pada momen inilah kita berkesempatan saling bertemu dan bermaaf-maafan," ucapnya.
Suasana yang sama juga terlihat di kediaman Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi di Jalan Tebu Komplek Mitra Utama III. Open house di kediaman Sekda dihadiri para tamu, mulai dari kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. Menurut Mulyadi, open house merupakan tradisi yang patut dipertahankan karena lewat agenda ini masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bertemu langsung dan bersilaturahmi dengan para pejabat daerahnya.
"Open house juga menjadi kesempatan bagi siapapun untuk bertemu dan bertegur sapa, merayakan lebaran bersama dan meningkatkan kedekatan emosional serta memperkuat hubungan sosial yang ada," pungkasnya.
Berikut jadwal open house Idulfitri 1444 Hijriyah, di kediaman Jabatan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang beralamat di Jalan Abdurrahman Saleh digelar selama dua hari, yakni Sabtu (22/4/2023) dan Minggu (23/4/2023). Untuk hari pertama lebaran dimulai pukul 14.00 - 21.00 WIB, sedangkan hari kedua pukul 10.00 - 21.00 WIB.
Kemudian, di kediaman dinas Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan yang terletak di Jalan KS Tubun, juga digelar selama dua hari lebaran, Sabtu (22/4/2023) pukul 13.00 - 17.00 WIB dan Minggu (23/4/2023) pukul 09.30 - 13.00 WIB.
Sementara itu, kediaman Sekda Kota Pontianak Mulyadi yang beralamat di Jalan Tebu Komplek Mitra Utama III, hari lebaran pertama, Sabtu (22/4/2023) mulai pukul 13.00 - 17.00 WIB dan Minggu (23/4/2023) pukul 09.30 - 15.00 WIB. (prokopim)
Rayakan Hari Kemenangan Dengan Introspeksi Diri
Wako dan Wawako Salat Id di Masjid Al Khalifah Kantor Wali Kota
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan melaksanakan Salat Id 1 Syawal 1444 Hijriyah di Masjid Al Khalifah Komplek Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (22/4/2023). Pelaksanaan Salat Id sedianya digelar di lapangan Jalan Rahadi Usman, namun dikarenakan kondisi cuaca hujan sehingga dialihkan ke Masjid Al Khalifah Kantor Wali Kota.
Edi mengatakan, meski cuaca hujan namun tidak mengurangi semangat jamaah untuk menggaungkan gema takbir di penjuru Kota Pontianak dengan melaksanakan Salat Id berjamaah. Hari Raya Idulfitri adalah momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, hari ini saatnya merayakan kemenangan dan keberkahan.
"Mudah-mudahan puasa tahun ini menjadi yang terbaik dan diterima Allah, SWT serta dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan selama ini diampuni Allah, SWT," ujarnya.
Selain sebagai momen merayakan kemenangan dan bersukacita, Hari Raya Idulfitri juga menjadi momentum untuk merenungkan diri, berintrospeksi atas segala perbuatan, sikap, dan niat selama bulan Ramadan, serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari bulan suci Ramadan, dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari," tuturnya.
Edi juga mengajak semua untuk menjadikan Hari Raya Idulfitri sebagai momen untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama, memaafkan kesalahan dan menyatukan hati dalam kebersamaan.
"Mari kita bersama-sama merayakan kemenangan ini dengan penuh sukacita dan menjadikan hari ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan," imbuhnya.
Atas nama pribadi dan keluarga serta jajaran Pemerintah Kota Pontianak, ia mengucapkan selamat merayakan Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriyah kepada seluruh umat Muslim di Kota Pontianak.
"Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan Kota Pontianak diberikan keberkahan dan mendapat rahmat dari Allah, SWT," ucapnya.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menuturkan, Hari Raya Idulfitri merupakan saat berbagi kebahagiaan dan saling memaafkan atas semua kesalahan. Untuk itu, saling bersilaturahmi menjadi kesempatan untuk saling memaafkan.
"Tak lupa juga, mari kita berdoa untuk perdamaian, kesejahteraan dan persatuan umat manusia di seluruh dunia," tutupnya. (prokopim)