,
menampilkan: hasil
Edi Harap Pelajar Pelopor Jadi Agen Perubahan Keselamatan Lalu Lintas
Serahkan Hadiah bagi Pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas
PONTIANAK – Inovasi di bidang keselamatan transportasi mengantarkan Indra Setyawan, siswa Kelas X SMTI Pontianak, meraih Juara I dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026.
Bersama rekannya, Faridh Zulfahmi, Indra berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karya inovatif bertajuk ‘Prototype Smart-Barrier Lidar, Palang Pintu Perlintasan Sebidang Otomatis sebagai Standarisasi Keselamatan Jalur Kereta Api Masa Depan di Kalimantan’, yakni sebuah sistem yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api.
Indra menjelaskan, ide tersebut lahir dari hasil riset yang dilakukan timnya serta terinspirasi dari sejumlah kasus kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih terjadi di Indonesia.
“Awalnya kami ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba ini. Setelah itu kami mulai mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas. Akhirnya kami mengembangkan Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api,” ujarnya usai menerima piagam dan hadiah yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Wali Kota, Senin (22/6/2026).
Menurut Indra, sistem yang dirancang memanfaatkan tiga sensor yang ditempatkan pada titik berbeda di jalur kereta api. Sensor tersebut berfungsi mendeteksi keberadaan kereta yang mendekati perlintasan dan memberikan respons otomatis apabila terdapat kendaraan yang terjebak di area perlintasan.
“Ketika kereta terdeteksi berada pada jarak tertentu, sistem akan memberikan peringatan. Jika ada kendaraan yang terjebak di area perlintasan, palang pintu dapat terbuka kembali dan masinis akan menerima notifikasi peringatan. Sistem ini juga dapat dipantau melalui website dan dilengkapi lampu peringatan,” jelasnya.
Proses pembuatan prototipe inovasi tersebut memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meski yang ditampilkan saat penilaian berupa simulasi, tim telah memiliki prototipe yang sebelumnya telah diuji coba.
Berkat inovasi tersebut, Indra dan tim memperoleh nilai total 94,28 dari penilaian karya tulis ilmiah dan alat yang dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Ke depan, Indra berharap inovasi yang dikembangkannya dapat terus disempurnakan, terutama pada aspek sensor agar semakin akurat dan efektif dalam mendukung keselamatan di perlintasan kereta api.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah yang telah membantu selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Sekolah sangat membantu, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan oleh guru pembimbing. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026 memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya budaya tertib berlalu lintas sekaligus mendorong lahirnya inovasi di bidang keselamatan jalan.
Edi bilang, kegiatan yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional tersebut menjadi momentum untuk melibatkan pelajar dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak.
“Kita menyadari bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak, masih cukup tinggi dan banyak pelajar yang menjadi korban. Karena itu kegiatan ini menjadi momentum untuk melahirkan inovasi-inovasi terkait keselamatan lalu lintas,” sebutnya.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang dihasilkan para peserta diharapkan tidak hanya menjadi gagasan semata, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata. Jika bersifat aplikatif, inovasi tersebut diyakini mampu membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Pontianak.
Edi menambahkan, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak menghadapi peningkatan jumlah kendaraan yang terus terjadi dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Namun yang tidak kalah penting adalah perilaku para pengendara. Diperlukan kesabaran, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan-aturan berlalu lintas,” katanya.
Terkait para pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas, Edi berharap mereka dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing. Selain itu, inovasi yang dihasilkan juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Mereka diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan mampu mengimplementasikan inovasi yang telah diciptakan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Edi juga mengimbau seluruh pelajar dan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama pengguna kendaraan roda dua. Ia mengingatkan agar setiap pengendara memastikan kondisi kendaraan layak digunakan serta selalu memakai perlengkapan keselamatan, seperti helm.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Dengan disiplin, tertib dan saling menghormati sesama pengguna jalan, kita dapat menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat bagi semua,” tutupnya. (prokopim)
PAUD Fondasi Penting Bentuk Karakter Anak
Pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026
PONTIANAK – Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menghadiri acara pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Rumah Budaya Kampung Caping , Kamis (11/6/2026).
Acara pelepasan siswa dihadiri para orang tua, guru, pengurus PKK, serta para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.
Yanieta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang telah berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak selama menempuh pendidikan di PAUD PKK Percontohan. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak sejak dini.
“Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi momentum untuk mengapresiasi proses belajar yang telah dilalui anak-anak. Kami berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan semangat belajar yang tinggi dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dukungan orang tua, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Pada kesempatan tersebut, para anak didik menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi gambaran hasil pembelajaran yang telah mereka peroleh selama mengikuti pendidikan di PAUD.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Yanieta. (*)
Bahasan Dorong Anak Pontianak Aktif dalam Pembangunan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menegaskan pentingnya peran anak sebagai subjek pembangunan yang harus didengar, dilibatkan, dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Hal itu disampaikannya saat membuka Regenerasi Forum Anak Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, regenerasi Forum Anak bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan proses strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki kepedulian, kreativitas, jiwa kepemimpinan, serta semangat berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Regenerasi Forum Anak bukan hanya sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan proses penting dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki jiwa kepedulian, kreativitas, kepemimpinan, dan semangat partisipasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, negara telah memberikan jaminan kuat terhadap pemenuhan hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28B Ayat 2. Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek penting yang harus dilindungi, didengar suaranya, dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ucap Bahasan.
Ia menambahkan, seluruh unsur pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan lingkungan sekitar memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak tumbuh secara optimal, aman, sehat, cerdas, dan bahagia.
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga menekankan pentingnya partisipasi anak dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, anak harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, ide, serta aspirasinya, terutama dalam kebijakan dan program yang berkaitan dengan kepentingan mereka.
“Suara anak harus didengar dan dipertimbangkan dalam setiap kebijakan maupun kegiatan yang menyangkut kepentingan anak. Salah satu wadah partisipasi tersebut adalah Forum Anak,” katanya.
Ia menilai Forum Anak memiliki peran penting sebagai sarana bagi anak-anak untuk belajar kepemimpinan, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat karakter sejak dini.
Mengusung tema ‘Bermain dalam Warna, Berkarya untuk Masa Depan’, kegiatan regenerasi tahun ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Bahasan menyebut bahwa bermain merupakan hak dasar anak yang berperan penting dalam membentuk kreativitas, kecerdasan, kemampuan sosial, dan kesehatan mental.
Sementara itu, makna ‘warna’ menggambarkan keberagaman bakat, ide, budaya, karakter, serta mimpi anak-anak Kota Pontianak yang menjadi sumber lahirnya karya, inovasi, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Bahasan mengatakan bahwa Kota Pontianak memiliki potensi besar dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Karena itu, anak-anak harus dipersiapkan menjadi generasi unggul yang sehat, cerdas, berkarakter, toleran, kreatif, serta mampu bersaing di era global dan digital.
“Pemerintah Kota Pontianak terus berkomitmen mendukung terwujudnya Kota Layak Anak melalui berbagai program pemenuhan hak anak, perlindungan khusus anak, penguatan partisipasi anak, hingga penyediaan ruang-ruang kreatif dan ramah anak,” ungkapnya.
Ia berharap Forum Anak Kota Pontianak dapat terus menjalankan perannya sebagai pelopor dan pelapor. Pelopor dalam menyebarkan pengaruh positif di lingkungan sekitar, sekaligus pelapor apabila menemukan persoalan yang berkaitan dengan hak dan perlindungan anak.
Bahasan mengajak anak-anak untuk berani bermimpi besar, memanfaatkan teknologi secara positif, serta mengisi masa muda dengan karya, prestasi, kreativitas, dan kegiatan yang bermanfaat.
“Kita ingin anak-anak Pontianak tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, peduli sesama, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Berencana Bangun SMP Baru di Siantan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak menganaktirikan wilayah tertentu dalam pelaksanaan pembangunan. Seluruh kecamatan di Kota Pontianak menjadi prioritas pembangunan, termasuk Kecamatan Pontianak Utara yang saat ini menjadi fokus pembenahan infrastruktur.
Menurut Bahasan, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya di kawasan Siantan yang masih mengalami kekurangan sekolah tingkat menengah pertama (SMP).
“Tidak ada wilayah yang dianaktirikan karena enam kecamatan di Kota Pontianak semuanya menjadi prioritas. Terlebih khusus di Pontianak Utara, kami memang sedang fokus membenahi infrastruktur yang ada, termasuk pembangunan sekolah yang diinginkan masyarakat. Saat ini kami sedang menyusun perencanaan untuk membangun SMP di kawasan Siantan,” ujarnya usai rapat paripurna di DPRD Kota Pontianak, Rabu (3/6/2026).
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Pontianak juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Bahasan menjelaskan, besarnya SILPA dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya efisiensi hasil tender proyek serta adanya kegiatan yang tidak dapat terlaksana sesuai rencana.
“Banyak peserta tender yang memberikan penawaran jauh di bawah pagu anggaran, bahkan sampai 19 hingga 20 persen. Selain itu, ada beberapa program yang saat pelaksanaan mengalami kendala sehingga tidak bisa diselesaikan dan akhirnya tidak dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Di sektor pelayanan publik, Pemkot Pontianak juga terus menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai kawasan. Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan lingkungan kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Tahun ini sudah banyak titik yang mendapatkan penerangan, tetapi memang belum tuntas. Kami memiliki komitmen siang bersih, malam terang benderang. Semua titik yang belum mendapatkan penerangan secara bertahap akan kami pasang lampu,” katanya.
Menanggapi anggapan sebagian masyarakat bahwa pengawasan terhadap aktivitas malam anak di bawah umur mulai longgar, Bahasan menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak.
Menurutnya, keberhasilan penerapan aturan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan orang tua, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami terus melakukan kampanye, edukasi, dan sosialisasi. Tanpa dukungan masyarakat, regulasi yang dibuat pemerintah tidak akan efektif. Karena itu kami melibatkan tokoh agama, para orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Bahasan menambahkan, Pemkot Pontianak telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pembatasan aktivitas malam bagi anak di bawah umur. Dalam aturan tersebut, anak di bawah umur tidak diperbolehkan berada di luar rumah tanpa tujuan yang jelas setelah pukul 22.00 WIB, kecuali didampingi orang tua atau memiliki keperluan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap peran aktif keluarga menjadi garda terdepan dalam pengawasan anak guna mencegah berbagai risiko sosial yang dapat terjadi pada malam hari.
“Orang tua harus peduli dan mengawasi anak-anaknya. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda,” sebutnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Yoggy Perdana Putra, berharap Pemerintah Kota Pontianak dapat menindaklanjuti berbagai saran dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam pembahasan agenda pemerintahan daerah.
Menurut Yoggy, sejumlah pandangan yang disampaikan anggota dewan merupakan aspirasi masyarakat yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Pontianak Utara.
“Dari DPRD, cukup banyak saran yang telah disampaikan kepada pemerintah. Tentunya kami berharap Pemerintah Kota Pontianak dapat mendengarkan berbagai pendapat dan masukan dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kota Pontianak,” ungkapnya.
Ia menilai salah satu isu yang paling mendesak saat ini adalah pembangunan di Kecamatan Pontianak Utara. Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut terus menjadi perhatian masyarakat dan DPRD.
Yoggy mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak untuk membahas sejumlah proyek strategis yang akan direalisasikan di Pontianak Utara.
“Pembangunan infrastruktur tersebut penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Pontianak Utara,” tuturnya.
DPRD Kota Pontianak, lanjut Yoggy, akan terus mengawal pelaksanaan program-program pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat semakin diperkuat demi percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kota Pontianak. (prokopim)