,
menampilkan: hasil
Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 11 Pontim, Bahasan: Jaga Nama Baik Sekolah
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menghadiri kegiatan syukuran dan pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 11 Pontianak Timur yang berlokasi di Jalan Ismita, Sabtu (30/5/2026).
Bahasan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa-siswi kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Ia mengapresiasi perjuangan para siswa, guru, serta orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan selama enam tahun terakhir.
“Selamat kepada anak-anak kami yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 11 Pontianak Timur. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, dan kita semua,” ujarnya.
Bahasan menyebut, momen pelepasan siswa bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan di sekolah dasar, tetapi juga awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ia berpesan kepada para lulusan agar terus semangat belajar, menjaga disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta terus berupaya meraih cita-cita.
“Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Jaga nama baik sekolah, keluarga, dan lingkungan. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk meraih cita-cita,” pesannya di hadapan para siswa.
Pada kesempatan itu, Bahasan juga mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini membimbing dan mendidik para siswa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua murid yang telah berperan aktif mendampingi anak-anak selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan anak dalam menyelesaikan pendidikan tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
“Guru dan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita. Karena itu saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perhatian yang telah diberikan,” tuturnya.
Bahasan juga meninjau langsung kondisi SD Negeri 11 Pontianak Timur. Ia menuturkan, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar semakin nyaman dan optimal.
“Saya berharap SD Negeri 11 Pontianak Timur terus berkembang menjadi sekolah yang maju, berprestasi, serta mampu mencetak generasi penerus yang unggul dan berkarakter,” tutupnya. (prokopim)
Pendaftaran SPMB SD-SMP Negeri Secara Daring
SPMB SD dan SMP Negeri Pontianak Dibuka Juni 2026
PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP negeri. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kota Pontianak, https://spmb.pontianak.go.id.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan tanpa pungutan biaya.
“Pendaftaran SPMB SD dan SMP negeri di Kota Pontianak tidak dipungut biaya apapun. Kami mengimbau masyarakat mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, untuk jenjang SD, jalur penerimaan terdiri atas domisili 70 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi lima persen. Sementara jenjang SMP meliputi jalur domisili 40 persen, afirmasi 20 hingga 30 persen, mutasi lima persen, dan prestasi 25 hingga 35 persen.
Menurut Sri Sujiarti, khusus jalur prestasi SMP diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik. Penilaian jalur ini terdiri atas 70 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan 30 persen poin prestasi atau pengalaman organisasi. Seluruh bukti prestasi wajib melalui proses validasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.
“Calon murid dapat memilih paling banyak lima sekolah pilihan pada jenjang SMP. Seluruh proses pembuatan akun, pendaftaran, verifikasi, hingga validasi berkas dilakukan secara daring,” katanya.
Ia menambahkan, jadwal SPMB SMP jalur prestasi dimulai dari pembuatan akun pada 1 hingga 19 Juni 2026. Pengajuan pendaftaran berlangsung 20 sampai 24 Juni 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026. Untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi, pendaftaran dibuka 27 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.
Sementara itu, SPMB SD untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi dibuka pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada 4 Juli 2026 dan daftar ulang pada 6 hingga 7 Juli 2026.
Sri mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum melakukan pendaftaran. Persyaratan umum untuk SD antara lain usia minimal tujuh tahun per 1 Juli 2026, sedangkan SMP maksimal berusia 15 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan SD atau sederajat.
Ia juga menegaskan panitia SPMB menolak segala bentuk gratifikasi dalam proses penerimaan murid baru.
“Seluruh proses dilakukan secara terbuka melalui sistem. Kami mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” pungkasnya. (Sumber : disdikbud.pontianak)
Peringatan Hardiknas 2026 Fokus Bahas Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Senin (4/5/2026).
Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menentukan masa depan bangsa.
“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, kritis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Edi mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat di sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik hingga pemerataan akses belajar.
“Kita ingin seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga telah menjalankan sejumlah program strategis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Program tersebut meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta peningkatan literasi dan numerasi.
Di Kota Pontianak, berbagai program pemerintah pusat tersebut telah mulai diterapkan sepanjang tahun 2025. Salah satunya melalui pemanfaatan papan interaktif digital di sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.
Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan sekitar 288 ribu satuan pendidikan menerima bantuan papan interaktif digital.
Pemerintah pusat juga terus memperkuat kualitas guru melalui program beasiswa, sertifikasi, dan pemberian insentif bagi guru honorer.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, keluarga, media, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak bangsa.
“Selain itu, penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui program ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam membangun budaya sekolah yang positif, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
MTQ Cetak Generasi Cerdas, Berkarakter dan Adaptif
Wawako Buka MTQ ke-34 Kecamatan Pontianak Timur
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menjadi salah satu cara membentuk generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.
Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut generasi muda memiliki bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai budaya, serta kreativitas yang tinggi.
“Generasi kita harus cerdas berbasis ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya usai membuka MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Aula BPMP, Kamis (30/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter menjadi hal penting agar generasi muda tidak mudah menyerah, memiliki kesabaran, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan ajaran Islam yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para peserta MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Timur untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Kemenangan itu bonus. Yang utama adalah proses, pengalaman, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Bahasan.
Kepada para dewan juri, Bahasan berpesan agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional. Menurutnya, integritas dalam penilaian sangat penting untuk menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak. Ia menyebut, kondisi kerukunan antarumat beragama di kota ini sudah berjalan baik dan perlu terus dipertahankan.
“Di Pontianak, kita bisa melihat masjid dan gereja berdiri berdampingan tanpa konflik. Ini menjadi bukti bahwa toleransi di masyarakat kita berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Semoga nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kehidupan harmonis tersebut dapat terus dijaga sebagai modal utama dalam membangun kota yang maju dan sejahtera,” tutupnya.
MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur ini diikuti peserta dari tujuh kelurahan se-Kecamatan Pontianak Timur, dengan jumlah total sebanyak 300 peserta, terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra.
Adapun cabang yang diperlombakan antara lain Cabang Tilawah (anak, remaja, dewasa, dan tuna netra) putra dan putri, Cabang Tilawah Usia Emas putra dan putri, Cabang Murattal (remaja dan dewasa) putra dan putri, Cabang Mujawwad/munajat putra dan putri, Cabang Hifzil Qur’an (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz) putra dan putri, Cabang Syarhil Qur’an putra dan putri, Cabang Fahmil Qur’an putra dan putri, Cabang Kaligrafi Al-Qur’an (kontemporer, naskah, hiasan mushaf, dan dekorasi) putra dan putri, serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis putra dan putri. (prokopim)