,
menampilkan: hasil
Kepatuhan Pelayanan Publik Pontianak Tertinggi ke-27 se-Indonesia
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berhasil mempertahankan predikat Zona Hijau Kepatuhan Pelayanan Publik untuk 2024 dengan nilai 94,96. Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yakni 91,16. Inspektur Kota Pontianak Yaya Maulida menerangkan, penilaian tersebut dilaksanakan oleh Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar).
“Alhamdulillah kita berhasil menerima penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik predikat Zona Hijau, angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” terangnya usai menerima sertifikat penghargaan di Hotel Mercure, Rabu (4/12/2024).
Yaya menambahkan, tujuan penilaian tersebut berdampak positif bagi jalannya pelayanan publik. Apalagi dengan diberikannya penghargaan semakin mendorong semangat aparatur untuk berdedikasi memberikan pelayanan.
“Tentunya ini menjadi motivasi dan penyemangat kita untuk terus bekerja keras dalam memberikan pelayanan optimal yang sudah menjadi kewajiban bagi seluruh ASN di jajaran Pemkot Pontianak,” paparnya.
Nilai tersebut sekaligus menjadikan Pontianak sebagai daerah tingkat kabupaten dan kota terbaik penyelenggaraan Kepatuhan Pelayanan Publik se-Kalimantan Barat (Kalbar), setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. Tak hanya itu, di tingkat nasional, Kota Pontianak bertengger di posisi ke-27 se-Indonesia. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengapresiasi kinerja seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak.
“Kami bersyukur sekaligus bangga menerima penghargaan ini. Ini bukan hanya pengakuan atas usaha bersama, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Pontianak,” ujarnya.
Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Pontianak sebagai kota yang proaktif dalam inovasi pelayanan publik. Salah satu langkah strategis yang diapresiasi adalah implementasi sistem digitalisasi pelayanan melalui aplikasi berbasis teknologi yang mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.
“Senantiasa juga kami pesankan kepada para aparatur untuk kerja cepat, mudah dan murah, dalam hal ini transparansi. Itu motto kinerja ASN, landaskan dengan integritas kemudian tujuannya kesejahteraan masyarakat,” ungkap Pj Wali Kota.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan kritik konstruktif. Edi menegaskan keterlibatan masyarakat adalah kunci utama untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan pelayanan publik.
Ke depan, Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas akses layanan publik, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terlayani.
“Dengan penghargaan ini, Pontianak berharap dapat menjadi model pelayanan publik bagi daerah lain di Indonesia. Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan kami, melainkan awal dari komitmen baru untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang lebih unggul, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya. (kominfo)
Sekretariat Daerah Kota Pontianak Raih Penghargaan Wajah Bahasa Lembaga
Peringkat Kedua Kategori Lembaga Daerah
PONTIANAK - Sekretariat Daerah Kota Pontianak berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Peringkat Kedua Penghargaan Wajah Bahasa Lembaga Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Kategori Lembaga Pemerintah. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen lembaga atau institusi dalam menjaga dan memajukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kerjanya. Penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Kalbar ini diserahkan oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Mohammad Bari kepada Sekda Kota Pontianak Amirullah di Hotel Mercure, Senin (2/12/2024).
Sekda Amirullah mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini. Hasil terbaik ini tidak terlepas dari kinerja dan performa seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Pontianak.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami di Sekretariat Daerah Kota Pontianak dalam menerapkan penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah yang berlaku, baik dalam administrasi, pelayanan publik, maupun komunikasi sehari-hari,” ujarnya usai menerima piagam penghargaan.
Dia berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kota Pontianak untuk lebih memperhatikan peran penting bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Amirullah, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Sekretariat Daerah yang terus menjaga profesionalisme dalam penggunaan bahasa. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Kalbar dalam mengedukasi masyarakat dan lembaga mengenai penggunaan bahasa yang baik.
“Dengan adanya penghargaan ini menjadi tolok ukur sejauh mana sebuah lembaga pemerintah dalam memprioritaskan penggunaan Bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah di lingkungan kerja masing-masing,” ungkap Sekda.
Amirullah menambahkan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bagi Sekretariat Daerah Kota Pontianak untuk terus berinovasi dalam memajukan bahasa Indonesia, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan penghargaan ini, Kota Pontianak diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang peduli terhadap penguatan identitas kebangsaan melalui Bahasa Indonesia.
"Kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dari sisi kebahasaan, demi menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan bermartabat," tutupnya. (prokopim)
Pelayanan Dokling Antarkan Endang Juara I PNS Berprestasi
Pemkot Pontianak Berikan Reward Pegawai Berprestasi
PONTIANAK - Endang Sayekti, satu di antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) Berprestasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tak menyangka kalau dirinya dinobatkan sebagai juara pertama untuk kategori jabatan administrator. Kepala Bidang Peternakan yang berdinas di Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak menerima piagam penghargaan dan emas murni seberat 25 gram. Lewat inovasi pelayanan dokter hewan keliling (Dokling), telah mengantarkan dirinya meraih juara terbaik sebagai PNS berprestasi.
Pegawai negeri golongan IV a ini mengaku tidak tahu kalau dirinya diusulkan untuk pemilihan PNS berprestasi. Ia tidak pernah berpikiran akan mendapat penghargaan dan logam mulia. Baginya, selaku PNS, sudah semestinya ia mengabdi bagi negara dan masyarakat.
“Tidak mengharapkan sebenarnya, cuma alhamdulillah ternyata dapat hadiah seperti ini. Jadi ternyata kerja kita selama ini memang dilihat sehingga diberikan apresiasi dan saya mengucapkan terima kasih atas reward ini,” ujarnya usai menerima penghargaan pada Upacara Peringatan Hari Korpri ke-53 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (29/11/2024).
Dia menambahkan, dalam proses penilaian pegawai berprestasi, dirinya menjalani sejumlah tahapan, mulai dari sesi wawancara, survei yang dilakukan tim penilai ke kantor tempatnya berdinas dan juga ke rumah.
“Jadi kita diwawancara dulu di kantor, kemudian ada mereka datang ke rumah juga untuk memeriksa lingkungan sekitar, kemudian ada panggilan lagi untuk wawancara,” jelas Endang.
Dalam perjalanannya, di tangan Endang, inovasi Dokling yang digagas sejak tahun 2017 hingga sekarang terus berkembang dengan sentuhan-sentuhan inovasi tambahan yang kian melengkapi pelayanan Dokling.
“Nah, di bawah Dokling kami terus mengembangkan dengan inovasi-inovasi lainnya seperti Dokling Hewan Besar, Ayo Vaksin Rabies, Puskeswan Pintar dan lainnya,” terangnya.
Menyandang predikat PNS Berprestasi tak lantas membuat Endang berpuas diri. Meski ada perasaan bangga dan bersyukur, ia juga merasa harus mampu mempertahankan prestasi yang telah diukir sebagai panutan bagi PNS lainnya.
“Tentunya saya harus menata untuk lebih baik lagi, penghargaan ini juga memotivasi saya untuk terus mengembangkan potensi yang ada dalam diri saya,” imbuhnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Yuni Rosdiah menerangkan, bertepatan peringatan ulang tahun Korpri ke-53, ada sembilan PNS yang mendapat penghargaan dengan tiga kategori, yakni pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional atau pelaksana. Kemudian, dari ketiga kategori itu, masing-masing terdapat peringkat pertama, kedua dan ketiga.
“Semuanya baik, tidak ada yang tidak baik karena mereka ini sudah diusulkan sebagai pegawai terbaik. Cuma tentunya ada urutan peringkatnya,” katanya.
Dari penilaian pegawai berprestasi itu, lanjutnya lagi, di antaranya ada yang memiliki inovasi. Inovasi itu bisa dalam bentuk percepatan melaksanakan program di instansi tempatnya mengabdi. Sedangkan prestasi bisa juga pegawai yang bersangkutan mengikuti pendidikan atau pelatihan dan menorehkan prestasi. Dengan adanya penilaian pegawai berprestasi ini juga merupakan sebagai reward. Reward atau penghargaan kepada pegawai berprestasi menjadi bagian dari manajemen ASN.
"Jadi bukan hanya punishment, hukuman-hukuman yang diberikan, sanksi yang diberikan, tetapi kita juga memberikan reward bagi mereka yang berhasil dan berprestasi,” pungkasnya.
Selain Endang, pegawai berprestasi lainnya adalah Fadiah Umar, pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan meraih juara kedua dan juara ketiga diraih Ahmad Fadlie, pegawai BKPSDM.
Sedangkan kategori PNS Jabatan Pengawas Berprestasi, juara pertama diraih Zulfikar Amrullah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kedua Teguh Setiawan, Lurah Batulayan dan Eva Suryani dari Bappeda.
Untuk PNS Jabatan Fungsional atau pelaksana, juara pertama Mega Widyastuti dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, kedua Muhammad Nurudin dari Dinas Sosial, dan Amri Mirzali dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meraih juara ketiga. (prokopim)
Berkinerja Baik, Pemkot Pontianak Diganjar Anugerah Pandu Negeri
Dari Indonesian Institute for Public Governance (IIPG)
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berhasil meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional, Anugerah Pandu Negeri 2024 dalam Kategori Umum Pemerintah Daerah dengan Kinerja dan Government Baik Tingkat Kota. Anugerah Pandu Negeri merupakan penghargaan yang diberikan oleh Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dan tata kelola pemerintahan yang baik. Penilaian meliputi pengelolaan keuangan dan capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kebijakan terkait persoalan publik, reformasi birokrasi, Monitoring Centre for Prevention (MCP) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indikator lainnya adalah dari makro diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB dan lainnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyebut, penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemkot Pontianak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kita semua merasa bersyukur dan bangga atas penghargaan yang diberikan kepada Kota Pontianak. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Pemkot Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (11/9/2024).
Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Oleh sebab itu, ia menekankan kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk berkomitmen, terus berinovasi dan bekerja lebih keras lagi demi kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak.
“Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Pontianak,” kata Ani Sofian.
Ke depannya, Pemkot Pontianak berjanji untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Berbagai program inovatif dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat akan terus dikembangkan demi mewujudkan Kota Pontianak yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.
"Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Kota Pontianak. Bersama-sama, kita bangun Pontianak menjadi kota yang semakin maju dan berkualitas," tutup Pj Wali Kota. (prokopim)