,
menampilkan: hasil
TP PKK Pontianak Raih Juara I Monev 10 Program Pokok PKK
PONTIANAK – Tim Penggerak PKK Kota Pontianak meraih juara I monitoring dan evaluasi (monev) 10 Program Pokok PKK. Capaian tersebut disebut sebagai buah dari kerja ikhlas, semangat, dan kolaborasi para kader PKK di seluruh Kota Pontianak.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan penghargaan itu menjadi keberkahan sekaligus apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini bekerja di lapangan dengan penuh semangat.
“Hari ini kami Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mendapatkan keberkahan yaitu juara I monev 10 program PKK. Ini semacam apresiasi untuk kerja ikhlas, kerja sama, dan semangat dari seluruh kader PKK se-Kota Pontianak,” ujarnya usai peringatan Hari Kartini di Aula Garuda di Kompleks Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (22/4/2026).
Yanieta menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari peran besar kader-kader PKK di tingkat kota hingga kelurahan. Menurutnya, kekompakan dan komitmen para kader menjadi faktor penting yang membuat berbagai program PKK bisa berjalan dengan baik.
“Ini memang hasil kerja sama dari kader-kader yang luar biasa. Semangat mereka sangat besar sehingga program-program kami pun dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak yang selama ini memberikan dukungan, fasilitas, dan sinergi sehingga pelaksanaan program PKK dapat berlangsung lancar. Selain itu, Yanieta juga mengapresiasi TP PKK Provinsi Kalimantan Barat atas bimbingan dan dukungan yang terus diberikan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak yang telah memberikan fasilitas serta sinergi yang baik, dan juga kepada TP PKK Provinsi Kalimantan Barat atas bimbingan dan dukungannya,” ungkapnya.
Dalam momentum Hari Kartini, Yanieta turut menyampaikan pesan kepada para perempuan di Kota Pontianak agar terus mengambil peran penting dalam keluarga maupun masyarakat. Ia menilai perempuan tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak dan pilar keluarga.
“Saya berharap perempuan-perempuan di Kota Pontianak ini bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak, pilar keluarga, pemberi motivasi, dan penyemangat,” tuturnya.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk keluarga yang kuat, mendukung tumbuh kembang anak, dan menjadi sumber semangat dalam kehidupan rumah tangga.
“Perempuan adalah pilar keluarga yang memberikan yang terbaik untuk anak-anak, sekaligus menjadi pendukung dan penggerak dalam keluarga mereka,” pungkas Yanieta. (prokopim)
Edi Kamtono Raih Penghargaan IMI Kalbar, Dinilai Berperan Majukan Otomotif
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menerima penghargaan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai Tokoh yang Berperan dalam Perkembangan Olahraga Otomotif Kalbar Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Malam Anugerah IMI Awards yang digelar sebagai bentuk apresiasi kepada insan otomotif berprestasi, di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (14/2/2026).
Edi Kamtono menyampaikan, kegiatan otomotif patut didukung karena memberikan dampak positif, baik bagi dunia olahraga maupun perekonomian daerah. Menurutnya, olahraga otomotif bukan hanya soal hobi dan kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet yang mampu mengharumkan nama Kalbar di tingkat regional hingga nasional.
“Sebagai ibu kota provinsi, Kota Pontianak tentu sangat mendukung kegiatan otomotif. Kita memiliki potensi besar karena terhubung jalur transportasi darat hingga ke Sarawak dan Brunei. Ini membuka peluang bagi event prestasi maupun touring berskala nasional dan internasional,” ujarnya.
Ia menilai, di bawah kepemimpinan Ketua IMI Kalbar, Yuliansyah, berbagai prestasi telah diraih, sekaligus menghadirkan banyak kegiatan yang mendatangkan peserta dari luar daerah bahkan mancanegara. Kehadiran event otomotif, lanjutnya, turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Edi berharap Malam Anugerah IMI Awards tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memacu kreativitas dan inovasi para pembalap serta komunitas otomotif.
“Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi insan otomotif untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima IMI Awards dan berharap olahraga otomotif terus berkembang sebagai bagian dari industri olahraga yang berdampak positif bagi daerah. (prokopim)
Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Pemkot Pontianak berhasil meraih dua penghargaan sekaligus di bidang perpustakaan dan kearsipan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah, saat apel peringatan HUT ke-69 Pemprov Kalbar yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (28/1/2026).
Dua penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Pemkot Pontianak dalam mendukung program prioritas nasional serta memperkuat tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel.
Penghargaan pertama diberikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak yang meraih Terbaik III dalam implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Barat. Penilaian ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, dengan nilai capaian sebesar 67,25.
Program TPBIS dinilai mampu mendorong perpustakaan tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif, ekonomi kreatif, dan peningkatan keterampilan.
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan kepada Pemerintah Kota Pontianak yang berhasil meraih Peringkat I dalam Penilaian Pengawasan Kearsipan Eksternal Kabupaten/Kota se-Kalbar Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Dalam penilaian yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar pada November 2025 tersebut, Pemkot Pontianak memperoleh nilai 87,18 dengan kategori A atau Memuaskan, tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
Sekda Kota Pontianak Amirullah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah.
“Penghargaan ini adalah hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun sistem perpustakaan dan kearsipan yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut Amirullah, keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, prestasi ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus melakukan perbaikan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan, agar perpustakaan dan kearsipan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak Rendrayani, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja konsisten seluruh jajaran dalam mengimplementasikan program-program penguatan literasi dan kearsipan di Kota Pontianak.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan perpustakaan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, kami berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, berkreasi, dan berdaya bagi semua kalangan,” jelasnya.
Rendrayani menjelaskan, berbagai inovasi telah dilakukan, mulai dari penguatan layanan berbasis teknologi informasi, peningkatan kapasitas pustakawan dan arsiparis, hingga pengembangan program literasi yang melibatkan komunitas dan pelaku usaha mikro.
Di bidang kearsipan, ia menambahkan, pihaknya terus mendorong tertib arsip di seluruh perangkat daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Pengelolaan arsip yang baik sangat penting sebagai bukti akuntabilitas kinerja pemerintah dan sumber informasi yang bernilai bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia berharap, prestasi yang diraih ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Dengan capaian tersebut, dirinya berharap dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di Kalbar.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, agar layanan perpustakaan dan kearsipan di Kota Pontianak semakin berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutup Rendrayani. (prokopim)
Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan
Cakupan JKN Tembus 99,05 persen
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menorehkan capaian di bidang pelayanan publik. Dengan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,05 persen, Kota Pontianak meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Pratama dari BPJS Kesehatan. Berdasarkan data kepesertaan per 1 Januari 2026, dari total jumlah penduduk Kota Pontianak sebanyak 690.277 jiwa, tercatat 683.706 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN. Capaian ini menempatkan Pontianak sebagai salah satu daerah dengan tingkat perlindungan jaminan kesehatan tertinggi di Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa capaian UHC ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Pontianak pada periode kepemimpinannya yang kedua, dengan fokus memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.
“Sejak awal periode kedua, kami menempatkan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi negara. UHC ini untuk memastikan warga bisa berobat dengan tenang dan bermartabat,” ujarnya usai menerima penghargaan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Edi menjelaskan, Pemkot Pontianak secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk menjamin kepesertaan masyarakat, khususnya melalui skema Penerima Bantuan Iuran sebanyak 161.843 jiwa yang didanai pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah kota juga aktif mendorong kepesertaan pekerja formal maupun informal agar tetap terlindungi dalam sistem JKN.
Selain capaian terkini, tren pertumbuhan UHC Kota Pontianak dalam 12 bulan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Dari kisaran 88–89 persen pada awal 2025, cakupan meningkat stabil hingga menembus 99 persen sampai di akhir 2025.
“Ini menunjukkan kerja yang berkelanjutan, bukan instan. Kami pastikan warga tidak hanya terdaftar, tetapi juga aktif kepesertaannya, sehingga bisa langsung digunakan saat membutuhkan layanan kesehatan,” tambah Edi.
Ke depan, Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga keberlanjutan UHC dengan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat fasilitas, serta memastikan pelayanan yang responsif dan manusiawi.
“Target kami, tidak boleh ada warga Pontianak yang menunda berobat karena alasan biaya. UHC harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Saptiko mengatakan penghargaan UHC kategori Pratama ini menjadi penanda bahwa komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan terus berjalan konsisten dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan adanya label UHC, jaminan kesehatan yang baru didaftarkan dapat langsung digunakan.
"Dengan UHC ini, warga Pontianak yang menjadi peserta baru jaminan kesehatan, bisa langsung menikmati layanan, tidak perlu menunggu masa aktivasi 14 hari kerja," katanya. (prokopim)