,
menampilkan: hasil
Herlena Syok Saat Pulang Kerja Rumahnya Terbakar
Pemkot Salurkan Bantuan Darurat Korban Kebakaran Gang Tamang I
PONTIANAK – Herlena (50) tak sanggup menahan rasa sedih saat melihat rumah yang ditempatinya hangus terbakar. Selain rumahnya, peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) pagi, juga menghanguskan tiga unit rumah warga Gang Tamang I Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat, beserta seluruh isinya, menyisakan duka mendalam bagi korban yang kini harus mengungsi.
Herlena mengaku tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi. Ia sedang bekerja ketika api mulai melalap rumahnya. Berdasarkan keterangan keluarga yang berada di lokasi, api diduga berasal dari kamar anaknya akibat arus listrik.
“Saat saya diberi kabar oleh warga dan pulang ke rumah, semuanya sudah habis. Tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk barang-barang berharga,” ujarnya usai menerima bantuan sandang dan pangan serta uang tali asih dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (25/3/2026).
Meski kehilangan harta benda, Herlena bersyukur seluruh anggota keluarga selamat. Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah, termasuk ibunya yang telah berusia sekitar 90 tahun.
Saat ini, Herlena bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah keponakan karena tidak lagi memiliki tempat tinggal. Ia mengaku masih mengalami syok dan belum sepenuhnya pulih dari trauma akibat kejadian tersebut.
“Saya masih merasa sesak dan belum bisa melupakan kejadian itu. Saya sudah tinggal di rumah itu sejak kecil, sekarang semuanya hilang,” lirihnya.
Selain kerugian materiil, kebakaran juga meninggalkan trauma bagi anak-anak korban, terutama anaknya yang berada di dalam kamar saat api mulai muncul. Herlena terus berusaha menguatkan anaknya agar tidak menyalahkan diri sendiri atas musibah tersebut.
Ia menuturkan, sebelum kejadian, dirinya berencana memperbaiki rumah agar lebih layak untuk orang tuanya. Namun, rencana tersebut kini pupus setelah rumah mereka habis dilalap api.
Herlena menduga selain instalasi listrik, keberadaan barang mudah terbakar seperti gas dan kendaraan di sekitar lokasi turut mempercepat penyebaran api. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kita harus lebih waspada, terutama dengan kabel-kabel yang sudah tidak layak. Ini jadi pelajaran bagi kami semua,” tuturnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga kartu pensiun milik ibunya ikut terbakar. Bahkan, pakaian yang tersisa hanya yang dikenakan saat kejadian.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Herlena berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya program bedah rumah, agar dirinya dan keluarga bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah kota. Kami tidak mampu membangun rumah sendiri,” harapnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Melihat intensitas kejadian kebakaran yang cukup tinggi di Pontianak, masyarakat kami harapkan dapat memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan dalam kondisi baik dan sesuai standar, serta penggunaan listrik tidak melebihi kapasitas,” imbaunya.
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, seperti penggunaan MCB yang tidak sesuai, kabel tidak standar, serta penggunaan stop kontak secara berlebihan yang menyebabkan beban listrik meningkat dan memicu panas.
Selain faktor listrik, lanjutnya, penggunaan kompor gas dan sumber api lainnya juga perlu menjadi perhatian, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan menyebabkan api cepat merembet ke bangunan lain.
Terkait kebakaran yang terjadi dan berdampak pada sejumlah rumah, Pemerintah Kota Pontianak telah melakukan langkah mitigasi serta penyaluran bantuan darurat kepada para korban.
“Untuk jangka pendek, Dinas Sosial, BPBD, dan PMI telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut, serta kebutuhan dasar termasuk makanan siap saji untuk beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah kota akan melakukan pendataan untuk program perbaikan atau bedah rumah bagi warga terdampak. Selain itu, pengurusan kembali dokumen penting yang terbakar, seperti KTP, Kartu Keluarga dan surat-surat lainnya juga akan difasilitasi.
“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan keamanan instalasi listrik di rumah atau bangunan masing-masing,” pungkasnya. (prokopim)
Open House Perkuat Kedekatan Pemerintah dan Masyarakat
PONTIANAK – Suasana Lebaran di aula kediaman dinas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tampak hangat dan penuh kebersamaan. Hari lebaran pertama, sejak tengah hari pukul 12.00 WIB, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk menghadiri open house yang digelar sebagai ajang silaturahmi di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Tamu yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pejabat daerah, Forkopimda, tetapi juga masyarakat umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Open house pada hari pertama, kediaman dinas Wali Kota kedatangan tamu antara lain Wakil Gubernur Kalbar Krisantus, Bupati Kubu Raya Sujiwo, Anggota DPR RI Lasarus, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, serta tamu-tamu dari berbagai kalangan.
Para tamu disambut langsung oleh Wali Kota Edi Kamtono didampingi istri, Yanieta Arbiastutie, bersama keluarga dengan penuh keakraban, saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan dalam suasana yang sederhana namun sarat makna.
Di dalam aula, suasana semakin hidup dengan hidangan khas Lebaran yang tersaji. Beragam menu, mulai dari nasi lengkap, bakso, sate, gudeg, roti cane dan hidangan lainnya disajikan untuk menjamu para tamu. Obrolan hangat pun mengalir, mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Edi mengungkapkan bahwa open house ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, Idulfitri ini momentum untuk mengajak masyarakat agar saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan dalam rangka membangun Kota Pontianak tercinta.
“Mudah-mudahan momentum Idulfitri tidak hanya menjadi ajang merayakan kemenangan, tetapi juga mampu meningkatkan semangat warga untuk saling berbagi dan saling memaafkan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa tradisi open house menjadi wadah untuk mendengar langsung aspirasi warga dalam suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan.
Open house juga digelar di kediaman dinas Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Jalan KS Tubun serta Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah di Jalan Abdurrahman Saleh.
Sejumlah warga yang hadir mengaku senang dapat bersilaturahmi secara langsung dengan Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Satu di antaranya Sulaiman (53), ia menilai open house ini menjadi kesempatan langka untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara informal.
“Selain itu, suasana yang terbuka membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan pemimpinnya,” imbuhnya.
Sulaiman mengungkapkan rasa bahagianya dapat hadir bersama keluarga. Ia berharap tradisi seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (prokopim)
Momen Edi Kamtono dan Sutarmidji Salat Id di depan Taman Alun Kapuas
Wali Kota : Pontianak Rumah Besar Bagi Semua
PONTIANAK – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di depan Taman Alun Kapuas diwarnai momen hangat antara Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Keduanya tampak akrab bersilaturahmi usai pelaksanaan salat Idulfitri bersama ribuan warga.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya kesinambungan kepemimpinan di Kota Pontianak. Edi Kamtono yang kini menjabat sebagai wali kota, sebelumnya pernah mendampingi Sutarmidji sebagai Wakil Wali Kota Pontianak. Bahkan, Edi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikenal sebagai sosok yang banyak ditempa dan dimentori secara langsung oleh Sutarmidji dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.
Sebelum pelaksanaan salat Idulfitri, Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Pontianak untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan.
“Pada pagi yang penuh berkah ini kita bersama-sama menyambut hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah, setelah sebulan penuh kita ditempa oleh puasa Ramadan. Kita kembali pada fitrah yang bersih dan jiwa yang damai,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat komitmen menjaga kedamaian di Kota Pontianak.
“Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan melawan hawa nafsu, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan komitmen kita menjaga kerukunan dan kedamaian di Kota Pontianak tercinta,” katanya.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Pontianak.
“Mari jadikan Pontianak sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh warganya tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang. Kerukunan harus kita jaga sebagai fondasi kedamaian,” ungkapnya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kota. Dengan semangat kebersamaan, ia yakin Pemkot dan warga mampu menghadapi tantangan dan mewujudkan Kota Pontianak yang semakin maju, sejahtera dan harmonis.
Mengakhiri sambutannya, Edi atas nama Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT merahmati dan memberkahi kita semua serta kota tercinta ini,” pungkasnya.
Momen kebersamaan antara Edi Kamtono dan Sutarmidji di hari yang fitri tersebut pun menjadi gambaran eratnya hubungan silaturahmi antartokoh serta harapan akan keberlanjutan pembangunan Kota Pontianak ke depan. (prokopim)
Lapangan Salat Id depan Kantor Wali Kota Mulai Dibersihkan
1 Syawal 1447H Menunggu Keputusan Resmi Pemerintah
PONTIANAK – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak melakukan pembersihan lapangan yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriyah di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman, Kamis (19/3/2026) pagi.
Ketua PHBI Kota Pontianak Ismail, menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kenyamanan jemaah saat pelaksanaan Salat Id. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menurunkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot area jalan dan lapangan yang akan digunakan.
“Penyemprotan ini bertujuan untuk membersihkan debu dan kotoran agar lokasi pelaksanaan salat lebih bersih dan nyaman bagi jemaah,” ujarnya.
Setelah proses penyemprotan selesai, panitia melanjutkan kegiatan dengan pengecatan garis saf salat. Garis-garis tersebut dibuat untuk memudahkan pengaturan posisi jemaah agar tetap rapi dan tertib saat pelaksanaan ibadah berlangsung.
Ismail juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan Salat Id agar dapat datang lebih awal. Hal ini penting untuk membantu panitia dalam mengatur saf sehingga pelaksanaan salat dapat berjalan dengan lancar.
“Salat Id akan dimulai pukul 07.00 WIB. Kami harapkan jemaah bisa hadir lebih awal agar penataan saf lebih tertib,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kebersihan lokasi. Bagi masyarakat yang membawa alas salat seperti kertas koran, diminta untuk membawa kembali ke rumah masing-masing setelah pelaksanaan salat.
“Mohon kesadaran bersama untuk tidak meninggalkan sampah di lokasi. Jika membawa koran sebagai alas, agar dibawa pulang kembali sehingga area tetap bersih,” imbaunya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, PHBI Kota Pontianak berharap pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dapat berjalan khusyuk, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Adapun yang bertindak sebagai Khatib adalah Ustadz KH Ahmad Awwab Attamimi. Sedangkan Imam Salat Id, Ustadz Naufal Fikri Akmalul Hakim. Sementara untuk yang bertugas sebagai pembimbing salat adalah Ustadz Muhammad Amin.
Untuk waktu pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, masih menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang akan dilaksanakan pada sore ini. (prokopim)