,
menampilkan: hasil
Wako Dukung Komunitas Tumbuh di Pontianak
Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter Galang Donasi untuk Sumatera
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendukung komunitas bertumbuh di Pontianak. Pasalnya keberadaan komunitas tidak hanya berkutat pada persaudaraan dan silaturahmi, namun juga turut membangun kota lewat aksi mereka.
Bentuk dukungan tersebut salah satunya dengan hadir langsung dalam agenda "Motor-Motoran 1% Peduli Bencana Brotherhood for Rescue and Disaster" yang Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter, Kamis (1/1/2026).
"Keberadaan komunitas selain untuk persaudaraan dan silaturami, juga membantu Pemkot Pontianak untuk menyosialisasikan kebijakan dan selaras dengan visi Pontianak maju, sejahtera berwawasan lingkungan yang humanis," katanya usai melepas bikers di halaman Museum Kalimantan Barat.
Edi menerangkan 80 komunitas yang hadir dalam agenda tersebut tidak hanya bergerak atas identitas bikers, juga atas dasar kemanusiaan. Mereka pun turut mengingatkan pentingnya tertib lalu lintas sambil berdonasi untuk korban bencana Sumatera.
"Mudah-mudahan agenda ini terus mengingatkan kita untuk meningkatkan kebaikan dan persaudaraan," katanya.
Sementara itu, perwakilan Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter, Edo menerangkan motor-motoran memang jadi agenda awal tahun mereka. Namun kali ini, ajang tersebut digandeng dengan program peduli bencana yang juga salah satu aksi yang kerap mereka gelar.
"Kurang lebih ada 150 motor yang meramaikan kegiatan hari ini dari 80 komunitas motor yang ada di Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Tanpa Kembang Api, Pontianak Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Empati
Doa Bersama Lintas Agama Warnai Perayaan Tahun Baru 2026
PONTIANAK – Malam pergantian tahun di Kalimantan Barat (Kalbar) umumnya, dan di Kota Pontianak khususnya, berlangsung aman dan kondusif. Polda Kalbar bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur TNI serta Forkopimda menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, doa bersama lintas agama ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan malam tahun baru yang dikemas dengan konsep berbeda. Menurutnya, perayaan tahun ini tidak diwarnai euforia berlebihan, melainkan diisi dengan refleksi dan doa bersama.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama. Ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk semua elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya usai menggelar doa bersama lintas agama di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, doa bersama tersebut dilaksanakan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video serta video conference bersama pimpinan Polri di Mabes Polri.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan selama malam pergantian tahun. Pos-pos pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
“Kita semua harus siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Pos-pos pengamanan sudah tersebar, dan kami mengimbau masyarakat apabila terjadi sesuatu agar segera melapor kepada petugas,” katanya.
Pipit juga memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru di Kalbar. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap korban bencana alam, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Ia mengapresiasi peran serta masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik dan tidak menunjukkan euforia berlebihan dalam menyambut pergantian tahun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik, bersama Forkopimda, TNI, dan Polri, sehingga malam pergantian tahun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa situasi malam pergantian tahun di Kota Pontianak hingga saat ini terpantau aman dan kondusif. Kondisi cuaca juga dinilai mendukung karena cerah dan tidak diguyur hujan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi,” ungkapnya.
Edi berharap malam Tahun Baru 2026 di Kota Pontianak dapat berjalan aman tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan, khususnya kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur.
Selain pengamanan, Pemerintah Kota Pontianak bersama unsur Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menggelar doa bersama lintas agama yang dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada.
“Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran yang telah disampaikan pemerintah,” katanya.
Edi menegaskan bahwa doa bersama tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat, khususnya warga Kalbar, Kota Pontianak, dan Indonesia secara umum, sebagai wujud refleksi dan harapan di pergantian tahun.
Menjelang tahun 2026, Edi juga menyampaikan refleksi atas pelaksanaan program pembangunan sepanjang tahun 2025. Ia mengakui masih terdapat beberapa program yang mengalami keterlambatan, namun secara umum berjalan dengan baik.
“Sepanjang tahun 2025, pada dasarnya seluruh program berjalan. Meski ada beberapa keterlambatan, hal itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di tahun 2026 bisa lebih baik,” jelasnya.
Terkait potensi bencana, Edi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap prakiraan pasang air laut yang diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, pasang air laut diprediksi mencapai sekitar dua meter.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” pungkasnya. (prokopim)
Empat KK Terdampak Kebakaran di Pontianak Utara, Wali Kota Salurkan Bantuan Darurat
Wako Edi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Kebakaran
PONTIANAK – Kebakaran di Gang Kali Landak Jalan Selat Panjang Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara menghanguskan sejumlah rumah di kawasan permukiman. Sedikitnya empat kepala keluarga (KK) rumahnya dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (23/12/2025).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, meninjau langsung lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, makanan siap saji, kasur, selimut, terpal, serta berbagai kebutuhan darurat lainnya guna menunjang aktivitas warga selama masa tanggap darurat. Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak juga menyerahkan dokumen kependudukan pengganti kepada warga yang kehilangan surat-surat penting akibat kebakaran.
Dalam kunjungannya, Edi menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang dialami warganya.
“Musibah kebakaran ini tentu menjadi ujian berat bagi warga. Pemerintah Kota Pontianak hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi, mulai dari makanan hingga kelengkapan administrasi kependudukan,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait untuk membantu proses pemulihan pascakebakaran. Pendampingan juga akan diberikan agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal dalam waktu secepatnya.
Edi juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan permukiman padat penduduk, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia mengingatkan pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
“Tidak menggunakan colokan listrik berlebihan, serta selalu mematikan peralatan elektronik dan sumber api saat meninggalkan rumah,” pesannya.
Berdasarkan data yang dihimpun, empat KK yang terdampak musibah kebakaran terdiri dari Miau Sjiong dengan jumlah anggota keluarga lima jiwa, Rudi Halim sebanyak empat jiwa, David Sun sejumlah lima jiwa dan Kusmarno berjumlah dua jiwa. (prokopim)
Sampaikan Belasungkawa, Wali Kota Takziah ke Rumah Duka Anak Tenggelam
Asmiranda Ditemukan di Sungai Malaya
PONTIANAK - Tenggelamnya Asmiranda (9), meninggalkan duka mendalam bagi pasangan Rio Chandra dan Firnawati, warga Komplek Tiara Pesona Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Siswi kelas III SD Negeri 09 Pontianak Utara ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian di Sungai Malaya Jalan Selat Panjang 2 Pontianak Utara pada Rabu (24/12/2025) sekira pukul 18.25 WIB.
Mendapat informasi ada warga yang mengalami musibah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono langsung menuju ke rumah duka untuk bertakziah dan menyampaikan rasa belasungkawa. Kedatangannya disambut oleh Firnawati, ibu dari almarhumah Asmiranda.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Asmiranda, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucapnya saat bertakziah ke rumah korban, Kamis (25/12/2025).
Kejadian serupa merupakan yang kedua dalam bulan ini. Sebelumnya seorang anak laki-laki bernama Bayanaka Patal Ramlan (10) tenggelam di Parit Tokaya. Korban ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian oleh Tim Basarnas pada Selasa (9/12/2025).
Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Edi mengimbau kepada warga masyarakat yang rumahnya berada di pinggiran bantaran sungai untuk mewaspadai kondisi air pasang saat ini, karena ketinggian air sedang meningkat.
“Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya, terutama bagi anak-anak yang belum bisa berenang,” imbaunya.
Ia juga meminta kepada perangkat kelurahan dan kecamatan untuk turut aktif mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca dan pasang air yang tidak menentu.
“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pihak dapat lebih peduli dan waspada, sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang di Kota Pontianak,” kata Edi.
Sebagai orang tua, Firnawati tak kuasa menahan rasa sedihnya setelah kehilangan putri kesayangannya. Atas nama keluarga korban, ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Edi Kamtono yang datang untuk berbelasungkawa.
“Semoga perhatian dan kepedulian dari Bapak Wali Kota dapat menjadi penguat bagi keluarga kami,” lirihnya.
Firnawati bercerita bagaimana awal mula kejadian hingga Asmiranda ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sebelumnya, korban bermain bersama teman-temannya di tangga pemandian di pinggir Sungai Malaya. Tiba-tiba ia terpeleset dan sempat ditolong oleh teman-temannya namun terlepas akibat air sungai yang begitu deras saat itu.
“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mencari anak kami,” ucapnya.
Camat Pontianak Utara Indrawan menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
“Atas nama jajaran Kecamatan Pontianak Utara, kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya.
Indrawan menambahkan, pihak kecamatan bersama kelurahan akan meningkatkan upaya kewaspadaan di wilayah bantaran sungai, termasuk mengimbau warga agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak.
“Kami akan terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar sungai, agar lebih waspada terhadap kondisi air pasang dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan,” pungkasnya.
Sebelumnya, saat mendapat informasi ada anak yang tenggelam di Sungai Malaya Pontianak Utara, Rabu (24/12/2025) sekira pukul 14.00 WIB, proses pencarian langsung dilakukan oleh tim yang melibatkan Polairud, Polsek Pontianak Utara, Basarnas, PMI Kota Pontianak dan Relawan Damkar Swasta di Kecamatan Pontianak Utara. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan didampingi Camat Pontianak Utara Indrawan juga turut dalam proses pencarian korban. (prokopim)