,
menampilkan: hasil
Rumah Terbakar di Jeruju II, Nur’Aini Berterima Kasih atas Bantuan Pemkot Pontianak
PONTIANAK – Nur’Aini (54), warga Jalan Kom Yos Soedarso, Jalan Jeruju II, Kecamatan Pontianak Barat, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak setelah rumahnya terbakar pada Kamis (27/8/2026) dini hari. Rumah itu dihuni dua kepala keluarga dengan jumlah sembilan jiwa. Kebakaran menyebabkan keluarga terdampak kehilangan tempat tinggal dan sejumlah kebutuhan dasar.
Nur’Aini bersyukur karena Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial cepat menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan sementara pascakebakaran.
“Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya Jumat (28/8/2026).
Musibah kebakaran itu terjadi begitu cepat. Dalam kondisi tersebut, keselamatan keluarga menjadi hal utama, sementara sebagian barang tidak sempat diselamatkan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, bantuan yang diberikan Pemkot Pontianak merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang tertimpa musibah.
“Pemberian bantuan ini untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, bantuan yang diberikan bersifat meringankan beban warga, bukan mengganti seluruh kerugian. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji selama tujuh hari, selimut, beras, alat masak, handuk, sabun, dan perlengkapan mandi.
Untuk penanganan rumah, Bahasan menyebut Pemkot Pontianak melalui dinas terkait akan mengupayakan bantuan material sebagaimana mekanisme yang biasa dilakukan terhadap warga terdampak kebakaran.
“Untuk rumahnya, insyaallah Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait akan memberikan bantuan berupa material, seperti biasa di tempat-tempat lain,” jelasnya.
Di kesempatan itu, Bahasan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini. Ia mengingatkan bahwa kebakaran sering kali bermula dari sumber api kecil yang kemudian membesar.
“Kita minta warga tetap siaga dan waspada terhadap hal-hal yang bisa memantik munculnya api. Api itu datangnya dari kecil menjadi besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak meremehkan hal-hal kecil yang berpotensi menimbulkan api.
“Bagi yang merokok, jangan buang puntung rokok sembarangan. Itu salah satu yang bisa memantik datangnya api,” pesannya.
Bahasan menambahkan, cuaca panas dan kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Ia meminta warga berhati-hati saat menggunakan listrik, kompor, obat nyamuk, lilin, maupun benda lain yang berisiko menimbulkan api.
“Situasinya memang sangat panas. Kita diam di luar saja berkeringat dan gerah. Jadi kita harus lebih waspada,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Gang Sagu
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan enam unit rumah petak di Jalan Komyos Sudarso, Gang Sagu, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Jumat (21/8/2026) siang. Kebakaran tersebut meludeskan bangunan rumah petak yang terdiri dari enam pintu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga terdampak mengalami kerugian material akibat tempat tinggal mereka habis terbakar.
Bahasan mengatakan, kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak musibah.
“Saya ingin mengetahui langsung fakta di lapangan seperti apa. Setiap terjadi musibah kebakaran, Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya saat berada di lokasi, Sabtu (22/8/2026) sore.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan program rutin Pemkot Pontianak bagi korban kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji selama tujuh hari, sembako, beras, alat masak, gas LPG, pakaian, selimut, kasur, serta perlengkapan mandi seperti odol, sikat gigi, sabun, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kebetulan rumah (yang terbakar) ini adalah rumah sewa, sehingga kita terbentur aturan untuk memberikan bantuan material,” jelasnya.
Bahasan menyampaikan bahwa warga terdampak membutuhkan perhatian bersama agar dapat segera memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran. Ia juga mengapresiasi dinas terkait yang bergerak cepat menyalurkan bantuan di lapangan.
Di kesempatan itu, Bahasan mengimbau masyarakat Kota Pontianak untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas. Ia meminta warga berhati-hati saat menggunakan api, listrik, maupun peralatan memasak.
“Untuk kebakaran seperti ini, berhati-hatilah. Sedikit saja terjadi panas api, korsleting listrik, atau sedang memasak lalu ditinggal, ini bisa sangat membahayakan,” pesannya.
Selain kewaspadaan terhadap kebakaran, Bahasan juga mengingatkan warga agar menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat asap. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
“Kondisi cuaca saat ini sangat buruk dan sudah masuk kategori membahayakan. Jangan sering keluar rumah kalau tidak perlu. Kalau keluar, saya anjurkan menggunakan masker,” tutupnya. (prokopim)
Pemkot Tetap Salurkan Bantuan di Tengah Efisiensi
PONTIANAK – Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Pemerintah Kota Pontianak tetap mengalokasikan bantuan tunai bagi warga berpenghasilan rendah. Sebanyak 273 keluarga di Kecamatan Pontianak Timur menerima bantuan masing-masing Rp600 ribu.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Kamis (13/8/2026).
Edi mengatakan, bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkot Pontianak kepada warga yang belum memperoleh bantuan tunai maupun non-tunai dari pemerintah pusat, termasuk mereka yang tidak terakomodasi dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurutnya, Pemkot sebenarnya berharap bantuan dapat diberikan secara rutin setiap bulan. Namun, keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat penyaluran harus disesuaikan.
“Inginnya kita memberikan setiap bulan, tapi karena keterbatasan anggaran, adanya pemotongan dari pemerintah pusat sehingga ada efisiensi. Kita hanya bisa menyampaikan penyaluran sebesar Rp600 ribu,” kata Edi usai penyerahan.
Ia menilai, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Edi juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, kepesertaan BPJS harus dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas maupun rumah sakit apabila diperlukan.
“Manfaatkan BPJS ini untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas terdekat ataupun di rumah sakit kalau sudah berat. Pemeriksaan ini akan bisa mencegah penyakit yang lebih parah,” ujarnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Edi meminta warga mewaspadai dampak musim kemarau yang masih berlangsung. Minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat debit Sungai Kapuas menurun dan berpengaruh terhadap kualitas air.
Saat air sungai surut, intrusi air laut ketika pasang dapat meningkatkan kadar garam sehingga air menjadi payau. Pemkot Pontianak, kata Edi, berupaya menjaga kualitas air dengan mencampurkan air baku dari sumber lain agar kadar garam dapat ditekan.
“Kalau airnya sangat payau jangan digunakan untuk minum,” pesannya.
Kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan dan munculnya asap. Edi menyebut titik kebakaran di Kota Pontianak relatif terbatas, namun asap dari wilayah lain tetap berpotensi terbawa ke kota.
Karena itu, masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan diminta lebih berhati-hati. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kualitas udara memburuk, terlebih aktivitas warga meningkat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Edi berharap kondisi kemarau tidak berlangsung lama sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali normal. Ia sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan saluran air.
“Buanglah sampah di tempat yang sudah kita tentukan, ataupun fasilitas yang sudah ada, sehingga kita bisa mengolahnya dan bisa menjadikan kota yang enak kita bersihkan, terutama parit-parit kita dan rumah kita,” pungkasnya. (prokopim)
670 Warga Berpenghasilan Rendah Terima Bantuan Tunai
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan secara bertahap.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Nilainya mungkin Bapak-Ibu merasa masih kurang. Namun yang paling penting kita bisa bersilaturahmi dan menyampaikan informasi tentang pembangunan di Kota Pontianak,” ujarnya usai penyerahan simbolis di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (11/8/2026).
Edi menjelaskan, bantuan sosial tersebut merupakan salah satu upaya Pemkot Pontianak dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi.
Di bidang kesehatan, Pemkot Pontianak telah mengalokasikan anggaran hampir Rp80 miliar untuk mendukung cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. Universal health coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini mencapai sekitar 98,8 persen.
“Kalau sakit, cukup tunjukkan KTP ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, Edi menyampaikan sekolah negeri di Kota Pontianak telah bebas biaya. Pemkot juga mendukung Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2 dan 3.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem full board dengan kebutuhan peserta didik ditanggung, mulai dari makan, pakaian, sepatu hingga buku. Fasilitas pendidikan tersebut tersedia dari jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di kawasan Batu Layang.
Selain itu, masyarakat yang memiliki rumah atau fasilitas toilet yang tidak layak dapat mengajukan program bedah rumah maupun bedah WC melalui kelurahan, kecamatan atau Pemerintah Kota Pontianak.
“Program-program ini bagian dari upaya kita mengentaskan kemiskinan. Termasuk melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi UMKM,” katanya.
Edi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya parit. Menurutnya, kebersihan kota membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit. Parit itu milik kita bersama,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air baku, Edi turut mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air.
Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami kekeringan turut memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi air bersih.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah dan segera membawa anak yang mengalami gejala ISPA ke fasilitas kesehatan.
Bantuan sebesar Rp600 ribu per penerima tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank Kalbar. Edi berharap bantuan dapat digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun disisihkan sebagai tabungan.
“Silakan digunakan, disisihkan, atau ditambahkan untuk menabung demi masa depan anak,” pungkasnya. (prokopim)