,
menampilkan: hasil
Bahasan Sampaikan Pesan Pentingnya Mengawasi Aktivitas Anak
Safari Ramadan di Masjid Nurul Islam Pontianak Utara
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menyampaikan pesan penting terkait keamanan keluarga dan masyarakat saat memberikan tausiyah dalam rangka Safari Ramadan di Masjid Nurul Islam, Pontianak Utara, usai Salat Subuh, Rabu (26/3/2025).
Bahasan menekankan perlunya menjaga keharmonisan, kepatuhan terhadap pesan para ulama, serta membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku anak-anak yang sering keluar malam tanpa tujuan yang jelas. Bahkan lebih parah lagi, ada yang terlibat dalam tawuran dengan menggunakan senjata tajam.
“Kita perlu waspada, baik terhadap hal yang mencurigakan maupun yang tampak sepertinya baik-baik saja, semua ini harus kita antisipasi demi keamanan bersama," pesannya kepada para jamaah Salat Subuh.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik di tengah masyarakat, termasuk dalam hal pernikahan dan kehidupan keluarga. Bahasan berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah ekonomi yang sering menjadi kendala dalam rumah tangga.
“Menjaga keharmonisan keluarga itu penting jika ingin hidup kita bahagia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Ia menyerukan agar masyarakat lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah sebagai bentuk upaya memperkuat hubungan spiritual dan sosial.
"Demi keamanan keluarga kita, dan yang kedua demi keamanan masyarakat secara umum, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan ini agar tetap aman dan damai," tutup Bahasan dalam tausiyahnya. (prokopim)
Wali Kota Apresiasi Kepedulian Kharitas Bhakti bagi Petugas Kebersihan
728 Petugas PPSU Terima Paket Sembako
PONTIANAK - Sebagai bentuk kepedulian kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Kota Pontianak, Yayasan dan Rumah Sakit Kharitas Bhakti memberikan bantuan paket sembako kepada 728 petugas yang berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak. Bantuan paket yang berisi 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng susu kental manis dan 1 botol sirup diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono kepada beberapa perwakilan PPSU.
Edi memberikan apresiasi kepada petugas PPSU yang bertugas menjaga kebersihan Kota Pontianak. Para petugas ini telah bekerja pagi, siang dan malam setiap harinya, mulai dari menyapu jalan, mengangkut sampah dan sebagainya.
“Hasilnya, banyak tamu dari luar yang datang ke Pontianak memuji kota ini bersih,” ucapnya usai menyerahkan paket bantuan kepada petugas PPSU dari Yayasan Kharitas Bhakti di Halaman DLH Kota Pontianak, Sabtu (22/3/2025).
Menurutnya, tantangan kebersihan kota semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk yang mengakibatkan peningkatan volume sampah.
"Kota Pontianak yang penduduknya terus bertambah, jumlah sampahnya juga terus bertambah. Kalau sekarang rata-rata hampir 400 ton per hari, nanti ke depan akan terus bertambah," ujar Edi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen mengembangkan inovasi-inovasi untuk menjaga kebersihan kota, tidak hanya di pusat kota tetapi juga di seluruh pelosok Kota Pontianak.
"Kita ingin buktikan tidak hanya di pusat kota, tapi seluruh pelosok Kota Pontianak ini sampahnya harus terkelola dengan baik, baik yang di darat maupun yang di parit atau sungai," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan pesan khusus kepada petugas penyapu jalan terkait teknis pengumpulan sampah. Ia berharap sampah-sampah yang dikumpulkan dari jalan dan dimasukkan ke dalam karung, agar letak karungnya tidak kentara terlihat sebelum kemudian diangkut oleh petugas pengangkut sampah.
"Satu pesan saya, untuk sampah yang dikumpulkan dalam karung, penempatan karungnya jangan terlampau kelihatan sebelum diangkut karena tidak enak dipandang mata," pesannya.
Suhadi (52), satu di antara petugas penyapu jalan, mengucap syukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kharitas Bhakti dan Pemkot Pontianak atas kepeduliannya kepada para petugas PPSU.
“Terima kasih atas kepeduliannya kepada kami, dan kami berharap ke depannya lebih banyak lagi pihak yang peduli kepada kami,” tuturnya.
Pengabdian Suhadi dan rekan-rekannya sebagai petugas kebersihan menjadi salah satu contoh dedikasi dalam menjaga kebersihan kota yang patut diapresiasi oleh masyarakat. Setiap hari, ia mulai bertugas menyapu jalan sejak pukul 04.30 hingga pukul 08.00 pagi, tergantung banyaknya sampah yang ia bersihkan.
"Saya mulai bekerja sejak pukul setengah lima pagi sampai sekitar jam delapan. Waktunya bisa berbeda-beda tergantung dari banyaknya sampah setiap hari," ungkap Suhadi yang telah mengabdikan dirinya sebagai petugas kebersihan selama delapan tahun.
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono menerangkan, bantuan paket sembako ini merupakan inisiasi dari Yayasan dan Rumah Sakit Kharitas Bhakti bagi para pekerja harian lepas yang membantu menjaga kebersihan kota. Adapun jumlah paket yang diberikan sebanyak 728 paket, dengan rincian petugas penyapuan 340 orang, petugas angkutan sampah 229 orang, petugas TPST/TPS3R 52 orang, petugas penjaga TPS 49 orang, petugas TPA 34 orang, petugas administrasi 23 orang dan petugas laboratorium 1 orang.
“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian sosial dari Kharitas Bhakti kepada para petugas kami yang bekerja demi kebersihan kota,” ucapnya.
Lukas Laksono, mewakili Yayasan Kharitas Bhakti menuturkan, Kharitas Bhakti merupakan yayasan sosial yang telah sering melakukan berbagai kegiatan sosial melalui kerja sama dengan instansi pemerintah.
"Kami pernah melakukan sunatan massal untuk anak-anak, screening kesehatan, pengobatan gratis, pemeriksaan mata dan pengadaan kacamata gratis untuk pasukan PPSU," jelasnya.
Program terbaru yang dilakukan yayasan tersebut adalah mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting melalui kerja sama dengan Puskesmas Telaga Biru yang telah berjalan selama kurang lebih dua bulan.
"Untuk kegiatan kali ini, kami bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengapresiasi sumbangan tenaga oleh pasukan PPSU yang menjaga sehingga kota tetap bersih dan indah," imbuhnya. (prokopim)
Wali Kota Harap Kolaborasi Baznas Entaskan Kemiskinan
Baznas Kota Pontianak Gelar Program ‘Teladan Pemimpin Membayar Zakat’
PONTIANAK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak kembali menggelar program tahunan ‘Teladan Pemimpin Membayar Zakat’. Program ini bertujuan untuk menggalang dana zakat dari para pejabat dan pemimpin di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menunaikan zakatnya yang diterima langsung oleh Baznas Kota Pontianak.
Edi mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Pontianak untuk berkolaborasi dengan Baznas Kota Pontianak dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial di Kota Pontianak.
"Saya tertarik dengan program yang bisa kita kerja samakan dengan Baznas Kota dalam rangka mengembalikan program kita, terutama terkait dengan masalah-masalah sosial, kemiskinan dan masyarakat yang memerlukan bantuan," ujarnya saat membuka kegiatan ‘Teladan Pemimpin Membayar Zakat’ di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (21/3/2025).
Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi untuk menangani berbagai permasalahan di bidang sosial, kesehatan dan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui rapat-rapat koordinasi dan transparansi program.
"Kekurangan yang dihadapi oleh OPD bisa dicover oleh Baznas. Tinggal nanti ukuran capaian yang terukur ini tentunya bisa kita dapatkan untuk menilai manfaat dari apa yang sudah dilakukan selama ini oleh Baznas," jelasnya.
Edi juga mengingatkan kepada para kepala OPD untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD. Ia menyebutkan bahwa di beberapa instansi seperti Kementerian Agama Kota, gaji pegawai Muslim langsung dipotong 2,5 persen untuk zakat.
"Apakah kita juga bisa seperti itu, terutama yang Muslim. Apakah nanti otomatis dipotong atau disetor sendiri khususnya yang 2,5 persen ini," katanya.
Menurutnya, permasalahan sosial atau kemiskinan tidak bisa ditangani sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi dan sinergi untuk mencari model atau cara mengatasinya.
"Kalau kita diamkan, semakin banyak jumlahnya yang ada. Ini membawa kesan buruk bahwa pemerintah ini ke mana. Pemerintah ini termasuk mungkin Baznas di dalamnya, walaupun itu tidak bagian langsung di bawah Pemerintah Kota,” tutur Edi.
Ketua Baznas Kota Pontianak Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pontianak atas dukungan terhadap program-program Baznas.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah mendukung program-program yang ada di Baznas, sehingga kami di Baznas Kota Pontianak bisa bekerja dengan nyaman," ucapnya.
Sulaiman menjelaskan bahwa Baznas Kota Pontianak akan menyelaraskan program-programnya dengan dinas-dinas di lingkungan Pemkot Pontianak, terutama dalam penanganan kemiskinan.
"Kami terbuka lebar kepada dinas-dinas yang berkaitan untuk sinergisitas dalam penanganan kemiskinan yang ada di Kota Pontianak," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa Baznas bekerja sesuai dengan ketentuan syariah Islam dan diatur oleh undang-undang.
"Kita juga diaudit syariah oleh Kementerian Agama Pusat, sehingga pendistribusiannya harus disesuaikan dengan syariah Islam," kata Sulaiman.
Dia berharap para kepala dinas dan pejabat terkait dapat menghimbau seluruh pegawainya yang beragama Islam untuk berzakat melalui Baznas Kota Pontianak.
"Insyaallah, zakat, infak dan sedekah akan dikembalikan lagi kepada Pemkot Pontianak dalam bentuk program-program yang ada di Kota Pontianak," pungkasnya. (prokopim)
Serahkan Bantuan Operasional, Bahasan Harap RT-RW Dukung Program Pemkot
561 RT dan 105 RW di Pontianak Barat Terima Bantuan Operasional Rp1,5 Juta
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan secara simbolis bantuan operasional sejumlah Rp1,5 juta kepada masing-masing 561 RT dan 105 RW di wilayah Kecamatan Pontianak Barat. Dana insentif ini merupakan program rutin Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
“Kami menyerahkan bantuan operasional dengan nominal Rp1,5 juta kepada Ketua RT dan RW untuk memberikan penghargaan dan dukungan agar pengabdiannya lebih maksimal,” paparnya usai penyerahan di Aula Kantor Camat Pontianak Barat Jalan Tabrani Ahmad, Rabu (19/3/2025).
Bahasan menerangkan, mulai tahun depan Pemkot Pontianak akan meningkatkan jumlah intensif Ketua RT dan RW menjadi Rp6 juta. Di dalam program 100 hari kerja bersama Wali Kota Pontianak, pihaknya akan bergerak cepat membentuk regulasi untuk mengatur penambahan bantuan operasional.
“Sekarang kita gerak cepat untuk membuat Peraturan Wali Kota (Perwa) terlebih dahulu untuk regulasi dalam 100 hari kerja kami setelah dilantik, dan bisa dipastikan di tahun depan akan disalurkan Rp500 ribu per bulan atau Rp6 juta setahun,” jelas Wawako.
Ia menilai pentingnya peran Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam menyambung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Bahasan berharap melalui perhatian lebih Pemkot Pontianak bisa menumbuhkan motivasi para RT dan RW se-Kota Pontianak.
“Apalagi seluruh program-program yang ingin kita jalankan berkaitan langsung dengan masyarakat, sehingga butuh dukungan para RT dan RW. Seperti misalnya cakupan layanan kesehatan, menekan angka TBC sampai perbaikan saluran drainase. Ini semua perlu kerja sama masyarakat dan pemerintah sehingga peran RT dan RW sangat penting,” imbuhnya.
Abdul Wahab Bulyan (64), Ketua RW 001 Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat, merasa senang dengan insentif dari Pemkot Pontianak ini. Warga yang pernah menjadi Ketua RT selama 31 tahun ini menuturkan beratnya menjadi seorang Ketua RT sehingga membutuhkan dorongan kuat dari pemerintah.
“Saya mengapresiasi Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menyerahkan bantuan operasional yang per tahun Rp1,5 juta,” ungkapnya setelah menerima secara simbolis.
Menanggapi rencana penambahan bantuan operasional menjadi Rp6 juta per tahun, Abdul Wahab kian optimis. Hal itu dapat menjaga rasa solidaritas antara pemerintah dan perwakilan masyarakat di tingkat terkecil sebuah wilayah.
“Jadi semua yang disampaikan Pak Wakil Wali Kota tadi semuanya betul. Apa-apa sekarang semuanya mencari Ketua RT dan RW, ribut tetangga, pencurian, masalah pendaftaran KTP. Dari bantuan operasional ini kita bersyukur,” katanya.
Tidak sampai situ, dia mengajak seluruh masyarakat lainnya untuk saling mendukung program kepala daerah. Semua visi dan misi pemerintah bermaksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Wajib warga mengikuti semua pemikiran dan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota, mereka semua bekerja serius,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)