,
menampilkan: hasil
Teken Buku Hadir Tarawih Siswa, Edi : Bagian dari Pembinaan Karakter Religius
PONTIANAK – Beberapa anak berkerumun di saf depan usai melaksanakan Salat Tarawih di Masjid Al Akbar, Gang Karya Baru, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (19/2/2026). Masing-masing dari mereka yang merupakan siswa sekolah dasar, membawa buku hadir Salat Tarawih untuk diteken langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang hadir di masjid tersebut dalam rangkaian Safari Ramadan.
Edi menilai, para siswa yang ikut dalam Salat Isya dan Tarawih berjamaah ini merupakan bagian dari pembinaan karakter religius sejak dini selama bulan suci Ramadan. Program buku hadir Salat Tarawih siswa merupakan bentuk pembiasaan ibadah sekaligus penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan para pelajar semakin termotivasi untuk memakmurkan masjid serta mengisi Ramadan dengan kegiatan yang positif.
“Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak dini. Kehadiran siswa dalam Salat Tarawih perlu kita apresiasi sebagai bagian dari pembentukan akhlak dan kedisiplinan,” ujarnya usai membubuhkan tanda tangannya pada buku kehadiran siswa.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat sangat penting dalam mendukung kebiasaan ibadah anak-anak.
“Semoga dengan adanya program ini dapat menumbuhkan semangat beribadah secara konsisten selama Ramadan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga berinteraksi langsung dengan para siswa yang mengikuti Salat Tarawih serta menyerahkan tanda tangan pada buku kehadiran sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan keagamaan pelajar.
Safari Ramadan Pemerintah Kota Pontianak sendiri dijadwalkan berlangsung di sejumlah masjid di berbagai kecamatan. Selain Salat Tarawih berjamaah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiyah, silaturahmi dengan warga, serta penguatan program keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. (prokopim)
Ratusan Masjid di Pontianak Jadi Pusat Ibadah, Sosial dan Ekonomi Umat
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyebut keberadaan masjid di Kota Pontianak memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Edi, keberadaan masjid memiliki fungsi yang luas bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat aktivitas umat, ruang kebersamaan serta berkontribusi dalam mendorong pembangunan kota dari sisi ekonomi, sosial dan budaya.
“Masjid dapat menjadi pusat kegiatan umat dan tempat yang nyaman untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Pontianak,” katanya di hadapan para jamaah Salat Tarawih di Masjid Al Akbar Gang Karya Baru Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan, dalam rangkaian Safari Ramadan, Kamis (19/2/2026) malam.
Secara keseluruhan, lanjut Edi, terdapat ratusan masjid di Kota Pontianak. Sebagian besar dalam kondisi baik, sementara sebagian lainnya masih memerlukan perawatan, perbaikan serta peningkatan fasilitas agar dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong upaya pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana masjid agar tetap nyaman dan representatif sebagai pusat ibadah sekaligus kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan pembangunan kota secara bertahap sesuai kemampuan dan keterbatasan yang ada. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, baik di kawasan permukiman, perkantoran, maupun perdagangan, agar berjalan merata dan berkelanjutan.
“Dalam pelaksanaannya, tentu kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama untuk program-program yang membutuhkan anggaran besar,” tutup Edi. (prokopim)
Warga Berbondong Serbu Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin
Ratusan Stan Sajikan Menu Bukber Terbaik
PONTIANAK - Warga kota berbondong menyerbu takjil di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin, Kamis (19/2/2026). Walau sempat hujan lebat, tak menyurutkan langkah mereka menandaskan waktu berbuka dengan makanan terbaik dari sajian para pedagang. Bahkan sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak tersebut telah dijejali pembeli.
Salah seorang pedagang, Selfi (23) bercerita, ia datang untuk berkemas sejak pukul 11.00 dan pengunjung mulai berdatangan dua jam setelahnya. Warga Sungai Raya Dalam ini telah berdagang di lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Omzet yang didapat pun menguntungkan.
"Ini hari pertama sudah ramai. Tapi memang di awal-awal puasa selalu penuh," ceritanya.
Selfi merupakan satu dari 108 lapak yang sudah buka di area pasar juadah. Masih ada sejumlah lapak lain yang belum beroperasi. Dalam sepekan ke depan, UMKM dan komunitas di semua tenda akan membuka gerai mereka.
Selfi sendiri berdagang kue titipan. Ada pula yang dibuat oleh keluarganya di rumah. Di hari pertama ini, hampir setengah penjualan menggunakan Qris. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menggalakkan transaksi digital.
Sesuatu yang disambut positif Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Apalagi melihat geliat pasar juadah yang hidup dan tersebar di enam kecamatan di Pontianak.
“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” kata Edi.
Hampir seluruh titik pasar juadah dipadati pedagang dan pembeli yang ingin mengambil berkah Ramadan melalui aktivitas ekonomi yang meningkat. Ia pun mengimbau para pedagang untuk memberikan sajian terbaik. Menjaga kebersihan dan kesehatan makanan, sehingga berkah Ramadan tidak hanya keuntungan, tapi juga pahala berlipat.
“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan,” pungkasnya. (prokopim)
Ramadan Momen Introspeksi Diri
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi dan memperbaiki diri. Hal itu ia sampaikan saat memberikan tausiyah singkat di hadapan jamaah Salat Zuhur di Masjid Al Khalifah Kantor Wali Kota, Kamis (19/2/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu di bulan Ramadan sebaik-baiknya. Sebab tidak semua orang memiliki kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadan di tahun berikutnya.
“Kita harus menjadikan Ramadan sebagai momentum hijrah dan introspeksi diri. Belum tentu kita dipertemukan dengan Ramadan tahun depan, karena umur manusia sejatinya semakin berkurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan era digital dan perubahan zaman yang begitu cepat, umat Islam dituntut lebih bijak dalam memanfaatkan waktu dan memperkuat keimanan. Ketidakpastian kehidupan, termasuk perubahan kondisi sosial dan alam, menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Melalui tausiyah tersebut, Edi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat ukhuwah selama bulan suci Ramadan.
“Marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ajaknya.
Menurut Edi, suasana Ramadan di Kota Pontianak memiliki kekhasan tersendiri. Aktivitas masyarakat meningkat, termasuk geliat ekonomi.
“Khususnya di sektor kuliner, serta semangat kebersamaan yang semakin terasa di tengah masyarakat,” imbuhnya. (prokopim)