,
menampilkan: hasil
Wujudkan Lingkungan Kerja Nyaman, Pemkot Pontianak Gelar Gotong Royong
PONTIANAK - Tak hanya gotong royong di lingkungan masyarakat, Pemerintah Kota Pontianak juga menggalakkan aksi bersih-bersih di lingkungan perkantoran setiap perangkat daerah. Sebagaimana arahan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menggelar coffee morning yang dihadiri seluruh kepala perangkat daerah beberapa waktu lalu.
Edi mengatakan, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor di jajaran Pemerintah Kota Pontianak, termasuk Sekretariat Daerah Kota Pontianak ini sebagai wujud kepedulian ASN dengan lingkungan kerjanya masing-masing.
“Gotong royong yang dilakukan oleh seluruh ASN ini untuk menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Kegiatan bersih-bersih ini diharapkan dapat menjadi rutinitas dan budaya kerja yang positif di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Edi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor.
“Kebersihan adalah bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat. Lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan kenyamanan, meningkatkan semangat kerja, dan mencerminkan profesionalisme aparatur,” terangnya.
Satu di antara bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) turut melakukan gotong royong membersihkan ruangan kerjanya. Mulai dari menyapu, membersihkan sampah, membersihkan kaca jendela, merapikan berkas-berkas dan lainnya.
Kepala Bagian Prokopim, Zulkarnain menuturkan, kegiatan dengan membersihkan dan merapikan ruangan kerja, sebagai upaya menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung produktivitas para ASN yang bekerja di Bagian Prokopim khususnya.
“Kami mendukung penuh arahan Bapak Wali Kota untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan membersihkan lingkungan kerja, kami berharap seluruh ASN bisa merasa lebih nyaman, sehingga dapat bekerja dengan lebih semangat dan optimal,” tuturnya. (prokopim)
Laman Jepin Hadir dengan Tampilan Baru
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak merilis pembaruan portal layanan publik bernama ‘Jendela Integrasi Pontianak’ atau biasa disapa Jepin, dengan tampilan lebih segar, navigasi ramah pengguna, serta dukungan dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Zulkarnain, menyampaikan peluncuran Jepin 2.0 merupakan wujud implementasi dari visi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan yakni ‘Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan yang Humanis.’
“Salah satu upaya mewujudkan visi tersebut adalah penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi yang kolaboratif, inovatif, dan akuntabel. Versi terbaru ini hadir dengan tampilan yang lebih modern dan waktu muat yang lebih cepat,” jelasnya, Jumat (23/5/2025).
Dibandingkan versi sebelumnya, Jepin kini dilengkapi fitur unggulan seperti kolom event, yang memuat jadwal kegiatan terkini di Kota Pontianak. Selain itu, tersedia pula informasi mengenai destinasi wisata, penginapan, kuliner lokal, akses CCTV, peta kota, hingga pusat oleh-oleh.
“Laman ini dapat diakses melalui situs jepin.pontianak.go.id oleh siapa saja, Tujuan kami adalah menghadirkan satu pusat informasi yang mencakup seluruh aspek kebutuhan warga,” lanjut Zulkarnain.
Melalui platform ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik, seperti sistem pajak daerah (e-Ponti), kependudukan, perizinan, hingga informasi kesehatan.
“Termasuk data harga kebutuhan pokok terbaru pun bisa ditemukan di Jepin. Tujuan kami adalah menghadirkan satu pusat informasi yang mencakup seluruh aspek kebutuhan warga,” ujar Zulkarnain.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi pembaruan tersebut, yang menurutnya sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
“Sejak 2018, konsep smart city telah diterapkan. Pontianak menjadi pelopor kota cerdas di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sebagai ibu kota provinsi, Pontianak perlu menjadi acuan dalam penerapan pemerintahan berbasis elektronik.
“Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terus menunjukkan tren positif. Dampaknya nyata—urusan administrasi kini lebih mudah dan efisien, ditunjang layanan jemput bola yang terintegrasi secara daring,” tutup Edi. (kominfo)
Warga Pontianak Kota Serbu Paket Sembako Murah
Antrean Warga Mengular di Pasar Murah Kecamatan Pontianak Kota
PONTIANAK — Antrean warga mengular untuk membeli kebutuhan pokok di Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Camat Pontianak Kota, Jumat (23/5/2025). Antusias warga terlihat sejak pukul 05.00 WIB pagi yang rela mengantre di depan Kantor Camat Pontianak Kota.
Satu di antara warga Kecamatan Pontianak Kota, Riza (48), menyambut baik adanya kegiatan ini yang dinilainya sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia mengaku mengetahui informasi pasar murah ini dari rekannya.
“Dapat informasi adanya pasar murah di sini dari teman, kebetulan saya juga berdomisili di Kecamatan Pontianak Kota,” ujarnya usai membeli paket sembako.
Ia menyebut, harga-harga barang yang dijual di pasar murah tergolong terjangkau. Jika dibandingkan harga di pasaran, paket sembako yang dijual di pasar murah ini terbilang murah.
“Murah, sangat membantu. Biasanya saya beli kebutuhan di warung, tapi di sini jauh lebih murah,” katanya.
Menurutnya, kehadiran pasar murah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Riza berharap pasar murah seperti ini lebih sering digelar untuk meringankan beban masyarakat.
“Alhamdulillah, sangat-sangat membantu. Harapannya ke depan bisa sering diadakan lagi seperti ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Ibrahim menjelaskan, pasar murah ini digelar di enam kecamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha. Hingga saat ini, pasar murah telah berlangsung di tiga kecamatan, yakni Pontianak Timur, Pontianak Barat dan Pontianak Kota.
"Kita sampai hari ini sudah melaksanakan di tiga kecamatan. Selanjutnya, pasar murah akan dilaksanakan di tiga kecamatan lainnya hingga seluruh enam kecamatan terlayani," terangnya.
Setiap kecamatan mendapat jatah masing-masing seribu paket sembako. Dalam satu paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter. Paket ini dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp85.000 per paket.
“Selain itu, tersedia juga telur ayam isi 10 butir seharga Rp10.000,” imbuhnya.
Menurut Ibrahim, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah warga yang datang ke pasar murah untuk membeli kebutuhan pokok. Untuk membeli paket bahan pokok tersebut, warga cukup menunjukkan KTP asli sesuai dengan domisili kecamatan tempat pasar murah digelar. Pembeliannya dengan model kupon yang dibayar seharga Rp85 ribu. Kupon itu kemudian ditukar dengan paket sembako.
“Antusiasme warga cukup tinggi. Saat ini stok masih cukup,” ungkapnya.
Pasar murah ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak dengan Bulog, Bank Kalbar, BPR Khatulistiwa, PDAM, serta beberapa ritel dan kelompok tani binaan Dinas Pertanian. Selain itu, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal juga turut berpartisipasi dengan menjual komoditas mereka dengan harga diskon.
"Ini adalah bentuk dukungan terhadap daya beli masyarakat serta pemberdayaan UMKM dan petani lokal," tutup Ibrahim. (prokopim)
Wako Serahkan Bantuan Korban Bencana Alam dan Sosial
Sinergi Dinsos Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan sandang dan makanan siap saji kepada korban bencana alam dan sosial. Bantuan yang bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat ini disalurkan untuk 133 Kepala Keluarga (KK).
Ia berharap bantuan makanan siap saji dan sandang ini bisa meringankan beban warga yang tertimpa musibah.
“Semoga bantuan ini bisa menjadi penyemangat bagi bapak dan ibu untuk bangkit, lebih produktif dan terus mencari informasi agar bisa mengakses berbagai program bantuan yang tersedia,” ujarnya sebelum menyerahkan bantuan di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Kamis (22/5/2025).
Edi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya melalui program bedah rumah.
“Bagi warga yang rumahnya sudah dibangun kembali melalui program bedah rumah, kami harapkan dapat memanfaatkan dan merawatnya dengan baik. Sementara bagi yang belum menerima bantuan, datanya sedang kami kumpulkan melalui Dinas Sosial,” tuturnya.
Edi menambahkan bahwa warga terdampak bencana memiliki hak untuk mendapatkan berbagai bentuk bantuan sosial dari pemerintah, baik dari pusat, provinsi, maupun kota. Bantuan tersebut meliputi bantuan sandang dan makanan siap saji, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai, serta layanan kesehatan seperti BPJS Kesehatan dan bantuan sosial lainnya.
“Bagi yang belum memiliki BPJS, segera daftarkan melalui Dinas Sosial. Ini penting, agar saat sakit tidak kebingungan dengan biaya pengobatan. BPJS juga harus dimanfaatkan minimal satu kali setahun agar tidak nonaktif,” katanya.
Selain kesehatan, Edi juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak warga yang terdampak. Ia mengingatkan agar semua anak usia sekolah dapat didaftarkan ke sekolah, baik negeri maupun swasta. Pemerintah Kota Pontianak siap memberikan bantuan apabila ditemukan kendala biaya.
“Cukup ajukan permohonan kepada wali kota, nanti akan kami teruskan ke Dinas Pendidikan. Kita ingin semua anak-anak bisa sekolah tanpa hambatan,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalbar Raminuddin menerangkan, tahun 2024-2025 pihaknya telah menganggarkan bantuan buffer stock bencana yang dapat dimanfaatkan seluruh kabupaten dan kota. Bantuan tersebut berasal dari anggaran APBD Provinsi Kalbar maupun dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN.
“Gudangnya berada di kantor kami, dan itu kami distribusikan secara rutin. Bahkan sudah ada mekanisme pengalihan bantuan permakanan ke panti-panti jika belum ada bencana yang terjadi,” paparnya.
Raminuddin juga mengapresiasi kolaborasi dengan pemerintah kota dan kabupaten mendorong agar lebih proaktif dalam menjalin sinergi dengan Kementerian Sosial. Ia menyampaikan harapan agar berbagai usulan bantuan sosial yang sudah disampaikan ke pusat dapat terealisasi pada tahun 2025.
“Kami terus mengusulkan dan merekomendasikan bantuan kepada Menteri Sosial. Semoga bisa diakomodir. Ini adalah bagian dari upaya bersama kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” terangnya.
Kepala Dinsos Kota Pontianak Trisnawati menerangkan, pihaknya dalam hal ini menyalurkan bantuan dari Dinsos Provinsi Kalbar kepada warga terdampak bencana di Kota Pontianak.
“Dari hasil pendataan yang kami lakukan, ada 133 KK yang terdampak bencana dan berhak menerima bantuan sandang dan makanan siap saji,” imbuhnya.
Dari jumlah tersebut, 40 KK menerima 40 paket berisi kain sarung, handuk, selimut, gula pasir 1kg, minyak goreng 1 liter, beras 5kg, mi instan 10 bungkus dan ikan kaleng 4 kaleng. Kemudian, lanjutnya lagi, 470 pieces makanan siap saji yang terdiri dari rendang daging, gulai ikan, ayam balado, ayam asam manis dan makanan anak dibagikan kepada 93 KK.
“Kami berharap bantuan-bantuan ini bisa meringankan beban warga kita yang menjadi korban bencana, baik itu bencana alam maupun musibah kebakaran,” tutupnya. (prokopim)