,
menampilkan: hasil
SI PATUH PASAR Kontrol Retribusi Pasar Pontianak
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai memperkenalkan aplikasi SI PATUH PASAR atau Sistem Integrasi Pendampingan, Penataan, dan Kepatuhan Retribusi Pasar kepada sejumlah perwakilan pedagang di Pontive Center, Selasa (22/9/2026). Sosialisasi tahap awal tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan sistem yang diharapkan mempermudah pembayaran retribusi sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan pasar.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, inovasi tersebut dirancang agar pedagang lebih mudah membayar retribusi. Penerapan aplikasi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak membangun tata kelola penerimaan daerah yang lebih transparan dan tertib administrasi.
“Ini memang sudah menjadi tuntutan aturan, dan Pemerintah Kota Pontianak juga memiliki target-target PAD dari pasar-pasar yang kita bina,” kata Bahasan.
Ia berharap para pedagang mendukung penerapan sistem tersebut. Selain mempermudah pembayaran, sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi ruang terjadinya kesalahan maupun kecurangan dalam pengelolaan retribusi. Ia menambahkan, peningkatan kepatuhan pedagang dalam membayar retribusi juga harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan pemerintah terhadap pasar.
“Ketika kita meminta pedagang memenuhi kewajibannya, tentu harus berbanding lurus dengan pelayanan. Setiap ada keluhan, persoalan infrastruktur, keamanan maupun ketertiban di pasar, kita harus gercep,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Ibrahim menjelaskan, SI PATUH PASAR menjadi salah satu upaya memperbaiki pengelolaan data pasar yang selama ini masih tersebar dalam berbagai berkas. Terlebih potensi retribusi dari pasar yang dikelola pemerintah cukup besar. Namun, belum seluruhnya tergali karena masih terdapat kios atau los kosong, data yang belum lengkap, serta pencatatan pembayaran yang perlu lebih terintegrasi.
“Potensinya sangat tinggi, tetapi belum tergali semua. Ada beberapa pasar yang masih kosong, kemudian data juga belum seluruhnya lengkap,” katanya.
Melalui SI PATUH PASAR, data pasar, blok, petak, pedagang, hingga status pembayaran akan dihimpun dalam satu sistem. Termasuk di dalamnya informasi mengenai tagihan tahun berjalan maupun tunggakan tahun-tahun sebelumnya. Terobosan tersebut juga menjadi alat kontrol bagi pimpinan untuk melihat realisasi penerimaan dan potensi masing-masing pasar.
“Pimpinan bisa melihat di tiap pasar apakah sudah dilakukan penagihan, sudah bayar atau belum, realisasinya berapa, potensinya berapa, dan apakah semuanya sudah tergali,” katanya.
Selama ini pembayaran retribusi pasar telah dilakukan secara nontunai melalui Virtual Account Bank Kalbar. Kehadiran SI PATUH PASAR membuat pencatatan pembayaran lebih terhubung langsung dengan masing-masing petak usaha. Pedagang nantinya juga dapat memeriksa nilai tagihan, riwayat pembayaran, maupun bukti pembayaran melalui sistem tanpa harus selalu datang atau bertanya kepada petugas.
“Dengan sistem ini kita ingin data lebih rapi, penagihan lebih tepat sasaran, pelayanan kepada pedagang lebih mudah, dan pengelolaan retribusi pasar semakin transparan serta akuntabel,” pungkas Ibrahim. (prokopim)
Sekda Tekankan Akurasi Data SPM
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan pentingnya keseriusan dan akurasi perangkat daerah dalam memenuhi dan melaporkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Capaian SPM merupakan gambaran nyata kualitas pelayanan dasar yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Amirullah mengatakan, standar merupakan tingkat kualitas yang harus dicapai. Karena itu, capaian SPM tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai ukuran sejauh mana pelayanan pemerintah telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kalau tidak sampai standar, berarti kebutuhan standarnya belum bisa kita penuhi, apalagi untuk mencapai yang lebih tinggi,” ujarnya ketika membuka Sosialisasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemerintah Kota Pontianak di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Selasa (22/9/2026).
Ia mengingatkan bahwa pencapaian standar bukan alasan untuk cepat berpuas diri. Justru, standar harus menjadi pemacu bagi perangkat daerah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. Dalam pengelolaan SPM, Amirullah menyebut ada tiga pekerjaan utama yang harus dilakukan petugas, yakni mengumpulkan data, melakukan input data, dan melaporkannya melalui sistem yang telah ditentukan.
“Ini harus dikerjakan dengan benar,” tegasnya.
SPM merupakan potret kinerja Pemerintah Kota Pontianak dan menjadi salah satu gambaran kondisi pelayanan dasar di daerah. Karena itu, ia meminta petugas yang diberikan tanggung jawab mengelola data SPM benar-benar memahami tugasnya. Petugas juga diminta membaca dan memahami ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan SPM, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021.
“Kalau serius, baca aturannya, kumpulkan datanya dengan benar, lakukan entry dengan benar, lalu laporkan dengan benar,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kualitas laporan sangat bergantung pada kesungguhan aparatur yang mengerjakannya. Keseriusan terhadap pekerjaan yang tampak sederhana, menurutnya, mencerminkan kesiapan aparatur menerima tanggung jawab yang lebih besar.
“Tanggung jawab besar itu dimulai dari bagaimana kita serius menyelesaikan hal-hal kecil. Karena itu jangan main-main dengan pekerjaan ini,” pungkasnya. (prokopim)
Lima Qori-qoriah Pontianak Harumkan Nama Kalbar di MTQ Nasional 2026
PONTIANAK – Lima orang qori-qoriah asal Kota Pontianak berhasil mengharumkan nama Kalimantan Barat pada ajang MTQ Nasional Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah. Mereka adalah Yusuf Mubarak sebagai Terbaik II Hafalan 30 Juz Putra, Hadyan Miftah Pratama sebagai Harapan I Golongan Hafalan 5 Juz Putra, Siti Farhatunnufus sebagai Harapan I Golongan Tuna Netra, dan Raya Salsabila sebagai Harapan III Golongan Hafalan 5 Juz Putri, serta Ni'matillah juara Harapan III Qira'at Murattal Dewasa Putri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi atas prestasi qori dan qoriah asal Kota Pontianak tersebut. Capaian itu menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Kota Pontianak, tetapi juga bagi Kalimantan Barat. Menurutnya, keberhasilan para peserta menunjukkan bahwa generasi Qur’ani asal Pontianak mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, qori dan qoriah kita dari Pontianak kembali mengharumkan nama Kalimantan Barat di MTQ Nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Edi menilai prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari pembinaan, latihan, dukungan keluarga, guru, hingga para pembina LPTQ. Sebagai bentuk penghargaan, Edi memastikan Pemerintah Kota Pontianak akan menyambut kepulangan para peserta dan memberikan bonus khusus kepada mereka.
“Nanti ketika mereka pulang, kita sambut. Saya juga akan memberikan bonus khusus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang sudah mereka raih,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan, sekaligus memotivasi generasi muda lainnya agar semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.
“Jangan berhenti sampai di sini. Terus berlatih, terus belajar, dan terus membawa nama Pontianak serta Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Edi menambahkan, prestasi di MTQ Nasional juga menjadi bukti pentingnya pembinaan generasi Qur’ani secara berkelanjutan.
“Semoga semakin banyak anak-anak Pontianak yang tumbuh menjadi generasi Qur’ani, berprestasi, berakhlak baik, dan membanggakan daerah,” pungkasnya. (prokopim)
Terus Upayakan Layanan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang
Lima Juta Liter Air Tawar Kembali Sampai di Parit Mayor
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mengupayakan sumber air baku alternatif untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah kondisi Sungai Kapuas yang masih terdampak intrusi air laut. Berbagai langkah darurat dan jangka panjang sedang dilakukan. Salah satunya dengan mendatangkan air tawar menggunakan tongkang untuk memperkuat cadangan di instalasi pengolahan air.
“Hari ini saya berada di IPA Parit Mayor. Tadi pagi tongkang sudah sampai membawa sekitar lima juta liter air tawar. Sekarang sedang proses pengisian reservoir air baku untuk kita olah menjadi air bersih,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Minggu (20/9/2026).
Air tawar tersebut akan digunakan untuk mendukung pelayanan di Kecamatan Pontianak Timur. Proses percepatan pun terus dilakukan. Kolaborasi dengan berbagai pihak turut dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan warga kota.
"Kepada warga Pontianak Timur, apabila terjadi gangguan sementara, ini akibat daripada proses pengolahan produksi yang terjadi," terang Edi.
Dengan datangnya tongkang tersebut, total lebih dari 10 juta air tawar dari Radak, Terentang telah dibawa ke Pontianak. Penggunaan tongkang menjadi salah satu alternatif sementara selama kualitas air baku Sungai Kapuas belum kembali normal.
“Kita akan terus upayakan. Yang jelas warga kota tetap mendapatkan layanan air, walaupun sekarang kondisinya memang belum nyaman,” ujarnya.
Selain pasokan melalui tongkang, Pemkot Pontianak juga menunggu bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum berupa unit mobile reverse osmosis atau RO. Peralatan tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat produksi air bersih di wilayah Pontianak Utara.
“Ada bantuan dari Kementerian PU untuk mesin mobile RO. Mudah-mudahan cepat datang. Kalau sudah tiba, kita akan produksi di Pontianak Utara,” jelasnya.
Edi menerangkan, sebagian sambungan air ke rumah-rumah saat ini masih mengandalkan air baku Sungai Kapuas. Karena itu, pemerintah terus mencari sumber lain yang dapat menjadi alternatif apabila kondisi intrusi air laut berlarut di luar perkiraan.
Ia menyebut, salah satu lokasi yang akan diperiksa adalah kawasan Biyung, yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer dari Waduk Penepat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan apakah kawasan tersebut terdampak intrusi air laut atau dapat dikembangkan sebagai sumber air baku alternatif.
Menurutnya, pencarian sumber air baku baru menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air Kota Pontianak.
“Ini adalah upaya-upaya jangka panjang. Kita tidak hanya menangani kondisi hari ini, tetapi juga mencari alternatif agar ke depan pelayanan air baku kita lebih kuat,” ujarnya.
Edi menegaskan, pemerintah akan terus memanfaatkan berbagai pilihan yang tersedia, mulai dari pengangkutan air tawar, penguatan reservoir, teknologi pengolahan, hingga pencarian sumber air baku baru.
“Kita akan terus berupaya mencari alternatif supaya kebutuhan air masyarakat tetap bisa dilayani,” pungkasnya. (prokopim)