,
menampilkan: hasil
Pontianak Tuan Rumah KAIB XVI, Wali Kota Sambut Delegasi Internasional
PONTIANAK – Kota Pontianak menjadi tuan rumah Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) XVI Tahun 2025. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi penyelenggara pertemuan perguruan tinggi internasional ini.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan sambutan hangat dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi. Ia memperkenalkan Kota Pontianak sebagai kota yang memiliki keunikan geografis dan budaya.
“Pontianak ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, karena setiap tanggal 21–23 Maret dan 21–23 September, matahari tepat berada di atas kota. Pada momen itu biasanya kita selenggarakan Festival Kulminasi dengan berbagai kegiatan budaya, seni, kuliner, hingga edukasi,” ujarnya pada malam ramah tamah yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Rabu (10/9/2025).
Edi menambahkan, Pontianak adalah kota heterogen dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa. Sekitar 78 persen di antaranya beragama Islam, dan selebihnya terdiri dari beragam agama lain. Kota ini juga dikenal dengan sebutan Kota Seribu Warung Kopi karena banyaknya warung kopi sebagai tempat masyarakat berinteraksi.
“Suasana kehidupan di Pontianak dominan Melayu dengan keberagaman budaya dan kuliner yang khas. Semoga kehadiran para peserta KAIB di Pontianak memberikan kesan yang baik, meskipun saat ini musim hujan. Jangan khawatir, warung kopi di Pontianak buka sejak dini hari, jadi bisa dinikmati kapan saja,” ungkapnya.
Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak, Prof Dr Firdaus Abdullah, menyampaikan rasa gembira karena delegasi dari Sarawak hadir dengan jumlah terbanyak dalam forum ini.
“Alhamdulillah, kami membawa lebih dari 30 orang staf, dosen, dan mahasiswa. Ini rombongan terbesar dari sebuah universitas. Kehadiran kami semakin istimewa karena sejak awal, Sarawak turut menggagas seminar serantau yang kini berkembang menjadi KAIB hingga ke-16 kali,” tuturnya.
Firdaus juga mengingatkan bahwa jika dihitung dengan dua kali penyelenggaraan secara hybrid pada masa pandemi, maka forum ini sejatinya sudah berlangsung sebanyak 18 kali. Ia berharap konferensi ini terus berkembang dengan resolusi yang nyata.
“Universitas-universitas yang tergabung sebagai konsorsium KAIB harus memastikan setiap resolusi ditindaklanjuti, termasuk hasil konferensi tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Syarif, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum internasional yang mempertemukan para akademisi, ulama dan praktisi dari berbagai negara di Borneo, termasuk Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, hingga Jerman.
Menurut Syarif, KAIB XVI diikuti oleh 11 perguruan tinggi mitra dari berbagai negara di kawasan Borneo. Dari Brunei Darussalam, di antaranya Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) dan Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB). Dari Malaysia, turut hadir perwakilan UiTM Cawangan Sarawak dan UiTM Cawangan Sabah.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama akademik, memperluas jaringan, sekaligus membahas isu-isu keislaman dan kebangsaan di Borneo,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Pontianak dan Universitas OSO Teken MoU Tridharma Perguruan Tinggi
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama Universitas Oesman Sapta Oedang (OSO) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengembangan dan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung di Ruang VIP Wali Kota Pontianak, Rabu (10/9/2025).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi. Menurutnya, Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan daerah.
“MoU ini bukan hanya sebatas dokumen kerja sama, tetapi menjadi wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, serta mendorong lahirnya inovasi di Pontianak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki kapasitas akademis dan riset yang bisa dikolaborasikan dengan kebutuhan praktis di lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dari Universitas OSO dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Pontianak.
Rektor Universitas OSO, Yarlina Yacoub, menuturkan pihaknya siap mendukung implementasi kerja sama melalui program pendidikan, riset, dan inovasi yang aplikatif.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi jembatan untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kota Pontianak,” ujarnya.
Kesepakatan tersebut memuat tujuan meningkatkan dan mengimplementasikan kemampuan para pihak dalam melaksanakan tugas Tridharma Perguruan Tinggi, mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas SDM, tata kelola, hingga pengembangan inovasi. (prokopim)
Insan Pers Kawal Target 100 Persen Pengelolaan Sampah di Pontianak
PONTIANAK – Kunjungan insan pers ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Edelweis, Rabu (10/9/2025), menjadi bagian dari agenda transparansi informasi serta penguatan peran media dalam mendukung reformasi sistem persampahan di Kota Pontianak.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Pontianak, Vivi Salmiarni, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mendampingi awak media menyaksikan langsung proses pengelolaan sampah. Ia menegaskan, media memiliki posisi strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menyebarkan pesan edukatif kepada masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan informasi yang tersaji bisa utuh dan benar. Media adalah mitra penting dalam membangun kesadaran publik. Dengan liputan yang tepat, masyarakat dapat melihat sampah bukan hanya persoalan, tetapi juga peluang untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih serta ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Vivi, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemerintah, pengelola, dan media. Dengan komunikasi yang terbuka, Diskominfo berharap media dapat menjadi jembatan informasi sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Harapan kami, liputan ini memperluas pemahaman warga mengenai pentingnya memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, jurnalis diperlihatkan praktik pengelolaan sampah di TPST Edelweis. Mulai dari pemilahan, pengolahan organik menjadi kompos dan biogas, biokonversi maggot, hingga daur ulang anorganik menjadi bahan bakar setara bensin, solar, dan minyak tanah. TPST Edelweis disebut sebagai prototipe yang akan menjadi acuan transformasi TPA Batu Layang melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, dalam kesempatan yang sama memaparkan kondisi terkini persampahan. Berdasarkan data, volume sampah warga Pontianak mencapai 411,96 ton per hari, sedangkan kemampuan pengelolaan baru sekitar 25 persen. Situasi ini menuntut percepatan langkah agar TPA tidak semakin terbebani.
Ia menegaskan, Kota Pontianak tidak bisa lagi bergantung pada metode open dumping. Pemerintah kini beralih menggunakan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan, serta mewajibkan sampah melewati Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) sebelum masuk ke TPA.
Dengan pola ini, TPA Batu Layang ditargetkan berubah menjadi TPST modern berskala industri. Selain menjaga kelestarian lingkungan, pendekatan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Targetnya, setiap sampah yang masuk akan diproses tuntas di TPST. Pola ini terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga pemrosesan akhir,” tutup Usmulyono. (kominfo)
Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini lewat P4GN
BNN Pontianak dan Pemkot Teken MoU Sinergi Program P4GN
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang sinergi pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika di Ruang VIP Wali Kota Pontianak, Rabu (10/9/2025).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi landasan penting bagi upaya bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Ia menegaskan, kolaborasi Pemkot dan BNN akan memperkuat langkah pencegahan sejak dini, baik melalui edukasi, sosialisasi maupun pemberdayaan masyarakat.
“Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar generasi muda kita terhindar dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Edi menambahkan, Pemkot Pontianak mendukung penuh langkah BNN dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.
“Kita berharap kesepakatan ini bukan hanya sebatas dokumen, melainkan diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Ketua BNN Kota Pontianak Anida Sari, menerangkan, MoU ini menjadi dasar kerja sama yang lebih terarah dalam menekan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemkot akan memudahkan BNN Kota Pontianak dalam melaksanakan program P4GN, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas masyarakat.
“Dengan adanya kesepakatan ini, kita bisa menyatukan langkah dan persepsi. Kami berharap dukungan Pemkot akan memperkuat upaya pemberantasan narkoba, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Melalui nota kesepakatan ini, kedua belah pihak berkomitmen menyamakan persepsi dan tindakan dalam rangka P4GN, sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program pencegahan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan. (prokopim)