,
menampilkan: hasil
Edi Suryanto Apresiasi PDGI Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis
Rangkaian Ultah ke-75 PDGI Libatkan Masyarakat
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto memberikan apresiasi kepada Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) atas penyelenggaraan acara sosial yang melibatkan masyarakat luas di Kota Pontianak. Ia menilai rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka merayakan ulang tahun ke-75 PDGI ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi di tengah masyarakat. Inisiatif PDGI melibatkan masyarakat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
"Ini adalah momentum yang luar biasa, melibatkan banyak masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi semua," ujarnya saat menghadiri Pontianak Gigi Fun Run di Halaman Taman Budaya, Minggu (2/2/2025) pagi.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah ke depannya.
"Saya pikir ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah, terutama dengan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas oleh Presiden. Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi sangat penting karena masalah gigi sering menjadi sumber penyakit," pungkasnya.
Melalui rangkaian Ulang Tahun ke-75 PDGI ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kerja sama antara PDGI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (prokopim)
Edi Minta Peran Semua Pihak Atasi Masalah Sosial di Kalangan Anak
Pj Wali Kota Tinjau Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT)
PONTIANAK - Tren angka anak-anak jalanan dan terlantar yang terdata di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak tahun 2024 meningkat dibanding tahun 2023 lalu. Berdasarkan data, tahun 2024, jumlah anak-anak jalanan dan terlantar yang dibina di PLAT sebanyak 37 orang. Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 29 orang. Dari jumlah tersebut, hasil skrining yang dilakukan terhadap anak-anak tersebut, hampir sebagian besar positif pengguna narkoba.
Kondisi ini memantik keprihatinan Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto. Ia berharap peran semua pihak untuk bergerak menangani permasalahan sosial yang terjadi pada anak-anak di Kota Pontianak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, stakeholder dan berbagai instansi terkait sangat penting dalam menangani masalah anak-anak jalanan dan terlantar di kota ini. Meski pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menangani anak-anak yang bermasalah, namun ia menggarisbawahi bahwa upaya penanganan tidak hanya terbatas pada pemerintah, melainkan juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal serta masyarakat luas.
"Kita harus mencari penyebab utama yang menjadikan anak-anak ini terlantar dan berupaya melakukan intervensi agar masalah ini tidak semakin meluas," ujarnya usai menjenguk anak-anak yang dibina di PLAT, Sabtu (1/2/2025).
Edi menilai pentingnya analisis data untuk memahami penyebab utama masalah ini, seperti kemiskinan, broken home, pergaulan yang salah atau pengaruh lingkungan. Ia berpendapat bahwa untuk menangani persoalan ini, tidak hanya cukup dengan meningkatkan kapasitas ruangan di PLAT maupun anggaran. Hal yang lebih utama adalah mencari penyebab mengapa anak-anak ini terlantar dan berada di jalanan.
"Penambahan kapasitas gedung dan anggaran saja tidak akan menyelesaikan masalah. Kita perlu mencari akar permasalahan dan melakukan pencegahan," tambahnya.
Ia juga berharap ada kolaborasi dan sinergitas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Pontianak untuk menangani dan mencegah permasalahan anak-anak terlantar.
"Pendekatan pencegahan harus disinergikan dengan program pemerintah di berbagai tingkatan untuk mengurangi jumlah anak terlantar," jelas Edi.
Dia menyoroti masalah ekonomi dan pendidikan keluarga menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Sebab masalah ekonomi kerap kali menjadi penyebab anak-anak menjadi terlantar dan mengemis di jalanan hingga melakukan hal-hal yang negatif seperti menggunakan narkoba. Selain itu, pendidikan di rumah juga harus diperkuat. Edi berharap dengan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, jumlah anak terlantar dapat berkurang secara signifikan.
"Keberhasilan akan terlihat ketika jumlah anak terlantar berkurang, bukan hanya dari sisi penanganan oleh Dinas Sosial, tetapi juga dari penyelesaian masalah ekonomi, pendidikan dan rumah tangga," ungkapnya.
Kepala Dinsos Kota Pontianak Trisnawati, mengungkapkan peningkatan signifikan jumlah anak-anak jalanan dan terlantar di tahun 2024. Hal ini menjadi tantangan besar bagi dinas yang dipimpinnya, terutama dalam penanganan anak-anak jalanan dan terlantar. Sebagian besar kasus ini terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Dari enam orang yang baru-baru ini diamankan, lima di antaranya positif narkotika, sementara satu orang diketahui sebagai peminum alkohol berat.
"Kami melakukan asesmen dan bekerjasama dengan BNN untuk pemeriksaan urin," katanya.
Trisnawati juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat dan Pusat Rehabilitasi seperti Yayasan Gerata di Kabupaten Sambas, yang telah membantu dalam rehabilitasi sosial.
“Berkat kerjasama ini, sembilan orang gelandangan dan pengemis telah berhasil mendapatkan pekerjaan yang layak,” imbuhnya.
Dari sekian banyak anak-anak yang diamankan, selain berasal dari Kota Pontianak, beberapa di antaranya dari luar Pontianak, yakni Sumatera Selatan dan Sanggau.
“Tentunya ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah asal mereka untuk proses pemulangan,” ucap Trisnawati.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam penanganan orang terlantar adalah faktor ekonomi dan sosial, seperti keluarga yang tidak harmonis atau tidak mampu secara ekonomi. Banyak dari mereka yang akhirnya membentuk komunitas sendiri dan terlibat dalam aktivitas negatif, seperti menggunakan narkoba, mengemis dan sebagainya. Trisnawati juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan bantuan kepada orang-orang di jalanan.
"Masyarakat kita masih memiliki sifat belas kasih yang kuat, tetapi kami mendorong untuk memberikan bantuan di tempat yang tepat, bukan di jalanan," imbaunya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak Ahmad Sudiantoro, menegaskan komitmen pihaknya dalam menangani permasalahan anak jalanan dengan pendekatan yang persuasif dan humanis. Dalam upaya ini, Satpol PP berusaha memperlakukan anak-anak jalanan dengan humanis. Meskipun pendekatan humanis diutamakan, pihaknya tetap melakukan tindakan tegas terhadap anak-anak yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
"Ada pendekatan khusus bagi mereka yang sudah pernah ditangkap dan dibina di PLAT Dinsos ini," terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar anak jalanan yang diamankan adalah hasil dari patroli rutin yang dilakukan pagi, siang, sore hingga malam hari.
“Masyarakat cenderung memberikan uang kepada anak-anak jalanan daripada melaporkannya kepada kami," ucapnya prihatin. (prokopim)
Transisi Kepemimpinan, Edi Suryanto Pastikan Pembangunan Berlanjut
PONTIANAK – Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan di Kota Pontianak berjalan lancar. Ia menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan, untuk menyelaraskan visi dan misi mereka dengan program pemerintah yang ada.
"Alhamdulillah, kami sudah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Kami juga telah membentuk tim transisi yang terdiri dari Sekretaris Daerah dan jajaran kepala dinas untuk menyusun program sesuai visi dan misi Pak Edi Kamtono dan Pak Bahasan," ujarnya, Sabtu (1/2/2025).
Tim transisi yang dibentuk sejak Januari ini bertugas memastikan visi-misi pemimpin baru agar dapat diintegrasikan ke dalam program kegiatan dan anggaran tahun 2025. Edi menambahkan bahwa perubahan anggaran akan dilakukan pada bulan April atau Mei mendatang untuk menyesuaikan dengan visi-misi tersebut.
Mengenai persiapan pelantikan kepala daerah terpilih, ia menyebutkan bahwa rapat-rapat terus dilakukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan akomodasi pelantikan.
"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai lokasi dan teknis pelantikan, namun kami pastikan seluruh layanan kepada masyarakat tidak akan terganggu," tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah saat ini, diharapkan transisi kepemimpinan ini dapat berjalan lancar dan membawa Pontianak lebih maju sesuai harapan masyarakat. (prokopim)
Festival Cap Go Meh di Pontianak Bakal Sedot Ribuan Pengunjung
Pemkot Pontianak Gelar Rakor Persiapan Festival Cap Go Meh 2576
PONTIANAK - Untuk mematangkan Festival Cap Go Meh 2576 Kongzili di Kota Pontianak, Panitia Penyelenggara bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta pihak terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (31/1/2025). Dalam pertemuan itu, masing-masing pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahunan ini melakukan pemaparan terkait hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengungkapkan bahwa semua pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara hingga pihak keamanan, telah menyatakan kesiapan dan optimisme yang tinggi demi suksesnya event Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak .
"Ini kan sudah rapat kesekian kali ya. Jadi sekaligus memantapkan dan mematangkan persiapan baik dari penyelenggara, terus pendukung dan juga yang paling penting adalah pihak keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak TNI dan Polri siap mendukung dengan segala upaya untuk memastikan acara berjalan lancar tanpa masalah sekecil apapun. Edi juga menyampaikan bahwa Pemkot Pontianak telah memastikan kesiapan sumber daya yang ada untuk mendukung acara ini.
"Kami siap dengan segala sumber daya yang kita miliki, siap mendukung karena ini untuk masyarakat," katanya.
Festival Cap Go Meh ini diperkirakan akan dihadiri oleh beberapa tamu penting, termasuk kemungkinan kehadiran menteri, meskipun daftar pasti tamu masih dalam konfirmasi oleh panitia. Edi berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pontianak, terutama di sektor pariwisata dan perekonomian.
"Yang paling diharapkan adalah dampak positif bagi dunia usaha, terutama sektor pariwisata. Informasi yang kami terima, hampir semua hotel sudah hampir penuh, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pengunjung," jelasnya.
Dengan banyaknya tamu dari luar kota dan luar negeri, diharapkan acara ini dapat meningkatkan perekonomian lokal, mulai dari usaha kecil hingga besar.
"Ini kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka, baik dari usaha kecil hingga usaha besar," ucap Edi.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim, mengungkapkan persiapan matang untuk perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada 6 Februari mendatang. Acara ini diharapkan menjadi perayaan spektakuler yang menampilkan kekayaan budaya dan keharmonisan antar-etnis. Ia menjelaskan bahwa pembukaan bazaar akan dimulai pada pukul 15.30 di sepanjang Jalan Diponegoro. Kemudian, salah satu acara utama adalah ‘Naga Buka Mata’ yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 05.00 WIB pagi. ‘Karnaval Naga Bersinar’ digelar pada 12 Februari yang akan dimulai pukul 19.30 di panggung utama Jalan Gajah Mada dan berakhir di Jalan Budi Karya.
"Kami telah mempersiapkan 39 naga yang siap tampil, lengkap dengan mobil hias yang diisi oleh Putri Indonesia dari 2014 hingga 2024, serta dukungan dari mahasiswi asal Inggris," ungkap Hendry.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung kegiatan Cap Go Meh di Pontianak,” sambungnya.
Hendry mengungkapkan, perbedaan antara perayaan Cap Go Meh di Pontianak dan Singkawang, yakni di Pontianak dikenal dengan Naga Bersinar, sementara Singkawang terkenal dengan Tatung.
“Jadi masing-masing kota memiliki kekhasan sendiri saat perayaan Cap Go Meh,” tuturnya.
Festival Cap Go Meh ini direncanakan akan dihadiri oleh tamu penting, termasuk menteri, Gubernur dan Wali Kota. Kehadiran 20 etnis yang telah berkomunikasi dan siap mendukung acara ini diharapkan dapat menonjolkan keharmonisan antar-agama dan suku.
"Kami menargetkan kehadiran 100 ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan keharmonisan dan keberagaman budaya kita," tutupnya. (prokopim)