,
menampilkan: hasil
Malam Tahun Baru Imlek Aman dan Kondusif
Forkopimda Monitoring Perayaan Sambut Tahun Baru Imlek
PONTIANAK - Situasi malam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Kota Pontianak terpantau aman dan kondusif. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak memantau langsung kondisi kamtibmas menyambut Tahun Baru Imlek.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama jajaran Forkopimda Kota Pontianak melaksanakan monitoring situasi kamtibmas pada perayaan Imlek di Kota Pontianak.
"Dari informasi yang kami peroleh, situasi di Pontianak aman, terkendali, dan kondusif," ujarnya saat menghadiri pemantauan situasi kamtibmas di depan Klenteng Kwantie Bio Jalan Diponegoro Pontianak, Selasa (28/1/2025) malam.
Amirullah menambahkan bahwa pihaknya berharap warga yang merayakan Imlek dapat melakukannya dengan aman dan nyaman.
"Sebagai bagian dari warga Kota Pontianak, selain merayakan, kami berharap masyarakat tetap terus menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pontianak,” harapnya.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi memastikan bahwa seluruh kegiatan perayaan Imlek berjalan kondusif, baik di tempat-tempat ibadah maupun di jalanan.
"Dari pantauan kita sampai saat ini, alhamdulillah masih kondusif terkendali semua kegiatan," ungkapnya.
Ia menambahkan, khusus Jalan Gajah Mada, salah satu lokasi pusat perayaan, telah ditutup sejak pukul 21.00 WIB karena dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan kembang api. Beberapa tempat, seperti Hotel Harris, Yayasan Bakti Suci dan Yayasan Makmur, juga turut menyelenggarakan acara kembang api.
"Kembang api kita batasi sampai pukul 01.00 dini hari,” tutur Kapolresta.
Kombes Pol Adhe Hariadi juga menegaskan pentingnya mematuhi aturan keselamatan dalam penggunaan kembang api. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keselamatan selama perayaan.
“Dengan pengamanan yang ketat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, perayaan malam Tahun Baru Imlek di Pontianak diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan meriah,” imbuhnya.
Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim menjelaskan, dalam rangka menyambut malam Tahun Baru Imlek, jajaran Forkopimda meninjau sejumlah klenteng di Kota Pontianak. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Ada beberapa klenteng yang ditinjau di Pontianak, yakni Klenteng Kwantie Bio, Klenteng di Kapuas Indah, Klenteng di Jalan Tanjungpura dan Klenteng Jalan Waru.
“Tentunya kegiatan ini untuk memastikan situasi tetap kondusif selama perayaan Imlek di Kota Pontianak,” katanya.
Hendry juga berharap malam Imlek tahun ini diharapkan berjalan lancar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, meskipun lalu lintas di beberapa titik, seperti Gajah Mada, diperkirakan akan padat.
"Kita bersyukur tahun ini aman-aman saja. Masyarakat juga mengambil inisiatif untuk bermain kembang api, meskipun panitia tidak menyiapkannya secara resmi," tutupnya.
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya jajaran Forkopimda Kota Pontianak bersama Pemerintah Kota Pontianak serta aparat keamanan untuk memastikan perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung dengan lancar dan kondusif. (prokopim)
Matangkan Persiapan, Panitia CGM Beraudiensi dengan Pj Wako
Panitia CGM Siap Turunkan 39 Naga Bersinar
PONTIANAK - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2576, Panitia CGM tengah mempersiapkan serangkaian acara dan pemasangan dekorasi bernuansa Tahun Baru Imlek.
Ketua Panitia CGM 2576 Hendry Pangestu Lim mengungkapkan, persiapan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemasangan lampion yang telah menghiasi sepanjang Jalan Gajah Mada. Hendry mengimbau masyarakat Tionghoa di Pontianak untuk merayakan Imlek dengan sederhana namun bermakna, dengan menekankan pentingnya kebersamaan keluarga dan teman.
"Ketika lampion sudah terpasang, hati masyarakat mulai senang menyambut Imlek," ujarnya usai beraudiensi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto di Ruang VIP Wali Kota, Jumat (24/1/2025).
Terkait dengan perayaan CGM, Hendry menjelaskan bahwa pihak panitia tidak merekomendasikan pawai tatung di Pontianak. Bagi yang ingin mengikuti pawai tatung, diarahkan untuk bergabung di Kota Singkawang. Kendati demikian, Panitia CGM di Pontianak telah mempersiapkan atraksi 39 ekor naga bersinar dengan hiasan lampu yang akan berparade pada 12 Februari 2025 malam mendatang.
“Termasuk naga terbesar yang dilengkapi lampu dan efek asap,” ungkapnya.
Selain itu, perayaan CGM juga akan semarak dengan digelarnya festival kuliner di sepanjang Jalan Diponegoro mulai tanggal 6 hingga 12 Februari, diikuti dengan acara ‘Naga Buka Mata’ pada 10 Februari pagi.
Hendry juga menjelaskan, setelah perayaan Imlek dan CGM, lampion-lampion yang terpasang di sepanjang Jalan Gajah Mada akan diganti dengan dekorasi ketupat menjelang Idul Fitri, sebagai simbol toleransi dan keragaman budaya di Kota Pontianak.
"Kami ingin menunjukkan semangat toleransi di Kota Pontianak, di mana kemeriahan Cap Go Meh diikuti dengan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri," tuturnya.
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap mendukung pelaksanaan CGM. Pihaknya akan menggelar rapat akhir untuk persiapan pelaksanaan acara dalam waktu dekat. Menurutnya, tradisi CGM telah menjadi bagian penting dari budaya dan pariwisata di Kota Pontianak. Terlebih Pontianak yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam, hanya mengandalkan sektor perdagangan dan jasa.
"Cap Go Meh memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan, terutama di sektor jasa pariwisata, transportasi, dan akomodasi," sebutnya.
Dia menilai, CGM bukan hanya sebuah ritual agama, tetapi juga sebuah budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang agama atau etnis.
"Ini adalah simbol kerukunan umat beragama di Pontianak," tambahnya.
Untuk memastikan kelancaran acara, pihaknya akan mengerahkan perangkat daerah terkait, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan instansi terkait lainnya.
“Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Cap Go Meh diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kerukunan di Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Efisiensi Anggaran, Pemkot Pontianak Batasi Perjadin dan Acara Seremonial
Tindak Lanjut Inpres Nomor 1 Tahun 2025
PONTIANAK - Dalam rangka efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025, Presiden RI Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mengambil langkah kebijakan pembatasan perjalanan dinas dan kegiatan yang bersifat seremonial. Hal ini dilakukan sebagai respons atas instruksi Presiden untuk membatasi pengeluaran yang tidak mendesak, demi mengalokasikan anggaran yang lebih prioritas bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto, mengungkapkan bahwa dua hal utama yang dibatasi adalah perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.
"Kita sudah memangkas perjalanan dinas dan mengurangi acara seremonial," ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anggaran yang ada dapat dialokasikan pada program-program yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu bentuk alokasi anggaran yang dihemat adalah untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekitar 125 ribu murid TK, SD, dan SMP di Kota Pontianak.
"Penunjang ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan kami berharap pemerintah provinsi juga dapat mendukung untuk tingkat SMA," tambah Edi.
Selain itu, prioritas anggaran juga difokuskan pada penanggulangan kemiskinan, pengangguran, pengendalian inflasi dan penanganan stunting. Edi menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang efisien agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kaitan dengan anggaran perjalanan dinas, ia menegaskan pihaknya akan lebih selektif.
"Saya telah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk membuat skala prioritas, dan setiap perjalanan dinas harus disetujui oleh saya langsung. Jika tidak terlalu penting, cukup satu atau dua orang yang diizinkan berangkat," jelasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Pontianak berharap dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat luas serta berdampak langsung di masyarakat. (prokopim)
Amirullah Raih Gelar Doktor dengan Nilai A
Angkat Disertasi Dampak Desentralisasi Fiskal dengan Perilaku Oportunistik
PONTIANAK - Dr Ir Amirullah, MA, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S3) di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Dengan disertasi berjudul ‘Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Pembangunan di Kalimantan Barat dengan Perilaku Oportunistik sebagai Variabel Mediasi’, Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak berhasil meraih nilai 90,32 dengan predikat A pada Sidang Terbuka dan Promosi Doktor di FEB Untan Pontianak, Jumat (24/1/2025).
Amirullah memaparkan, desentralisasi fiskal di Indonesia, meskipun bertujuan memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah, namun menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan antar daerah dan rendahnya kinerja pembangunan.
“Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku oportunistik sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi efektivitas kebijakan fiskal,” ujarnya.
Dalam penelitiannya, Amirullah menggunakan data dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama periode 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan, tantangan seperti fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran masih perlu perhatian. Oleh sebab itu, ia merekomendasikan penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan daerah untuk meminimalkan perilaku oportunistik.
“Dalam hal ini yang tak kalah pentingnya adalah pengawasan ketat terhadap penggunaan dana transfer dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan anggaran daerah,” ungkapnya.
Bagi Amirullah, keberhasilan meraih gelar Doktor selama mengenyam pendidikan di Untan merupakan tantangan tersendiri. Terlebih ia harus bisa mengatur dan membagi waktu antara pekerjaan dengan perkuliahan. Amirullah berbagi cerita pengalamannya selama lebih dari tiga tahun menempuh studi S3 di Untan Pontianak. Menurutnya, kunci utama keberhasilan menyelesaikan studi adalah fokus dan manajemen waktu yang baik.
"Kita harus benar-benar bisa membagi waktu antara kesibukan sehari-hari dan pendidikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari keluarga dan rekan-rekan satu angkatan serta lingkungan kerja sangat berperan dalam pencapaiannya hingga tahap sidang terbuka dan promosi doktor. Amirullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga hasil penelitian ini bisa diimplementasikan dalam pengambilan kebijakan di bidang keuangan daerah,” imbuh Amirullah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto yang turut hadir pada sidang terbuka itu, menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Sekda Amirullah yang berhasil merampungkan jenjang pendidikan S3. Ia juga mengapresiasi disertasi hasil penelitian Amirullah yang bisa memberikan kontribusi pada tata kelola pemerintahan.
“Itulah pentingnya mengatasi perilaku oportunis dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah karena berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Menurut Edi, desentralisasi kebijakan pusat seharusnya memungkinkan daerah untuk membangun demi kepentingan rakyat. Namun, perilaku oportunis di kalangan pejabat dan pengambil keputusan sering kali menjadi penghalang utama.
"Ini menjadi penyebab tidak sampainya anggaran pemerintah daerah kepada masyarakat," tegasnya.
Edi menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, perlu ada langkah konkret dalam mengurangi dan menghilangkan faktor-faktor oportunis di kalangan pengambil kebijakan. Ia juga menyoroti dua aspek penting yang harus diperbaiki, yakni tata kelola dan integritas pribadi.
"Secara tata kelola, kebijakan dari pemerintah pusat harus diubah agar ada keseimbangan antara dana yang dibebaskan kepada daerah dan yang diikat oleh pusat," jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan penjagaan integritas pengambil keputusan di daerah agar tetap tinggi. Ia berharap hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran daerah.
“Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara optimal,” tuturnya.
Ketua Jurusan Manajemen FEB Universitas Tanjungpura Heriyadi, SE, ME, PhD, mengungkapkan bahwa PSDIM ini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia secara umum. Dalam upaya meningkatkan daya tarik, PSDIM juga menawarkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan studi doktoral.
"Kami ingin mempromosikan program ini, terutama kepada masyarakat Kalbar, agar mereka yang sudah menyelesaikan studi master dapat melanjutkan ke program S3," terangnya.
Selain itu, program di jurusan yang dipimpinnya ini sedang dalam proses pengajuan akreditasi internasional. Untuk mencapai hal tersebut, FEB Untan aktif menjalin kolaborasi dengan institusi internasional, termasuk melibatkan penguji dari luar negeri seperti Universitas Malaysia Sarawak (Unimas).
"Aktivitas internasional ini penting untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar siap terakreditasi secara internasional," tambah Heriyadi.
Sejak berdiri 11 tahun lalu, program ini telah meluluskan 34 doktor. Heriyadi juga menjelaskan bahwa FEB Untan memiliki tiga jurusan utama, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi, yang masing-masing menawarkan program S1, S2 dan S3.
“Dengan pencapaian ini, diharapkan PSDIM FEB Untan terus menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral di bidang manajemen,” pungkasnya. (prokopim)