,
menampilkan: hasil
PKK Pontianak Kampanyekan Gemar Membaca Cetak Generasi Cerdas
Inovasi PKK Pontianak Tingkatkan Minat Baca Anak Lewat Rumah Dongeng
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan minat baca anak-anak di Kota Pontianak.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengatakan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) II TP-PKK memiliki satu inovasi yang berguna untuk mendorong agar anak-anak di Kota Pontianak gemar membaca yaitu melalui Rumah Dongeng yang ada di enam kecamatan di Kota Pontianak.
"Rumah Dongeng ini bertujuan untuk menumbuhkan minat gemar membaca anak-anak dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berinteraksi melalui bahan bacaan yang menarik," ujarnya ketika mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar menyerahkan bantuan di Gang Semut Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (16/3/2025).
Dia menambahkan, didirikannya rumah dongeng se-Kota Pontianak merupakan contoh nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
"Saat ini rumah dongeng tersebut telah beroperasi secara efektif dan mendapat sambutan yang sangat baik dari anak-anak di Kota Pontianak," imbuhnya.
Inovasi Rumah Dongeng yang digagas oleh TP PKK Kota Pontianak juga terkait dengan program kampanye Gemar Membaca untuk Indonesia Pintar yang diluncurkan oleh Pemerintah Pusat. Program ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan di Indonesia dan membuat Indonesia menjadi negara yang pintar dan berbudaya.
"Kami akan terus mengkampanyekan Generasi Cerdas, Generasi Gemar Membaca di Kota Pontianak, saya berharap keikutsertaan masyarakat untuk mengakses rumah dongeng juga semakin meningkat" pungkasnya. (humas-pkkptk)
Edi Tekankan Pentingnya Verifikasi agar Bantuan Tepat Sasaran
Serahkan Simbolis Bantuan Tunai bagi Warga Pontianak Tenggara dan Selatan
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan, baik yang bersumber dari APBD Kota Pontianak maupun dari Kementerian Sosial. Agar bantuan tepat sasaran, perlu dilakukan proses verifikasi di lapangan dengan melibatkan RT dan lurah yang bersentuhan langsung dengan calon penerima manfaat.
"Setelah dilakukan verifikasi dan yang bersangkutan layak menerima bantuan, selanjutnya Dinas Sosial akan meneruskan ke Kementerian Sosial. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya sebelum menyerahkan secara simbolis bantuan tunai bagi masyarakat Pontianak Tenggara dan Selatan di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Jumat (14/3/2025).
Meski dengan keterbatasan anggaran, namun ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan semangat bagi masyarakat. Bantuan ini sebagai wujud kehadiran Pemerintah Kota di tengah kesulitan yang dirasakan masyarakat.
"Walaupun dengan anggaran yang terbatas, tapi setidaknya bantuan ini benar-benar bisa memberikan semangat untuk bapak-ibu bahwa pemerintah itu ada, terutama Pemerintah Kota ada di tengah-tengah masyarakat," ucap Edi.
Selain bantuan sosial, Wali Kota juga menekankan pentingnya kepemilikan BPJS Kesehatan. Dia mengimbau warga yang belum memiliki kartu BPJS untuk segera mendaftarkan diri melalui Dinas Sosial.
"Kartu BPJS ini penting. Sekarang sistemnya sudah sangat sederhana, bahkan dengan KTP saja sudah bisa digunakan untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit secara gratis," terangnya.
Tak hanya persoalan kesehatan, pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah kota dalam meningkatkan sumber daya manusia. Terlebih Pontianak menduduki posisi puncak se-Kalbar dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Kalau bapak-ibu punya anak, saya harapkan juga harus sekolah, terutama SD dan SMP. Supaya anak-anak kita nanti bisa menjadi pintar," tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Edi Kamtono juga mengungkapkan fenomena maraknya tawuran di kalangan remaja di Kota Pontianak. Untuk itu, dia mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari.
Persoalan lain yang mendapat perhatian adalah permainan layang-layang yang telah menyebabkan beberapa kecelakaan. Meski Satpol PP Kota Pontianak hampir setiap hari menggelar razia, tetapi masih saja ditemukan warga yang bermain layangan. Oleh karenanya, dia meminta peran semua pihak untuk mengawasi permainan layang-layang di wilayah masing-masing, termasuk RT/RW dan lurah.
"Main layang-layang ini sudah banyak korban. Ada yang matanya kena benang sampai buta, ada yang lehernya luka parah dan banyak lagi korban akibat permainan layangan," pungkasnya. (prokopim)
.
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Wako Resmikan ILP dan 3 Puskesmas
Puskesmas Tanjung Hulu, Telaga Biru dan Siantan Hulu
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan tiga unit gedung dan Integrasi Layanan Primer (ILP) masing-masing di Puskesmas Tanjung Hulu di Kecamatan Pontianak Timur, Puskesmas Telaga Biru dan Puskesmas Siantan Hulu di Pontianak Utara.
Edi menuturkan kehadiran ILP di tiga puskesmas ini sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan ILP dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Tidak hanya gedung baru, tetapi pelayanannya juga harus meningkat. Bisa memberikan pelayanan terbaik masyarakat di wilayah masing-masing. Tentunya Pemkot Pontianak berkomitmen meningkatkan indeks pelayanan kesehatan,” ujarnya didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan usai meresmikan secara simbolis dan meninjau ILP di UPT Puskesmas Tanjung Hulu Jalan Ya’m Sabran, Jumat (14/3/2025).
Di tahun 2025, Pemkot Pontianak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak tengah melaksanakan pembangunan perbaikan di tiga puskesmas lainnya seperti Puskesmas Paris 2 di Kecamatan Pontianak Tenggara, Puskesmas Kom Yos Sudarso di Kecamatan Pontianak Barat serta Puskesmas Siantan Tengah di Kecamatan Pontianak Utara. Edi menambahkan, perbaikan puskesmas ke depan menyusul di tahun selanjutnya.
Sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 2015 Tahun 2023, ILP adalah sebuah upaya untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perorangan, keluarga dan masyarakat. ILP dilaksanakan sepanjang proses, mulai dari janin, lahir, remaja, dewasa dan tua.
“ILP bertujuan untuk mendekatkan akses dan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif pada setiap fase kehidupan secara komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat,” imbuh Edi.
Ia berharap kehadiran ILP di Puskesmas Tanjung Hulu, Telaga Biru dan Siantan Hulu ini bisa menjadi terobosan penting dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih terpadu dan efisien kepada warga.
“Melalui ILP, kita ingin memastikan bahwa setiap warga mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus mengalami hambatan administratif atau teknis,” katanya.
Edi bilang program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pontianak untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“ILP ini adalah jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi dalam pelayanan kesehatan dasar,” sebutnya.
Program ILP dirancang untuk menyatukan berbagai layanan kesehatan primer, seperti pemeriksaan rutin, imunisasi, konsultasi dokter, serta penanganan penyakit ringan hingga sedang, dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Dengan adanya ILP, pasien tidak perlu lagi bolak-balik antar fasilitas kesehatan karena semua layanan dapat diakses di satu tempat,” ungkap Edi.
Kepala Dinkes Kota Pontianak Saptiko melanjutkan, terdapat tujuh puskesmas di beberapa wilayah yang akan terpilih untuk diperbaiki dalam road map. Targetnya selesai di tahun 2028.
”Kita akan berusaha untuk mencari anggaran baik dari pusat maupun daerah, insyaallah di tahun 2028 seluruh puskesmas sudah terbangun dengan bagus,” lanjutnya.
Apabila selama ini masyarakat ke puskesmas hanya untuk menerima obat saja, tetapi dengan adanya ILP akan membuka lebih banyak pelayanan yang berhubungan langsung dengan siklus hidup seseorang.
“Kalau dulu berobat dilayani periksa dan dapat oba saja, di ILP setiap datang akan diperiksa siklus hidupnya, ada ibu hamil, balita, remaja sampai kluster penyakit menular. Mereka yang datang juga akan dilakukan skrining penyakit apa ada selain keluhan sebagai upaya preventif,” paparnya.
Selain di puskesmas, ILP juga akan tersedia di posyandu di Kota Pontianak. Saptiko menyampaikan, di posyandu sudah menerapkan ILP.
“Jadi tidak ada terpisah antara posyandu ibu hamil, balita, remaja dan lansia. Semuanya digabung menjadi satu posyandu, pelayanan semuanya terintegrasi di situ,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Wako Edi Minta PKK Fokus Pendidikan Anak Demi Generasi Emas
PKK Gelar Bukber Anak-anak Generasi Emas Indonesia
PONTIANAK – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pontianak menggelar buka puasa bersama anak-anak generasi emas Indonesia dari berbagai sekolah di Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (13/3/2025).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader-kader TP-PKK di tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus terus bermanfaat dan semangat dalam menjalankan tugas kita. Tantangan di lapangan memang tidak mudah, tetapi dengan kerja sama yang erat, kita bisa membawa perubahan yang lebih baik," pesannya.
Ia menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, program-program yang akan dijalankan harus berfokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan anak-anak serta pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
"Jika keluarga sejahtera, anak-anak kita sehat, kuat dan cerdas, maka dampaknya akan sangat positif bagi masa depan bangsa. Namun, jika kondisi ini tidak kita perbaiki, kita akan menghadapi tantangan yang lebih berat di masa mendatang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan terus berkolaborasi dengan PKK, lembaga pendidikan, dunia usaha dan instansi terkait lainnya. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan 10 program pokok PKK yang akan dikolaborasikan dengan berbagai pihak. Selain itu, ia juga menyebut pentingnya indikator-indikator seperti penurunan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai target yang harus dicapai.
"Kita juga telah menjalankan program seperti makan gizi gratis. Walaupun belum bisa mencakup semua masyarakat, program ini diharapkan dapat membawa dampak positif, terutama bagi kelompok yang membutuhkan," jelasnya.
Edi turut menekankan pentingnya pendidikan, terutama di kalangan anak-anak. Ia meminta PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk lebih peduli terhadap potensi dan permasalahan pendidikan di wilayah masing-masing. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Pontianak untuk memperkuat pendidikan agama, khususnya melalui pembelajaran Al Quran.
"Dengan mayoritas penduduk Pontianak yang beragama Islam, kita akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga madrasah untuk program-program berbasis Al Quran. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan," ungkap Edi.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan program kerja 100 hari sesuai amanat Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar saat pelantikan seluruh pengurus PKK tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Kalbar.
"Alhamdulillah, dengan doa, dukungan dan support dari seluruh pengurus TP-PKK, kami siap melanjutkan program-program kerja yang bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya di Kota Pontianak," ucapnya.
Yanieta juga menjelaskan bahwa struktur kepengurusan TP-PKK Kota Pontianak periode 2025-2030 banyak melibatkan pegawai dari dinas-dinas di Pemerintahan Kota Pontianak. Hal ini dilakukan untuk memastikan sinergi yang lebih baik antara TP-PKK dan Pemerintah Kota dalam menjalankan program-program kerja.
"PKK adalah mitra kerja pemerintah, sehingga kami harus berkoordinasi erat untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, calon pengurus TP-PKK Kota Pontianak serta pengurus TP-PKK dari tingkat kecamatan dan kelurahan. Yanieta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Di akhir sambutannya, Yanieta berharap kegiatan TP-PKK ke depan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Pontianak, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
"Mudah-mudahan puasa Ramadan ini memberikan keberkahan bagi kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Kota Pontianak yang lebih baik," pungkasnya. (prokopim)